<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3324140496270380047</id><updated>2012-01-05T04:00:41.576-08:00</updated><title type='text'>Green Leaves</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://arqomalifh.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arqomalifh.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Arqi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_kDC-1fS9T6s/R4x6l87hBfI/AAAAAAAAAAU/3n9Zjgjq0FA/S220/normal_tetes-8.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>65</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3324140496270380047.post-1412162644040254926</id><published>2010-10-17T04:38:00.000-07:00</published><updated>2010-10-17T04:38:14.910-07:00</updated><title type='text'>Kumpulan Twit @salimafillah #RomantisAdalah</title><content type='html'>#RomantisAdalah Tidur saling memunggungi, jasad tak bersentuh, tapi jiwa berpeluk-peluk. Lisan omel-omelan, tapi hati berciuman.#KakekNenek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#RomantisAdalah Berada di depan ribuan wanita, lalu SMS isteri: Di hadapanku ada ribuan gemintang, tapi tak tampak. Sebab kaulah matahariku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#RomantisAdalah Cemburu yang bagai api; membuat beku saat tiada, menghangatkan ketika tepat ukurannya, dan membakar saat meraksasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#RomatisAdalah Katakan pada isteri; Engkaulah separuh agama, penjaga ketaatanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#RomantisAdalah Lelaki yang meski tak tampan, tapi senantiasa bisa membuat isterinya merasa sebagai wanita tercantik di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#RomantisAdalah Seperti dikatakan Nailah (18), pada 'Utsman (80): Aku suka ketuaanmu, sebab mudamu telah kau habiskan bersama Sang Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#RomantisAdalah "Jadikan aku Khadijah!", kata isteri. "Tak ada yang lain sebelum kumati." Kalau begitu, aku duluan saja, disambut bidadari;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#RomantisAdalah Menonton tarian orang Habasyah berdua, angkat isteri dalam pelukan, pipi menempel pipi. #Nabi&amp;amp;Aisyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#RomantisAdalah Berebut air dari satu bak mandi. Bercanda meski tak lagi muda, saling menyiram, saling memuji.#Nabi&amp;amp;UmmuSalamah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#RomantisAdalah Zaid ibn Haritsah (anak angkat Nabi) yang menikahi Ummu Ayman (ibu asuh Nabi) &lt;selisih dua="" generasi=""&gt; karena 1 alasan: SURGA!&lt;/selisih&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#RomantisAdalah Zaid ibn Haritsah (anak angkat Nabi) yang menikahi Ummu Ayman (ibu asuh Nabi), selisih dua generasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RT @tifsembiring: #RomantisAdalah saat ketika kata tak perlu terucap, hanya mata saling tatap, dan kita tahu cinta menggelora bagai samudera&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#RomantisAdalah Nama Jawa yang di-Inggriskan untuk panggilan cinta. A La KH Rahmat Abdullah: Sumarni dipanggil "Nai!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#RomantisAdalah Suami yang dimarahi, terkunci tak bisa masuk rumah saat pulang. Lalu tidur di serambi Masjid berlumur debu.#Ali&amp;amp;Fathimah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#RomantisAdalah Saat lamaran dijawab tunda akad, kukata: Aku sabar jika lamaran dijawab "TIDAK", tapi aku tak ingin menanti. Ada yang lain;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#RomantisAdalah Seperti Khadijah yang tak bertanya melihat suaminya pulang gemetaran, takut, menggigil. Hanya memahami, hanya menyelimuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#RomantisAdalah 200810, 6 tahun bersamamu Cinta, banyak hal tak bisa diungkap kata. Ringkasnya: Engkaulah separuh agama, penjaga ketaatanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#RomantisAdalah Isteri banting piring di depan tamu nan membelalak, suami senyum berkata: Maaf ya, ibu kalian sedang cemburu. #Nabi&amp;amp;Aisyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#RomantisAdalah Ada 2 pilihan ketika bertemu cinta; jatuh dan bangun. Padamu kupilih yang ke-2, agar cinta jadi istana, tinggi gapai surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#RomantisAdalah Mengatakan pada Allah: hidupku untukMu, apalagi matiku;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#RomantisAdalah Pulang dari safari jauh dengan kumis tercukur, jenggot terrapikan, kuku-kuku dibersihkan, haruman bertaburan.#Sunnah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#RomantisAdalah Menghindari 2 kalimat tabu untuk pembantu; "Mengapa kau lakukan ini?" dan "Mengapa tak kau lakukan itu?"#Nabi&amp;amp;Anas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#RomantisAdalah Menolak mengisi seminar berhonor Rp 70 Juta, dan berkata: "Maaf, itu bertepatan dengan saat berharga untuk anak saya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#RomantisAdalah Suami bangunkan isteri, isteri bangunkan suami. Saling cipratkan wudhu' lalu mencium dengan senyum: Yuk, shalat tahajjud:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#RomantisAdalah Saat Allah menjawab doa pinta kita; "Tidak hambaKu, aku punya yang lebih baik dari yang Kau minta itu. Untukmu ."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#RomantisAdalah Berjalan ke Masjid saat dipanggil adzan di JOGOKARIYAN, menyapa tetangga, menebar salam. Yuk;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#RomantisAdalah Dijemput kematian dalam rintihan cinta paling tulus, "Ummatku, ummatku, ummatku.." #Nabi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#RomantisAdalah Memeluk isteri di dingin malam &amp;amp; berbisik lembut, "Apakah kau izinkan aku malam ini shalat menghadap Tuhanku?"#Nabi&amp;amp;Aisyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#RomantisAdalah Memaafkan saudara yang silap, memeluknya dan berbisik, "Dalam tiap takdir kesalahanmu, kuberharap ada takdir kemaafanku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#RomantisAdalah Suapan sepiring berdua, minum segelas bersama terbekas bibirnya, sebutir anggur atau kurma di mulut berhadapan. #Nabi&amp;amp;Aisyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#RomantisAdalah Melepas saudara berangkat 'umrah dengan pinta, "Jangan lupakan kami dalam doa ya Akhi Sayang!" #Nabi&amp;amp;Umar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#RomantisAdalah Meragamkan keluhan. Kadang, "Ya Allah, aku punya masalah besar." Lain waktu, "Hai masalah, aku punya Allah nan Maha Besar!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#RomantisAdalah Bertanya pada isteri, "Ada makanan hari ini?" Dijawab, "Tidak." Maka senyumlah dia &amp;amp; ujarnya, "Kalau begitu aku puasa" #Nabi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#RomantisAdalah Mengajak isteri mengisi kajian muslimah lalu berbisik, "Tetaplah engkau yang tercantik di hatiku.";)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#RomantisAdalah Menyadari bahwa menikahi orang yang dicinta hanya kemungkinan, sedang mencintai orang yang dinikah adalah KEWAJIBAN;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#RomantisAdalah Isteri lepas suami bekerja, senyum, kecup dahi, dan berkata: "Bang, isterimu lebih rela lapar daripada makan barang haram;)"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#RomantisAdalah Gagal berangkat libur akhir pekan, bikin tenda dalam kamar. "Yang penting bukan ke mana, asalkan bersamamu Bidadariku;)"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#RomantisAdalah Duduk di depan notebook, menuliskan twit-twit di hashtag #RomantisAdalah, dan isteri di pangkuan senyum melulu;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#RomantisAdalah "Sebelum menikah denganmu, aku pernah mencintai seseorang", kata Fathimah. "Siapa?", tanya 'Ali. "Engkau", jawab Fathimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#RomantisAdalah Saat lelahmu menebar kebaikan bertimbun, saat kau berbaring payah, Tuhanmu berseru, "Hai orang berselimut, bangunlah!" #Nabi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#RomantisAdalah Ketika semua bertakbir mendengar Surat An Nashr, kau menangis takut kehilangan kekasihmu yang tugasnya usai. #Nabi&amp;amp;AbuBakr&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#RomantisAdalah Saat semua terguncang mendengar wafatnya Al Musthafa, kau yang paling kehilangan justru tampil paling tenang.#Nabi&amp;amp;AbuBakr&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#RomantisAdalah Saat kau gembira atas lahiran anak yang dinanti puluhan tahun, Tuhan berseru, "Tinggalkan ia dan ibunya di sahara."#IBRAHIM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#RomantisAdalah Saat kau tak mampu jawab istri &amp;amp; bayimu mengapa mereka ditinggalkan, lalu dia kata, "Allah takkan sia-siakan kami." #IBRAHIM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#RomantisAdalah Saat kau impikan perintah nan mengerikan, lalu anakmu meyakinkan, "Ayahku sayang, lakukanlah yang telah dititahkan" #IBRAHIM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#RomantisAdalah Saat kau pejam mata untuk mentaati perintahNya sekaligus mengeja cinta keayahan, pisau menempel di leher buah hati. #IBRAHIM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#RomantisAdalah Saat godaan melanda di puncak mudamu; ia cantik, molek, kuasa, &amp;amp; sunyi. Tapi kau memilih lari, bajumu koyak belakang. #YUSUF&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#RomantisAdalah Saat sekumpulan jelita mengiris tangannya terpesona akan parasmu, tapi kau berdoa, "Ya Rabbi, penjara lebih kusuka!" #YUSUF&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#RomantisAdalah Saat harta, tahta, wanita ditawarkan, kau kata, "Andaipun mentari di kanan, rembulan di kiri; ku takkan pernah henti!" #Nabi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#RomantisAdalah Ketika dunia dihamparkan di hadapanmu, kau menangis. "Jika ini baik, mengapa tak terjadi di masa Nabi dan Abu Bakr?" #Umar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#RomantisAdalah Dikabarkan masuk surga, disertai bencana dan tumpahnya darahmu, lalu kau berkata, "AlhamduliLlah, tsumma tawakkaltu" #Utsman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#RomantisAdalah Saat cucu naik ke punggungmu, lalu ada yang kata, "Sebaik-baik tunggangan!", kau jawab, "Dan sebaik-baik penunggang!" #Nabi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#RomantisAdalah Putrimu tersayang yang tapaknya pecah, leher pegal, punggung bilur; minta pembantu. Kau hanya ajarkan dzikir.#Nabi&amp;amp;Fathimah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#RomantisAdalah Saat satu-satu harta binasa, anak-anakmu mati, &amp;amp; kau dilanda sakit rontokkan jasad. Doamu: Sisakan hatiku mengingatMu #AYYUB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#RomantisAdalah Saat kau beri minum kambing-kambing 2 gadis gembala, lalu salah 1 menyebutmu pada ayahnya sebagai "Kuat &amp;amp; terpercaya!" #MUSA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#RomantisAdalah Saat orang yang paling kau sayangi berdiri di hadapanmu, melindungi orang yang paling kau benci.#Nabi&amp;amp;Utsman&amp;amp;IbnuAbiSarh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#RomantisAdalah Kau titikkan air mata, jatuh di pipi kekasih nan tidur di pangkuan. Dia kata, "Jangan sedih, Allah with us;-)"#Nabi&amp;amp;AbuBakr&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#RomantisAdalah Saat orang yang dulu mencaci, menyiksamu, mencincang kawanmu; tertunduk kalah. Kau senyumi: Tiada cerca, hanya cinta! #Nabi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#RomantisAdalah Kau tunggu kurnia keturunan hingga ubanan, keriput, uzur, &amp;amp; isterimu mandul. Eh, dia hamil! 3 hari kau tak bicara!#ZAKARIYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#RomantisAdalah Kau tunggu kurnia keturunan sampai ubanan, keriput, uzur, &amp;amp; isterimu mandul. Eh, dia hamil! 3 hari kau tak bicara!#ZAKARIYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#RomantisAdalah Saat sesosok Malaikat tampan mendekatimu. Kau takut, tapi dia kata: Tuhan memilihmu untuk keajaiban sepanjang zaman. #MARYAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#RomantisAdalah Saat kau harus buat lakon sandiwara hanya untuk bertemu adik tersayang dan orangtuamu. Dalam syahdu, sujudlah mereka. #YUSUF&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#RomantisAdalah Mengganti avatar Twitter karena isteri meminta; Senyummu, malam ini untukku saja! Met istirahat Tweepsy shalihin-shalihat;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3324140496270380047-1412162644040254926?l=arqomalifh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arqomalifh.blogspot.com/feeds/1412162644040254926/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3324140496270380047&amp;postID=1412162644040254926' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/1412162644040254926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/1412162644040254926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arqomalifh.blogspot.com/2010/10/kumpulan-twit-salimafillah.html' title='Kumpulan Twit @salimafillah #RomantisAdalah'/><author><name>Arqi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_kDC-1fS9T6s/R4x6l87hBfI/AAAAAAAAAAU/3n9Zjgjq0FA/S220/normal_tetes-8.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3324140496270380047.post-5982816563784671220</id><published>2010-09-26T17:02:00.000-07:00</published><updated>2010-09-26T17:02:43.120-07:00</updated><title type='text'>Argumentasi Cinta</title><content type='html'>&lt;div class="bodytext" id="item_body"&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;“Bila  seorang lakilaki yang kamu ridhai agama dan akhlaknya meminang,” kata  Rasulullah mengandaikan sebuah kejadian sebagaimana dinukil Imam At  Tirmidzi, “Maka, nikahkanlah dia.” Rasulullah memaksudkan perkataannya  tentang lelaki shalih yang datang meminang puteri seseorang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;“Apabila  engkau tidak menikahkannya,” lanjut beliau tentang pinangan lelaki  shalih itu, “Niscaya akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang  meluas.” Di sini Rasulullah mengabarkan sebuah ancaman atau konsekuensi  jika pinangan lelaki shalih itu ditolak oleh pihak yang dipinang.  Ancamannya disebutkan secara umum berupa fitnah di muka bumi dan  meluasnya kerusakan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Bisa  jadi perkataan Rasulullah ini menjadi hal yang sangat berat bagi para  orangtua dan puteriputeri mereka, terlebih lagi jika ancaman jika tidak  menurutinya adalah fitnah dan kerusakan yang meluas di muka bumi. Tuan  dan Nyonya bisa mengiraira jenis kerusakan apa yang akan meuncul jika  seseorang yang berniat melamar seseorang karena mempertahankan kesucian  dirinya dan dihalanghalangi serta dipersulit urusan pernikahannya.  Inilah salah satu jenis kerusakan yang banyak terjadi di dunia modern  ini, meskipun banyak diantara mereka tidak meminang siapapun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Mari kita belajar tentang pinangan lelaki shalih dari kisah cinta shahabat Rasulullah dari Persia, Salman Al Farisi. Dalam &lt;i&gt;Jalan Cinta&lt;/i&gt;, Salim A Fillah mengisahkan romansa cintanya. Saya belum menemukan sumber referensi&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;lain  tentang kisah cintanya selain dari buku ini. Salman Al Farisi, lelaki  Persia yang baru bebas dari perbudakan fisik dan perbudakan konsepsi  hidup itu ternyata mencintai salah seorang muslimah shalihah dari  Madinah. Ditemuinya saudara seimannya dari Madinah, Abud Darda’, untuk  melamarkan sang perempuan untuknya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;“&lt;/span&gt;Saya,” katanya dengan aksen Madinah memperkenalkan diri pada pihak perempuan, “Adalah Abud Darda’.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;“Dan  ini,” ujarnya seraya memperkenalkan si pelamar, “Adalah saudara saya,  Salman Al Farisi.” Yang diperkenalkan tetap membisu. Jantungnya  berdebar.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;“Allah  telah memuliakannya dengan Islam dan dia juga telah memuliakan Islam  dengan amal dan jihadnya. Dia memiliki kedudukan yang utama di sisi  Rasulullah, sampai-sampai beliau menyebutnya sebagai ahli bait-nya. Saya  datang untuk mewakili saudara saya ini melamar putri Anda untuk  dipersuntingnya,” tutur Abud Darda’ dengan fasih dan terang.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;“Adalah  kehormatan bagi kami,” jawab tuan rumah atas pinangan Salman, ”Menerima  Anda berdua, shahabat Rasulullah yang mulia. Dan adalah kehormatan bagi  keluarga ini bermenantukan seorang shahabat Rasulullah yang utama. Akan  tetapi hak jawab ini sepenuhnya saya serahkan pada puteri kami.” Yang  dipinang pun ternyata berada di sebalik tabir ruang itu. Sang puteri  shalihah menanti dengan debaran hati yang tak pasti.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;”Maafkan  kami atas keterusterangan ini”, kata suara lembut itu. Ternyata sang  ibu yang bicara mewakili puterinya. ”Tapi, karena Anda berdua yang  datang, maka dengan mengharap ridha Allah, saya menjawab bahwa puteri  kami menolak pinangan Salman.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ah,  romansa cinta Salman memang jadi indah di titik ini. Sebuah penolakan  pinangan oleh orang yang dicintainya, tapi tidak mencintainya. Salman  harus membenturkan dirinya dengan sebuah hukum cinta yang lain,  keserasaan. Inilah yang tidak dimiliki antara Salman dan perempuan itu.  Rasa itu hanya satu arah saja, bukan sepasang.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Salman  ditolak. Padahal dia adalah lelaki shalih. Lelaki yang menurut Ali bin  Abi Thalib adalah sosok perbendaharaan ilmu lama dan baru, serta lautan  yang tak pernah kering. Ia memang dari Persia, tapi Rasulullah berkata  tentangnya, “Salman Al Farisi dari keluarga kami, &lt;i&gt;ahlul bait&lt;/i&gt;.”  Lelaki yang bertekad kuat untuk membebaskan dirinya dari perbudakan  dengan menebus diri seharga 300 tunas pohon kurma dan 40 uqiyah emas.  Lelaki yang dengan kecerdasan pikirnya mengusulkan strategi perang parit  dalam Perang Ahzab dan berhasil dimenangkan Islam dengan gemilang.  Lelaki yang di kemudian hari dengan penuh amanat melaksanakan tugas  dinasnya di Mada’in dengan mengendarai seekor keledai, sendirian. Lelaki  yang pernah menolak pembangunan rumah dinas baginya, kecuali sekadar  saja. Lelaki yang saking sederhana dalam jabatannya pernah dikira kuli  panggul di wilayahnya sendiri. Lelaki yang di ujung sekaratnya merasa  terlalu kaya, padahal di rumahnya tidak ada seberapapun perkakas yang  berharga. Lelaki shalih ini, Salman Al Farisi, ditolak pinangannya oleh  perempuan yang dicintanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Salman ditolak. Alasannya ternyata sederhana saja. Dengarlah. “&lt;/span&gt;Namun,  jika Abud Darda’ kemudian juga memiliki urusan yang sama, maka puteri  kami telah menyiapkan jawaban mengiyakan,” kata si ibu perempuan itu  melanjutkan perkataannya. Tuan dan Nyonya mengerti? Si perempuan  shalihah itu menolak lelaki shalih peminangnya karena ia mencintai  lelaki yang lain. Ia mencintai si pengantar, Abud Darda’. Cinta adalah  argumentasi yang shahih untuk menolak.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Ada  juga kisah cinta yang lain. Abu Bakar Ash Shiddiq meminang Fathimah  binti Muhammad kepada Rasulullah. Ia ingin mempererat kekerabatannya  dengan Sang Rasul dengan pinangan itu. Saat itu usia Fathimah menjelang  delapan belas tahun. Ia menjadi perempuan yang tumbuh sempurna dan  menjadi idaman&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;para lelaki yang ingin menikah.  Keluhuran budi, kemuliaan akhlak, kehormatan keturunan, dan keshalihahan  jiwa menjadi penarik yang sangat kuat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;“Saya mohon kepadamu,” kata Abu Bakar kepada Rasulullah sebagaimana dikisahkan Anas dalam &lt;i&gt;Fatimah Az Zahra&lt;/i&gt;,  “Sudilah kiranya engkau menikahkan Fathimah denganku.” Dalam riwayat  lain, Abu Bakar melamar melalui puterinya sekaligus Ummul Mukminin  Aisyah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Mendapat pinangan dari lelaki shalih itu, Rasulullah hanya terdiam dan berpaling. “Sesungguhnya, Fathimah masih&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kecil,” kata beliau dalam riwayat lain. “Hai Abu Bakar, tunggulah&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sampai ada keputusan,” kata Rasulullah. Yang terakhir ini diriwayatkan oleh Ibnu Sa’d dalam &lt;i&gt;Ath Thabaqat&lt;/i&gt;.  Maksud Rasulullah dengan menunggu keputusan dalah keputusan dari Allah  atas kondisi dan keadaan itu, apakah menerima pinangan itu atau tidak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Ketika Umar bin Khathab mendengar cerita ini dari Abu Bakar langsung, ia mengatakan, “Hai Abu Bakar, beliau menolak pinanganmu.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Kemudian  Umar mengambil kesempatan itu. Ia mendatangi Rasulullah dan  menyampaikan pinangannya untuk menikahi Fathimah binti Muhammad.  Tujuannya tidak terlalu berbeda dengan Abu Bakar. Bahkan jawaban yang  diberikan Rasulullah kepada Umar pun sama dengan jawaban yang diberikan  kepada Abu Bakar. “Sesungguhnya, Fathimah masih&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kecil,” ujar beliau. “Tunggulah&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sampai ada keputusan,” kata Rasulullah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Ketika Abu Bakar mendengar cerita ini dari Umar bin Khathab langsung, ia mengatakan, “Hai Umar, beliau menolak pinanganmu.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Tuan  dan Nyonya bisa membayangkan itu? Dua orang lelaki paling shalih di  masa hidup Rasulullah pun ditolak pinangannya. Abu Bakar adalah shahabt  paling utama di antara seluruh shahabat yang ada. Kepercayaannya kepada  Islam dan kerasulan begitu murni, tanpa &lt;i&gt;reverse&lt;/i&gt; ataupun setitis keraguan. Karena itulah ia mendapat julukan &lt;i&gt;Ash Shiddiq&lt;/i&gt;.  Ia adalah lelaki yang disebutkan Al Qur’an sebagai pengiring jalan  hijrah Rasulullah di dalam gua. Ia adalah da’i yang banyak memasukkan  para pembesar Makkah dalam pelukan Islam. Ia adalah pembebas budakbudak  muslim yang senantiasa tertindas. Ia adalah lelaki yang menginfakkan  seluruh hartanya untuk jihad, dan hanya menyisakan Allah dan Rasulnya  bagi seluruh keluarganya. Ia adalah orang yang ingin diangkat sebagai  kekasih oleh Rasulullah. Ia adalah salah satu lelaki yang telah dijamin  menginjakkan tumitnya di kesejukan taman jannah. Namun, lelaki shalih  ini ditolak pinangannya secara halus oleh Rasulullah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Sementara,  siapa tidak mengenal lelaki shalih lain bernama Umar bin Khathab. Ia  adalah pembeda antara kebenaran dan kebathilan. Ia dan Hamzah lah yang  telah mengangkat kemulian kaum muslimin di masamasa awal perkembangannya  di Makkah. Ia lelaki yang seringkali firasatnya mendahului turunnya  wahyu dan ayatayat ilahi kepada Rasulullah. Ia adalah lelaki yang dengan  keberaniannya menantang kaum musyrikin saat ia akan berangkat hijrah,  ia melambungkan nama Islam. Ia lelaki yang sangat mencintai keadilan dan  menegakkannya tatkala ia menggantikan posisi Rasulullah dan Abu Bakar  di kemudian hari. Ia pula yang di kemudian hari membuka kuncikunci dunia  dan membebaskan negerinegeri untuk menerima cahaya Islam. Namun, lelaki  shalih ini ditolak pinangannya secara halus oleh Rasulullah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Mari  Tuan dan Nyonya simak kenapa pinangan dua lelaki shalih ini ditolak  Rasulullah. Ketika itu, Ali bin Abi Thalib datang menemui Rasulullah.  Shahabatshahabatnya dari Anshar, keluarga, bahkan dalam sebuah riwayat  termasuk pula dua lelaki shalih terdahulu mendorongnya untuk datang  meminang Fathimah binti Muhammad kepada Rasulullah. Ia menemui  Rasulullah dan memberi salam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;“Hai anak Abu Thalib,” sapa Rasulullah pada Ali dengan nama kunyahnya, ”Ada perlu apa?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Simaklah jawaban lugu yang disampaikan Ali kepada Rasulullah sebagaimana dinukil Ibnu Sa’d dalam &lt;i&gt;Ath Thabaqat&lt;/i&gt;.  “Aku terkenang pada Fathimah binti Rasulullah,” katanya lirih hampir  tak terdengar. Dengar dan rasakan kepolosan dan kepasrahan dari setiap  diksi yang terucap dari Ali bin Abi Thalib itu. Kepolosan dan kepasrahan  seorang pecinta akan cintanya yang demikian lama. Ia menggunakan  pilihan kata yang sangat lembut di dalam jiwa, “Terkenang.” Kata ini  mewakili keterlamaan rasa dan gelora yang terpendam, bertunas menembus  langitlangit realita, transliterasi rasa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;“Ahlan  wa sahlan!” kata Rasulullah menyambut perkataan Ali. Senyum mengiringi  rangkaian kata itu meluncur dari bibir mulia Rasulullah. Tuan dan Nyonya  tidak usah sebingung Ali memahami jawaban Rasulullah. Jawaban itu  bermakna bahwa pinangan Ali diterima oleh Rasulullah seperti yang  dipahami rekanrekan Ali. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Mari  kita biarkan Ali dengan kebahagiaan diterima pinangannya oleh  Rasulullah. Mari kita melihat dari perspektif yang lebih fokus untuk  memahami penolakan pinangan dua lelaki shalih sebelumnya dan penerimaan  lelaki shalih yang ini. Tuan dan Nyonya boleh punya pendapat tersendiri  tentang masalah ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Ketika Rasulullah menjelaskan alasan kepada Abu Bakar dan Umar berupa penolakan halus, kita tidak bisa menerimanya secara &lt;i&gt;letter lijk&lt;/i&gt;.  Sebab bisa jadi itu adalah bahasa kias yang digunakan Rasulullah.  Misalnya ketika Rasulullah mengatakann bahwa Fathimah masih kecil, tentu  saja ini tidak bisa diterjemahkan sebagai kecil secara harfiah, sebab  saat itu usia Fathimah sudah hampir delapan belas tahun. Sebuah usia  yang cukup matang untuk ukuran masa itu dan bangsa Arab. Sementara  Rasulullah sendiri berumahtangga dengan Aisyah pada usia setengah usia  Fathimah saat itu. Maka, kita harus memahamai kalimat penolakan itu  sebagai bahasa kias.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Saat  Rasulullah meminta Abu Bakar dan Umar bin Khathab untuk menunggu  keputusan, ini juga diterjemahkan sebagai penolakan sebagaimana dipahami  dua lelaki shalih itu. Jadi, pernyataan Rasulullah itu bukan pernyataan  untuk menggantung pinangan, sebab jika pinangan itu digantung, tentu  saja Umar dan Ali tidak boleh meminang Fathimah. Pernyataan itu adalah  sebuah penolakan halus.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Atau  bisa jadi, saat itu Rasulullah punya harapan lain bahwa Ali bin Abi  Thalib akan melamar Fathimah. Beliau tahu sebab sejak kecil Ali telah  bersamanya dan banyak bergaul dengan Fathimah. Interaksi yang lama dua  muda mudi sangat potensial menumbuhkan tunas cinta dan memekarkan kuncup  jiwanya. Ini dibuktikan dari pernyataan Rasulullah untuk meminta dua  lelaki shalih itu menunggu keputusan Allah tentang pinangannya. Jadi,  dalam hal ini kemungkinan Rasulullah mengetahui bahwa puterinya dan Ali  telah saling mencintai. Sehingga Rasulullah pun punya harapan pada  keduanya untuk menikah. Rasulullah hanya sedang menunggu pinangan Ali.  Di masa mendatang sejarah membuktikan ketika Ali dan Fathimah sudah  menikah, ia berkata kepada Ali, suaminya, “Aku pernah satu kali  merasakan jatuh cinta pada seorang pemuda.” Saya yakin Tuan dan Nyonya  tahu siapa yang dimaksud oelh Fathimah. Ini perspektif saya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Hal  ini diperkuat oleh pernyataan singkat Ali, “Aku terkenang pada Fathimah  binti Rasulullah.” Satu kalimat itu sudah mewakili apa yang diinginkan  Ali. Rasulullah sangat memahami ini. Beliau adalah seseorang yang sangat  peka akan apaapa yang diinginkan orang lain dari dirinya. Beliau  memiliki empati terhadap orang lain dengan demikian kuat. Beliau  memahami bentuk sempurna keinginan seseorang seperti Ali dengan beberapa  kata saja. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Dan  jawaban Rasulullah pun menunjukkan hal yang serupa, “Ahlan wa sahlan!”  Ungkapan sambutan selamat datang atas sebuah penantian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Jadi,  dengan perspektif ini, Tuan dan Nyonya akan memahami bahwa lelaki  shalih yang datang untuk meminang bisa ditolak pinangannya, tanpa akan  menimbulkan fitnah di muka bumi ataupun kerusakan yang meluas. Wanita  shalihah yang dipinang Salman Al Farisi telah menunjukkan kepada kita,  bahwa ia mencintai Abud Darda’ dan menolak pinangan lelaki shalih dari  Persia itu. Rasulullah pun telah menunjukkan pada kita bahwa ia menolak  pinangan dua lelaki tershalih di masanya karena Fathimah mencintai  lelaki shalih yang lain, Ali Bin Abu Thalib. Di sini, kita belajar bahwa  cinta adalah argumentasi yang shahih untuk menolak, dan cinta adalah  argumentasi yang shahih untuk mempermudah jalan bagi kedua pecinta  berada dalam singgasana pernikahan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Mari  kita dengarkan sebuah kisah yang dikisahkan Ibnu Abbas dan diabadikan  oleh Imam Ibnu Majah. Seorang lakilaki datang menemui Rasulullah. “Wahai  Rasulullah,” kata lelaki itu, “Seorang anak yatim perempuan yang dalam  tanggunganku telah dipinang dua orang lelaki, ada yang kaya dan ada yang  miskin.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;“Kami  lebih memilih lelaki kaya,” lanjutnya berkisah, “Tapi dia lebih memilih  lelaki yang miskin.” Ia meminta pertimbangan kepada Rasulullah atas  sikap yang sebaiknya dilakukannya. “Kami,” jawab Rasulullah, “Tidak  melihat sesuatu yang lebih baik dari pernikahan bagi dua orang yang  saling mencintai&lt;i&gt;, lam nara lil mutahabbaini mitslan nikahi&lt;/i&gt;.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Cinta  adalah argumentasi yang shahih untuk menolak. Di telinga dan jiwa  lelaki ini, perkataan Rasulullah itu laksana setitis embun di  kegersangan hati. Menumbuhkan tunas yang hampir mati diterpa badai  kemarau dan panasnya bara api. Seakanakan Rasulullah mengatakannya  khusus hanya untuk dirinya. Seakanakan Rasulullah mengingatkannya akan  ikhtiar dan agar tiada sesal di kemudian hari. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;“Cinta itu,” kata Prof. Dr. Abdul Halim Abu Syuqqah dalam &lt;i&gt;Tahrirul Ma'rah fi 'Ashrir Risalah&lt;/i&gt;,  “Adalah perasaan yang baik dengan kebaikan tujuan jika tujuannya adalah  menikah.” Artinya yang satu menjadikan yang lainnya sebagai teman hidup  dalam bingkai pernikahan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Dengan  maksud yang serupa, Imam Al Hakim mencatat bahwa Rasulullah bersabda  tentang dua manusia yang saling mencintai. “Tidak ada yang bisa dilihat  (lebih indah) oleh orang-orang yang saling mencintai,” kata Rasulullah,  “Seperti halnya pernikahan.” &lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Ya, tidak ada yang  lebih indah. Ini adalah perkataan Rasulullah. Dan lelaki ini meyakini  bahwa perkataan beliau adalah kebenaran. Karena bagi dua orang yang  saling mencintai, memang tidak ada yang lebih indah selain pernikahan.  Karena cintalah yang menghapus fitnah di muka bumi dan memperbaiki  kerusakan yang meluas, insya Allah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Cinta  adalah argumentasi yang shahih untuk menolak, dan cinta adalah  argumentasi yang shahih untuk mempermudah jalan bagi kedua pecinta  berada dalam singgasana pernikahan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;http://priyayimuslim.multiply.com/journal/item/388/Argumentasi &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden" /&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" /&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3324140496270380047-5982816563784671220?l=arqomalifh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arqomalifh.blogspot.com/feeds/5982816563784671220/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3324140496270380047&amp;postID=5982816563784671220' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/5982816563784671220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/5982816563784671220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arqomalifh.blogspot.com/2010/09/argumentasi-cinta.html' title='Argumentasi Cinta'/><author><name>Arqi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_kDC-1fS9T6s/R4x6l87hBfI/AAAAAAAAAAU/3n9Zjgjq0FA/S220/normal_tetes-8.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3324140496270380047.post-847447503763639396</id><published>2010-08-29T16:38:00.000-07:00</published><updated>2010-08-29T16:38:46.974-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Jabir bin Abdillah Radhiallahu’anhu berkata: Adalah Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam mengajari kami shalat Istikhoroh untuk memutuskan segala sesuatu, sebagaimana mengajari surah Al-Quran. Beliau bersabda: “Apabila seseorang di antara kamu mempunyai rencana untuk mengerjakan sesuatu, hendaknya melakukan shalat sunnah (Istikhoroh) dua rakaat, kemudian bacalah doa ini: &lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" style="line-height: 300%;"&gt;&lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="color: #010101; font-family: Traditional Arabic; font-size: x-large;"&gt;&lt;span style="font-size: 24pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;sup&gt;((&lt;/sup&gt;اَللَّهُمَّ  إِنِّيْ أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ،  وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ  أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ.  اَللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ -وَيُسَمَّى  حَاجَتَهُ- خَيْرٌ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ  -أَوْ قَالَ: عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ- فَاقْدُرْهُ لِيْ وَيَسِّرْهُ لِيْ  ثُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ  شَرٌّ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ -أَوْ قَالَ:  عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ- فَاصْرِفْهُ عَنِّيْ وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاقْدُرْ  لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِيْ بِهِ&lt;sup&gt;))&lt;/sup&gt;.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ya Allah, sesungguhnya aku meminta pilihan yang tepat kepadaMu dengan ilmu pengetahuanMu dan aku mohon kekuasaanMu (untuk mengatasi persoalanku) dengan kemahakuasaanMu. Aku mohon kepadaMu sesuatu dari anugerahMu Yang Maha Agung, sesungguhnya Engkau Mahakuasa, sedang aku tidak kuasa, Engkau mengetahui, sedang aku tidak mengetahuinya dan Engkau adalah Maha Mengetahui hal yang ghaib. Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini (orang yang mempunyai hajat hendaknya menyebut persoalannya) lebih baik dalam agamaku, dan akibatnya terhadap diriku atau -Nabi Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: …di dunia atau akhirat- sukseskanlah untukku, mudahkan jalannya, kemudian berilah berkah. Akan tetapi apabila Engkau mengetahui bahwa persoalan ini lebih berbahaya bagiku dalam agama, perekonomian dan akibatnya kepada diriku, maka singkirkan persoalan tersebut, dan jauhkan aku daripadanya, takdirkan kebaikan untukku di mana saja kebaikan itu berada, kemudian berilah kerelaanMu kepadaku.” (HR. Al-Bukhari 7/162)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak menyesal orang yang beristikhoroh kepada Al-Khaliq dan bermusyawarah dengan orang-orang mukmin dan berhati-hati dalam menangani persoalannya. Allah Ta’ala berfirman:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“… dan bermusyawarahlah kepada mereka (para sahabat) dalam urusan itu (peperangan, perekonomian, politik dan lain-lain). Bila kamu telah membulatkan tekad, bertawakkallah kepada Allah…” (Ali Imran, 3: 159)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;——————————— &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Shalat Istikhoroh adalah shalat sunnat dua rakaat yang dilakukan ketika seseorang ragu dalam memilih dua perkara atau lebih. Pelaksanaan salat istikhoroh tak ada bedanya dengan salat biasa. Hanya dua raka'at. Niat saat takbiratul ihram. Pada raka'at pertama, setelah membaca al-Fatihah disunatkan membaca surat al-Kaafiruun, dan pada raka'at kedua (setelah al-Fatihah) membaca surat al-Ikhlas. Setelah salam membaca doa tersebut&lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah selesai berdo'a, biarkan Allah memberi hidayah kedalam hati kita (sampai kita menemukan kemantapan) untuk memilih. Dan apabila masih juga ragu-ragu, maka disunatkan mengulangi salat istikhoroh itu sampai menemukan kemantapan. Sebagaimana Rasulullah pernah menyuruh sahabat Anas bin Malik untuk mengulangi salat istikhorohnya karena dia masih ragu-ragu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Doa di atas intinya adalah permohonan kita pada Allah utk memilihkan pilihan yang baik. Mengapa kita meminta dipilihkan? Ya, tiada lain karena kita bingung dalam menentukan pilihan. Pilihan atau alternatif-alternatif yang ada membingungkan kita karena kita anggap tak ada yang lebih unggul, semuanya sederajat. Atau adakalanya alternatif cuma dua (antara melakukan dan tidak), tapi kita bingung bagaimana sebaiknya. Jadi, kalau kita sudah tahu dan yakin bahwa apa yang akan kita lakukan baik dan benar yang tak perlu istikhoroh.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah, sekarang bila dibandingkan antara doa yang Anda sebutkan dengan doa di atas, secara substansial tak ada bedanya. Karena doa yang Anda tuturkan itu pun intinya permohonan kita pada Allah agar memilihkan sesuatu yang terbaik. Kain putih dan air jernih yang mengalir disimbolkan sbg sesutau kebaikan, dan asap hitam merupakan simbol kejelekan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jadi, sebenarnya, yang terpenting dalam doa istikhoroh itu adalah kepasrahan kita kepada Allah agar memberikan pilihan kepada kita yang terbaik. Kita pasrah sampai Allah membersitkan di hati kita kemantapan atas sebuah pilihan di antara alternatif-alternatif yang ada. Bagaimana sampai kita mencapai kemantapan inilah yang berbeda-beda isyaratnya. Doa yang Anda sebutkan itu sebenarnya permintaan datangnya sebuah isyarat baik. Meminta isyarat baik berupa kain putih, dan isyarat jelek berupa asap hitam. Padahal sebenarnya isyarat kebaikan itu tak hanya satu, sebagaimana isyarat kejelekan tak hanya satu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan demikian, jika pertanyaannya "apa boleh dipanjatkan?" Ya boleh-boleh saja. Tapi apa tidak lebih baik memakai doa yang maktsur dari Nabi, yang secara redaksional lebih mendalam maknanya? Seakan-akan -dengan kalimat lain- kita bilang: "Sudahlah, Ya Allah, tolong berikan saya kemantapan untuk melakukan suatu pilihan yang tepat, atau tunjukkan kepada saya isyarat (berupa apa saja) yang menunjukkan kebaikan dan isyarat (berupa apa saja) yang menunjukkan kejelekan."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang perlu diketahui, kemantapan di sini bisa kita peroleh dengan berbagai cara. Tentu semasa menentukan pilihan itu, kita juga harus selalu berfikir mana yang lebih baik: kalau baik apa alasannya, kalau tidak juga kenapa alasannya. Kalau ternyata dlm proses berfikir menentukan pilihan ini kita mantap dengan suatu pilihan, ya sudah, berarti itu pilihan yang harus kita perbuat. Tapi, misalnya, kita merasakan fikiran sudah buntu, terus capai sampai tertidur, lantas mendapatkan isyarat baik (utk melakukan suatu pilihan) melalui mimpi, ya anggap saja itulah pilihan terbaik. Termasuk isyarat-isyarat yang Anda tuturkan itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;-------- &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://sunniy.wordpress.com/2007/08/21/doa-sholat-istikharah/"&gt;http://sunniy.wordpress.com/2007/08/21/doa-sholat-istikharah/&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.pesantrenvirtual.com/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=619&amp;amp;Itemid=30"&gt;http://www.pesantrenvirtual.com/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=619&amp;amp;Itemid=30&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="color: #010101; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3324140496270380047-847447503763639396?l=arqomalifh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arqomalifh.blogspot.com/feeds/847447503763639396/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3324140496270380047&amp;postID=847447503763639396' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/847447503763639396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/847447503763639396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arqomalifh.blogspot.com/2010/08/jabir-bin-abdillah-radhiallahuanhu.html' title=''/><author><name>Arqi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_kDC-1fS9T6s/R4x6l87hBfI/AAAAAAAAAAU/3n9Zjgjq0FA/S220/normal_tetes-8.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3324140496270380047.post-7283816764198902970</id><published>2010-07-09T18:56:00.000-07:00</published><updated>2010-07-09T18:56:20.728-07:00</updated><title type='text'>Bagaimana Mengelola Keuangan?</title><content type='html'>Awal bulan gaji baru turun -harus bisa mengatur keuangan, jangan-jangan  sampai di pertengahan bulan sudah kehabisan. Sekarang gaji bukan lagi  berupa uang cash yang diberikan, namun hanya sebuah nominal angka yang  bisa kita lihat melalui website bank. Alat bayar kebanyakan juga hanya  menggunakan kartu. Belanja sembako, beli bensin, tol, makan di restoran  saat ini tinggal gesek sudah terbayarkan, palingan beberapa uang ribuan  dan uang receh yang di gunakan saat naik bus atau makan di warung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah  kalau dulu saat masih berupa uang cash masih bisa di pilah-pilah dalam  amplop atau di tabung dalam celengan. Sekarang bagaimana memilahnya,  terkadang saya sendiri susah untuk menabung karena tidak di pilah-pilah  sehingga merasa nominal angka yang tertera di ATM bisa di belanjakan  semua... tau-tau diakhir bulan sudah tidak ada sisa lagi untuk  pembelanjaan kebutuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mensiasatinya?&lt;br /&gt;Yang kita  lakukan adalah membagi pendapatan tersebut pada minimal dua tempat  penyimpanan alias bank, satu untuk kebutuhan sehari-hari dan satu untuk  tabungan. Kalau saya punya tiga tabungan karena yang satu lagi terpakai  untuk keperluan pekerjaan, untuk mengatur keuangan proyek sehingga tidak  bercampur dengan kebutuhan sehari-hari. Pada prakteknya tetap saja  masih bercampur -memang susah mengatur keuangan itu- , tapi  lumayan lah lebih aman daripada jadi satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menerima gaji  -telah dipotong pajak- kalau saya ambil sebagian kewajiban untuk  membayar zakat profesi, untuk orang tua atau adik tagihan internet atau  telfon baru dibagi mana untuk kebutuhan sehari-hari dan sisanya untuk di  tabung. Itu semua bisa dilakukan secara online, sehingga terasa hanya  seperti bermain game online. Tinggal klik mouse, pencet-pencet tuts  keyboard, masukkan kode sandi pada token dan pencet sent.. habis lah  dalam sekejap. hehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan gaji pas-pasan yang di terima saat  ini kadang merasa iri dengan teman yang sudah bekerja dengan gaji yang  lebih besar. Tapi kalau kita terus memandang ke atas, kapan bisa  bersyukur dengan keadaan saat ini malah tidak bisa hidup bahagia. Ingat  saja bahwa rezeki itu sudah ada Pengaturnya, tak ada yang perlu kita  cemaskan karena hidup ini bukan sekedar untuk mencari uang. Kalau hidup  ini hanya untuk mencari uang bisa saja menjadi tukang parkir. Dengan  lahan seluas 9 * 5 m bisa menampung 45 motor. Asumsi tiap hari parkir Rp  3.000,- * 45 motor * 22 hari kerja = Rp 2.970.000,- per bulan. Atau  seorang pengamen / pengemis, jika tiap hari beroperasi mendapatkan 100  orang dan tiap orang memberi Rp 1.000,- maka satu bulan bisa mencapai Rp  3.000.000,-. Kondisi seperti ini sangat memprihatinkan dimana saat  seorang kuli yang bekerja dengan tenaganya dibayar lebih murah bisa-bisa  mereka berfikir untuk menjadi seorang pengemis saja yang tinggal duduk  meminta-minta dengan pakaian compang-camping bisa mendapatkan uang yang  dapat mencukupi kebutuhan hidup. Harus ada solusi untuk masalah ini.  Jika zakat telah di jalankan dengan sebaik-baiknya dan juga investasi  bantuan modal untuk membuka lapangan kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sangat  menyayangkan kondisi lingkungan kerja di satu sisi pemberian harga  borongan untuk suatu pekerjaan terlalu mepet kemudian dengan harga  tersebut akan melakukan pekerjaan dengan seadanya dan untuk menutup  kekurangan mengambil barang-barang yang bukan haknya sebagai tambahan.  Selain itu untuk memperlancar suatu kerjaan atau tanda tangan biasanya  harus menyertai 'amplop' karena mereka menganggap bahwa atasan juga  mendapatkan service lebih karena pekerjaan itu bisa di jalankan. Memang  besarnya juga masih kecil, tapi kalau di biasakan juga akan menjadi  besar. Para koruptor pun dulu juga melakukan dari jumlah yang kecil  dulu.Ya Allah aku ingin Indonesia menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah, kok  jadi lari kemana-mana. Bisa jadi itu semua karena tidak semua orang bisa  mengatur keuangan dengan baik. Semua orang menginginkan hidup nyaman  dengan banyak harta, tapi kadang caranya tidak benar. Sehingga  menginginkan tambahan pendapatan selain gaji. Seperti apa yang di  katatan oleh &lt;a href="http://twitter.com/safirsenduk"&gt;@safirsenduk&lt;/a&gt;  "Uang Gaji yg Anda dpt dlm Rekening gak bikin Anda Kaya. Apa yg Anda  lakukan dgn Uang Gaji itu, itulah yg bikin Anda Kaya." &lt;span class="meta entry-meta" data="{}"&gt;&amp;nbsp; &lt;a class="entry-date" href="http://twitter.com/SafirSenduk/status/17243507600" rel="bookmark"&gt;&amp;nbsp; &lt;span class="published timestamp" data="{time:'Mon Jun 28 11:05:41 +0000 2010'}"&gt;4:05 AM Jun 28th&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;. Setelah saya pikir benar  juga, gaji akan segitu saja, bisa diukur kenaikannya berapa persen  sampai suatu saat nanti pensiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nantinya saya juga harus  memikirkan bagaimana biaya untuk menikah, kelahiran anak, punya  kendaraan, rumah tempat tinggal, sekolah anak, haji dan tabungan  kesehatan atau untuk pensiun. hufff... pusing juga kalau mikir seberapa  banyak kebutuhan yang akan di perlukan. Kembali lagi harus pasrah kepada  Allah dan trus berusaha, karena itu hanyalah kebutuhan standar dan  tentunya cita-cita dan perjalanan waktu bisa berubah setiap saat.  Kehidupan yang kita jalani adalah saat ini bukan kemarin atau esok, jadi  tak perlu ada yang di khawatirkan selama Allah bersama kita. Mari  Bekerja! Semangat!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Kalau anda mencari tips mengelola keuangan silahkan kunjungi website seperti &lt;a href="http://www.perencanakeuangan.com/"&gt;perencanakeuangan.com&lt;/a&gt; karena ini hanya curhatan pribadi hehe.. :P&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/goog_2142418418"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/journal/item/176/Bagaimana_mengelola_keuangan"&gt;http://arqomalifh.multiply.com/journal/item/176/Bagaimana_mengelola_keuangan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden" /&gt;&lt;input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3324140496270380047-7283816764198902970?l=arqomalifh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arqomalifh.blogspot.com/feeds/7283816764198902970/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3324140496270380047&amp;postID=7283816764198902970' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/7283816764198902970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/7283816764198902970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arqomalifh.blogspot.com/2010/07/bagaimana-mengelola-keuangan.html' title='Bagaimana Mengelola Keuangan?'/><author><name>Arqi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_kDC-1fS9T6s/R4x6l87hBfI/AAAAAAAAAAU/3n9Zjgjq0FA/S220/normal_tetes-8.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3324140496270380047.post-7874341629345812991</id><published>2010-06-21T03:35:00.000-07:00</published><updated>2010-06-21T03:35:02.764-07:00</updated><title type='text'>Chatting with Random Stranger</title><content type='html'>&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: hoooiii&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: hello&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: how are you&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: fine&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: what are you doing today&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: how bout u&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: so far so good&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: I'm sort of tired&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: why?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: have problem?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: well&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: its more like its time to go to bed and I was working very hard today&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: ooh&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: in here still daylight&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: where ru from?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: are you in korea?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: nope&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: I meet people from korea on here&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: I am in new york&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: same time with korea&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: ooh&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;You: I'm from Indonesia&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: that was my next guess&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: indonesia has such a large population&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: hehe&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: but we have an archipelago&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: yeah&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: so many islands&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: yups&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: I would like to visit Indonesia and Australia and Thailand&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: so many places to go&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: sure?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: you like to travelling?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: of course&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: how about you?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: hmm... I'm still not yet reach all over island in my country&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: but I want to go europe&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: europe is fun&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: I have been to France, Spain, Germany, Switzerland and Austria&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: woow great&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: most of it was yes&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: what do you like to do?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: you have a lot money to go there?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: actually I want to arround the world :D&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: I was working and I had just enough&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: I used couchsurfing.com to save a lot of money&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: ooh, I still don't know how to reach all around world&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: can you tell me what r u doin in there?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: I was working for the World Health Organization&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: ooh&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: I was calculating the cost to get vaccines to places&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: hmm.. I know, wah really fun&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: but I had time to go on adventures&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: what do you like to do?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: I just working still not have a lot of money to travelling&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: what work do you do?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: I work at telecommunication industry&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: do you enjoy it?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: yeah&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: my english still not good hehe&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: how long time you working?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: oh, how old r u?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: well I worked in switzerland for 3 weeks&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: but I worked for them on and off for a year or two&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: I am 28, how old are you&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: Im 24&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: I am helping to build a big wifi project in new york city&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: but that is as much work as I have done with telecommunications&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: ooh nice&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: what do you like to do when you are not working?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: going out with friend or read book&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: what books do you like ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: a religion book :)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: I'm a moslem&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: have you ever read any of the moslem poets?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: I like to read Hafiz and Rumi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: you know about moslem?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: yes I like to read about it&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger:&amp;nbsp;&lt;b&gt;I am not a moslem, I was raised to be a catholic but I do not agree with it, so I am no longer a catholic&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: how about your opinion?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: for the most part, I do not know enough to say&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: ooh&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: in America, most of us are not taught about moslem&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: but we do have our wars which is very sad for us&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: so I want to learn about moslem to help understand&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: ok thanks&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: I was reading the Thousand and One Nights which are stories from Arabia, not moslem per say, but they are too&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: I have only ever met very few moslems, I am sorry to say&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: ok&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: you know before that happen in Israel? Flotilla attact&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: yes I am very angry about the Flotilla attack&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: I can tell you why too&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: where I live, in New York, there are many many jews&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: many of them very nice, and don't care about Israel, some of them care deeply about Israel&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: well I am not jewish, my family is from Germany&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: my great grandfather was killed by Hitler in the concentration camps, he was political&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger:&amp;nbsp;&lt;b&gt;so I do not like what Israel is doing&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger:&amp;nbsp;&lt;b&gt;and I am very angry they are and that America pays for it&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: ooh you also hate about this&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: yes&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: but in America, it does not seem to matter&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: no matter who we vote for, they support Israel, and we are very angry&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: are the goverment support israel?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: yes the American government supports it, most of the people do not&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: yeah I know from twitter&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: we do not feel like our government listens to us any longer&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: ooh&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: we feel like the government listens only to the corporations&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: who want war and oil&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: we all want solar power and no more oil&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: I will not drive another car that runs on oil, so I do not have a car&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: are Israel have oil&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: they have a lot of solar and things&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: salute for that you do not use car&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: I ride a bike and trains which is hard here&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: we had a lot of trains, but they were all bought by car companies and taken apart&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: so we had to drive cars&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: hmm I see&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: also in my work in Jakarta there are so many cars&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: that make crowded&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: how long have you been a moslem?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: oh I can imagine&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: I might ride a motorcycle, but I will not buy another car&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: since I was baby&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: much of Indonesia is moslem yes?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: yups&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: the biggest moslem on the world&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: thats right I remember reading this&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: one of my friends was telling me&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: that in the Qu'ran&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: the first verses are more meaningful than the last verses&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: and the first verses can change the last verses or make them not mean the same&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: We only have one Qur'an not have change&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: ok&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: do the first verses of the Qur'an mean more than the last verses?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: what you mean for first verses?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: and the last verses&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: the lines at the beginning&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: and the lines at the end&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: ooh&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: someone said this to me&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: and I was trying to figure this out&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: are you mean Al Fatihah&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: let me see&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: i cannot find things which say what I am trying to say&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: or Surrah Annas&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: An-Nas&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;In the name of Allah, the Beneficent, the Merciful&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;Say: I seek refuge in the Lord of mankind, (1) The King of mankind, (2) The God of mankind, (3) From the evil of the sneaking whisperer, (4) Who whispereth in the hearts of mankind, (5) Of the jinn and of mankind. (6)&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: I read about the jinn in the Thousand and One nights&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: I read about jann, jinn, sheytans, efrits and marids&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: but jinn in that book is different&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: that's just sory&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: what is jinn in the Qu'ran?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: story&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: they not visible&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: spirits?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: maybe like that&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: what do they do?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: they live like mankind&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: in another world that mankind can't see&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: oh ok&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: but they can see us&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: I am reading about this&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: http://en.wikipedia.org/wiki/Genie&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: in english, the word genius comes from this word, jinn&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: most people do not know that, but we sort of go around and call our smart geniuses, jinns :D&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: this is probably not a good thing at all is it&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: hehe&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: so what's your belief?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: I have not decided&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger:&amp;nbsp;&lt;b&gt;I do not like Catholics because I do not agree with the Pope&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: why?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: I like to make up my mind for myself and not have people tell me&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: well the Pope helped cover up that priests were raping children for one&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: what?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: and the Pope says that too much buying is bad, while he has a lot of money&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: yes the current pope helped priests to abuse children&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: many many many children&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: it is very bad&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: oowh&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: ckck I don't know that&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: I can show you a news article if you want&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: ok&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: http://en.wikipedia.org/wiki/Catholic_sex_abuse_cases&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: In Islam who they are need to marry&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: yeah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: to answer your question about what I believe&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: I have not yet picked&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: but I am reading all religions&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;You: budha? Hindu? etc&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: and a lot of Zen Buddhism&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: and I have read a lot of Native American books&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: my mother taught the Native Americans&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;Stranger: I have read a lot of Taoism&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;Yaaa lagi seru chatting tiba2 putus..&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;belum sempet nanya namanya atau emailnya :(&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;Kalau lagi iseng kadang2 chattingan random bisa ketemu dengan orang asing (walaupun dengan bahasa Inggris yang pas2an). Pernah ketemu dengan orang atheis, orang jepang, china, amerika, banyak lah.. Pernah juga ketemu dengan kaskuser, awalnya pake bahasa Inggris trus tiba2 manggil pake Gan (ketauan deh hehe..). Trus pernah nyapa pake "Assalamu'alaikum" eh di jawab juga (orang Indonesia nih) di tanya2 lagi kok sampe tau Muntilan, Gunungpring, M+ eh ternyata temen adek yang di SMP :D.. Kadang2 ga nyangka ketemu dengan siapa seru dah&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;Ini salah satunya bisa tau bagaimana pandangan mereka terhadap kehidupan mereka dan juga bisa memberitakan tentang Islam.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;*Chattingan diatas tanpa ada yg saya ubah kata2nya&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #555555; font-family: Tahoma, Arial, serif; font-size: 12px;"&gt;*kalau mau coba random chatting bisa dengan&amp;nbsp;&lt;a href="http://omegle.com/" style="color: #555555; font-weight: normal; text-decoration: none;"&gt;omegle&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3324140496270380047-7874341629345812991?l=arqomalifh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arqomalifh.blogspot.com/feeds/7874341629345812991/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3324140496270380047&amp;postID=7874341629345812991' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/7874341629345812991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/7874341629345812991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arqomalifh.blogspot.com/2010/06/chatting-with-random-stranger.html' title='Chatting with Random Stranger'/><author><name>Arqi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_kDC-1fS9T6s/R4x6l87hBfI/AAAAAAAAAAU/3n9Zjgjq0FA/S220/normal_tetes-8.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3324140496270380047.post-4730690662061197407</id><published>2010-06-21T03:33:00.000-07:00</published><updated>2010-06-21T03:33:15.034-07:00</updated><title type='text'>Sudahkah kita berzakat?</title><content type='html'>Astaghfirullah, sudah hampir satu tahun bekerja tapi baru ingat pelajaran agama waktu sekolah dulu. Berzakat!. Sering kali pas gaji pertama yang di ingatkan malah makan-makan, ngajak traktiran. Bukannya kalau sudah mencapai nisab itu diwajibkan untuk berzakat. Selain gaji sudah di potong pajak, namun sebagai umat Islam harus ikhlas berbagi harta kita untuk 8 asnaf zakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun tiap jum'atan biasanya ada kencleng yang di edarkan di masjid dan kita mengisi kencleng itu, terus di bus banyak pengamen, atau di warung-warung makan, jalanan ada juga pengemis dan kita memberikan pada mereka itu belum bisa di sebut zakat (jika bukan dengan niat zakat) *maksud yang saya tekankan disini adalah solusi untuk mengurangi pengemis dan pengamen bukan dengan memberikan langsung kepada mereka, kalau seperti itu terus malah membuat mereka tidak mau berusaha sendiri, hanya terus meminta-minta. Zakat inilah yang akan menjadi solusi untuk mengentaskan kemiskinan, jika seluruh umat Islam telah melaksanakan kewajiban berzakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zakat itu berbeda dengan Infaq dan Shadaqah. Kalau zakat itu hukumnya wajib bagi yang sudah mencapai nisab dan ada ketentuannya. Kalau Infaq dan Shadaqah itu tidak wajib dan bebas jumlah yang diberikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa nisabnya zakat itu?&lt;br /&gt;Misalnya: kita mempunyai tabungan sebanyak 17 juta atau telah melampaui batas minimal, maka harus segera dikeluarkan zakatnya sebesar 2,5 %, itu namanya zakat mall alias zakat harta. Zakat penghasilan juga punya batas minimal atau nishab, minimalnya harus 1,5 juta rupiah. Rumusnya, batas minimal zakat (85gr emas) dikali harga per gram emas sekarang. Misalnya harga emas 200rb per gram kemudian dikalikan dengan 85gr, hasilnya sekitar 17juta. Kemudian 17jt dibagi 12 bulan, hasilnya kurang lebih 1,5juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hmm.. ternyata banyak juga yang harus dikeluarkan, ada Zakat Mal dan ada juga Zakat Profesi. Biar tidak terlalu memberatkan maka bisa di keluarkan tiap bulan. Kalau masih bingung bagaimana menghitung berapa zakat yang wajib kita keluarkan ada kalkulator zakat disini &amp;nbsp;http://www.dompetdhuafa.org/dd.php?x=kalzak atau http://www.rumahzakat.org/kal_zakat.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya, pada siapa saja kita memberikan zakat tersebut?&lt;br /&gt;Kepada 8 Asnaf Zakat yaitu Fakir, orang yang tidak bisa memenuhi kebutuhannya sendiri. Miskin, orang yang penghasilannya dibawah standar. Amil Zakat, orang yang mengelola zakat itu. Mualaf, orang yang masih lemah imannya. Riqab (budak), termasuk membelinya dan memerdekakkannya. Gharim, orang yang terlilit hutang. Fisabilillah, mereka yang berjuang dijalan Allah. Dan Ibnu Sabil, yaitu musafir yang kehabisan bekal di tengah perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana jika memberikan zakat pada kerabat keluarga?&lt;br /&gt;Jumhur ulama menjelaskan ada kategori siapa saja orang-orang yang tidak boleh menerima zakat di antaranya bapak, ibu atau kakek, nenek hingga ke atas atau anak-anak hingga ke bawah atau isteri dari orang yang mengeluarkan zakat, karena nafkah mereka di bawah tanggung jawab kita sebagai anak/menantu. Rasulullah Saw bersabda: “Kamu dan hartamu itu untuk ayahmu” (HR. Ahmad dari Anas bin Syu’aib). Jadi, diperbolehkan menyalurkan zakat kepada kerabat yang bukan tanggungan langsung dari bapak seperti saudara laki-laki, saudara perempuan, paman dan bibi dengan syarat mereka dalam keadaan membutuhkan (fakir atau miskin). Setiap muslim hendaknya berhati-hati dalam menyalurkan zakatnya dan berusaha sesuai dengan anjuran syari’at Islam agar zakatnya sampai pada yang berhak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin nanti pengen nulis lagi tentang kemiskinan, pengemis, pengamen, bagaimana solusi untuk mengatasinya. Semoga dengan setiap orang membayarkan zakat ini bisa mengatasi semua masalah kesenjangan sosial dan semoga di Indonesia semua masyarakat sejahtera. Amiin..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ref:&lt;br /&gt;http://www.eramuslim.com/konsultasi/zakat/zakat-penghasilan-apakah-ada-dalam-syariat-islam.htm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.eramuslim.com/konsultasi/zakat/infaq-dan-zakat.htm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.eramuslim.com/konsultasi/zakat/penerima-zakat-dari-keluarga-terdekat.htm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://wiki.myquran.org/index.php/Zakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.dompetdhuafa.org/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.pkpu.or.id/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.percikaniman.org/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.rumahzakat.org/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3324140496270380047-4730690662061197407?l=arqomalifh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arqomalifh.blogspot.com/feeds/4730690662061197407/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3324140496270380047&amp;postID=4730690662061197407' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/4730690662061197407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/4730690662061197407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arqomalifh.blogspot.com/2010/06/sudahkah-kita-berzakat.html' title='Sudahkah kita berzakat?'/><author><name>Arqi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_kDC-1fS9T6s/R4x6l87hBfI/AAAAAAAAAAU/3n9Zjgjq0FA/S220/normal_tetes-8.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3324140496270380047.post-7070872863526276929</id><published>2010-06-21T03:30:00.000-07:00</published><updated>2010-06-21T03:31:13.469-07:00</updated><title type='text'>Perang Opini antara Israel dan Dunia #Gaza #FreedomFlotilla</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:tB8i4J7NqSGgEM::israelsbirthday.files.wordpress.com/2008/05/latuff-gaza-blockade.jpg&amp;amp;t=1&amp;amp;h=168&amp;amp;w=300&amp;amp;usg=__4c7KQsPi1Dov6DDm8aCBtVNO2Z8=" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:tB8i4J7NqSGgEM::israelsbirthday.files.wordpress.com/2008/05/latuff-gaza-blockade.jpg&amp;amp;t=1&amp;amp;h=168&amp;amp;w=300&amp;amp;usg=__4c7KQsPi1Dov6DDm8aCBtVNO2Z8=" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;600 orang aktifis kedamaian dan aktifis kemanusiaan dari seluruh penjuru dunia tergabung dalam rombongan kapal dengan nama Freedom Flotilla yang berarti armada kebebasan. Beberapa orang diantaranya adalah orang-orang yang mendapat nobel perdamaian, wartawan, novelis dan seniman. Dalam rombongan Flotilla tersebut membawa 10 ton bantuan untuk Gaza. Senin lalu Mavi Marmara, salah satu kapal dalam Freedom Flotilla yang akan menuju ke Gaza mendapat serangan dari tentara Israel ketika masih di perairan internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu kita cermati disini adalah mengapa membawa bantuan saja harus menggunakan rombongan kapal dan penumpangnya juga ada wartawan dari berbagai media di berbagai negara. Israel yang ingin menguasai Gaza, mereka memblokade Gaza dari segala penjuru. Sehingga berbagai bantuan yang dikirimkan untuk penduduk Gaza tidak sampai ke tangan mereka. Gaza telah di blokade oleh Israel dan mereka tidak diperbolehkan menerima bantuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah sedikit dari beberapa yang di larang di Gaza : Selai kacang, buah kaleng, permen, sparepart, kulkas, mesin cuci, plester, cat, ban, lem, tas, crayon, peralatan olahraga, karpet, textil, benang, mie, coklat, instrumen musik, lampu, sprei, matras, tembikar, hewan peliharaan, kacamata, kursi roda, peralatan bedah, mainan plastik, meja untuk sekolah, papan tulis, pensil, kapur, kertas, buku, furnitur, PVC, solar panel, semen, generator.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas bagaimana mereka hidup? Penduduk gaza hidup dalam kepungan blokade Israel dengan bertani dan mencari ikan. Dan saat mereka bertani atau mencari ikan pun dengan tidak tenang karena sering kali ada bom dan tembakan dari Tentara Israel. Bagaimana penduduk bisa hidup dengan bahagia jika hidup di tanah sendiri tapi berasa di dalam penjara, tidak dapat membangun rumah dan menikmati kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai bantuan telah di salurkan lewat darat, tapi apakah sampai ke tangan mereka? Buktinya sekarang ini dikirimkan secara terang-terangan dan di publis melalui media Israel tetap saja menghambat kiriman bantuan tersebut. Lebih-lebih mereka malah membunuh para aktifis di atas kapal Mavi Marmara. Oleh karena itu para aktifis perdamaian mencari cara bagaimana agar blokade Israel dapat di hapuskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah perang opini antara dunia dan Zionis Israel. Bisa saja dari tiap negara mengirimkan bukan kapal perdamaian, tapi adalah kapal perang. Kalau ini yang terjadi bukanlah perdamaian melainkan adalah perang. Maka haruslah dilakukan dengan cara 'halus'. Zionis Israel, orang-orang Yahudi tersebut mempunyai jaringan media dan perekonomian yang kuat di seluruh dunia. Twitter salah satu media yang digunakan untuk komunikasi banyak orang di seluruh penjuru dunia menyembunyikan topik permasalahan paling rame #Flotilla saat ini terjadi. Kapal Mavi marmara yang didalamnya terdapat satelit juga saat itu tiba-tiba tidak mendapat sinyal. Bukankah ini perlu di pertanyakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa orang ingin menyelamatkan muka Israel dengan menginginkan berita yang berbanding. Seperti terbunuhnya aktifis di Mavi Marmara karena Tentara Israel yang mempertahankan diri, di Youtube juga tersebar video Tentara yang sedang di pukul aktifis. Tetapi yang terjadi adalah aktifis-aktifis tersebut di tembak di bagian kepala dengan jarak dekat, bahkan bukan hanya satu kali sampai 30 kali. Apakah ini yang di sebut pembelaan diri oleh seorang tentara bersenjatakan lengkap?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini telah menyusul kapal Rachel Corrie yang berangkat dari Irlandia, tapi sama juga yang terjadi Israel menahan bantuan yang akan dikirimkan. Dan sekarang menjadi lebih jelas Israel akan kalah dan di kucilkan oleh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;The world is watching you and supporting you, go ahead and break the blockade on Gaza.&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3324140496270380047-7070872863526276929?l=arqomalifh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arqomalifh.blogspot.com/feeds/7070872863526276929/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3324140496270380047&amp;postID=7070872863526276929' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/7070872863526276929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/7070872863526276929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arqomalifh.blogspot.com/2010/06/perang-opini-antara-israel-dan-dunia.html' title='Perang Opini antara Israel dan Dunia #Gaza #FreedomFlotilla'/><author><name>Arqi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_kDC-1fS9T6s/R4x6l87hBfI/AAAAAAAAAAU/3n9Zjgjq0FA/S220/normal_tetes-8.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3324140496270380047.post-8339484601544790595</id><published>2010-04-15T15:27:00.001-07:00</published><updated>2010-04-15T15:27:47.666-07:00</updated><title type='text'>Aku Tidak Terlibat</title><content type='html'>“Hei kesini!!! Siapa namamu!!?” Seorang berbadan tinggi tegap, berjaket  kulit hitam tiba-tiba menginvestigasi beberapa orang di kantor itu.&lt;br /&gt;“Ada  apa ini, ada apa? Yusuf pun kebingungan, tiba-tiba diseret masuk  kedalam suatu ruangan untuk diperiksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 7 pagi saat tiba di  kantor, Yusuf sudah merasa tidak enak. Tidak seperti biasanya, semenjak  terungkap kasus markus di kantornya tiap orang di investigasi. Beberapa  mobil dan orang-orang dilengkapi dengan senjata telah memeriksa setiap  kendaraan yang masuk gedung tempat Yusuf bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Namamu Yusuf  kan? Kamu kenal orang ini?” lelaki itu menunjukkan foto di hadapannya.&lt;br /&gt;“Iya  kenal.”&lt;br /&gt;“Kamu satu tim dengan dia kan?”&lt;br /&gt;“Iya pernah jadi satu  tim, ada apa memangnya?”&lt;br /&gt;“Orang ini telah terbukti melakukan markus!  Kamu satu tim dengan dia, berarti kamu juga pasti dapat bagiannya kan?!!  Jawab!!” dengan nada membentak orang itu langsung menuduh yusuf  terlibat dalam kasus tersebut.&lt;br /&gt;“Tidak, saya tidak terlibat dengannya  atau mendapat jatah bagian”&lt;br /&gt;“Lha itu dia, trus saat kamu di undang  makan di sebuah hotel 2 minggu yang lalu itu pakai uang siapa?”&lt;br /&gt;“Saya  tidak tau, itu dari kantor!”&lt;br /&gt;“Dari kantor yang mana? Jawab yang  benar!!”&lt;br /&gt;“Astaghfirullah,… sudah saya katakan. Demi Allah, saya tidak  tau menau mengenai itu!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah seminggu ini Yusuf diperiksa oleh  tim investigasi. Selama bekerja Yusuf pernah satu tim dengan seorang  gembong markus, lalu ia dijadikan sebagai saksi, namun tidak menuntut  kemungkinan bahwa Yusuf juga akan diseret menjadi tersangka. Oleh karena  itu di kantornya ia telah mendapat sangsi dibebas tugaskan untuk  sementara. Tetapi walaupun begitu ia tetap wajib datang ke kantor untuk  melaksanakan tugasnya dengan tidak ada gaji sama sekali. Itu sudah  menjadi ketentuan dari kantor tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hei maling, berapa  banyak yang kau dapat dari hasil itu?”&lt;br /&gt;“Huh najis, jangan sholat  disini!! Pergi sana!! Sok-sok aja tiap hari ke masjid, tapi tak taunya  seorang penipu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Astaghfirullah, apa salah hamba ya Rabb…” dalam  hatinya. Setiap hari ia menjalani masa-masa yang berat. Di kantor ia  tetap harus masuk untuk di investigasi, sementara saat pulang ke rumah  banyak yang mencemoohnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia hanya dapat memohon pada Yang Maha  Kuasa untuk meringankan beban ini. “Ya Allah, Engkaulah Yang Maha  Mengetahui apa yang telah hamba perbuat. Tunjukkanlah kebenaran yang  hakiki. Ampunilah hamba jika ada khilaf”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;* * *&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari do’akan saudara  kita yang benar-benar jujur dan menjaga idealisme mereka agar tidak  terlibat dalam kasus seperti ini. Dan agar di beri ketabahan dalam  menghadapi cobaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Just Flash Fiction&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terinspirasi dari : &lt;a href="http://www.facebook.com/pages/Luthfi-Hasan-Ishaaq/366657280024"&gt;http://www.facebook.com/pages/Luthfi-Hasan-Ishaaq/366657280024&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.detikfinance.com/read/2010/04/07/144834/1333901/4/lupa-lepas-name-tag-pegawai-pajak-diteriaki-maling"&gt;http://www.detikfinance.com/read/2010/04/07/144834/1333901/4/lupa-lepas-name-tag-pegawai-pajak-diteriaki-maling&lt;/a&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden" /&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" /&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3324140496270380047-8339484601544790595?l=arqomalifh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arqomalifh.blogspot.com/feeds/8339484601544790595/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3324140496270380047&amp;postID=8339484601544790595' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/8339484601544790595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/8339484601544790595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arqomalifh.blogspot.com/2010/04/aku-tidak-terlibat.html' title='Aku Tidak Terlibat'/><author><name>Arqi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_kDC-1fS9T6s/R4x6l87hBfI/AAAAAAAAAAU/3n9Zjgjq0FA/S220/normal_tetes-8.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3324140496270380047.post-2910475335389245748</id><published>2010-04-09T18:39:00.000-07:00</published><updated>2010-04-09T18:39:06.596-07:00</updated><title type='text'>Tak Terungkap (3)</title><content type='html'>Rara masih penasaran dengan sikap Farhan. Sudah 2 bulan ini sama jarang berkomunikasi, tidak ada lebih tepatnya. Bahkan kabar pun tak terdengar, walaupun rumah mereka hanya berbeda satu komplek. Rara mencoba menghubunginya melalui sms tapi tidak dibalas, YM tak pernah aktif, dan status Fbnya pun tak terupdate.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kemana ini Farhan? Tak ada kabar darinya” rara semakin penasaran, sebenarnya ada sesuatu yang terpendam di hati Rara. Yah walaupun semenjak kecil berteman, bercanda, seperti tak ada bedanya dengan teman-teman yang lain, tapi ketika Farhan tanpa ada kabar ia menjadi gelisah di hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap malam Rara bersujud, meminta petunjuk dari Allah. “Ya Allah, tunjukkanlah yang terbaik bagiku Ya Rabb… Berikanlah yang terbaik juga bagi Farhan, aku ingin tau bagaimana kabarnya”. Dalam setiap do’anya menyelipkan do’a untuk Farhan, tapi dalam hatinya ia ada harapan Rara menjadi yang terbaik untuk Farhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;* * *&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“Ting Tong… Ting Tong.. Assalamu’alaikum…” Bunyi bel rumah Rara.&lt;br /&gt;“Siapa ya?”&lt;br /&gt;“Ini mbak ada surat untuk Raihanah Husni, benar disini rumahnya?” tanya pak pos&lt;br /&gt;“Iya saya sendiri” Rara bergegas membenarkan jilbabnya, lari membukakan pintu depan.&lt;br /&gt;“ini mbak”&lt;br /&gt;“Makasih pak. Dari siapa ya?”&lt;br /&gt;“Assalamu’alaikum” tanpa menjawab pak pos langsung melaju mengantar surat lainnya.&lt;br /&gt;“Waalaikumussalam warahmatullah”&lt;br /&gt;“Hah dari Farhan.” Rara langsung merobek amplop dan membuka suratnya.&lt;br /&gt;“haaahh… surat undangan!!” Rara terkaget lalu membanting pintu dan lari ke kamarnya.&lt;br /&gt;Air matanya bercucuran, tak kuasa ia menahan perasaannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;* * *&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Rara berusaha tetap menjaga perasaannya, Ia hadir di pernikahan Farhan. Tapi… tetap saja hati perempuannya tak bisa di kendalikan. Rara tak sanggup melihat Farhan duduk di pelaminan, mulai sejak masuk ruangan Rara setengah gelisah, ia sibukkan untuk mengambil makanan atau mengobrol dengan tamu yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Giliran mengantri untuk bersalaman, dengan berat hati Rara harus mengucapkan selamat. Saat itu pandangan Rara hanya tertuju pada Farhan. Semakin maju antrian, semakin berdegup kencang jantung Rara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai pada saat pandangan Farhan juga tertuju pada Rara. Mereka berdua saling beradu pandangan. Waktu serasa membeku. Belum sempat bersalaman dengan pengantin perempuan, berlinang sudah terlihat membasahi mata Rara. Tidak kuat menahan air matanya Rara langsung lari keluar. Farhan bertanya-tanya dalam hatinya, ia mau mengejar Rara. Tapi tangannya di pegang oleh istrinya.&lt;br /&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden" /&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" /&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3324140496270380047-2910475335389245748?l=arqomalifh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arqomalifh.blogspot.com/feeds/2910475335389245748/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3324140496270380047&amp;postID=2910475335389245748' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/2910475335389245748'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/2910475335389245748'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arqomalifh.blogspot.com/2010/04/tak-terungkap-3.html' title='Tak Terungkap (3)'/><author><name>Arqi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_kDC-1fS9T6s/R4x6l87hBfI/AAAAAAAAAAU/3n9Zjgjq0FA/S220/normal_tetes-8.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3324140496270380047.post-451131452176618874</id><published>2010-04-09T18:37:00.000-07:00</published><updated>2010-04-09T18:37:12.554-07:00</updated><title type='text'>Tak Terungkap (2)</title><content type='html'>Dhuaar…. Hati Farhan serasa disambar petir. Ia diam termenung melihat pesannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hhaaahhhhh… tidak salah ini.., badannya langsung lemas tak berdaya melihat pesan di FB tersebut. Ia merasa setengah sedih setengah bahagia.. haha… benarkah ini pesan darinya. Aku sungguh tak percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah mengapa semua ini terjadi. Padahal tinggal 1 bulan lagi. Kurang bersabar bagaimana aku ini ya Rabb, aku sudah menunggu 3 tahun… Tapi mengapa Engkau berikan takdir seperti ini bagiku. Apakah tahajutku masih kurang? Apakah shaum sunnahku belum cukup? Infaq, zakat, shadaqah… masih kurang apa lagi?...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku telah berikhtiar semampuku, aku telah menahan diri mengikuti syariatmu untuk tidak menjalin hubungan sebelum ikatan yang sah. Apa yang salah dariku? apakah aku masih tidak pantas baginya? Ya Allah, mengapa kau berikan Fifa pada orang lain. Padahal sebulan lagi aku sudah mempersiapkan diri untuk melamarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwa Farhan begitu terguncang, setelah membaca pesan bahwa Afifa akan menikah. Terjadi pergulatan batin dalam jiwanya, apakah ia akan mengungkapkan langsung pada Afifa, tak peduli Fifa sudah dilamar orang lain atau akan diam saja tanpa ada seorangpun yang tau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayolah ungkapkan saja, selagi masih ada kesempatan. Bisa jadi Fifa akan berubah fikiran. Atau kau harus menunggu jandanya?” setan membisikinya.&lt;br /&gt;“Jangan, ikhlaskanlah bukankah kau yakin jodoh itu ada ditangan Allah? Pasti Allah akan memberikan seorang bidadari cantik bagimu Farhan”&lt;br /&gt;Diaaammm, pergi semua!!! Ini adalah salahku, seandainya aku langsung melamarnya, pasti tidak akan terlambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahuakbar Allaahuakbar.. Adzan isya telah tiba. “Astaghfirullah… tak seharusnya aku begini” Farhan segera mengambil air wudhlu dan segera mengerjakan sholat ‘Isya di masjid. “Ya Allah jika ia bukan, jadi jodohku maka berikanlah yang lebih baik darinya. Amiin” Farhan berdo’a seusai sholat ‘Isya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;* * *&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Semenjak peristiwa tersebut Farhan lebih sering menyendiri.&lt;br /&gt;“Assalamu’alaikum… Farhan!”&lt;br /&gt;“BUZZ!!&amp;nbsp; BUZZ!!&amp;nbsp; BUZZ!!”&lt;br /&gt;“Hai.. :D”&lt;br /&gt;“ko ga jawab sih? Knapa? Lagi ada masalah?” Rara mencoba menghubungi Farhan melalui YM, Facebook atau SMS, tapi sangat jarang dibalas. Bahkan jadi jarang bertemu. Membuat Rara penasaran kenapa Farhan berubah”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Afwan, ana rasa cukup. Kita tidak usah terlalu sering berkomunikasi. Maafkan ana selama ini.” Balesan sms dari Farhan membuat Rara penasaran kenapa jadi berubah.&lt;br /&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden" /&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" /&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3324140496270380047-451131452176618874?l=arqomalifh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arqomalifh.blogspot.com/feeds/451131452176618874/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3324140496270380047&amp;postID=451131452176618874' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/451131452176618874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/451131452176618874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arqomalifh.blogspot.com/2010/04/tak-terungkap-2.html' title='Tak Terungkap (2)'/><author><name>Arqi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_kDC-1fS9T6s/R4x6l87hBfI/AAAAAAAAAAU/3n9Zjgjq0FA/S220/normal_tetes-8.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3324140496270380047.post-4608712191279648318</id><published>2010-04-09T18:35:00.000-07:00</published><updated>2010-04-09T18:35:32.626-07:00</updated><title type='text'>Tak Terungkap (1)</title><content type='html'>&amp;nbsp;Tanggal baru sangat dinantikan Farhan, malam itu sepulang dari kerja Farhan langsung ke ATM. Bismillah… klik.. klik.. klik..&lt;br /&gt;“Alhamdulillah sudah masuk, tinggal 2 juta lagi insyaAllah bulan depan keinginanku akan terpenuhi”.&lt;br /&gt;Farhan bersyukur tabungannya sebentar lagi sudah cukup untuk persiapan pernikahannya. Farhan memang belum punya calon, seperti orang kebanyakan. Ia yakin akan ketentuan dari Allah, bahwa tiap manusia diciptakan ada pasangannya. Diam-diam ia menaruh hati pada Afifa, teman sahabat akrabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;*&amp;nbsp; *&amp;nbsp; *&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“BUZZ!!”&lt;br /&gt;“huh ganggu aja, lagi ngerjain tugas nih”&lt;br /&gt;“halah, ngerjain tugas koq FBnya onlen terus..”&lt;br /&gt;“biarin.. ni lagi chat jg ma temen :P”&lt;br /&gt;“eh.. rara… boleh nanya ga?”&lt;br /&gt;“nape?”&lt;br /&gt;“emm….”&lt;br /&gt;“buruan sy dah mau off nih ;(”&lt;br /&gt;“yang sering maen ke rmhmu itu siapa?”&lt;br /&gt;“ooh itu, Fifa. Emang kenapa? Naksir ya ama dia… cie..cie..”&lt;br /&gt;“emmh… kagak, Cuma nanya aja. :P”&lt;br /&gt;“nanya atau nanya…. &amp;gt;,&amp;lt;”&lt;br /&gt;“udah sana lanjutin tugasmu, katanya mau off”&lt;br /&gt;“yaudah, wassalamu’alaikum”&lt;br /&gt;“Waalaykumussalam”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Farhan buka-buka FBnya Rara, teman akrabnya sejak kecil. Rara seorang akhwat yang foto-foto di facebooknya tidak banyak yang terpajang di situs tersebut. Ia lihat ada beberapa kumpulan foto akhwat bareng-bareng dan disitu ia lihat ada seseorang yang ia tau sering berkunjung ke rumah rara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;“Apa ini ya yang namanya Fifa” dalam batinnya. Dibawah foto tersebut ada tag beberapa nama, ia perhatikan namanya satu persatu. Ia berhenti pada satu nama ‘Afifa Zahra Syahira’, tapi kok tagnya sembarangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm… Farhan terus membuka profilnya Afifa. “Oh iya ini, temen si Rara”. Lalu ia add as friend.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sampai 1 hari sudah di approve Afifa. Farhan berkenalan dengan Afifa. Oh, ternyata Afifa punya blog juga. Farhan kagum terhadap pesona Afifa, dari saat pertama kali bertemu di rumah Rara, sampai ia tau tulisan-tulisan Afifa yang membius jiwanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengazzamkan diri untuk menikah dengan Afifa, tapi tanpa sepengetahuan Fifa. Farhan dan Afifa pun kalau berkomunikasi seperti layaknya teman biasa, tidak ada hal-hal yang maksiat seperti orang berpacaran, bahkan sangat jarang. Karena mereka berdua seorang aktifis, yang sama-sama tau bagaimana berkomunikasi antar lawan jenis. Oleh karena itu Fifa tidak mengetahui isi hati Farhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Farhan masih menunggu waktu yang tepat, dan mengumpulkan dana untuk melamar sekaligus biaya-biaya pernikahan nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;* * *&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Sampai tiba suatu saat tabungannya kurang 2 juta lagi. Bulan ini Farhan lebih bersemangat kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Assalamu’alaykum.. Han, lagi apa?” Sapa Rara pada Farhan lewat messenger&lt;br /&gt;“Waalaikumussalam. Makan.”&lt;br /&gt;“Nasi Goreng ya kesukaan nt?”&lt;br /&gt;“Bukan, ni pake sop buatan ummi”&lt;br /&gt;“nyamm… pasti enak, mau dunk :D”&lt;br /&gt;“Pasti lah.. Ada apa?”&lt;br /&gt;“Coba buka Fbnya ada pesan tuh”&lt;br /&gt;“iye ntar”&lt;br /&gt;“yaudah buka yaa”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dhuaar…. Hati Farhan serasa disambar petir. Ia diam termenung melihat pesannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3324140496270380047-4608712191279648318?l=arqomalifh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arqomalifh.blogspot.com/feeds/4608712191279648318/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3324140496270380047&amp;postID=4608712191279648318' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/4608712191279648318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/4608712191279648318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arqomalifh.blogspot.com/2010/04/tak-terungkap-1.html' title='Tak Terungkap (1)'/><author><name>Arqi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_kDC-1fS9T6s/R4x6l87hBfI/AAAAAAAAAAU/3n9Zjgjq0FA/S220/normal_tetes-8.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3324140496270380047.post-274153039002712247</id><published>2010-02-25T15:10:00.000-08:00</published><updated>2010-02-25T15:10:03.254-08:00</updated><title type='text'>Cinta, Rindu dan Cemburu</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_kDC-1fS9T6s/S4cC6dvTOZI/AAAAAAAAADE/wqozwclCrlg/s1600-h/butterfly-.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="281" src="http://2.bp.blogspot.com/_kDC-1fS9T6s/S4cC6dvTOZI/AAAAAAAAADE/wqozwclCrlg/s320/butterfly-.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Banyak orang berbicara tentang masalah ini tapi tidak sesuai dengan yang sebenarnya. Atau tidak menjelaskan batasan-batasan dan maknanya secara syari. Dan kapan seseorang itu keluar dari batasan-batasan tadi. Dan seakan-akan yang menghalangi untuk membahas masalah ini adalah salahnya ¬pemahaman bahwa pembahasan masalah ini berkaitan dengan akhlaq yang rendah dan berkaitan dengan perzinahan, perkataan yang keji. Dan hal in adalah salah. Tiga perkara ini adalah sesuatu yang berkaitan dengan manusia yang memotivasi untuk menjaga dan mendorong kehormatan dan kemuliaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memandang pembicaraan ini yang terpenting adalah batasannya, penyimpangannya, kebaikannya, dan kejelekannya. Tiga kalimat ini ada dalam setiap hati manusia, dan mereka memberi makna dari tiga hal ini sesuai dengan apa yang mereka maknai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Cinta (AI-Hubb)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta yaitu Al-Widaad yakni kecenderungan hati pada yang dicintai, dan itu termasuk amalan hati, bukan amalan anggota badan/dhahir. Pernikahan itu tidak akan bahagia dan berfaedah kecuali jika ada cinta dan kasih sayang diantara suami-isteri. Dan kuncinya kecintaan adalah pandangan. Oleh karena itu, Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam, menganjurkan pada orang yang meminang untuk melihat pada yang dipinang agar sampai pada kata sepakat dan cinta, seperti telah kami jelaskan dalam bab Kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Nasa’i dari Mughirah bin Su’bah Radhiyallahu ‘anhu berkata ;”Aku telah meminang seorang wanita”, lalu Rasulullah&lt;br /&gt;shalallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepadaku :’Apakah kamu telah melihatnya ?” Aku berkata :”Belum”, maka beliau bersabda : ‘Maka lihatlah dia, karena sesungguhnya hal itu pada akhimya akan lebih menambah kecocokan dan kasih sayang antara kalian berdua’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya kami tahu bahwa kebanyakan dari orang-orang, lebih-lebih pemuda dan pemudi, mereka takut membicarakan masalah “cinta”, bahkan umumnya mereka mengira pembahasan cinta adalah perkara-perkara yang haram, karena itu mereka merasa menghadapi cinta itu dengan keyakinan dosa dan mereka mengira diri mereka bermaksiat, bahkan salah seorang diantara mereka memandang, bila hatinya condong pada seseorang berarti dia telah berbuat dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataannya, bahwa di sini banyak sekali kerancuan-kerancuan dalam pemahaman mereka tentang “cinta” dan apa-apa yang tumbuh dari cinta itu, dari hubungan antara laki-laki dan perempuan. Dimana mereka beranggapan bahwa cinta itu suatu maksiat, karena sesungguhnya dia memahami cinta itu dari apa-apa yang dia lihat dari lelaki-lelaki rusak dan perempuan-perempuan rusak yang diantara mereka menegakkan hubungan yang tidak disyariatkan. Mereka saling duduk, bermalam, saling bercanda, saling menari, dan minum-minum, bahkan sampai mereka berzina di bawah semboyan cinta. Mereka mengira bahwa ‘cinta’ tidak ada lain kecuali yang demikian itu. Padahal sebenarnya tidak begitu, tetapi justru sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya kecenderungan seorang lelaki pada wanita dan kecenderungan wanita pada lelaki itu merupakan syahwat dari syahwat¬-syahwat yang telah Allah hiaskan pada manusia dalam masalah cinta, Artinya Allah menjadikan di dalam syahwat apa-apa yang menyebabkan hati laki-laki itu cenderung pada wanita, sebagaimana firman Allah Ta’ala (yang artinya) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu : wanita-wanita, anak-anak,… “,&lt;br /&gt;(Q.S Ali¬-Imran : 14)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andaikan tidak ada rasa cinta lelaki pada wanita atau sebaliknya, maka tidak ada pernikahan, tidak ada keturunan dan tidak ada keluarga. Namun, Allah Ta’ala tidaklah menjadikan lelaki cinta pada wanita atau sebaliknya supaya menumbuhkan diantara keduanya hubungan yang diharamkan, tetapi untuk menegakkan hukum-hukum yang disyari’atkan dalam bersuami isteri, sebagaimana tercantum dalam hadits Ibnu Majah, dari Abdullah bin Abbas radiyallahu anhuma berkata : telah bersabda Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak terlihat dua orang yang saling mencintai, seperti pemikahan .”