Perang Opini antara Israel dan Dunia #Gaza #FreedomFlotilla



600 orang aktifis kedamaian dan aktifis kemanusiaan dari seluruh penjuru dunia tergabung dalam rombongan kapal dengan nama Freedom Flotilla yang berarti armada kebebasan. Beberapa orang diantaranya adalah orang-orang yang mendapat nobel perdamaian, wartawan, novelis dan seniman. Dalam rombongan Flotilla tersebut membawa 10 ton bantuan untuk Gaza. Senin lalu Mavi Marmara, salah satu kapal dalam Freedom Flotilla yang akan menuju ke Gaza mendapat serangan dari tentara Israel ketika masih di perairan internasional.

Yang perlu kita cermati disini adalah mengapa membawa bantuan saja harus menggunakan rombongan kapal dan penumpangnya juga ada wartawan dari berbagai media di berbagai negara. Israel yang ingin menguasai Gaza, mereka memblokade Gaza dari segala penjuru. Sehingga berbagai bantuan yang dikirimkan untuk penduduk Gaza tidak sampai ke tangan mereka. Gaza telah di blokade oleh Israel dan mereka tidak diperbolehkan menerima bantuan.

Berikut adalah sedikit dari beberapa yang di larang di Gaza : Selai kacang, buah kaleng, permen, sparepart, kulkas, mesin cuci, plester, cat, ban, lem, tas, crayon, peralatan olahraga, karpet, textil, benang, mie, coklat, instrumen musik, lampu, sprei, matras, tembikar, hewan peliharaan, kacamata, kursi roda, peralatan bedah, mainan plastik, meja untuk sekolah, papan tulis, pensil, kapur, kertas, buku, furnitur, PVC, solar panel, semen, generator.

Lantas bagaimana mereka hidup? Penduduk gaza hidup dalam kepungan blokade Israel dengan bertani dan mencari ikan. Dan saat mereka bertani atau mencari ikan pun dengan tidak tenang karena sering kali ada bom dan tembakan dari Tentara Israel. Bagaimana penduduk bisa hidup dengan bahagia jika hidup di tanah sendiri tapi berasa di dalam penjara, tidak dapat membangun rumah dan menikmati kehidupan.

Berbagai bantuan telah di salurkan lewat darat, tapi apakah sampai ke tangan mereka? Buktinya sekarang ini dikirimkan secara terang-terangan dan di publis melalui media Israel tetap saja menghambat kiriman bantuan tersebut. Lebih-lebih mereka malah membunuh para aktifis di atas kapal Mavi Marmara. Oleh karena itu para aktifis perdamaian mencari cara bagaimana agar blokade Israel dapat di hapuskan.

Ini adalah perang opini antara dunia dan Zionis Israel. Bisa saja dari tiap negara mengirimkan bukan kapal perdamaian, tapi adalah kapal perang. Kalau ini yang terjadi bukanlah perdamaian melainkan adalah perang. Maka haruslah dilakukan dengan cara 'halus'. Zionis Israel, orang-orang Yahudi tersebut mempunyai jaringan media dan perekonomian yang kuat di seluruh dunia. Twitter salah satu media yang digunakan untuk komunikasi banyak orang di seluruh penjuru dunia menyembunyikan topik permasalahan paling rame #Flotilla saat ini terjadi. Kapal Mavi marmara yang didalamnya terdapat satelit juga saat itu tiba-tiba tidak mendapat sinyal. Bukankah ini perlu di pertanyakan?

Beberapa orang ingin menyelamatkan muka Israel dengan menginginkan berita yang berbanding. Seperti terbunuhnya aktifis di Mavi Marmara karena Tentara Israel yang mempertahankan diri, di Youtube juga tersebar video Tentara yang sedang di pukul aktifis. Tetapi yang terjadi adalah aktifis-aktifis tersebut di tembak di bagian kepala dengan jarak dekat, bahkan bukan hanya satu kali sampai 30 kali. Apakah ini yang di sebut pembelaan diri oleh seorang tentara bersenjatakan lengkap?

Saat ini telah menyusul kapal Rachel Corrie yang berangkat dari Irlandia, tapi sama juga yang terjadi Israel menahan bantuan yang akan dikirimkan. Dan sekarang menjadi lebih jelas Israel akan kalah dan di kucilkan oleh dunia.


The world is watching you and supporting you, go ahead and break the blockade on Gaza.

0 komentar: