Merancang Prestasi Terbaik

Hidup, umur, waktu semuanya saling berkaitan. Aku tak tau apakah akan mempunyai waktu yang panjang untuk menempuh hidup di dunia ini ataukah sebentar lagi aku akan menemuiNya. Alangkah ruginya jika akan menghadap pada Allah tapi belum mempunyai prestasi yang akan dipersembahkan padaNya. Apa yang selama ini telah aku lakukan, hanya berbuat untuk diri sendiri saja atau sudah berguna bagi orang lain.

Terinspirasi dari kisah almarhum ayahku, mungkin umur beliau tidaklah panjang. Hanya 30 tahun, tapi aku merasa beliau telah mempunyai prestasi terbaik yang akan beliau persembahkan. Aku sendiri belum mengenal beliau secara dekat, karena aku masih berumur 6 tahun saat di tinggal beliau. Cerita tentang ayahku kudengar dari ibuku. Satu tahun ayahku cuti dari kuliahnya dan ia terjun langsung ke masyarakat untuk pembangunan masjid. Kata ibuku beliau adalah inspirator, penggerak dan penerang di kampung kami. Saat itu sekitar tahun 80-an mungkin di kampung masih sedikit listrik yang masuk. Ku rasa ayahku mempunyai peran besar saat itu, ia adalah mahasiswa Elektro IKIP Jogja. Heemmm... aku ingat masih ada fotoku berumur 3 tahun saat wisuda ayah. Aku juga sama lulusan Elektro juga, tapi serasa aku masih belum berbuat apa-apa.

Hidup ini sangat mahal, bahkan secara fisikpun tak dapat dijual dengan harta. Seperti mata kita, maukah ditukar dengan mobil Ferrari?. Apalagi dengan kehidupan kita, Allah telah menciptakan kita sangat spesial. Tidak ada orang lain yang menyamai kita. Hidup ini pun sangat singkat, kita lahir - tumbuh - dan meninggal. Oleh karena itu hidup di dunia ini harus mempunyai prestasi yang spesial yang terbaik untuk kita persembahkan.

Sebuah riset yang dilakukan terhadap lulusan MBA di Harvard Business School. Riset dilakukan diantara tahun 1979 dan 1989. Pada tahun 1979, para lulusan MBA tersebut ditanya 'apakah anda telah menyusun suatu rencana hidup yang jelas, spesifik dan tertulis?' Hasilnya, 3% menyatakan telah memiliki rencana hidup yang jelas, spesifik dan tertulis. 13% menyatakan telah memiliki rencana hidup yang jelas, spesifik akan tetapi tidak tertulis. Sisanya, 84% menyatakan belum memiliki apalagi menyusun rencana hidup.

Sepuluh tahun kemudian, 1989, periset yang dipimpin oleh Mark McCormack melakukan wawancara dengan semua responden pada tahun 1979. Hasilnya 13% yang memiliki rencana hidup yang jelas, spesifik tetapi tidak tertulis, memiliki penghasilan rata-rata dua kali lipat dibandingkan dengan mereka yang 84% (belum memiliki dan menyusun rencana hidup). Yang luar biasa, 3% para lulusan yang telah memiliki rencana hidup yang jelas, spesifik dan tertulis memiliki penghasilan yang besarnya rata-rata 10 kali lipat dibandingkan 97% lulusan sekolah bisnis tersebut.

Masa depan memang tidak bisa di tebak, bisa sukses bisa gagal. Kita hidup dalam tiga masa, masa lalu, saat ini dan masa depan. Ada pepatah yang mengatakan "Yesterday is history, tommorow is mistery, and today is present day" Kehidupan masa lalu sudah terjadi dan tidak bisa kita ubah lagi, masa depan masih menjadi misteri dan yang paling pasti adalah masa sekarang, atau saat ini. Kehidupan saat ini adalah hadiah, hadiah pemberian dari Sang Pencipta. Maka kita harus bisa memanfaatkan hadiah tersebut dengan sebaik-baiknya.

Walaupun masa depan masih menjadi misteri bagi kita, tapi kita bisa membuat perencanaan. Semakin jelas perencanaan yang kita buat maka semakin jelas pula arah tujuan hidup kita. Sama halnya dengan saat kita membuat proposal kegiatan, tujuannya apa, berapa lama kegiatannya berlangsung, anggaran dana yang dibutuhkan dan sebagainya. Saat membuat proposal tentunya masih belum pasti semua tujuan itu bisa tercapai, atau dana yang dibutuhkan mencukupi. Akan tetapi dengan lebih terrencana selalu akan lebih baik daripada membuat kegiatan dadakan. Begitu pula dengan hidup ini, tentunya lebih lama daripada kegiatan yang kita buat dalam proposal diatas, tetapi malah belum membuat perencanaan, termasuk diriku sendiri.

Jika Allah telah memanggilku kehadapanNya dan menanyakan "Aku telah menciptakan kamu dengan sangat spesial dan berharga mahal, coba ceritakan prestasi-prestasi apa yang pernah kamu capai ketika hidup di muka bumi yang sebanding dengan harga kamu?". Pasti akan keluar banyak keringat dingin karena belum mempunyai prestasi yang patut dibanggakan di hadapanNya. Prestasi terbaik itu tidak kita rancang dalam jangka waktu yang pendek, namun bisa jadi diraih ketika usia 40, 50 atau 60.

Begitulah, kita harus membuat perencanaan hidup lebih baik secara jelas, spesifik dan tertulis untuk merancang prestasi terbaik yang nanti akan kita persembahkan kepadaNya. Boleh jadi perencanaan tersebut belum terasa 1 sampai 3 tahun kedepan, tetapi ini untuk jangka panjang. Aku juga ingin membuat proposal hidup seperti yang telah dibuat oleh mas Jamil. Bismillah.

sumber: workbook "Tuhan, Inilah Proposal Hidupku" - Jamil Azzaini (http://jamil.niriah.com/)



Desember Vacation

aaarrrgghhh.. I hate english since I was elementary school, so usually I got bad grade. But now I must use english in my report. This is the simples way to learn english, to write in every article. I'm sorry if I don't use tense or grammar. I just write what in my head, may be this is worse than five grades... ooohh I'm not smarter than five grades hiks..hiks.. so please correct my mistake, it's would be much mistakes. I'm sorry if this not convenient for you reader :D

Now.. what would I write... o yeah the little story about my vacation on Desember. This Desember have many holiday in friday, so I can get 3 days holiday in every week. The first holiday, actually I wanna go to Bandung, but my big father (halah opo yo bahasa inggrise pakde kuwi) send me SMS, he tell me that his family will go to Puncak. And he invited me to join vacation in Puncak. Wow.. this is interesting, actually I have never gone to Puncak and I really want to go there.

Thursday night -the moslem new year-, 17 Desember after back from work at 19.00 Pakde pick me from my home (bukan rumahku ding, numpang aja :P ) and go to Depok, this night stay in his home. So can go to Puncak in Friday morning in order not to get stuck on the way to Puncak. We go Puncak at 7 o'clock, but still in holiday the road always full. Alhamdulillah, policeman set the road for one way. We can directly use the way by fast till Villa.

Awweesoommeee.. I don't thing why this villa so big, have large land, swimming pool, and there is not only one building. "Who have this vila", I ask to pakde. Hah this Villa has Mr. Fahmi Idris.. oalah pantesan this Villa is big, Ministers have this gitu loch. But why we can stay in this Villa? "ooh.. he is my friend at HMI". whuaahh... you have friend a big person in this country, I pride too.

This is Friday, so I must to pray friday (maksudku sholat jumat). In the Masjid -don't use mosque for Masjid- near Villa, there is something different about sholat jum'atnya. What the different than usual sholat jumat in other masjid, the different u can see in this notes. The temperature in this night is very very cold, different with Jakarta, so I use thick blanket. But in morning covered with cold, I wanna take a walk to find a fresh air and look the beauty of sunrise at Puncak. Subhanallah, can not tell how the beauty of creation and unfortunately I did not bring a camera to capture.

In the second vacation I go to Bandung. Actually, at least once every month I went to Bandung, but later already three months I did not go to Bandung. After the umpteenth time I go to Bandung, only this time I had a different experience. May be people look me a crazy, but this is not seberapa than other people. -kok yo angel to, nulis ndadak diartike ndhisik. wis lah ben cepet nulis critane-

lanjut Gan..

Nah, waktu liburan ke dua itu adalah malam tanggal 25 berangkat naik kereta. Ternyata kereta parahyangan yang jam 5 sore tidak diberangkatkan, akhirnya di undur ke jam 9 malam -telat juga- dan sampainya di Stasiun Bandung jam 00.30. waaah jam segini dah jarang bangets ada angkot, padahal untuk sampai ke kosan bisa tiga kali naik angkot. Sebenernya sih masih ada taxi yang berkeliaran, tapi pikiran buruk mempengaruhiku "ayo jalan aja.. jalan aja.. belum pernah kan jalan kaki dari stasiun sampe kostan". Dan akhirnya aku mengikutinya juga. "wah seru juga nih, tengah malam hari jalan kaki sepajang kota bandung. Adrenalinku semakin melonjak2 berfikiran bagaimana nanti kalau ada preman atau penjahat nanti di todong, di mintain uang atau bisa-bisa ditonjokin.. ampun dah klo begitu ane siap-siap ambil langkah seribu -terlalu berlebihan berfikiran seperti itu, enjoy aja deh.