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan agar orang-orang Islam menjauhi jalan-jalan yang rusak atau keji, maka Allah telah menyuruh yang pertama kali agar menundukan pandangan, karena pandangan’ itu kuncinya hati, dan Allah telah haramkan semua sebab-sebab yang mengantarkan pada Fitnah, dan kekejian, seperti berduaan dengan orang yang bukan mahramya, bersenggolan, bersalaman, berciuman antara lelaki dan wanita, karena perkara ini dapat menyebabkan condongnya hati. Maka bila hati telah condong, dia akan sulit sekali menahan jiwa setelah itu, kecuali yang dirahmati Allah Subhanahu wa ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah lah yang menghiasi bagi manusia untuk cinta pada syahwat ini, maka manusia mencintainya dengan cinta yang besar, dan sungguh telah tersebut dalam hadits bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Diberi rasa cinta padaku dari dunia kalian ; wanita dan wangi¬-wangian dan dijadikan penyejuk mataku dalam sholat”&lt;br /&gt;( HR Ahmad, Nasa’i, Hakim dan Baihaqi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa Allah tidak akan menyiksa manusia dalam kecenderungan hatinya. Akan tetapi manusia akan disiksa dengan sebab jika kecenderungan itu diikuti dengan amalan-amalan yang diharamkan. Contohnya : apabila lelaki dan wanita saling pandang memandang atau berduaan atau duduk cerita panjang lebar, lalu cenderunglah hati keduanya dan satu sama lainnya saling mencinta, maka kecondongan ini tidak akan menyebabkan keduanya disiksanya, karena hal itu berkaitan dengan hati, sedang manusia tidak bisa untuk menguasai hatinya. Akan tetapi, keduanya diazab karena yang dia lakukan. Dan karena keduanya melakukan sebab yang menyampaikan pada ‘cinta’, seperti telah kami sebutkan. Dan keduanya akan dimintai tanggungjawab dan akan disiksa juga dari setiap keharaman yang dia perbuat setelah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun cinta yang murni yang dijaga kehormatannya, maka tidak ada dosa padanya, bahkan telah disebutkan oleh sebagian ulama seperti Imam Suyuthi, bahwa orang yang mencintai seseorang lalu menjaga kehormatan dirinya dan dia menyembunyikan cintanya maka dia diberi pahala, sebagaimana akan dijelaskan dalam ucapan kami dalam bab ‘Rindu’. Dan dalam keadaan yang mutlak, sesungguhnya yang paling selamat yaitu menjauhi semua sebab-sebab yang menjerumuskan hati dalam persekutuan cinta, dan mengantarkan pada bahaya-bahaya yang banyak, namun sangat sedikit mereka yang selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Rindu (Al-’Isyq)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rindu itu ialah cinta yang berlebihan, dan ada rindu yang disertai dengan menjaga diri dan ada juga yang diikuti dengan kerendahan. Maka rindu tersebut bukanlah hal yang tercela dan keji secara mutlak. Tetapi bisa jadi orang yang rindu itu, rindunya disertai dengan menjaga diri dan kesucian, dan kadang-kadang ada rindu itu disertai kerendahan dan kehinaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana telah disebutkan, dalam ucapan kami tentang cinta maka rindu juga seperti itu, termasuk amalan hati, yang orang tidak mampu menguasainya. Tapi manusia akan dihisab atas sebab-sebab yang diharamkan dan atas hasil-hasilnya yang haram. Adapun rindu yang disertai dengan menjaga diri padanya dan menyembunyikannya dari orang-orang, maka padanya pahala, bahkan Ath-Thohawi menukil dalam kitab Haasyi’ah Marakil Falah dari Imam Suyuthi yang mengatakan bahwa termasuk dari golongan syuhada di akhirat ialah orang-orang yang mati dalam kerinduan dengan tetap menjaga kehormatan diri dan disembunyikan dari orang-orang meskipun kerinduan itu timbul dari perkara yang haram sebagaimana pembahasan dalam masalah cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna ucapan Suyuthi adalah orang-orang yang memendam kerinduan baik laki-laki maupun perempuan, dengan tetap menjaga kehormatan dan menyembunyikan kerinduannya sebab dia tidak mampu untuk mendapatkan apa yang dirindukannya dan bersabar atasnya sampai mati karena kerinduan tersebut maka dia mendapatkan pahala syahid di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini tidak aneh jika fahami kesabaran orang ini dalam kerinduan bukan dalam kefajiran yang mengikuti syahwat dan dia bukan orang yang rendah yang melecehkan kehormatan manusia bahkan dia adalah seorang yang sabar, menjaga diri meskipun dalam hatinya ada kekuatan dan ada keterkaitan dengan yang dirindui, dia tahan kekerasan jiwanya, dia ikat anggota badannya sebab ini di bawah kekuasaannya. Adapun hatinya dia tidak bisa menguasai maka dia bersabar atasnya dengan sikap afaf (menjaga diri) dan menyembunyikan kerinduannya sehingga dengan itu dia mendapa pahala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Cemburu (Al-Ghairah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cemburu ialah kebencian seseorang untuk disamai dengan orang lain dalam hak-haknya, dan itu merupakan salah satu akibat dari buah cinta. Maka tidak ada cemburu kecuali bagi orang yang mencintai. Dan cemburu itu ternasuk sifat yang baik dan bagian yang mulia, baik pada laki-laki atau wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika seorang wanita cemburu maka dia akan sangat marah ketik~asuaminya berniat kawin dan ini fitrah padanya. Sebab perempuan tidak akan menerima madunya karena kecemburuannya pada suami, dia senang bila diutamakan, sebab dia mencintai suaminya. Jika dia tidak mencintai suaminya, dia tidak akan peduli (lihat pada bab 1). Kita tekankan lagi disini bahwa seorang wanita akan menolak madunya, tetapi tidak boleh menolak hukum syar’i tentang bolehnya poligami. Penolakan wanita terhadap madunya karena gejolak kecemburuan, adapun penolakan dan pengingkaran terhadap hukum syar’i tidak akan terjadi kecuali karena kelalaian dan kesesatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun wanita yang shalihah, dia akan menerima hukum-hukum syariat dengan tanpa ragu¬-ragu, dan dia yakin bahwa padanya ada semua kebaikan dan hikmah. Dia tetap memiliki kecemburuan terhadap suaminya serta ketidaksenangan terhadap madunya.&lt;br /&gt;Kami katakan kepada wanita-wanita muslimah khususnya, bahwa ada bidadari yang jelita matanya yang Allah Ta’ala jadikan mereka untuk orang mukmin di sorga. Maka wanita muslimat tidak boleh mengingkari adanya ‘bidadari’ ini untuk orang mukmin atau mengingkari hai-hal tersebut, karena dorongan cemburu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kami katakan padanya :&lt;br /&gt;1. Dia tidak tahu apakah dia akan berada bersama suaminya di surga kelak atau tidak.&lt;br /&gt;2. Bahwa cemburu tidak ada di surga, seperti yang ada di dunia.&lt;br /&gt;3. Bahwasanya Allah Subhanahu wa ta’ala telah mengkhususkan juga bagi wanita dengan kenikmatan-kenikmatan yang mereka ridlai, meski klta tidak mengetahui secara rinci.&lt;br /&gt;4. Surqa merupakan tempat yang kenikmatannya belum pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga dan terbetik dalam hati manusia, seperti firman Allah Ta’ala :&lt;br /&gt;“Seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaltu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata scbagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan”&lt;br /&gt;(Q.S As-Sajdah : 17)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, tak seorang pun mengetahui apa yang tcrsembunyi bagi mereka dari bidadari-bidadari penyejuk mata sebagai balasan pada apa-apa yang mereka lakukan. Dan di sorga diperoleh kenikmatan-kenikmatan bagi mukmin dan mukminat dari apa-apa yang mereka inginkan, dan juga didapatkan hidangan-hidangan, dan akan menjadi saling ridho di antara keduanya sepenuhnya. Maka wajib bagi keduanya (suami-isteri) di dunia ini untuk beramal sholeh agar memperoleh kebahagiaan di sorga dengan penuh kenikmatan dan rahmat Allah Ta’ala yang sangat mulia lagi pemberi rahmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun kecemburuan seorang laki-laki pada keluarganya dan kehormatannya, maka hal tersebut ‘dituntut dan wajib’ baginya karena termasuk kewajiban seorang laki-laki untuk cemburu pada kehormatannya dan kemuliaannya. Dan dengan adanya kecemburuan ini, akan menolak adanya kemungkaran di keluarganya. Adapun contoh kecemburuan dia pada isteri dan anak-anaknya, yaitu dengan cara tidak rela kalau meraka telanjang dan membuka tabir di depan laki-laki yang bukan mahramnya, bercanda bersama mereka, hingga seolah-olah laki-laki itu saudaranya atau anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya bahwa kecemburuan seperti ini, di jaman kita sekarang dianggap ekstrim-fanatik, dan lain-lain. Akan tetapi akan hilang keheranan itu ketika kita sebutkan bahwa manusia di jaman kita sekarang ini telah hidup dengan adat barat yang jelek. Dan maklum bahwa masyarakat barat umumnya tidak mengenal makna aib, kehormatan dan tidak kenal kemuliaan, karena serba boleh (permisivisme), mengumbar hawa nafsu kebebasan saja. Maka orang¬orang yang mengagumi pada akhlaq-akhlaq barat ini tidak mau memperhatikan pada akhlaq Islam yang dibangun atas dasar penjagaan kehormatan, kemuliaan clan keutamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam telah mensifati seorang laki-laki yang tidak cemburu pada keluarganya dengan sifat-¬sifat yang jelek, yaitu Dayyuuts: Sungguh ada dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ath-Thabraani dari Amar bin Yasir ; serta dari Al-Hakim, Ahmad dan Baihaqi dan Abdullah bin Amr , dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bahwa ada tiga golongan yang tidak akan masuk surga yaitu peminum khomr, pendurhaka orang tua dan dayyuts. Kemudian Nabi menjelaskan tentang dayyuts, yaitu orang yang membiarkan keluarganya dalam kekejian atau kerusakan, dan keharaman.&lt;br /&gt;(Dikutip darikitab Ushulul Mu’asyarotil Zaujiyah, Edisi Indonesia “Tata Pergaulan Suami Istri Jilid I” Penerbit Maktabah Al-Jihad, Jogjakarta)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;copas dari http://revoluthion.multiply.com/journal/item/49/cintarindu_dan_cemburu_bagian_akhir_bab_khitbah_di_review_tadi&lt;br /&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden" /&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" /&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3324140496270380047-274153039002712247?l=arqomalifh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arqomalifh.blogspot.com/feeds/274153039002712247/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3324140496270380047&amp;postID=274153039002712247' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/274153039002712247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/274153039002712247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arqomalifh.blogspot.com/2010/02/cinta-rindu-dan-cemburu.html' title='Cinta, Rindu dan Cemburu'/><author><name>Arqi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_kDC-1fS9T6s/R4x6l87hBfI/AAAAAAAAAAU/3n9Zjgjq0FA/S220/normal_tetes-8.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_kDC-1fS9T6s/S4cC6dvTOZI/AAAAAAAAADE/wqozwclCrlg/s72-c/butterfly-.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3324140496270380047.post-3266679544869186864</id><published>2010-02-07T14:51:00.000-08:00</published><updated>2010-02-07T14:51:58.459-08:00</updated><title type='text'>Merancang Prestasi Terbaik</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_kDC-1fS9T6s/S29DwzuaeeI/AAAAAAAAAC0/bRPQN8b476k/s1600-h/quote-wallpaper113.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_kDC-1fS9T6s/S29DwzuaeeI/AAAAAAAAAC0/bRPQN8b476k/s320/quote-wallpaper113.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;Hidup, umur, waktu semuanya saling berkaitan. Aku tak tau apakah akan mempunyai waktu yang panjang untuk menempuh hidup di dunia ini ataukah sebentar lagi aku akan menemuiNya. Alangkah ruginya jika akan menghadap pada Allah tapi belum mempunyai prestasi yang akan dipersembahkan padaNya. Apa yang selama ini telah aku lakukan, hanya berbuat untuk diri sendiri saja atau sudah berguna bagi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terinspirasi dari kisah almarhum ayahku, mungkin umur beliau tidaklah panjang. Hanya 30 tahun, tapi aku merasa beliau telah mempunyai prestasi terbaik yang akan beliau persembahkan. Aku sendiri belum mengenal beliau secara dekat, karena aku masih berumur 6 tahun saat di tinggal beliau. Cerita tentang ayahku kudengar dari ibuku. Satu tahun ayahku cuti dari kuliahnya dan ia terjun langsung ke masyarakat untuk pembangunan masjid. Kata ibuku beliau adalah inspirator, penggerak dan penerang di kampung kami. Saat itu sekitar tahun 80-an mungkin di kampung masih sedikit listrik yang masuk. Ku rasa ayahku mempunyai peran besar saat itu, ia adalah mahasiswa Elektro IKIP Jogja. Heemmm... aku ingat masih ada fotoku berumur 3 tahun saat wisuda ayah. Aku juga sama lulusan Elektro juga, tapi serasa aku masih belum berbuat apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup ini sangat mahal, bahkan secara fisikpun tak dapat dijual dengan harta. Seperti mata kita, maukah ditukar dengan mobil Ferrari?. Apalagi dengan kehidupan kita, Allah telah menciptakan kita sangat spesial. Tidak ada orang lain yang menyamai kita. Hidup ini pun sangat singkat, kita lahir - tumbuh - dan meninggal. Oleh karena itu hidup di dunia ini harus mempunyai prestasi yang spesial yang terbaik untuk kita persembahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah riset yang dilakukan terhadap lulusan MBA di Harvard Business School. Riset dilakukan diantara tahun 1979 dan 1989. Pada tahun 1979, para lulusan MBA tersebut ditanya 'apakah anda telah menyusun suatu rencana hidup yang jelas, spesifik dan tertulis?' Hasilnya, 3% menyatakan telah memiliki rencana hidup yang jelas, spesifik dan tertulis. 13% menyatakan telah memiliki rencana hidup yang jelas, spesifik akan tetapi tidak tertulis. Sisanya, 84% menyatakan belum memiliki apalagi menyusun rencana hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh tahun kemudian, 1989, periset yang dipimpin oleh Mark McCormack melakukan wawancara dengan semua responden pada tahun 1979. Hasilnya 13% yang memiliki rencana hidup yang jelas, spesifik tetapi tidak tertulis, memiliki penghasilan rata-rata dua kali lipat dibandingkan dengan mereka yang 84% (belum memiliki dan menyusun rencana hidup). Yang luar biasa, 3% para lulusan yang telah memiliki rencana hidup yang jelas, spesifik dan tertulis memiliki penghasilan yang besarnya rata-rata 10 kali lipat dibandingkan 97% lulusan sekolah bisnis tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa depan memang tidak bisa di tebak, bisa sukses bisa gagal. Kita hidup dalam tiga masa, masa lalu, saat ini dan masa depan. Ada pepatah yang mengatakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Yesterday is history, tommorow is mistery, and today is present day"&lt;/span&gt; Kehidupan masa lalu sudah terjadi dan tidak bisa kita ubah lagi, masa depan masih menjadi misteri dan yang paling pasti adalah masa sekarang, atau saat ini. Kehidupan saat ini adalah hadiah, hadiah pemberian dari Sang Pencipta. Maka kita harus bisa memanfaatkan hadiah tersebut dengan sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun masa depan masih menjadi misteri bagi kita, tapi kita bisa membuat perencanaan. Semakin jelas perencanaan yang kita buat maka semakin jelas pula arah tujuan hidup kita. Sama halnya dengan saat kita membuat proposal kegiatan, tujuannya apa, berapa lama kegiatannya berlangsung, anggaran dana yang dibutuhkan dan sebagainya. Saat membuat proposal tentunya masih belum pasti semua tujuan itu bisa tercapai, atau dana yang dibutuhkan mencukupi. Akan tetapi dengan lebih terrencana selalu akan lebih baik daripada membuat kegiatan dadakan. Begitu pula dengan hidup ini, tentunya lebih lama daripada kegiatan yang kita buat dalam proposal diatas, tetapi malah belum membuat perencanaan, termasuk diriku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Allah telah memanggilku kehadapanNya dan menanyakan "Aku telah menciptakan kamu dengan sangat spesial dan berharga mahal, coba ceritakan prestasi-prestasi apa yang pernah kamu capai ketika hidup di muka bumi yang sebanding dengan harga kamu?". Pasti akan keluar banyak keringat dingin karena belum mempunyai prestasi yang patut dibanggakan di hadapanNya. Prestasi terbaik itu tidak kita rancang dalam jangka waktu yang pendek, namun bisa jadi diraih ketika usia 40, 50 atau 60.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, kita harus membuat perencanaan hidup lebih baik secara jelas, spesifik dan tertulis untuk merancang prestasi terbaik yang nanti akan kita persembahkan kepadaNya. Boleh jadi perencanaan tersebut belum terasa 1 sampai 3 tahun kedepan, tetapi ini untuk jangka panjang. Aku juga ingin membuat proposal hidup seperti yang telah dibuat oleh mas Jamil. Bismillah. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;sumber: workbook "Tuhan, Inilah Proposal Hidupku" - Jamil Azzaini (http://jamil.niriah.com/)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden" /&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden" /&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" /&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3324140496270380047-3266679544869186864?l=arqomalifh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arqomalifh.blogspot.com/feeds/3266679544869186864/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3324140496270380047&amp;postID=3266679544869186864' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/3266679544869186864'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/3266679544869186864'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arqomalifh.blogspot.com/2010/02/merancang-prestasi-terbaik.html' title='Merancang Prestasi Terbaik'/><author><name>Arqi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_kDC-1fS9T6s/R4x6l87hBfI/AAAAAAAAAAU/3n9Zjgjq0FA/S220/normal_tetes-8.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kDC-1fS9T6s/S29DwzuaeeI/AAAAAAAAAC0/bRPQN8b476k/s72-c/quote-wallpaper113.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3324140496270380047.post-5578117131760184662</id><published>2010-01-09T13:04:00.000-08:00</published><updated>2010-01-10T07:11:28.285-08:00</updated><title type='text'>Desember Vacation</title><content type='html'>aaarrrgghhh.. I hate english since I was elementary school, so usually I got bad grade. But now I must use english in my report. This is the simples way to learn english, to write in every article. I'm sorry if I don't use tense or grammar. I just write what in my head, may be this is worse than five grades... ooohh I'm not smarter than five grades hiks..hiks.. so please correct my mistake, it's would be much mistakes. I'm sorry if this not convenient for you reader :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Now.. what would I write... o yeah the little story about my vacation on Desember. This Desember have many holiday in friday, so I can get 3 days holiday in every week. The first holiday, actually I wanna go to Bandung, but my big father (halah opo yo bahasa inggrise pakde kuwi) send me SMS, he tell me that his family will go to Puncak. And he invited me to join vacation in Puncak. Wow.. this is interesting, actually I have never gone to Puncak and I really want to go there.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thursday night -the moslem new year-, 17 Desember after back from work at 19.00 Pakde pick me from my home (bukan rumahku ding, numpang aja :P ) and go to Depok, this night stay in his home. So can go to Puncak in Friday morning in order not to get stuck on the way to Puncak. We go Puncak at 7 o'clock, but still in holiday the road always full. Alhamdulillah, policeman set the road for one way. We can directly use the way by fast till Villa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awweesoommeee.. I don't thing why this villa so big, have large land, swimming pool, and there is not only one building. "Who have this vila", I ask to pakde. Hah this Villa has Mr. Fahmi Idris.. oalah pantesan this Villa is big, Ministers have this gitu loch. But why we can stay in this Villa? "ooh.. he is my friend at HMI". whuaahh... you have friend a big person in this country, I pride too.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This is Friday, so I must to pray friday (maksudku sholat jumat). In the Masjid -don't use mosque for Masjid- near Villa, there is something different about sholat jum'atnya. What the different than usual sholat jumat in other masjid, the different u can see in &lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/notes/item/17"&gt;this notes&lt;/a&gt;. The temperature in this night is very very cold, different with Jakarta, so I use thick blanket. But in morning covered with cold, I wanna take a walk to find a fresh air and look the beauty of sunrise at Puncak. Subhanallah, can not tell how the beauty of creation and unfortunately I did not bring a camera to capture.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In the second vacation I go to Bandung. Actually, at least once every month I went to Bandung, but later already three months I did not go to Bandung. After the umpteenth time I go to Bandung, only this time I had a different experience. May be people look me a crazy, but this is not seberapa than other people. -kok yo angel to, nulis ndadak diartike ndhisik. wis lah ben cepet nulis critane-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lanjut Gan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, waktu liburan ke dua itu adalah malam tanggal 25 berangkat naik kereta. Ternyata kereta parahyangan yang jam 5 sore tidak diberangkatkan, akhirnya di undur ke jam 9 malam -telat juga- dan sampainya di Stasiun Bandung jam 00.30. waaah jam segini dah jarang bangets ada angkot, padahal untuk sampai ke kosan bisa tiga kali naik angkot. Sebenernya sih masih ada taxi yang berkeliaran, tapi pikiran buruk mempengaruhiku "ayo jalan aja.. jalan aja.. belum pernah kan jalan kaki dari stasiun sampe kostan". Dan akhirnya aku mengikutinya juga. "wah seru juga nih, tengah malam hari jalan kaki sepajang kota bandung. Adrenalinku semakin melonjak2 berfikiran bagaimana nanti kalau ada preman atau penjahat nanti di todong, di mintain uang atau bisa-bisa ditonjokin.. ampun  dah klo begitu ane siap-siap ambil langkah seribu -terlalu berlebihan berfikiran seperti itu, enjoy aja deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari stasiun bandung sy jalan ke selatan lewat Braga -rada ngantuk, beli 2 kaleng kopi-, eh ternyata malam tgl 25 Braga sepi-sepi aja. Lanjut jalan lagi, lewati orang-orang yang gak punya rumah tidur dijalan sembarangan. Trus lewat segerombolan orang bersepeda motor, diem aja sambil jalan terus. Eh ternyata berbeda, walaupun sering lewat pake sepeda motor, tapi kalau jalan kaki rasanya jadi beda -ya iya lah, capee kali-, bukan itu tapi bisa lebih menikmati perjalanan. Jadi kepikiran, pernah melihat orang yang keliling Indonesia dengan bersepeda, tiap melewati kabupaten atau kecamatan minta tanda tangan dari kepolisian. Bisa juga dia hidup makan, minum. Ada yang selalu mengawasi dan menjaga kita. Berjalan sambil merenungi hidup, tentang orang-orang yang tidak punya rumah, pengamen, penjual nasi goreng yang kebetulan jalan bareng. Bukannya dihadapanNya kita ini semua sama, tapi alhamdulillah saya sangat bersyukur bisa menikmati hidup ini lebih dari mereka. Tak terasa sudah sampai di Buah Batu, masih ada ojek yang manggil-manggil, aa mau ke STT ya? -duh tanggung banget, udah nyampe sini baru ada ojek- Iya bang, deket lagi kok, mau ke Kordon. Ku biarin aja tukang ojek itu, abis gak dari tadi. tak lama kemudian eh ketemu bencong -gak usah diceritain lah bagian ini-. Alhamdulillah tak lupa ku membawa kunci kostan jadi tak mengganggu temen yang udah tidur, -masih ada yang bangun juga- sekitar jam setengah tiga pagi sampai di kost (bukan kost, tapi rumah temen).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari jumatnya, sebelum jumatan sempet chatingan dengan &lt;a href="http://muhammadrenaldo.blogspot.com/"&gt;edo&lt;/a&gt; dan janjian buat jumatan di Daarut Tauhid, sy jemput di kampus -tapi karena udah telat berangkatnya jadi gak kesampaian deh di DT. Dan Jumat itu hujan pula. Nunggu agak lama di masjid, dan setelah agak reda jalan deh ke BEC, trus ke distro, dan pulang sampe malem kehujanan, ban bocor -sepertinya ga penting buat diceritain-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari berikutnya jalan bareng &lt;a href="http://lelakisejarah.blogspot.com/"&gt;wahied&lt;/a&gt; ke Ciwalk, nganterin nyari baju -akhirnya ga beli juga- trus ngeliatin cosplay trus makan sushi -gaya-gayaan makan beginian, ga tau cara makannya, rasanya juga ga cocok dengan lidah ~,~. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kok kaya'nya dah kepanjangan ceritanya, dikit lagi deh. Liburan ketiga, ini yang dari awal-awal bulan dah direncanakan. Puuulaaaang kampuungg ke Muntilan. Yaudah deh, sy upload foto2nya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://images.arqomalifh.multiply.com/image/jz4rNSAc0WR-5duLccKaCg/photos/1M/300x300/367/Photo0010-copy.jpg?et=U10yhkOsburZeLNWU%2C5GlQ&amp;amp;nmid=0" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://images.arqomalifh.multiply.com/image/jz4rNSAc0WR-5duLccKaCg/photos/1M/300x300/367/Photo0010-copy.jpg?et=U10yhkOsburZeLNWU%2C5GlQ&amp;amp;nmid=0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="multiply:no_crosspost"&gt;Foto-foto atau bagian cerita ada yang saya postkan di:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://koprol.com/users/arqomalifh"&gt;koprol&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/arqomalifh"&gt;Facebook&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.plurk.com/arqomalifh"&gt;Plurk&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/notes"&gt;Multiply notes&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden" /&gt;&lt;input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3324140496270380047-5578117131760184662?l=arqomalifh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arqomalifh.blogspot.com/feeds/5578117131760184662/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3324140496270380047&amp;postID=5578117131760184662' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/5578117131760184662'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/5578117131760184662'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arqomalifh.blogspot.com/2010/01/desember-vacation.html' title='Desember Vacation'/><author><name>Arqi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_kDC-1fS9T6s/R4x6l87hBfI/AAAAAAAAAAU/3n9Zjgjq0FA/S220/normal_tetes-8.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3324140496270380047.post-5687541440517655664</id><published>2009-12-11T02:21:00.000-08:00</published><updated>2009-12-11T19:52:20.190-08:00</updated><title type='text'>Sup Ceker Ayam untuk Jiwa, sama kah dg Chicken Soup for Soul?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_kDC-1fS9T6s/SyMSUjIM3fI/AAAAAAAAACo/wnXLpWfPaNU/s1600-h/cartoon_chicken22.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_kDC-1fS9T6s/SyMSUjIM3fI/AAAAAAAAACo/wnXLpWfPaNU/s320/cartoon_chicken22.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Sering kali ketika mampir di toko buku pasti ada buku &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Chicken Soup&lt;/span&gt;, rada penasaran dengan buku-buku yang punya bermacam judul dan tidak puas hanya membaca gratisan di toko buku akhirnya aku memutuskan untuk mengoleksinya sebagai pengantar tidur. Bukan berarti aku akan me&lt;span style="font-style: italic;"&gt;review&lt;/span&gt; buku ini, tapi kalau sekilas kubaca-baca buku-buku &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Chicken Soup&lt;/span&gt; ini tentang cerita-cerita pendek inspirasi hidup atau motivasi yang membuka hati serta menumbuhkan semangat kembali. Walaupun ada juga tentang spiritual, tapi otakku ini merasa kurang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sreg&lt;/span&gt; dengan ceritanya (tau sendiri lah siapa yang menulis, pasti juga berdasar spiritual yang mereka alami). Mendingan baca cerita-cerita dari &lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/contacts"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;contact&lt;/span&gt; multiply&lt;/a&gt; ini, lebih pas untuk menginspirasi. Bisa jadi kalau di bukukan menjadi saingan buku-buku &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Chicken Soup&lt;/span&gt; ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau di terjemahkan ke bahasa Indonesia memang kurang pas, mengapa ku terjemahkan menjadi Sup Ceker Ayam untuk Jiwa...itu adalah cerita lain. Konon diambil judul Chicken Soup ini karena sup ayam ini biasa dijadikan salah satu obat penyembuh untuk orang sakit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lhah... berarti yang baca buku ini orang sakit jiwa?" -karena penasaran juga dengan kondisi jiwaku, beberapa waktu lalu (liat status FBku) aku ke RS di deket rumah Jl KS Tubun ke bagian radiologi untuk biar tau kondisi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Thorax&lt;/span&gt;-ku, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;alhamdulillah&lt;/span&gt; ternyata gak apa2. Hanya penasaran yang berlebihan-  Emang jiwa bisa di ter&lt;span style="font-style: italic;"&gt;capture&lt;/span&gt; dengan sinar-X gitu .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang sup ceker ayam - ini beneran, bukan dalam arti kiasan. Semenjak aku tinggal di rumah bude dari bulan Juli lalu, kalau makan biasanya ditambah ceker ayam - entah itu dimasak sendiri atau dicampur dengan sup. Enak sih, harus &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngrikiti&lt;/span&gt; jari-jari kaki ayam itu. Rasanya jadi tambah gurih kalau supnya ditambah ceker ayam. Aku juga ndak tau gimana cara masaknya - ini bukan bagaimana membuat resep masakan sup ceker ayam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibalik itu semua bude yang snantiasa tepat waktu, tiap pagi jam 07:30 atau malam jam 19:30 sehabis aku sholat isya di Masjid belakang rumah, karena kamarku di lantai dua pasti ada panggilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Arqiiii ayo makaaan!!!" entah aku sedang asik onlen di depan qompie atau belum mandi yang pasti aku harus turun, kalau tidak si mbak pasti disuruh naik untuk memanggilku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu pas waktu masih ngekost di Bandung, biasanya makan ya terserah sendiri pas laper makan, kalau belum laper ntar aja. Tapi disini sekarang bude yang kata mas-masku itu galak atau cerewet...yah aku disini hanya numpang saja, tapi banyak pelajaran yang ku dapat tentang disiplin, dan punya pengalaman yang banyak. Umur beliau yang tiga kali umurku pasti banyak ilmu yang bisa kudapat. Karena itulah tiap makan pagi atau makan malam sambil makan sup ceker ayam aku dapat pencerahan jiwa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita tentang pengalaman beliau, yang sampai sekarang masih sibuk terus, ikut pengajian-pengajian, gamelan atau bisnisnya. Beliau masih akrab dengan teman-teman SMA beliau yang di jakarta atau di jogja. -wah patut di contoh, jadi terpikir bagaimana masa tuaku nanti...apakah hanya diam saja dirumah atau masih banyak kesibukan masih banyak dibutuhkan oleh orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga sering menceritakan tentang perjuangan hidup itu, bagaimana cerita mas-masku atau tentang teman-teman beliau yang sukses. Mengingatkan masa muda itu harus diisi dengan kegiatan-kegiatan yang positif. Dulu beliau tinggal di lingkungan kraton jogja, dan tinggal bersama kakeknya diajarkan ikut banyak kegiatan berenang, menari dsb dan sampai sma tidak boleh pacaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"saya juga sampe bekerja ini tidak pacaran kok" dalam batinku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trus bude tiba-tiba senyum-senyum gak jelas, waktu itu sehabis dari jogja. "Denger denger Arqi katanya mau nikah ya, udah gak usah malu ma bude"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;waduh, keringat dinginku keluar...aku berpikiran macam-macam "jangan-jangan mau dijodohin nih, emang kapan aku pernah ngomong begitu dirumah"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lha kata siapa bude?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu kata pakdemu di Jogja"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunggu..tunggu... sepertinya ada yang miskomunikasi.. oh iya, kalau dirumah kadang ditanyain mana pacarnya? masa sih cowo se ganteng aku sampai kerja sekarang masih belum punya pacar juga, adek aja udah lama. Yah kubilang aja. "Ntar Arqi mau langsung nikah aja"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lho dari sup ceker ayam kok malah jadi seperti ini ya... yah pokoknya saat makan pagi atau makan malem berbarengan dengan sup ceker ayam itu banyak hikmah yang bisa diambil dari cerita, petuah dan nasehat dari pengalaman bude yang bisa membangkitkan kembali semangatku dan juga inspirasi-inspirasi dalam menjalani hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*gambar dari &lt;a href="http://www.mhl.org/kids/fun/?p=1540"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="multiply:no_crosspost"&gt;*crosspost &lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/journal/item/158/Sup_Ceker_Ayam_untuk_Jiwa_sama_kah_dg_Chicken_Soup_for_Soul"&gt;Multiply&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden" /&gt;&lt;input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3324140496270380047-5687541440517655664?l=arqomalifh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arqomalifh.blogspot.com/feeds/5687541440517655664/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3324140496270380047&amp;postID=5687541440517655664' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/5687541440517655664'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/5687541440517655664'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arqomalifh.blogspot.com/2009/12/sup-ceker-ayam-untuk-jiwa-sama-kah-dg.html' title='Sup Ceker Ayam untuk Jiwa, sama kah dg Chicken Soup for Soul?'/><author><name>Arqi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_kDC-1fS9T6s/R4x6l87hBfI/AAAAAAAAAAU/3n9Zjgjq0FA/S220/normal_tetes-8.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kDC-1fS9T6s/SyMSUjIM3fI/AAAAAAAAACo/wnXLpWfPaNU/s72-c/cartoon_chicken22.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3324140496270380047.post-5243589991446682793</id><published>2009-12-01T05:05:00.000-08:00</published><updated>2009-12-01T05:16:20.401-08:00</updated><title type='text'>Bismillahirrahmanirrahiem, Start From The Beginning</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Setelah beberapa minggu ini aku merasa jenuh dengan aktifitasku, ditambah lagi dengan kondisi badan yang menurun jadi merasa hari berganti hari tanpa ada perubahan. Atmosfer dunia kerja memang berbeda dengan atmosfer ketika kita masih sekolah atau kuliah. Perbedaan umur, perbedaan kultur, dan lainnya menjadikan kita harus pandai pandai dalam beradaptasi, cara bertutur kata dan bersikap pun harus dibedakan bagaimana dengan atasan, bawahan atau rekan kerja. Bagiku sih tidak terlalu menjadi soal, hanya saja terkadang kita saat masih dalam kuliah banyak teman seumuran, biasa banyak bercanda, bertanya, beradu argument ataupun mencontek (hehe.. ketauan males ngerjain tugas), jadi masih merasa ‘selevel’ dengan teman. Apalagi sekarang tidak tinggal di kost banyak temen yang kalau malam masih sering ngobrol, nonton tv, maen kartu apalagi sampe pagi. huhuhu… kalau sekarang setelah jam 9 malam langsung naik loteng terus ke kamar tidur. Serasa sepi deh, hanya qompie dan inet ini temenku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya teman bisa kita jadikan rival untuk bersaing, itulah yang bisa menjadikan tidak jenuh. Jenuh sebenarnya terjadi karena merasa melakukan sesuatu terus menerus dan tidak berubah dalam suatu waktu. Tetapi harus kita ingat kembali apa yang dimaksud dengan proses. Proses akan terus berjalan, entah itu dalam waktu singkat atau cepat. Kita sendiri harus mampu mengukur kecepatan proses itu berlangsung disesuaikan dengan kemampuan kita. Jangan terlalu cepat sehingga kita sendiri tidak mampu mengejarnya dan jangan terlalu lambat sehingga akan merasa jenuh. Oleh karena itu harus ada yang namanya target, target itu sebisanya harus kita tulis dalam jangka berapa lama akan kita capai target tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya tidak terlalu tepat juga ketika menjadikan orang lain sebagai pembanding dalam mencapai kesuksesan, karena ukuran kesuksesan tiap orang itu berbeda-beda. Ketika tidak menemukan pembanding maka bisa jadi tidak akan berkembang atau bisa menjadi sombong. Maka ukuran yang tepat sebagai pembanding adalah diri kita sendiri dengan target capaian yang diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Saat males, jenuh, pengen nyari-nyari semangat dari orang lain akhirnya liat-liat status di fesbuk, plurk, twitter tapi rasanya status tiap orang juga begitu-begitu aja, jadi kurang menarik. Trus buka buka multiply temen biasanya banyak yang lucu-lucu atau menarik, tapi ngerasa sama aja. Blog walking, banyak blog yang belum di update. Buka kaskus,pinguin, berita, detik, kompas, eramuslim, dakwatuna, warnaislam, .. tidaaakkkk… rasanya semuanya tidak ada yang menarik dan sama saja. Kemudian tiduran buka-buka buku… tulisannya juga itu-itu aja. Akhirnya tiduran sambil merenung mulai dari kecil sampai sekarang, tiba-tiba terlintas kata-kata guru bahasa Indonesia saat SMA “Setiap manusia yang dilahirkan di muka bumi ini adalah hebat”. Aku coba merenungkan kembali perkataan tersebut sambil terbayang apa yang telah kulihat-lihat tadi dari teman-temanku dan kubandingkan dengan waktu awal kali bertemu. Aku jadi merasa hidup dikelilingi oleh orang-orang hebat dan aku juga merasa hebat setelah dibandingkan dengan saat masih kecil. Yah begitulah bisa dijadikan cara untuk membangkitkan kembali semangat, ternyata dari diri sendiri bukan dari orang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah..."&lt;br /&gt;-Q.S. Ali ‘Imran : 110-&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang paling berat dalam suatu hal adalah mengawali sesuatu. Biasanya akan banyak pikiran yang mengusik seperti “ah nanti aja bisa dikerjakan masih ada waktu kok”, “sepertinya sudah telat kalau dikerjakan sekarang”, “sudah tidak bisa lagi kalau sekarang”, “hiburan dulu deh, itu dikerjakan setelah ini”, “aku tidak bisa” dan masih banyak lagi yang menjadi penghambat pikiran kita. Awal sesuatu itu memang berat seperti halnya roket mau meluncur meninggalkan bumi pasti butuh tenaga yang dahsyat, tapi setelah mengorbit ia akan mengikuti pergerakan rotasi bumi dengan sendirinya. Seperti itulah jika kita punya impian yang melayang diatas langit juga harus punya persiapan yang matang. Jangan saklek mengawali sesuatu dengan seberat itu menjadikan pesimis diawal, mulailah dengan hal yang ringan-ringan saja dan tiap hari harus berubah lebih baik. Bukan hal yang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;anget-anget&lt;/span&gt; diawal terus kemudian &lt;span style="font-style:italic;"&gt;mlempem&lt;/span&gt;, tapi akankah lebih baik jika tiap waktu selalu lebih baik walaupun itu hal yang kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;Hanya ada dua cara untuk menjalani hidup Anda.&lt;br /&gt;Yang pertama adalah menjalaninya seakan-akan keajaiban itu tidak pernah ada.&lt;br /&gt;Yang kedua adalah menjalaninya seakan-akan segala sesuatu adalah keajaiban.&lt;br /&gt;-Albert Einstein-&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sejak dari hari kamis kemaren disuruh benerin, ada beberapa pelanggan yang tidak bisa browsing. Setelah di cek ternyata beberapa pelanggan telfon itu cuma dalam satu modul aja. Langsung aja kepikiran kalau yang rusak itu modul GILCAnya, nah diganti dah dengan modul yang lain, eh ternyata hasilnya sama aja gak berubah. Hari telah sore, jam 5 lebih. Lantas ku bilang ke bapak Telkomnya, “pak senin aja ya perbaikannya” Akhirnya senin kemaren ku datangi lagi site itu, setelah nanya-nanya temen dikasih saran di restart aja atau modul GISnya diganti ke slave. Wah ngerestart system bisa jadi ada gangguan telpon tidak bisa digunakan, untungnya masih baru dan pelanggannya baru sekitar seratusan. Banyak juga kalau begitu, kemungkinan sekitar 3 menit baru kembali seperti semula. Setelah direstart atau diganti modul GISnya ternyata masih sama saja. Pikirkan aja ada sebuah keajaiban hehe.. sambil ngerasa gak mungkin juga. Lantas kubuka dokumen lama dan sedikit utak-atik konfigurasinya dan teeteeett…. Alhamdulillah berhasil. Yah dengan modal sabar dan tawakal tak lupa berdo’a akhirnya terpecahkan juga masalah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kDC-1fS9T6s/SxUWZj2ZRpI/AAAAAAAAACc/aJ7V0xBZMk0/s1600/Snapshot_20090825+copy.jpg"&gt;&lt;img style="float:center; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_kDC-1fS9T6s/SxUWZj2ZRpI/AAAAAAAAACc/aJ7V0xBZMk0/s320/Snapshot_20090825+copy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410255155731449490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ada hal kecil barangkali terlupakan, suatu hal yang kita anggap biasa bisa jadi itu adalah luarbiasa. Benar juga kata-kata Einstein diatas, aku memilih yang kedua menjalani sesuatu adalah keajaiban. Kita ambil contoh mengapa jari kita bisa menekuk, itu adalah hal yang telah kita tahu dan itu hal yang biasa saja karena tiap hari kita juga menggerakkannya. Tapi coba kita renungi lagi bagaimana pergerakan otot jari ketika menekuk, tanpa ada perintah dari syaraf maka jari tersebut tidak akan bergerak, dan syaraf tidak hanya menggerakkan satu sel saja melainkan berjuta sel otot kita sehingga jari bisa menekuk. Harus senantiasa kita syukuri jika ada salah satu sendi tidak mau bergerak maka kita akan kesusahan. Semoga bisa mengambil hikmah mencari keajaiban yang akan terjadi pada hari ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3324140496270380047-5243589991446682793?l=arqomalifh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arqomalifh.blogspot.com/feeds/5243589991446682793/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3324140496270380047&amp;postID=5243589991446682793' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/5243589991446682793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/5243589991446682793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arqomalifh.blogspot.com/2009/12/bismillahirrahmanirrahiem-start-from.html' title='Bismillahirrahmanirrahiem, Start From The Beginning'/><author><name>Arqi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_kDC-1fS9T6s/R4x6l87hBfI/AAAAAAAAAAU/3n9Zjgjq0FA/S220/normal_tetes-8.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kDC-1fS9T6s/SxUWZj2ZRpI/AAAAAAAAACc/aJ7V0xBZMk0/s72-c/Snapshot_20090825+copy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3324140496270380047.post-3926161950664902451</id><published>2009-10-28T11:27:00.000-07:00</published><updated>2009-10-28T16:49:53.867-07:00</updated><title type='text'>Perjalanan Naik Kereta</title><content type='html'>  &lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/photos/hi-res/1M/362"&gt;&lt;img class="alignright" src="http://images.arqomalifh.multiply.com/image/Lf17yWm05xO9tLbbwvWECQ/photos/1M/300x300/362/dlmkeretabisnis.jpg?et=BFwGvXA13inOHvNg7PRNbQ&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;Pernah tau cerita Warkop? Ketika Dono naik kereta tapi tidak perlu beli tiket.. Dono waktu itu berdua hanya bawa satu tiket, nah ada tipsnya ketika di cari oleh petugas pemeriksa tiket ia berdua masuk ke toilet berbarengan, jadi dikira petugas pemeriksa tiket hanya satu orang saja didalam toilet. Dono menunjukkan caranya pada penumpang lain. Dilain waktu bertemu lagi dengan penumpang tersebut, lantas ia mencoba seperti triknya Dono 2 orang satu tiket. Tapi Dono sendiri bilang 1 orang tanpa tiket. Tertipulah penumpang tersebut oleh Dono disuruhnya masuk ke dalam toilet, tapi ternyata yang mengambil tiket 2 orang penumpang tersebut adalah Dono sendiri dan ia memberikannya pada petugas pemeriksa, akhirnya ia bisa naik kereta tanpa membeli tiket.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Trik tersebut memang tidak akan saya gunakan ketika naik kereta, karena itu hanya sekedar cerita lucu saja. Nah, beberapa waktu belakangan ini saya sering bepergian menggunakan kereta ke arah Bandung atau ke Jogja. 3 Jenis kereta pernah saya coba, dari kereta ekonomi yang berdesak-desakan sampai akhirnya cuma bisa dapet duduk di samping pintu keluar atau depan toilet dan akhirnya memutuskan untuk berdiri saja. Kemudian naik kereta Eksekutif yang nyaman duduknya tanpa ada gangguan dari pedagang dan bisa sambil nonton TV kemudian disuguhi makanan ringan ataupun majalah untuk bacaaan. Tetapi kereta berkelas bisnislah yang sering ku pilih.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sering kali ketika kita naik kereta bisnis banyak penumpang yang membeli tiket secara langsung.Tetapi jangan tidak membeli tiket, hal tersebut tidak saya sarankan, walaupun tetap saja ada orang yang tidak membeli tiket. Membeli tiket secara langsung kita mempunyai peluang untuk dapat tempat duduk atau tidak mendapat tempat duduk. Perjalanan jauh lebih saya sarankan untuk memesan terlebih dahulu, tidak secara langsung. Namun untuk perjalanan jarak dekat semisal dari Jakarta menuju Bandung, jika anda mempunyai waktu luang sebaiknya datang lebih awal agar anda bisa mendapat tempat duduk. Namun apabila anda terburu-buru dan belum sempat membeli tiket, maka bersiaplah untuk membawa koran selama perjalanan. Mengapa setidaknya harus membawa koran?, coba anda lihat foto diatas. Foto tersebut diambil saat perjalanan dari Jakarta menuju Jogjakarta hari Jumat tanggal 16 Oktober 2009.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dari foto diatas dapat terlihat betapa penuhnya kereta, untuk jalur untuk jalan saja dipenuhi orang digunakan sebagai lapak untuk tempat tidur. Alhamdulillah perjalanan ke Jogja tersebut 1 pekan sebelumnya saya sudah membeli tiket jadi saya bisa dapat tempat duduk. Tidak hanya itu saja, tetapi dalam kereta bisnis itu terkadang saat berhenti di stasiun biasanya ada pedagang yang jualan, terpaksalah orang yang tidur dilantai tersebut harus mau dilangkahin oleh para pedangan, tidak mengenakkan bukan..&lt;br&gt;&lt;br&gt;Berbeda lagi ketika saya naik kereta bisnis Jakarta-Bandung, karena jarak tidak terlalu jauh jadi terkadang saya sering beli tiket langsung, begitu pula dengan penumpang lain. Disini kita punya peluang untuk mendapat tiket tanpa tempat duduk. Alhamdulillah perjalanan hari ahad tanggal 25 Oktober 2009 kemaren saya mendapat tiket bertuliskan tanpa tempat duduk. Seperti kata Walter R Chryler "Beberapa orang menciptakan peluang mereka sendiri; Beberapa lainnya pergi ke mana peluang sangat besar; Beberapa lainnya gagal mengenalinya ketika mereka dihadapkan pada peluang." Begitu pula yang saya contohkan dalam naik kereta ini.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Saya lihat ternyata banyak juga orang yang mendapat tiket tanpa tempat duduk, tapi hal yang dilakukan berbeda ada yang langsung mencari tempat didekat pintu, ada yang membeli koran, untuk tempat duduk, dan ada juga yang duduk di kursi. Saya memilih untuk duduk di kursi yang masih kosong dan saya cari dari gerbong yang paling depan. Disini ada orang yang bisa mendapat peluang untuk dapat tempat duduk dan ada pula yang mendiamkan peluang tersebut diambil orang lain. Alhamdulillah tempat yang saya duduki benar-benar kosong dan jikalau ada orang yang mau menempati kursi tersebut saya tinggal pindah saja ke tempat lain.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dua kali saya pernah mendapat tiket tanpa tempat duduk tersebut tetapi saya tetap mendapatkan tempat duduk, ini bukanlah keberuntungan yang saya dapatkan, tetapi ini adalah karunia dari Allah. Jangan pernah berfikir bahwa kejadian didunia ini adalah keberuntungan saja tanpa adanya kehendak dari Allah. Tetapi semua ini adalah karunia yang Allah berikan dan itu akan membuat kita senantiasa bersyukur pada-Nya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Oh iya, masih ada cerita lagi saat perjalanan dikereta.. Di perjalanan yang lumayan memakan waktu biasanya akan jenuh jika tidak ada yang diajak ngobrol. Saya yang pendiam ini biasanya tidak berani menyapa orang terlebih dahulu, tapi ketika sebelah kita mengajak ngobrol bisa jadi teman yang seru dan bisa mendapatkan pengalamannya. Sebagian teman duduk dikereta tersebut biasanya tukaran nomer HP atau email. Saat perjalanan ke Bandung beberapa bulan lalu sama-sama mendapat tiket tanpa tempat duduk, ternyata teman tersebut bekerja di Rumah Sakit dekat tempat tinggal saya, kemudian bersama seorang tentara yang banyak cerita tentang jaringan dan dunia maya dan ada lagi &lt;a href="http://adityonunoz.multiply.com"&gt;teman&lt;/a&gt; seorang akuntan dari Jogja yang meminjamkan kameranya untuk mengambil gambar diatas hehe..  Tengkyu Bro klo dah baca ini&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3324140496270380047-3926161950664902451?l=arqomalifh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arqomalifh.blogspot.com/feeds/3926161950664902451/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3324140496270380047&amp;postID=3926161950664902451' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/3926161950664902451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/3926161950664902451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arqomalifh.blogspot.com/2009/10/perjalanan-naik-kereta.html' title='Perjalanan Naik Kereta'/><author><name>Arqi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_kDC-1fS9T6s/R4x6l87hBfI/AAAAAAAAAAU/3n9Zjgjq0FA/S220/normal_tetes-8.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3324140496270380047.post-8944355639977322347</id><published>2009-10-26T16:41:00.000-07:00</published><updated>2009-10-26T16:45:24.545-07:00</updated><title type='text'>Udah ku bilang, Aku bukan Spiderman ;(</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_kDC-1fS9T6s/SuY0OJuVazI/AAAAAAAAACU/xfJKygDLIN0/s1600-h/spiderman3_300806-1024+copy.