Dhuaar…. Hati Farhan serasa disambar petir. Ia diam termenung melihat pesannya.
Hhaaahhhhh… tidak salah ini.., badannya langsung lemas tak berdaya melihat pesan di FB tersebut. Ia merasa setengah sedih setengah bahagia.. haha… benarkah ini pesan darinya. Aku sungguh tak percaya.
Ya Allah mengapa semua ini terjadi. Padahal tinggal 1 bulan lagi. Kurang bersabar bagaimana aku ini ya Rabb, aku sudah menunggu 3 tahun… Tapi mengapa Engkau berikan takdir seperti ini bagiku. Apakah tahajutku masih kurang? Apakah shaum sunnahku belum cukup? Infaq, zakat, shadaqah… masih kurang apa lagi?...
Aku telah berikhtiar semampuku, aku telah menahan diri mengikuti syariatmu untuk tidak menjalin hubungan sebelum ikatan yang sah. Apa yang salah dariku? apakah aku masih tidak pantas baginya? Ya Allah, mengapa kau berikan Fifa pada orang lain. Padahal sebulan lagi aku sudah mempersiapkan diri untuk melamarnya.
Jiwa Farhan begitu terguncang, setelah membaca pesan bahwa Afifa akan menikah. Terjadi pergulatan batin dalam jiwanya, apakah ia akan mengungkapkan langsung pada Afifa, tak peduli Fifa sudah dilamar orang lain atau akan diam saja tanpa ada seorangpun yang tau.
“Ayolah ungkapkan saja, selagi masih ada kesempatan. Bisa jadi Fifa akan berubah fikiran. Atau kau harus menunggu jandanya?” setan membisikinya.
“Jangan, ikhlaskanlah bukankah kau yakin jodoh itu ada ditangan Allah? Pasti Allah akan memberikan seorang bidadari cantik bagimu Farhan”
Diaaammm, pergi semua!!! Ini adalah salahku, seandainya aku langsung melamarnya, pasti tidak akan terlambat.
Allahuakbar Allaahuakbar.. Adzan isya telah tiba. “Astaghfirullah… tak seharusnya aku begini” Farhan segera mengambil air wudhlu dan segera mengerjakan sholat ‘Isya di masjid. “Ya Allah jika ia bukan, jadi jodohku maka berikanlah yang lebih baik darinya. Amiin” Farhan berdo’a seusai sholat ‘Isya.
Semenjak peristiwa tersebut Farhan lebih sering menyendiri.
“Assalamu’alaikum… Farhan!”
“BUZZ!! BUZZ!! BUZZ!!”
“Hai.. :D”
“ko ga jawab sih? Knapa? Lagi ada masalah?” Rara mencoba menghubungi Farhan melalui YM, Facebook atau SMS, tapi sangat jarang dibalas. Bahkan jadi jarang bertemu. Membuat Rara penasaran kenapa Farhan berubah”
“Afwan, ana rasa cukup. Kita tidak usah terlalu sering berkomunikasi. Maafkan ana selama ini.” Balesan sms dari Farhan membuat Rara penasaran kenapa jadi berubah.
0 komentar:
Poskan Komentar