Dari stasiun bandung sy jalan ke selatan lewat Braga -rada ngantuk, beli 2 kaleng kopi-, eh ternyata malam tgl 25 Braga sepi-sepi aja. Lanjut jalan lagi, lewati orang-orang yang gak punya rumah tidur dijalan sembarangan. Trus lewat segerombolan orang bersepeda motor, diem aja sambil jalan terus. Eh ternyata berbeda, walaupun sering lewat pake sepeda motor, tapi kalau jalan kaki rasanya jadi beda -ya iya lah, capee kali-, bukan itu tapi bisa lebih menikmati perjalanan. Jadi kepikiran, pernah melihat orang yang keliling Indonesia dengan bersepeda, tiap melewati kabupaten atau kecamatan minta tanda tangan dari kepolisian. Bisa juga dia hidup makan, minum. Ada yang selalu mengawasi dan menjaga kita. Berjalan sambil merenungi hidup, tentang orang-orang yang tidak punya rumah, pengamen, penjual nasi goreng yang kebetulan jalan bareng. Bukannya dihadapanNya kita ini semua sama, tapi alhamdulillah saya sangat bersyukur bisa menikmati hidup ini lebih dari mereka. Tak terasa sudah sampai di Buah Batu, masih ada ojek yang manggil-manggil, aa mau ke STT ya? -duh tanggung banget, udah nyampe sini baru ada ojek- Iya bang, deket lagi kok, mau ke Kordon. Ku biarin aja tukang ojek itu, abis gak dari tadi. tak lama kemudian eh ketemu bencong -gak usah diceritain lah bagian ini-. Alhamdulillah tak lupa ku membawa kunci kostan jadi tak mengganggu temen yang udah tidur, -masih ada yang bangun juga- sekitar jam setengah tiga pagi sampai di kost (bukan kost, tapi rumah temen).

Hari jumatnya, sebelum jumatan sempet chatingan dengan edo dan janjian buat jumatan di Daarut Tauhid, sy jemput di kampus -tapi karena udah telat berangkatnya jadi gak kesampaian deh di DT. Dan Jumat itu hujan pula. Nunggu agak lama di masjid, dan setelah agak reda jalan deh ke BEC, trus ke distro, dan pulang sampe malem kehujanan, ban bocor -sepertinya ga penting buat diceritain-

Hari berikutnya jalan bareng wahied ke Ciwalk, nganterin nyari baju -akhirnya ga beli juga- trus ngeliatin cosplay trus makan sushi -gaya-gayaan makan beginian, ga tau cara makannya, rasanya juga ga cocok dengan lidah ~,~.

Kok kaya'nya dah kepanjangan ceritanya, dikit lagi deh. Liburan ketiga, ini yang dari awal-awal bulan dah direncanakan. Puuulaaaang kampuungg ke Muntilan. Yaudah deh, sy upload foto2nya saja.



Foto-foto atau bagian cerita ada yang saya postkan di:
koprol
Facebook
Plurk
Multiply notes

Sup Ceker Ayam untuk Jiwa, sama kah dg Chicken Soup for Soul?


Sering kali ketika mampir di toko buku pasti ada buku Chicken Soup, rada penasaran dengan buku-buku yang punya bermacam judul dan tidak puas hanya membaca gratisan di toko buku akhirnya aku memutuskan untuk mengoleksinya sebagai pengantar tidur. Bukan berarti aku akan mereview buku ini, tapi kalau sekilas kubaca-baca buku-buku Chicken Soup ini tentang cerita-cerita pendek inspirasi hidup atau motivasi yang membuka hati serta menumbuhkan semangat kembali. Walaupun ada juga tentang spiritual, tapi otakku ini merasa kurang sreg dengan ceritanya (tau sendiri lah siapa yang menulis, pasti juga berdasar spiritual yang mereka alami). Mendingan baca cerita-cerita dari contact multiply ini, lebih pas untuk menginspirasi. Bisa jadi kalau di bukukan menjadi saingan buku-buku Chicken Soup ini.


Kalau di terjemahkan ke bahasa Indonesia memang kurang pas, mengapa ku terjemahkan menjadi Sup Ceker Ayam untuk Jiwa...itu adalah cerita lain. Konon diambil judul Chicken Soup ini karena sup ayam ini biasa dijadikan salah satu obat penyembuh untuk orang sakit.

"Lhah... berarti yang baca buku ini orang sakit jiwa?" -karena penasaran juga dengan kondisi jiwaku, beberapa waktu lalu (liat status FBku) aku ke RS di deket rumah Jl KS Tubun ke bagian radiologi untuk biar tau kondisi Thorax-ku, alhamdulillah ternyata gak apa2. Hanya penasaran yang berlebihan- Emang jiwa bisa di tercapture dengan sinar-X gitu .


Tentang sup ceker ayam - ini beneran, bukan dalam arti kiasan. Semenjak aku tinggal di rumah bude dari bulan Juli lalu, kalau makan biasanya ditambah ceker ayam - entah itu dimasak sendiri atau dicampur dengan sup. Enak sih, harus ngrikiti jari-jari kaki ayam itu. Rasanya jadi tambah gurih kalau supnya ditambah ceker ayam. Aku juga ndak tau gimana cara masaknya - ini bukan bagaimana membuat resep masakan sup ceker ayam.


Dibalik itu semua bude yang snantiasa tepat waktu, tiap pagi jam 07:30 atau malam jam 19:30 sehabis aku sholat isya di Masjid belakang rumah, karena kamarku di lantai dua pasti ada panggilan.

"Arqiiii ayo makaaan!!!" entah aku sedang asik onlen di depan qompie atau belum mandi yang pasti aku harus turun, kalau tidak si mbak pasti disuruh naik untuk memanggilku.


Dulu pas waktu masih ngekost di Bandung, biasanya makan ya terserah sendiri pas laper makan, kalau belum laper ntar aja. Tapi disini sekarang bude yang kata mas-masku itu galak atau cerewet...yah aku disini hanya numpang saja, tapi banyak pelajaran yang ku dapat tentang disiplin, dan punya pengalaman yang banyak. Umur beliau yang tiga kali umurku pasti banyak ilmu yang bisa kudapat. Karena itulah tiap makan pagi atau makan malam sambil makan sup ceker ayam aku dapat pencerahan jiwa.


Cerita tentang pengalaman beliau, yang sampai sekarang masih sibuk terus, ikut pengajian-pengajian, gamelan atau bisnisnya. Beliau masih akrab dengan teman-teman SMA beliau yang di jakarta atau di jogja. -wah patut di contoh, jadi terpikir bagaimana masa tuaku nanti...apakah hanya diam saja dirumah atau masih banyak kesibukan masih banyak dibutuhkan oleh orang lain.


Beliau juga sering menceritakan tentang perjuangan hidup itu, bagaimana cerita mas-masku atau tentang teman-teman beliau yang sukses. Mengingatkan masa muda itu harus diisi dengan kegiatan-kegiatan yang positif. Dulu beliau tinggal di lingkungan kraton jogja, dan tinggal bersama kakeknya diajarkan ikut banyak kegiatan berenang, menari dsb dan sampai sma tidak boleh pacaran.

"saya juga sampe bekerja ini tidak pacaran kok" dalam batinku.

Trus bude tiba-tiba senyum-senyum gak jelas, waktu itu sehabis dari jogja. "Denger denger Arqi katanya mau nikah ya, udah gak usah malu ma bude"

waduh, keringat dinginku keluar...aku berpikiran macam-macam "jangan-jangan mau dijodohin nih, emang kapan aku pernah ngomong begitu dirumah"

"Lha kata siapa bude?"

"Itu kata pakdemu di Jogja"

Tunggu..tunggu... sepertinya ada yang miskomunikasi.. oh iya, kalau dirumah kadang ditanyain mana pacarnya? masa sih cowo se ganteng aku sampai kerja sekarang masih belum punya pacar juga, adek aja udah lama. Yah kubilang aja. "Ntar Arqi mau langsung nikah aja"


Lho dari sup ceker ayam kok malah jadi seperti ini ya... yah pokoknya saat makan pagi atau makan malem berbarengan dengan sup ceker ayam itu banyak hikmah yang bisa diambil dari cerita, petuah dan nasehat dari pengalaman bude yang bisa membangkitkan kembali semangatku dan juga inspirasi-inspirasi dalam menjalani hidup ini.



*gambar dari sini
*crosspost Multiply

Bismillahirrahmanirrahiem, Start From The Beginning

Setelah beberapa minggu ini aku merasa jenuh dengan aktifitasku, ditambah lagi dengan kondisi badan yang menurun jadi merasa hari berganti hari tanpa ada perubahan. Atmosfer dunia kerja memang berbeda dengan atmosfer ketika kita masih sekolah atau kuliah. Perbedaan umur, perbedaan kultur, dan lainnya menjadikan kita harus pandai pandai dalam beradaptasi, cara bertutur kata dan bersikap pun harus dibedakan bagaimana dengan atasan, bawahan atau rekan kerja. Bagiku sih tidak terlalu menjadi soal, hanya saja terkadang kita saat masih dalam kuliah banyak teman seumuran, biasa banyak bercanda, bertanya, beradu argument ataupun mencontek (hehe.. ketauan males ngerjain tugas), jadi masih merasa ‘selevel’ dengan teman. Apalagi sekarang tidak tinggal di kost banyak temen yang kalau malam masih sering ngobrol, nonton tv, maen kartu apalagi sampe pagi. huhuhu… kalau sekarang setelah jam 9 malam langsung naik loteng terus ke kamar tidur. Serasa sepi deh, hanya qompie dan inet ini temenku.

Adanya teman bisa kita jadikan rival untuk bersaing, itulah yang bisa menjadikan tidak jenuh. Jenuh sebenarnya terjadi karena merasa melakukan sesuatu terus menerus dan tidak berubah dalam suatu waktu. Tetapi harus kita ingat kembali apa yang dimaksud dengan proses. Proses akan terus berjalan, entah itu dalam waktu singkat atau cepat. Kita sendiri harus mampu mengukur kecepatan proses itu berlangsung disesuaikan dengan kemampuan kita. Jangan terlalu cepat sehingga kita sendiri tidak mampu mengejarnya dan jangan terlalu lambat sehingga akan merasa jenuh. Oleh karena itu harus ada yang namanya target, target itu sebisanya harus kita tulis dalam jangka berapa lama akan kita capai target tersebut.

Sebenarnya tidak terlalu tepat juga ketika menjadikan orang lain sebagai pembanding dalam mencapai kesuksesan, karena ukuran kesuksesan tiap orang itu berbeda-beda. Ketika tidak menemukan pembanding maka bisa jadi tidak akan berkembang atau bisa menjadi sombong. Maka ukuran yang tepat sebagai pembanding adalah diri kita sendiri dengan target capaian yang diinginkan.


Saat males, jenuh, pengen nyari-nyari semangat dari orang lain akhirnya liat-liat status di fesbuk, plurk, twitter tapi rasanya status tiap orang juga begitu-begitu aja, jadi kurang menarik. Trus buka buka multiply temen biasanya banyak yang lucu-lucu atau menarik, tapi ngerasa sama aja. Blog walking, banyak blog yang belum di update. Buka kaskus,pinguin, berita, detik, kompas, eramuslim, dakwatuna, warnaislam, .. tidaaakkkk… rasanya semuanya tidak ada yang menarik dan sama saja. Kemudian tiduran buka-buka buku… tulisannya juga itu-itu aja. Akhirnya tiduran sambil merenung mulai dari kecil sampai sekarang, tiba-tiba terlintas kata-kata guru bahasa Indonesia saat SMA “Setiap manusia yang dilahirkan di muka bumi ini adalah hebat”. Aku coba merenungkan kembali perkataan tersebut sambil terbayang apa yang telah kulihat-lihat tadi dari teman-temanku dan kubandingkan dengan waktu awal kali bertemu. Aku jadi merasa hidup dikelilingi oleh orang-orang hebat dan aku juga merasa hebat setelah dibandingkan dengan saat masih kecil. Yah begitulah bisa dijadikan cara untuk membangkitkan kembali semangat, ternyata dari diri sendiri bukan dari orang lain.



"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah..."
-Q.S. Ali ‘Imran : 110-



Hal yang paling berat dalam suatu hal adalah mengawali sesuatu. Biasanya akan banyak pikiran yang mengusik seperti “ah nanti aja bisa dikerjakan masih ada waktu kok”, “sepertinya sudah telat kalau dikerjakan sekarang”, “sudah tidak bisa lagi kalau sekarang”, “hiburan dulu deh, itu dikerjakan setelah ini”, “aku tidak bisa” dan masih banyak lagi yang menjadi penghambat pikiran kita. Awal sesuatu itu memang berat seperti halnya roket mau meluncur meninggalkan bumi pasti butuh tenaga yang dahsyat, tapi setelah mengorbit ia akan mengikuti pergerakan rotasi bumi dengan sendirinya. Seperti itulah jika kita punya impian yang melayang diatas langit juga harus punya persiapan yang matang. Jangan saklek mengawali sesuatu dengan seberat itu menjadikan pesimis diawal, mulailah dengan hal yang ringan-ringan saja dan tiap hari harus berubah lebih baik. Bukan hal yang anget-anget diawal terus kemudian mlempem, tapi akankah lebih baik jika tiap waktu selalu lebih baik walaupun itu hal yang kecil.


Hanya ada dua cara untuk menjalani hidup Anda.
Yang pertama adalah menjalaninya seakan-akan keajaiban itu tidak pernah ada.
Yang kedua adalah menjalaninya seakan-akan segala sesuatu adalah keajaiban.
-Albert Einstein-



Sejak dari hari kamis kemaren disuruh benerin, ada beberapa pelanggan yang tidak bisa browsing. Setelah di cek ternyata beberapa pelanggan telfon itu cuma dalam satu modul aja. Langsung aja kepikiran kalau yang rusak itu modul GILCAnya, nah diganti dah dengan modul yang lain, eh ternyata hasilnya sama aja gak berubah. Hari telah sore, jam 5 lebih. Lantas ku bilang ke bapak Telkomnya, “pak senin aja ya perbaikannya” Akhirnya senin kemaren ku datangi lagi site itu, setelah nanya-nanya temen dikasih saran di restart aja atau modul GISnya diganti ke slave. Wah ngerestart system bisa jadi ada gangguan telpon tidak bisa digunakan, untungnya masih baru dan pelanggannya baru sekitar seratusan. Banyak juga kalau begitu, kemungkinan sekitar 3 menit baru kembali seperti semula. Setelah direstart atau diganti modul GISnya ternyata masih sama saja. Pikirkan aja ada sebuah keajaiban hehe.. sambil ngerasa gak mungkin juga. Lantas kubuka dokumen lama dan sedikit utak-atik konfigurasinya dan teeteeett…. Alhamdulillah berhasil. Yah dengan modal sabar dan tawakal tak lupa berdo’a akhirnya terpecahkan juga masalah.



Mungkin ada hal kecil barangkali terlupakan, suatu hal yang kita anggap biasa bisa jadi itu adalah luarbiasa. Benar juga kata-kata Einstein diatas, aku memilih yang kedua menjalani sesuatu adalah keajaiban. Kita ambil contoh mengapa jari kita bisa menekuk, itu adalah hal yang telah kita tahu dan itu hal yang biasa saja karena tiap hari kita juga menggerakkannya. Tapi coba kita renungi lagi bagaimana pergerakan otot jari ketika menekuk, tanpa ada perintah dari syaraf maka jari tersebut tidak akan bergerak, dan syaraf tidak hanya menggerakkan satu sel saja melainkan berjuta sel otot kita sehingga jari bisa menekuk. Harus senantiasa kita syukuri jika ada salah satu sendi tidak mau bergerak maka kita akan kesusahan. Semoga bisa mengambil hikmah mencari keajaiban yang akan terjadi pada hari ini.