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 205px; height: 154px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_kDC-1fS9T6s/SuY0OJuVazI/AAAAAAAAACU/xfJKygDLIN0/s320/spiderman3_300806-1024+copy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397058621183191858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Siapa juga yang bilang bahwa aku ini adalah Spiderman, pastilah tidak akan ada orang yang percaya (tadi kepikiran mau edit gambar disamping diganti dg wajahku, tapi pasti dianggap narsis) hehe... kalau ku bilang bahwa aku mirip dengan Clark Kent, Peter Parker atau Bruce Wayne… hahaha.. tetep aja ding tidak ada yang percaya. Tapi ada juga yang sama (tetep kekeuh jg ;P ). Persamaannya adalah mereka orang biasa yang juga bekerja, sebagai penulis atau fotografer di sebuah Koran, ga masalah bekerja dimanapun tapi yang kita kenal mereka sebagai pahlawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jikalau hidup hanya digunakan untuk diri sendiri, bekerja untuk mencari makan dan memperkaya diri mencari kebahagiaan untuk sendiri itu sama saja dengan kehidupan yang biasa saja tanpa ada nilai plus. Seorang Superhero tidak akan berfikiran seperti itu, ia akan mencari cara bagaimana untuk menyelamatkan manusia. Walaupun Peter Parker hidup masih ngontrak atau tinggal dengan neneknya, hidup sebagai orang biasa tetapi ketika ia menjadi Spiderman ia akan dibutuhkan setiap orang sebagai penyelamat. Menjadi seorang pahlawan pastilah akan mempunyai nilai lebih dihadapan manusia ataupun Allah dibandingkan dengan seorang yang biasa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin terlalu berhayal dengan adanya Superman, Batman ataupun Spiderman dll, tapi sejatinya orang-orang seperti mereka memanglah ada. Merekalah orang yang hidup bukan untuk diri sendiri. Ada juga orang yang hidup untuk diri sendiri namun ternyata ia bisa menjadi penyemangat bagi orang lain ketika ia tetap bersemangat dalam hidupnya yang cacat atau kekurangan. Namun ketika kita bisa lebih dari itu mengapa tidak kita lakukan. Berat memang ketika dengan diri sendiri saja kesusahan apalagi harus melakukan perjuangan, pengabdian atau pengorbanan, tapi itulah yang harus kita lakukan bagaimana agar kita bisa dilirik oleh Sang Penguasa Alam Semesta ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita lihat keriduan Farrukh seorang budak al-Rabi' gubernur Khurasan yang ingin menjadi seorang mujahid. Setelah dibebaskan oleh al-Rabi' ia pergi mencari ketenangan dan kebahagiaan, akhirnya ia menemukannya. Hidup dengan seorang istri shalehah dengan segala nikmat yang diberikan Allah kepadanya. Namun jiwa mujahid punya kerinduan lain yang tak dapat dikalahkan dengan kenyamanan di dunia. Kerinduan yang mengusik kehidupannya ketika ia begitu menyayangi istrinya, namun hatinya dihinggapi rindu akan sesuatu. Pekik takbir, suara ringkik kuda, ayunan pedang saling berbenturan dan mimpi-mimpinya di surga dan bidadarinya. Jiwanya telah dibalut oleh kerinduan pada syahadah di jalan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau seperti Hamza Yusuf Hanson seorang mualaf ketika berhadap-hadapan dengan maut muncul kegelisahan tentang makna kehidupan. "Apa tujuan hidup ini?, Kemanakah aku mau menuju? Apa yang sedang aku lakukan didunia ini?". Karena dia telah menyadari Allah telah memberikan kesempatan hidup lagi akhirnya dia masuk Islam. Dan Hamza malah menjadi sebagai pembuka Islam untuk semua umat manusia di AS. Cat Stevens juga mengalami kegundahan dalam hidupnya sehingga ia mengundurkan diri dari dunia musik untuk mempelajari Islam. "Aku tahu betapa menakjubkan Islam dan betapa ia telah memengaruhi kehidupan dan mencerahkan diriku" katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu tidak perlu menjadi seorang superhero seperti Superman, Batman atau Spiderman karena Allah memberikan kemampuan yang berbeda-beda pada setiap orang. Tapi pengen juga bisa punya perusahaan seperti Wayne Enterprise, semoga aja :D hehehe.... Akan tetapi yang perlu kita lakukan hanyalah bagaimana mencari sebuah makna kehidupan. Pengabdian, Perjuangan dan Pengorbanan seperti apa yang akan kita lakukan sebagai bentuk rasa syukur kita pada Allah atas semua apa yang Dia berikan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3324140496270380047-8944355639977322347?l=arqomalifh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arqomalifh.blogspot.com/feeds/8944355639977322347/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3324140496270380047&amp;postID=8944355639977322347' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/8944355639977322347'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/8944355639977322347'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arqomalifh.blogspot.com/2009/10/udah-ku-bilang-aku-bukan-spiderman.html' title='Udah ku bilang, Aku bukan Spiderman ;('/><author><name>Arqi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_kDC-1fS9T6s/R4x6l87hBfI/AAAAAAAAAAU/3n9Zjgjq0FA/S220/normal_tetes-8.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_kDC-1fS9T6s/SuY0OJuVazI/AAAAAAAAACU/xfJKygDLIN0/s72-c/spiderman3_300806-1024+copy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3324140496270380047.post-508990180351768457</id><published>2009-06-08T03:31:00.000-07:00</published><updated>2009-06-08T03:33:53.626-07:00</updated><title type='text'>Merangkai Kembali Cita-Cita</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kDC-1fS9T6s/Sizo9bBDIgI/AAAAAAAAACM/9coCuMOrAoA/s1600-h/puzzle.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_kDC-1fS9T6s/Sizo9bBDIgI/AAAAAAAAACM/9coCuMOrAoA/s320/puzzle.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5344902999703757314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari ini saya sering merenung sendirian, yah walaupun masih belum intens dan belum optimal, tapi sedikit demi sedikit alhamdulillah Allah senantiasa menerangi jalan ini dengan cahayaNya. Ternyata orang-orang besar melakukan meditasi atau tafaqur sebagai kegitan utama agar dapat menjalani kehidupan ini dengan efektif. Rasulullah pun melakukan hal yang sama  intens selama 3 tahun di gua hiro' sebelum menjadi seorang Rasul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena setelah benar benar disadari adalah waktu hidup di dunia sangatlah sempit. Jadi harus benar-benar sadar dalam melakukan setiap tindakan dalam hidupnya agar mencapai tujuan utama dari hidup ini. Tidak mungkin semua yang diciptakan oleh Allah itu tidak ada gunanya, apalagi seorang manusia yang diberikan tanggung jawab oleh Allah sebagai seorang Khalifah fil Ardh. Hanya saja masih belum banyak yang menyadari bahwa tanggung jawab sebagai seorang manusia itu sangatlah besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang akan dicari seorang manusia di dunia ini? Ketenangan dalam hidup, selalu sukses,  kebahagiaan dunia dan akhirat, kesehatan, dihargai orang lain dan masih banyak lagi. Seperti apa yang dikatakan oleh Muhammad dari Abu Dawud: Tiga kunci kebahagiaan seorang laki-laki; Istri shalihah yang jika dipandang membuatmu semakin sayang, jika kamu pergi membuatmu merasa aman karena bisa menjaga kehormatan dirinya dan hartamu; Kendaraan yang baik yang bisa mengantar kemanapun kamu pergi; Rumah yang lapang, damai dan penuh kasih sayang. Aku sendiri pun tak menafikkanya, aku juga menginginkan semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu semua baru untuk diri sendiri, setelah itu adalah bagaimana agar bisa lebih di hargai orang lain dan dipandang oleh Allah. Untuk itu seorang manusia harus membuat sejarah, sejarah dirinya sendiri agar bisa digoreskan dalam masa. Dan tentunya adalah sejarah yang baik untuk diingat umat manusia. Dan untuk menggoreskan sejarah tersebut tidaklah dapat dicapai dengan instan. Bagaikan mendaki gunung yang tinggi tetaplah harus dimulai dari paling dasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umur seperti aku ini masih terlalu sedikit pengalaman dan ilmu juga masih dangkal. Tetapi dalam hidup ini bukan lagi untuk mencari Tuhan seperti yang telah Ibrahim lakukan menanyakan pada gunung, angin, bulan, matahari untuk mencari Tuhan yang sebenarnya, tapi telah jelas bahwa Tuhan sebenarnya adalah Allah SWT. Dan hidup setelah muhammad, jadi telah pasti siapa pembawa risalah terlengkap. Jadi hanya tinggal mendekat padaNya. Mencoba merenungi kembali kehidupan muhammad sebelum menjadi rasul. Beliau menikah pada umur 25 tahun dan telah mendapatkan pengalaman yang sangat banyak. Sampai umur 4 tahun menyusu sehingga mempunyai kesehatan fisik yang prima dan kefasihan berbahasa yang merujuk pada kekuatan intelektual dan emosi. Pada usia 4 tahun telah dicabut unsur setan dalam dirinya. Sejak usia 6-8 ikut dengan kakeknya sehingga telah mendapatkan pengalaman politik dari ikut hadirnya rapat-rapat pemimpin Quraish.Sejak 8 tahun telah bekerja menggembala kambing dengan ikut pamannya, dan pernah kunjungan bisnis ke Syiria sehingga telah mendapatkan pengalaman internasional. Pada umur 15 sampai 19 telah mengikuti perang hijar sehingga mendapatkan pengalaman militer, umur 20 tahun  mendapatkan pengalaman diplomasi dari perundingan peperangaan selama 4 tahun tersebut. Dan umur setelah itu menjadi karyawan Khadijah yang sukses sehingga mendapat keuntungan yang sangat besar dengan keahliannya managerial, professional dalam bekerja. Dan setelah berumur 40 tahun baru diangkat menjadi seorang Rasul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali lagi untuk menciptakan sejarah, ini lah yang harus di fikirkan secara mendalam. Setiap manusia telah memiliki perannya masing-masing dalam mengisi sejarah. Kepingan-kepingan sejarah tiap manusia itu akan digabungkan untuk menciptakan sebuah peradaban maju bagi kehidupan seluruh umat manusia.Untuk melengkapi peradaban tersebut tiap manusia harus ada Afiliasi, Partisipasi dan Kontribusi. Hal tersebut memang bukan hanya untuk direnungkan tapi seperti apa wujud nyata afiliasi, partisipasi dan kontribusi kita untuk peradaban yang lebih maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;source: ceramah Anis Matta, model manusia muslim abad 21&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;baru menyadari bahwa ternyata  tiap orang itu berbeda dengan yang lain dan tidak bisa untuk melakukan semuanya. Jadi harus memilih yang paling efektif untuk diri sendiri agar umur yang sempit ini bisa lebih efisien.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3324140496270380047-508990180351768457?l=arqomalifh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arqomalifh.blogspot.com/feeds/508990180351768457/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3324140496270380047&amp;postID=508990180351768457' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/508990180351768457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/508990180351768457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arqomalifh.blogspot.com/2009/06/merangkai-kembali-cita-cita.html' title='Merangkai Kembali Cita-Cita'/><author><name>Arqi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_kDC-1fS9T6s/R4x6l87hBfI/AAAAAAAAAAU/3n9Zjgjq0FA/S220/normal_tetes-8.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kDC-1fS9T6s/Sizo9bBDIgI/AAAAAAAAACM/9coCuMOrAoA/s72-c/puzzle.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3324140496270380047.post-4161583308249664203</id><published>2009-06-08T03:19:00.000-07:00</published><updated>2009-06-08T03:30:33.391-07:00</updated><title type='text'>Biarlah Berjamur Asalkan Jangan Sampai Terkubur</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kDC-1fS9T6s/SizoFGfUQUI/AAAAAAAAACE/cIZB4DPy5Zk/s1600-h/unemployment.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 256px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_kDC-1fS9T6s/SizoFGfUQUI/AAAAAAAAACE/cIZB4DPy5Zk/s320/unemployment.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5344902032120889666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam mencari pekerjaan mungkin karena saking lamanya menunggu datangnya pekerjaan tersebut kadang terlalu lebay hingga mengatakan sampai jamuran. Hal tersebut boleh saja terjadi karena tidak setiap orang akan mendapat pekerjaan yang sama. Ada yang setelah lulus langsung dapat pekerjaan ada yang belum lulus juga sudah punya pekerjaan dan ada pula yang sudah lama tapi tidak kunjung datang juga pekerjaan yang kita nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bolehlah kita menanti hingga datangnya suatu pekerjaan sampai bisa dikatakan 'berjamur', namun kita harus telaah kembali bahwa jamur itu sendiri juga punya manfaat sendiri. Jamur itu sendiri merupakan pengurai untuk membuat bahan menjadi busuk dan kemudian dapat bercampur dengan bahan dasarnya. Jamur bisa juga dimanfaatkan sebagai bahan makanan, bahkan dengan berbagai macam jenisnya. Malahan ada yang mengembangbiakkan sehingga menjadi lahan bisnis. Semua yang di ciptakan Allah itu berguna semua hanya pandai-pandai kita bagaimana membacanya. Jadi jangan sampai pekerjaan kita hanyalah menunggu pekerjaan, masih banyak hal yang bisa kita lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya ada dua macam pekerjaan yang kita pertanyakan, pertama pekerjaan yang sesuai dengan disiplin ilmu yang kita miliki dan yang kedua adalah pekerjaan yang dapat menghasilkan gaji yang besar. Dua hal tersebut tidak bisa disalahkan dengan kehidupan sosial kita, namun yang menjadi persoalan adalah dengan begitu tidak akan melepaskan kita dari belenggu tempurung. Seperti cerita katak dalam tempurung tidak akan lebih tinggi loncatan daripada yang hidup bebas diluar. Ibaratnya kita hanya membatasi diri dalam sebuah bingkai kotak. Padahal sebenarnya Allah telah menetapkan rezeki dimana saja kita berada dan kita sendiri pun tidak bisa menebak bagaimana masa depan kita, yang pasti kita harus berusaha sebaik yang kita bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita sendiri tidak bisa menebak bagaimana kehidupan nanti mau seperti apa?, lantas untuk apa cita-cita melambung tinggi yang selama ini terpatri dalam otak kita. Cita-cita menjadi seorang pilot, dokter, tentara bahkan menjadi seorang presiden padahal kenyataannya pendidikan yang kita jalani sampai saat ini tidak mengacu kesana. Apakah harus stress seperti caleg yang kehilangan uang dan terobsesi pasti menjadi anggota dewan tapi tidak berhasil, pasti hal itu hanya karena alasan kekuasaan, keuangan, prestise dan semacamnya bukan karena ingin mengabdi pada rakyat. Jika tidak begitu mungkin akan dikaburkan dengan cita-cita yang tidak fokus seperti menjadi orang baik, berguna bagi orang lain dll. Apakah hal tersebut salah? Tidak. Bisa disebut kedua hal diatas hanya karena orientasi hidup kita masih objektif, untuk dirikita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orientasi subjektif adalah mengetahui apa yang diharapkan Sang Pencipta pada ciptaannya ini. Padahal yang ada Allah tidak memberikan kehidupan yang sama pada setiap makhluknya. Nah itulah yang menjadi misteri bagi setiap manusia untuk mewujudkan kehidupan berbahagia didunia maupun di akhirat. Seperti pada hadits Bukhari dan Muslim berikut ini “Aku (Allah) selalu mengikuti sangka hamba-Ku. Aku selalu bersamanya selama ia ingat kepada-Ku. Bila ia ingat kepada-Ku di dalam dirinya, maka Aku pun mengingatnya di dalam Diri-Ku; dan apabila ia ingat kepada-Ku di tengah-tengah rombongan, maka Aku pun mengingatnya dalam rombongan yang lebih baik daripada rombongannya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam berorientasi pun jangan sampai salah, salah mengambil arah, kitapun tak mendapatkan apa yang kita inginkan. Ada cerita seorang alim diajak oleh tuan kaya untuk berburu. Suatu ketika saat berburu turunlah hujan, merekapun harus segera pulang. Berbeda dengan kuda tuan kaya, kuda si alim tidak bisa berjalan cepat. Namun ketika tiba di rumah tuan kaya heran pada si alim yang bajunya tetap kering, padahal kuda yang ia tunggangi lebih cepat.&lt;br /&gt;“Itu berkat kuda yang kau pinjamkan padaku,” jawab si alim ringan.&lt;br /&gt;Hari berikutnya tuan kaya mengajak bertukar kuda dengan harapan jika turun hujan bajunya tidak basah. Hujanpun turun dengan deras, tuan kaya pun lebih basah dari kemarin. Sementara si alim melakukan hal yang sama dengan kemarin yaitu melipat dan menyimpan baju yang dipakainya sehingga tidak terkena air. Sampai dirumah tetap kering.&lt;br /&gt;“Kurang ajar, kau membohongiku. Naik kuda brengsek itu tetap saja basah”&lt;br /&gt;“Itu karena anda berorientasi pada kuda bukan pada bajunya” jawab si alim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah yang terjadi jika antara orientasi dan keinginan tidak sesuai. Seperti apa yang telah disabdakan oleh Muhammad “Barangsiapa yang beramal dengan amalan akhirat tetapi orientasinya mendapatkan kemewahan duniawi, maka tidak ada baginya bagian di akhirat” (H.R. Ahmad, Ibnu Hibban dan Baihaqi).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3324140496270380047-4161583308249664203?l=arqomalifh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arqomalifh.blogspot.com/feeds/4161583308249664203/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3324140496270380047&amp;postID=4161583308249664203' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/4161583308249664203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/4161583308249664203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arqomalifh.blogspot.com/2009/06/biarlah-berjamur-asalkan-jangan-sampai.html' title='Biarlah Berjamur Asalkan Jangan Sampai Terkubur'/><author><name>Arqi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_kDC-1fS9T6s/R4x6l87hBfI/AAAAAAAAAAU/3n9Zjgjq0FA/S220/normal_tetes-8.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kDC-1fS9T6s/SizoFGfUQUI/AAAAAAAAACE/cIZB4DPy5Zk/s72-c/unemployment.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3324140496270380047.post-2195714432257903513</id><published>2009-04-05T13:52:00.000-07:00</published><updated>2009-04-06T09:34:01.130-07:00</updated><title type='text'>Hanyalah Jasad</title><content type='html'>&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/photos/hi-res/upload/Sdou2goKCtYAAEYVgN01"&gt;&lt;img class="alignleft" src="http://images.arqomalifh.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/Sdou2goKCtYAAEYVgN01/mayat2.jpg?et=ZUbPRKO%2C8FeoMSHyBuHrZg&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;Hari ini 6 April 2009, jasad tempat diriku bersemayam telah bertambah umur dalam menempati ruang di alam dunia ini. Pagi tadi mendapatkan sms berita duka Innalillahi wa innailaihi rojiun, karena keluarga di Muntilan tidak bisa datang ke Bandung maka saya dimintai untuk menyampaikan bela sungkawa. Berangkat sendiri menuju lokasi, karena selama tinggal disini belum pernah maen kesana dan akhirnya sampai juga ke tempat lokasi dengan bertanya-tanya. Saat kutemui tadi tepat berada dihadapanku sesosok jasad tak bergerak dengan dibungkus kain kafan dan diikat pada kaki, badan, tangan dan kepalanya. Akupun jadi merenung di samping jasad tersebut. Terbujur kaku dan takkan bisa melawan jika digoyangkan atau dipindahkan, karena dihadapanku hanyalah sesosok jasad saja tanpa nyawa.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Tidak tau akan sampai kapan jasad ini tetap kugunakan sampai dipanggil olehNya. Setelah nyawa dipanggil tentunya jasad akan kembali bersatu dengan alam. Hanya akhlak dan amal baiklah yang akan membaguskan wujud kita dihadapanNya. Jasad yang digunakan saat ini hanyalah sebagai alat untuk beribadah pada Yang Maha Kuasa. Alat ini dipinjamkan oleh Allah untuk kita dan nantinya akan dikembalikan lagi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ya Allah, ampunilah hambamu ini yang yang belum bisa mensyukuri atas segala nikmat yang kau berikan pada diriku yang senantiasa diberi kesehatan. Darah yang mengalir keseluruh bagian dari tubuh ini, rambut &amp; kuku-kuku masih tumbuh dengan sempurna, tulang-tulang yang masih diberi kekuatan untuk menopang tubuh ini, persendian yang ada masih tetap dapat bergerak, sel-sel perbaikan tubuh masih baik, paru-paru, jantung, otak, panca indera yang masih berfungsi dengan baik. Sungguh aku tak sanggup untuk merawat sendiri semua bagian tubuhku, itu semua yang tak lepas dari penjagaanMu ya Rabb. Ya Allah ampunilah mata ini jika tidak kugunakan untuk melihat yang halal saja, Ampunilah telinga ini jika tidak kugunakan untuk mendengar hal-hal yang baik saja, ampunilah mulut ini jika tidak dipergunakan untuk mengucap sesuatu yang bermanfaat, kaki untuk melangkah ke jalan yang tidak benar, tangan yang tidak dipergunakan sebagaimana mestinya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, tiada Tuhan kecuali Engkau. Engkau ciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berada di atas janji-Mu, semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan perbuatanku. Aku mengakui banyaknya nikmat -Mu  (yang Engkau anugerahkan) kepadaku dan aku mengakui dosa-dosaku, maka ampunilah aku. Karena sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa-dosa melainkan Engkau"&lt;br&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3324140496270380047-2195714432257903513?l=arqomalifh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arqomalifh.blogspot.com/feeds/2195714432257903513/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3324140496270380047&amp;postID=2195714432257903513' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/2195714432257903513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/2195714432257903513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arqomalifh.blogspot.com/2009/04/hanyalah-jasad.html' title='Hanyalah Jasad'/><author><name>Arqi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_kDC-1fS9T6s/R4x6l87hBfI/AAAAAAAAAAU/3n9Zjgjq0FA/S220/normal_tetes-8.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3324140496270380047.post-6904999559463507204</id><published>2009-04-05T02:27:00.000-07:00</published><updated>2009-04-05T11:14:48.608-07:00</updated><title type='text'>Mari Menangkan Islam</title><content type='html'>&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;img class="alignleft" src="http://images.arqomalifh.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/Sdj02QoKCtYAAGgbepw1/n1080083276-328750-8089315.jpg?et=7huq8%2BRR0u18xuYvD4zH3Q&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/span&gt;Jika ada yang mengatakan bahwa pemilihan anggota legislatif tidak berhubungan dengan surga dan neraka adalah kekeliruan. Karena setiap hal yang kita sebagai umat Islam lakukan adalah bernilai Ibadah, dan apa yang kita lakukan tersebut tentunya akan kita pertanggungjawabkan dihadapanNya. Hal ini lah yang menjadikan Indonesia sebagai umat Islam terbesar di Dunia, tapi belum pernah memenangkan dalam pemilu karena dalam tubuh umat Islam sendiri masih belum dapat bersatu hanya karena permasalahan furu'iyyah saja.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dalam memilih orang-orang yang akan duduk di kursi pemerintahan haruslah orang orang yang benar-benar bisa memegang amanah. Sekarang kita akan dibingungkan dengan banyaknya partai-partai yang ada. Semuanya hanya sekedar mengobral janji-janji padahal hanyalah kekuasaan yang mereka inginkan. Banyak orang akan tertipu dengan penampilan saja, sedangkan orang-orang baik akan difitnah.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pemilihan umum ini tentunya kita harus dapat melihat mana yang haq dan mana yang batil. Sehingga Allah akan memberikan petunjuk bagi kita untuk memilih yang haq. Telah kita ketahui bagaimana profil partai-partai yang ada ketika berkampanye. Mereka yang masih menggunakan cara-cara batil untuk menarik massa seperti goyangan dangdut yang tidak senonoh yang akhirnya akan mengakibatkan perkelahian, minum-minuman keras dan juga uang suap. Hal tersebut tentu tidak akan berbeda jauh dengan pimpinannya ketika nanti terpilih duduk di anggota dewan tidak usah kita risaukan jika beberapa tahun setelah menjabat terlihat batang hidungnya tertangkap oleh KPK.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Indonesia selain mempunyai umat Islam terbanyak di dunia juga sebagai salah satu kiblat demokrasi dari negara-negara lain. Kebangkitan Islam dimulai dari Asia Tenggara, dan itulah negara kita Indonesia yang diharapkan bukan hanya penduduk Indonesia saja akan tetapi juga bangsa-bangsa lain. Marilah saatnya bersatu padu menyatukan kekuatan umat Islam untuk tercapainya harapan tersebut. Karena Harapan Itu ada pada partai yang Bersih Peduli &amp; Profesional. )|(&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Subhanallah, Maha Suci Allah yang telah memberikan ilmu dalam bentuk apa saja. Masih banyak point-point yang belum tersampaikan dari yang telah saya dapatkan dalam waktu beberapa hari lalu :&lt;br&gt;- Membaca buku Tarbiyah Politik Hasan Al Banna&lt;br&gt;- Pembicaraan di Kereta Parahyangan saat perjalanan ke Bandung&lt;br&gt;- Khutbah Jum'at di masjid Pusdai&lt;br&gt;- Taujih pada mabit&lt;br&gt;- Debat di TV tentang memilih Pemimpin Islam&lt;br&gt;- Saat mengikuti kampanye&lt;br&gt;- Diskusi-diskusi dan artikel dari Internet&lt;br&gt;- dll&lt;br&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3324140496270380047-6904999559463507204?l=arqomalifh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arqomalifh.blogspot.com/feeds/6904999559463507204/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3324140496270380047&amp;postID=6904999559463507204' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/6904999559463507204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/6904999559463507204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arqomalifh.blogspot.com/2009/04/mari-menangkan-islam.html' title='Mari Menangkan Islam'/><author><name>Arqi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_kDC-1fS9T6s/R4x6l87hBfI/AAAAAAAAAAU/3n9Zjgjq0FA/S220/normal_tetes-8.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3324140496270380047.post-1922986979496489518</id><published>2009-03-30T11:36:00.000-07:00</published><updated>2009-03-30T17:59:26.420-07:00</updated><title type='text'>Cerita Wisudaku</title><content type='html'>&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/photos/hi-res/upload/SdFVmQoKCtYAAEL0gYk1"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/photos/hi-res/upload/SdFVmQoKCtYAAEL0gYk1"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.arqomalifh.