Perjalanan Naik Kereta

Pernah tau cerita Warkop? Ketika Dono naik kereta tapi tidak perlu beli tiket.. Dono waktu itu berdua hanya bawa satu tiket, nah ada tipsnya ketika di cari oleh petugas pemeriksa tiket ia berdua masuk ke toilet berbarengan, jadi dikira petugas pemeriksa tiket hanya satu orang saja didalam toilet. Dono menunjukkan caranya pada penumpang lain. Dilain waktu bertemu lagi dengan penumpang tersebut, lantas ia mencoba seperti triknya Dono 2 orang satu tiket. Tapi Dono sendiri bilang 1 orang tanpa tiket. Tertipulah penumpang tersebut oleh Dono disuruhnya masuk ke dalam toilet, tapi ternyata yang mengambil tiket 2 orang penumpang tersebut adalah Dono sendiri dan ia memberikannya pada petugas pemeriksa, akhirnya ia bisa naik kereta tanpa membeli tiket.

Trik tersebut memang tidak akan saya gunakan ketika naik kereta, karena itu hanya sekedar cerita lucu saja. Nah, beberapa waktu belakangan ini saya sering bepergian menggunakan kereta ke arah Bandung atau ke Jogja. 3 Jenis kereta pernah saya coba, dari kereta ekonomi yang berdesak-desakan sampai akhirnya cuma bisa dapet duduk di samping pintu keluar atau depan toilet dan akhirnya memutuskan untuk berdiri saja. Kemudian naik kereta Eksekutif yang nyaman duduknya tanpa ada gangguan dari pedagang dan bisa sambil nonton TV kemudian disuguhi makanan ringan ataupun majalah untuk bacaaan. Tetapi kereta berkelas bisnislah yang sering ku pilih.

Sering kali ketika kita naik kereta bisnis banyak penumpang yang membeli tiket secara langsung.Tetapi jangan tidak membeli tiket, hal tersebut tidak saya sarankan, walaupun tetap saja ada orang yang tidak membeli tiket. Membeli tiket secara langsung kita mempunyai peluang untuk dapat tempat duduk atau tidak mendapat tempat duduk. Perjalanan jauh lebih saya sarankan untuk memesan terlebih dahulu, tidak secara langsung. Namun untuk perjalanan jarak dekat semisal dari Jakarta menuju Bandung, jika anda mempunyai waktu luang sebaiknya datang lebih awal agar anda bisa mendapat tempat duduk. Namun apabila anda terburu-buru dan belum sempat membeli tiket, maka bersiaplah untuk membawa koran selama perjalanan. Mengapa setidaknya harus membawa koran?, coba anda lihat foto diatas. Foto tersebut diambil saat perjalanan dari Jakarta menuju Jogjakarta hari Jumat tanggal 16 Oktober 2009.

Dari foto diatas dapat terlihat betapa penuhnya kereta, untuk jalur untuk jalan saja dipenuhi orang digunakan sebagai lapak untuk tempat tidur. Alhamdulillah perjalanan ke Jogja tersebut 1 pekan sebelumnya saya sudah membeli tiket jadi saya bisa dapat tempat duduk. Tidak hanya itu saja, tetapi dalam kereta bisnis itu terkadang saat berhenti di stasiun biasanya ada pedagang yang jualan, terpaksalah orang yang tidur dilantai tersebut harus mau dilangkahin oleh para pedangan, tidak mengenakkan bukan..

Berbeda lagi ketika saya naik kereta bisnis Jakarta-Bandung, karena jarak tidak terlalu jauh jadi terkadang saya sering beli tiket langsung, begitu pula dengan penumpang lain. Disini kita punya peluang untuk mendapat tiket tanpa tempat duduk. Alhamdulillah perjalanan hari ahad tanggal 25 Oktober 2009 kemaren saya mendapat tiket bertuliskan tanpa tempat duduk. Seperti kata Walter R Chryler "Beberapa orang menciptakan peluang mereka sendiri; Beberapa lainnya pergi ke mana peluang sangat besar; Beberapa lainnya gagal mengenalinya ketika mereka dihadapkan pada peluang." Begitu pula yang saya contohkan dalam naik kereta ini.

Saya lihat ternyata banyak juga orang yang mendapat tiket tanpa tempat duduk, tapi hal yang dilakukan berbeda ada yang langsung mencari tempat didekat pintu, ada yang membeli koran, untuk tempat duduk, dan ada juga yang duduk di kursi. Saya memilih untuk duduk di kursi yang masih kosong dan saya cari dari gerbong yang paling depan. Disini ada orang yang bisa mendapat peluang untuk dapat tempat duduk dan ada pula yang mendiamkan peluang tersebut diambil orang lain. Alhamdulillah tempat yang saya duduki benar-benar kosong dan jikalau ada orang yang mau menempati kursi tersebut saya tinggal pindah saja ke tempat lain.

Dua kali saya pernah mendapat tiket tanpa tempat duduk tersebut tetapi saya tetap mendapatkan tempat duduk, ini bukanlah keberuntungan yang saya dapatkan, tetapi ini adalah karunia dari Allah. Jangan pernah berfikir bahwa kejadian didunia ini adalah keberuntungan saja tanpa adanya kehendak dari Allah. Tetapi semua ini adalah karunia yang Allah berikan dan itu akan membuat kita senantiasa bersyukur pada-Nya.

Oh iya, masih ada cerita lagi saat perjalanan dikereta.. Di perjalanan yang lumayan memakan waktu biasanya akan jenuh jika tidak ada yang diajak ngobrol. Saya yang pendiam ini biasanya tidak berani menyapa orang terlebih dahulu, tapi ketika sebelah kita mengajak ngobrol bisa jadi teman yang seru dan bisa mendapatkan pengalamannya. Sebagian teman duduk dikereta tersebut biasanya tukaran nomer HP atau email. Saat perjalanan ke Bandung beberapa bulan lalu sama-sama mendapat tiket tanpa tempat duduk, ternyata teman tersebut bekerja di Rumah Sakit dekat tempat tinggal saya, kemudian bersama seorang tentara yang banyak cerita tentang jaringan dan dunia maya dan ada lagi teman seorang akuntan dari Jogja yang meminjamkan kameranya untuk mengambil gambar diatas hehe.. Tengkyu Bro klo dah baca ini

Udah ku bilang, Aku bukan Spiderman ;(


Siapa juga yang bilang bahwa aku ini adalah Spiderman, pastilah tidak akan ada orang yang percaya (tadi kepikiran mau edit gambar disamping diganti dg wajahku, tapi pasti dianggap narsis) hehe... kalau ku bilang bahwa aku mirip dengan Clark Kent, Peter Parker atau Bruce Wayne… hahaha.. tetep aja ding tidak ada yang percaya. Tapi ada juga yang sama (tetep kekeuh jg ;P ). Persamaannya adalah mereka orang biasa yang juga bekerja, sebagai penulis atau fotografer di sebuah Koran, ga masalah bekerja dimanapun tapi yang kita kenal mereka sebagai pahlawan.

Jikalau hidup hanya digunakan untuk diri sendiri, bekerja untuk mencari makan dan memperkaya diri mencari kebahagiaan untuk sendiri itu sama saja dengan kehidupan yang biasa saja tanpa ada nilai plus. Seorang Superhero tidak akan berfikiran seperti itu, ia akan mencari cara bagaimana untuk menyelamatkan manusia. Walaupun Peter Parker hidup masih ngontrak atau tinggal dengan neneknya, hidup sebagai orang biasa tetapi ketika ia menjadi Spiderman ia akan dibutuhkan setiap orang sebagai penyelamat. Menjadi seorang pahlawan pastilah akan mempunyai nilai lebih dihadapan manusia ataupun Allah dibandingkan dengan seorang yang biasa saja.

Mungkin terlalu berhayal dengan adanya Superman, Batman ataupun Spiderman dll, tapi sejatinya orang-orang seperti mereka memanglah ada. Merekalah orang yang hidup bukan untuk diri sendiri. Ada juga orang yang hidup untuk diri sendiri namun ternyata ia bisa menjadi penyemangat bagi orang lain ketika ia tetap bersemangat dalam hidupnya yang cacat atau kekurangan. Namun ketika kita bisa lebih dari itu mengapa tidak kita lakukan. Berat memang ketika dengan diri sendiri saja kesusahan apalagi harus melakukan perjuangan, pengabdian atau pengorbanan, tapi itulah yang harus kita lakukan bagaimana agar kita bisa dilirik oleh Sang Penguasa Alam Semesta ini.

Mari kita lihat keriduan Farrukh seorang budak al-Rabi' gubernur Khurasan yang ingin menjadi seorang mujahid. Setelah dibebaskan oleh al-Rabi' ia pergi mencari ketenangan dan kebahagiaan, akhirnya ia menemukannya. Hidup dengan seorang istri shalehah dengan segala nikmat yang diberikan Allah kepadanya. Namun jiwa mujahid punya kerinduan lain yang tak dapat dikalahkan dengan kenyamanan di dunia. Kerinduan yang mengusik kehidupannya ketika ia begitu menyayangi istrinya, namun hatinya dihinggapi rindu akan sesuatu. Pekik takbir, suara ringkik kuda, ayunan pedang saling berbenturan dan mimpi-mimpinya di surga dan bidadarinya. Jiwanya telah dibalut oleh kerinduan pada syahadah di jalan Allah.

Atau seperti Hamza Yusuf Hanson seorang mualaf ketika berhadap-hadapan dengan maut muncul kegelisahan tentang makna kehidupan. "Apa tujuan hidup ini?, Kemanakah aku mau menuju? Apa yang sedang aku lakukan didunia ini?". Karena dia telah menyadari Allah telah memberikan kesempatan hidup lagi akhirnya dia masuk Islam. Dan Hamza malah menjadi sebagai pembuka Islam untuk semua umat manusia di AS. Cat Stevens juga mengalami kegundahan dalam hidupnya sehingga ia mengundurkan diri dari dunia musik untuk mempelajari Islam. "Aku tahu betapa menakjubkan Islam dan betapa ia telah memengaruhi kehidupan dan mencerahkan diriku" katanya.

Tentu tidak perlu menjadi seorang superhero seperti Superman, Batman atau Spiderman karena Allah memberikan kemampuan yang berbeda-beda pada setiap orang. Tapi pengen juga bisa punya perusahaan seperti Wayne Enterprise, semoga aja :D hehehe.... Akan tetapi yang perlu kita lakukan hanyalah bagaimana mencari sebuah makna kehidupan. Pengabdian, Perjuangan dan Pengorbanan seperti apa yang akan kita lakukan sebagai bentuk rasa syukur kita pada Allah atas semua apa yang Dia berikan.

Merangkai Kembali Cita-Cita


Beberapa hari ini saya sering merenung sendirian, yah walaupun masih belum intens dan belum optimal, tapi sedikit demi sedikit alhamdulillah Allah senantiasa menerangi jalan ini dengan cahayaNya. Ternyata orang-orang besar melakukan meditasi atau tafaqur sebagai kegitan utama agar dapat menjalani kehidupan ini dengan efektif. Rasulullah pun melakukan hal yang sama intens selama 3 tahun di gua hiro' sebelum menjadi seorang Rasul.

Karena setelah benar benar disadari adalah waktu hidup di dunia sangatlah sempit. Jadi harus benar-benar sadar dalam melakukan setiap tindakan dalam hidupnya agar mencapai tujuan utama dari hidup ini. Tidak mungkin semua yang diciptakan oleh Allah itu tidak ada gunanya, apalagi seorang manusia yang diberikan tanggung jawab oleh Allah sebagai seorang Khalifah fil Ardh. Hanya saja masih belum banyak yang menyadari bahwa tanggung jawab sebagai seorang manusia itu sangatlah besar.

Apa yang akan dicari seorang manusia di dunia ini? Ketenangan dalam hidup, selalu sukses, kebahagiaan dunia dan akhirat, kesehatan, dihargai orang lain dan masih banyak lagi. Seperti apa yang dikatakan oleh Muhammad dari Abu Dawud: Tiga kunci kebahagiaan seorang laki-laki; Istri shalihah yang jika dipandang membuatmu semakin sayang, jika kamu pergi membuatmu merasa aman karena bisa menjaga kehormatan dirinya dan hartamu; Kendaraan yang baik yang bisa mengantar kemanapun kamu pergi; Rumah yang lapang, damai dan penuh kasih sayang. Aku sendiri pun tak menafikkanya, aku juga menginginkan semuanya.

Itu semua baru untuk diri sendiri, setelah itu adalah bagaimana agar bisa lebih di hargai orang lain dan dipandang oleh Allah. Untuk itu seorang manusia harus membuat sejarah, sejarah dirinya sendiri agar bisa digoreskan dalam masa. Dan tentunya adalah sejarah yang baik untuk diingat umat manusia. Dan untuk menggoreskan sejarah tersebut tidaklah dapat dicapai dengan instan. Bagaikan mendaki gunung yang tinggi tetaplah harus dimulai dari paling dasar.

Umur seperti aku ini masih terlalu sedikit pengalaman dan ilmu juga masih dangkal. Tetapi dalam hidup ini bukan lagi untuk mencari Tuhan seperti yang telah Ibrahim lakukan menanyakan pada gunung, angin, bulan, matahari untuk mencari Tuhan yang sebenarnya, tapi telah jelas bahwa Tuhan sebenarnya adalah Allah SWT. Dan hidup setelah muhammad, jadi telah pasti siapa pembawa risalah terlengkap. Jadi hanya tinggal mendekat padaNya. Mencoba merenungi kembali kehidupan muhammad sebelum menjadi rasul. Beliau menikah pada umur 25 tahun dan telah mendapatkan pengalaman yang sangat banyak. Sampai umur 4 tahun menyusu sehingga mempunyai kesehatan fisik yang prima dan kefasihan berbahasa yang merujuk pada kekuatan intelektual dan emosi. Pada usia 4 tahun telah dicabut unsur setan dalam dirinya. Sejak usia 6-8 ikut dengan kakeknya sehingga telah mendapatkan pengalaman politik dari ikut hadirnya rapat-rapat pemimpin Quraish.Sejak 8 tahun telah bekerja menggembala kambing dengan ikut pamannya, dan pernah kunjungan bisnis ke Syiria sehingga telah mendapatkan pengalaman internasional. Pada umur 15 sampai 19 telah mengikuti perang hijar sehingga mendapatkan pengalaman militer, umur 20 tahun mendapatkan pengalaman diplomasi dari perundingan peperangaan selama 4 tahun tersebut. Dan umur setelah itu menjadi karyawan Khadijah yang sukses sehingga mendapat keuntungan yang sangat besar dengan keahliannya managerial, professional dalam bekerja. Dan setelah berumur 40 tahun baru diangkat menjadi seorang Rasul.

Kembali lagi untuk menciptakan sejarah, ini lah yang harus di fikirkan secara mendalam. Setiap manusia telah memiliki perannya masing-masing dalam mengisi sejarah. Kepingan-kepingan sejarah tiap manusia itu akan digabungkan untuk menciptakan sebuah peradaban maju bagi kehidupan seluruh umat manusia.Untuk melengkapi peradaban tersebut tiap manusia harus ada Afiliasi, Partisipasi dan Kontribusi. Hal tersebut memang bukan hanya untuk direnungkan tapi seperti apa wujud nyata afiliasi, partisipasi dan kontribusi kita untuk peradaban yang lebih maju.



source: ceramah Anis Matta, model manusia muslim abad 21

baru menyadari bahwa ternyata tiap orang itu berbeda dengan yang lain dan tidak bisa untuk melakukan semuanya. Jadi harus memilih yang paling efektif untuk diri sendiri agar umur yang sempit ini bisa lebih efisien.