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SdFVmQoKCtYAAEL0gYk1/IMG-0155.JPG?et=cy8XdllBKn%2Bd%2Bo6DtEtHEA&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;Alhamdulillahirabbil 'alamin Sabtu tanggal 28 Maret 2009 duduk di bangku GSG no 70 dari Teknik Telekomunikasi. Hari itu sebagai momen yang akan diingat terus bagi seluruh mahasiswa mengakhiri masa studinya di kampus putih biru ini. Bagi diriku sendiri p&lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/photos/hi-res/upload/SdFVmQoKCtYAAEL0gYk1"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;unya d&lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/photos/hi-res/upload/SdFVmQoKCtYAAEL0gYk1"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;ua kebahagiaan, pertama momen wisuda itu sendiri dan yang kedua keluarga bes&lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/photos/hi-res/upload/SdFVmQoKCtYAAEL0gYk1"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;ar &lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/photos/hi-res/upload/SdFVmQoKCtYAAEL0gYk1"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;Hardj&lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/photos/hi-res/upload/SdFVmQoKCtYAAEL0gYk1"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;o&lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/photos/hi-res/upload/SdFVmQoKCtYAAEL0gYk1"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;seputro pada ngumpul semua stelah 6 tahun yang lalu. Keluarga di Muntilan dateng&lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/photos/hi-res/upload/SdFVmQoKCtYAAEL0gYk1"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; smua&lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/photos/hi-res/upload/SdFVmQoKCtYAAEL0gYk1"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; ke Bandung, bertepatan dengan itu sekalian dari sebelah 'barat Bandung' juga sekalian ke Bandung. whuih.. serunya&lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/photos/hi-res/upload/SdFVmQoKCtYAAEL0gYk1"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/photos/hi-res/upload/SdFVmQoKCtYAAEL0gYk1"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/photos/hi-res/upload/SdFVmQoKCtYAAEL0gYk1"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/photos/hi-res/upload/SdFVmQoKCtYAAEL0gYk1"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/photos/hi-res/upload/SdFVmQoKCtYAAEL0gYk1"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/photos/hi-res/upload/SdFVmQoKCtYAAEL0gYk1"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br&gt;jum'at itu stelah gladi bersih sy jemput rombongan dr Muntil&lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/photos/hi-res/upload/SdFVmQoKCtYAAEL0gYk1"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;an (ibu, adek, om sekeluarga) sampe ke kampus.&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/photos/hi-res/upload/SdFVmQoKCtYAAEL0gYk1"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/photos/hi-res/upload/SdFVwQoKCtYAAFTKQj41"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/photos/hi-res/upload/SdFVwQoKCtYAAFTKQj41"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.arqomalifh.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SdFVwQoKCtYAAFTKQj41/IMG-0074.jpg?et=kpniXWo10uyKwv%2Cv4saH5Q&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/photos/hi-res/upload/SdFVwQoKCtYAAFTKQj41"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/photos/hi-res/upload/SdFVwQoKCtYAAFTKQj41"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/photos/hi-res/upload/SdFVwQoKCtYAAFTKQj41"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/photos/hi-res/upload/SdFVwQoKCtYAAFTKQj41"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/photos/hi-res/upload/SdFVwQoKCtYAAFTKQj41"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;br&gt;Setelah itu kami menuju ke Puri Larasati, disana sudah ditunggu pakde2 yang sudah sampai lebih dulu. Nah, malemnya setelah makan2 saya diberi wejangan-wejangan dari para tetua..&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/photos/hi-res/upload/SdFY5AoKCtYAACYXgvM1"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.arqomalifh.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SdFY5AoKCtYAACYXgvM1/IMG-0082.jpg?et=d0qHy4IYo9Pi%2CV40neAbog&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/photos/hi-res/upload/SdFcXwoKCtYAAH@ugE41"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.arqomalifh.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SdFcXwoKCtYAAH@ugE41/IMG-0085.JPG?et=0%2Bir4p1JvLtleJ8ET4FVZw&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/a&gt;Tidak sampai larut malam karena paginya sy harus berangkat dari Dago sampai Dayeuhkolot, dan tidak boleh telat masuk ke GSG. Jam 8 pagi sampai di kampus, stelah ganti dengan toga.. ya poto2 dulu bersama ibuk dan adek hehe..&lt;br&gt;&lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/photos/hi-res/upload/SdFbDAoKCtYAAGDM2ZE1"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.arqomalifh.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SdFbDAoKCtYAAGDM2ZE1/IMG-0101.JPG?et=tMNqBogNQeiQJE35V7HuXg&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/a&gt;dan ini bersama temen2 sebelum diwisuda&lt;br&gt;&lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/photos/hi-res/upload/SdFcAwoKCtYAAH@7hRg1"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.arqomalifh.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SdFcAwoKCtYAAH@7hRg1/IMG-0099.jpg?et=%2CpmighiwydB%2C0BO%2CA4Upkw&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/a&gt;ketika berada diatas panggung, saat di sibakkan kuncir topi wisuda.&lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/photos/hi-res/upload/SdFd3AoKCtYAACjxj1g1"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.arqomalifh.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SdFd3AoKCtYAACjxj1g1/IMG-0105.jpg?et=WLDJyZ7fuLtuks9AXJRqFQ&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/a&gt;Setelah selesai..&lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/photos/hi-res/upload/SdFfqwoKCtYAAGF6U4I1"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.arqomalifh.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SdFfqwoKCtYAAGF6U4I1/IMG-0123.JPG?et=eNXujR2sBXCHyoTYXO4LUQ&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/photos/hi-res/upload/SdFf0goKCtYAAGNsYwY1"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.arqomalifh.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SdFf0goKCtYAAGNsYwY1/IMG-0126.JPG?et=JuMiAV42rc9kOG46uk4NsQ&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/photos/hi-res/upload/SdFgBwoKCtYAAGpFgKU1"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.arqomalifh.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SdFgBwoKCtYAAGpFgKU1/IMG-0138.JPG?et=uTL9xr7SmWF3gbpkpyxriw&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/photos/hi-res/upload/SdFgQwoKCtYAAGOUZI81"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.arqomalifh.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SdFgQwoKCtYAAGOUZI81/IMG-0142.JPG?et=r0A20ngQalTlqweprZJ%2B7A&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/a&gt;Foto2 juga dengan temen2&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/photos/hi-res/upload/SdFoUQoKCtYAAFMARBc1"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.arqomalifh.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SdFoUQoKCtYAAFMARBc1/IMG-0147.JPG?et=ESzj2LgTE2QXJ7BjLfRR0A&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/photos/hi-res/upload/SdFpPAoKCtYAAHLLwrU1"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.arqomalifh.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SdFpPAoKCtYAAHLLwrU1/IMG-0156.jpg?et=8oYDqdaEu3HhsqgsABTr8A&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/a&gt;Stelah puas popotoan dilanjutkan menuju ke rumahmakan..&lt;br&gt;&lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/photos/hi-res/upload/SdFhkwoKCtYAAA5aZsY1"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.arqomalifh.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SdFhkwoKCtYAAA5aZsY1/IMG-0169.jpg?et=80O%2C%2BGtHuRjATFdpQgGM4A&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/a&gt;dan tak lupa, genggaman kamera snantiasa menabadikan setiap momen..&lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/photos/hi-res/upload/SdFihwoKCtYAACVvBtE1"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.arqomalifh.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SdFihwoKCtYAACVvBtE1/IMG-0177.JPG?et=RlOhoTmNNHl0%2BkHpOecldA&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/photos/hi-res/upload/SdFi1goKCtYAADTXM7Q1"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.arqomalifh.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SdFi1goKCtYAADTXM7Q1/IMG-0186.JPG?et=WcU0dQ3pRpCURgM29VHOEg&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/photos/hi-res/upload/SdFjMgoKCtYAADyLXME1"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.arqomalifh.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SdFjMgoKCtYAADyLXME1/IMG-0191.JPG?et=WQ%2CiyvfLekPxRItWcCfNcA&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/a&gt;Sekalian sorenya jalan2 ke FO&lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/photos/hi-res/upload/SdFmDQoKCtYAABM2InI1"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.arqomalifh.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SdFmDQoKCtYAABM2InI1/IMG-0222.JPG?et=GQayiT0WmRbVqs3b%2CZKoGw&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/a&gt;Masih ingin kangen2an, malemnya jalan2 berlima&lt;br&gt;&lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/photos/hi-res/upload/SdFm8AoKCtYAAC7jmwA1"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.arqomalifh.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SdFm8AoKCtYAAC7jmwA1/100-4377.JPG?et=TFmPYTVFauI7XV1y62mo9A&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/photos/hi-res/upload/SdFniQoKCtYAAEP73dQ1"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.arqomalifh.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SdFniQoKCtYAAEP73dQ1/100-4392.JPG?et=1arBJs%2C8xredV%2CDx1nTEXg&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/a&gt;Itulah cerita wisudaku yang kebanyakan cm foto2 narsis.&lt;img src="http://images.multiply.com/common/smiles/teeth.png"&gt;&lt;br&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3324140496270380047-1922986979496489518?l=arqomalifh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arqomalifh.blogspot.com/feeds/1922986979496489518/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3324140496270380047&amp;postID=1922986979496489518' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/1922986979496489518'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/1922986979496489518'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arqomalifh.blogspot.com/2009/03/cerita-wisudaku.html' title='Cerita Wisudaku'/><author><name>Arqi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_kDC-1fS9T6s/R4x6l87hBfI/AAAAAAAAAAU/3n9Zjgjq0FA/S220/normal_tetes-8.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3324140496270380047.post-6221015912893469394</id><published>2009-03-09T05:13:00.000-07:00</published><updated>2009-03-09T09:32:28.443-07:00</updated><title type='text'>Saatnya Melepas Seragam</title><content type='html'>&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;Bismillah..&lt;br&gt;&lt;br&gt;Seragam putih biru ini akhirnya dilepas juga… eits, belum ada peresmiannya ding, tunggulah masih ada beberapa saat lagi. Saat mengenakan jubah kebesaran warna hitam dilengkapi topi kotak yang ada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kliwir&lt;/span&gt;nya. Yah saat itulah akan diresmikan menjadi seorang wi&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;sudawan dan mendapatkan tambahan dibelakang nama. ST itulah tambahan nama bagi seorang sarjana teknik. Entah penting atau tidak menambahkan ST tersebut dibelakang namaku. B&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;agiku tidak dicantumkan juga tidak mengapa. Hal ini sama saja dengan saat kita melepas sergam putih hijau dan berganti putih merah atau ketika melepas seragam p&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;utih biru dan berganti seragam putih abu, begitupula selanjutnya. Ini hanyalah sebuah fase pergantian pendidikan, dimana kita akan menemukan adaptasi baru tiap fase pendidikan tersebut. &lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br&gt;Untuk melepas seragam ini dan menggantinya dengan yang baru tidaklah semudah ketika mengganti pakaian. Fase pendidikan yang baru pun akan kita alami dengan melewati berbagai tantangan. Diantaranya adalah garis batas, garis ini bukanlah sembarang pembatas yang mudah dilewati. Tapi terdiri berbagai layer didalamnya. Biaya adalah satu diantaranya, inilah yang membuat pendidikan tidak merata. Masih banyak saudara-saudara kita yang tidak mampu tidak dapat menikmati tiap-tiap fase pendidikan. Seharusnya bisa bersyukur jika telah &lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;menempati fase yang sekarang.&lt;br&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br&gt;Untuk melewati garis pembatas tadi tentu harus melewati ujian. Setiap berakhir pasti akan diuji apa yang sudah didapatkan selama fase pendidikan tersebut. Inilah yang dianggap orang sebagai monster. Monster yang akan melahap hidup-hidup (wah.. berlebihan spertinya &lt;img src="http://images.multiply.com/common/smiles/tongue.png"&gt; ) ketika tidak dapat membunuhnya. Monster ini bernama ketakutan atau kecemasan ketika tidak dapat lulus dari ujian tersebut. Hal ini hanya muncul dari dalam diri sendiri serta akibat pengaruh dari orang lain yang mengatakan bahwa ujian itu menyeramkan. Inilah yang sa&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;lah pada diri kita, sering kita lupakan ujian yang sebenarnya. Yaitu ujian keh&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;idupan yang berlangsung tiap hari serta tidak disadari. Akan selalu ada yang menggangu kita dan ada yang memberi petunjuk. Ujian ini adalah ujian pilihan, memilih antara benar dan salah. Cukup simple, tapi sangat susah untuk melewatinya.&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br&gt;Penting untuk kita tau, menjadi apa setelah melewati ujian tersebut. Tiap orang pasti akan berbeda-beda ujiannya. Ini bukanlah mengenai nilai, tapi sikap kita. Apakah dengan hasil yang bagus membuat kita sombong atau dengan hasil buruk  menjadikan rendah diri dan tidak mau berusaha kembali. Disinilah Allah akan menguji hambaNya bagaimana agar tetap dekat denganNya dengan berbagai ujian yang diberikanNya.&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Semoga dengan ujian-ujian yang diberikan Allah pada hambaNya menjadikan bisa bertambah ilmu dan amal untuk diaplikasikan didunia dan diakhirat.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/photos/hi-res/upload/SbVAqAoKCtYAAClaRFs1"&gt;&lt;img style="width: 349px;height: 116px;" class="alignmiddleb" src="http://images.arqomalifh.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SbVAqAoKCtYAAClaRFs1/uploadTA.jpg?et=cxElMKG%2BxjGaXjBhr56%2CLA&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;foto diatas adalah saat &lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/calendar/item/10014/Sidang_TA"&gt;sidang&lt;/a&gt;. yeah.. nampang juga &lt;img src="http://images.multiply.com/common/smiles/shade.png"&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/photos/hi-res/upload/SbVAqAoKCtYAAClaRFs1"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/photos/hi-res/upload/SbVBAwoKCtYAADQ9hck1"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.arqomalifh.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SbVBAwoKCtYAADQ9hck1/ain-276.jpg?et=qRvzRj%2CfuggW5BnHzt8OqQ&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Banyak kegagalan dalam hidup ini disebabkan orang tidak tau betapa dekatnya mereka dengan keberhasilan saat menyerah." &lt;/span&gt;SMS motivasi dari adikku Ifa (tengah) yang akan melaksanakan Ujian Nasional SD Mei mendatang. Smoga diberi kemudahan, berkah serta nilai yang memuaskan ketika ujian nanti. Amiiin&lt;br&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3324140496270380047-6221015912893469394?l=arqomalifh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arqomalifh.blogspot.com/feeds/6221015912893469394/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3324140496270380047&amp;postID=6221015912893469394' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/6221015912893469394'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/6221015912893469394'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arqomalifh.blogspot.com/2009/03/saatnya-melepas-seragam.html' title='Saatnya Melepas Seragam'/><author><name>Arqi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_kDC-1fS9T6s/R4x6l87hBfI/AAAAAAAAAAU/3n9Zjgjq0FA/S220/normal_tetes-8.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3324140496270380047.post-5901070936811456531</id><published>2009-01-25T20:32:00.000-08:00</published><updated>2009-01-26T01:44:44.881-08:00</updated><title type='text'>Animasi Gerhana Matahari 26 Januari 2009</title><content type='html'>&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.arqomalifh.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SX2DiAoKCtYAABRKhPM1/gmc-jan2009.gif?et=sH3mkh9WcX%2Cy%2CLeH%2BtGcjw&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;didapat dari http://rovicky.wordpress.com/2009/01/08/gerhana-matahari-26-januari-2009/&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;br&gt;&lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/photos/hi-res/upload/SX2EIwoKCtYAACHp64c1"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.arqomalifh.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SX2EIwoKCtYAACHp64c1/EclipsePath.gif?et=f6it8z05MG6R6P9CtzhIPA&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/photos/hi-res/upload/SX2EIwoKCtYAACHp64c1"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/photos/hi-res/upload/SX2F4QoKCtYAAFHPxXM1"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.arqomalifh.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SX2F4QoKCtYAAFHPxXM1/Indonesia.gif?et=r5gGQdUKWcVcXKboiHa62Q&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;gambar diatas memperlihatkan jalur gerhana yang melewati lampung&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sy ga gitu tau tentang astronomi, tapi cukup tertarik dengan fenomena alam yang tadi terjadi ada link bagus nih pakar fisika muslim (&lt;/span&gt;Info dari http://www.hermit.org/Eclipse/2009-01-26/&lt;span class="insertedphoto"&gt;).&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;Allah SWT telah berfriman dalam QS. Ibrahim[14]:33:&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;direction: rtl;unicode-bidi: embed;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 15pt;" lang="AR-SA"&gt;وَسَخَّرَ لَكُمُ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ دَائِبَيْنِ وَسَخَّرَ لَكُمُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ (٣٣)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Artinya:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allah SWT juga berfirman dalam QS. Al-Anbiyaa[21]:33:&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;!-- [if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif] --&gt;&lt;!-- [if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif] --&gt;&lt;br&gt; &lt;span style="font-size: 15pt;font-family: "";" dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ (٣٣)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Artinya:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allah SWT juga telah berfirman dalam QS. Yasiin[36]:38:&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;!-- [if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif] --&gt;&lt;!-- [if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif] --&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;direction: rtl;unicode-bidi: embed;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 15pt;" lang="AR-SA"&gt;وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَهَا ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ (٣٨)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Artinya:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan yang Maha Perkasa lagi Maha mengetahui.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allah SWT juga telah berfirman dalam QS. Yasiin[36]:40:&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;!-- [if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif] --&gt;&lt;!-- [if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif] --&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;direction: rtl;unicode-bidi: embed;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 15pt;" lang="AR-SA"&gt;لا الشَّمْسُ يَنْبَغِي لَهَا أَنْ تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلا اللَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ (٤٠)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Artinya:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. dan masing-masing beredar pada garis edarnya.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allah SWT juga telah berfirman dalam QS. Al-Qiyamah[75]:9&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;!-- [if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif] --&gt;&lt;!-- [if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif] --&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;direction: rtl;unicode-bidi: embed;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 15pt;" lang="AR-SA"&gt;وَجُمِعَ الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ (٩)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Artinya:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;dan matahari dan rembulan dikumpulkan&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allah akhirnya berfirman dalam QS. Fushshilat[41]:37:&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;!-- [if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif] --&gt;&lt;!-- [if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif] --&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;direction: rtl;unicode-bidi: embed;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 15pt;" lang="AR-SA"&gt;وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ لا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ (٣٧)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Artinya:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. janganlah sembah matahari maupun bulan, tapi sembahlah Allah yang menciptakannya, jika ialah yang kamu hendak sembah.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;br&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3324140496270380047-5901070936811456531?l=arqomalifh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arqomalifh.blogspot.com/feeds/5901070936811456531/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3324140496270380047&amp;postID=5901070936811456531' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/5901070936811456531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/5901070936811456531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arqomalifh.blogspot.com/2009/01/animasi-gerhana-matahari-26-januari.html' title='Animasi Gerhana Matahari 26 Januari 2009'/><author><name>Arqi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_kDC-1fS9T6s/R4x6l87hBfI/AAAAAAAAAAU/3n9Zjgjq0FA/S220/normal_tetes-8.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3324140496270380047.post-5698542862300028640</id><published>2009-01-22T05:21:00.000-08:00</published><updated>2009-01-22T05:36:10.990-08:00</updated><title type='text'>Mesir dan Saudi Dukung Zionis Laknatullah</title><content type='html'>Liputan 6 SCTV, 17 Januari 2009, pukul 17.00 WIB. Disana disebutkan bahwa Liga Arab setuju untuk membekukan hubungan diplomatik dengan Israel, sebagai bentuk protes atas agressi Israel ke Palestina. Namun dua negara menolak hasil rekomendasi Liga Arab itu, yaitu: MESIR dan SAUDI. Mereka menolak keputusan membekukan hubungan diplomatik dengan Yahudi Israel laknatullah ‘alaihim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika negara-negara Amerika Selatan mengutuk Israel. Bolivia menuduh Israel sebagai penjahat perang, Venezuela mengusir duta besar Israel, sebagai bentuk kecaman atas kebrutalan Israel. Ternyata, dua negara yang disebut-sebut sebagai pusat ilmu pengetahuan Islam, MESIR dan SAUDI, mereka menolak mendukung tekanan keras kepada negara Yahudi laknatullah itu. Ini sangat ironis! Orang kafir masih memiliki nurani, sementara dua negara yang mengklaim sebagai negara “paling Islami” di muka bumi, ridha menjadi sekutu Israel laknatullah ‘alaihim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Liga Arab juga bermaksud mengadakan KTT di Doha Qatar, untuk menyatukan langkah bangsa-bangsa Arab. Dalam rencana KTT ini 13 negara Arab siap hadir, tetapi lagi-lagi, 3 negara sekutu Amerika, yaitu Mesir, Saudi, dan Yordania memboikot pertemuan itu. Sehingga KTT Doha berubah nama menjadi “KTT Ghaza”. Lihatlah betapa pemimpin-pemimpin Mesir, Saudi, dan Yordania itu tidak ada rasa takut sedikit pun kepada Allah Ta’ala. Mereka lebih takut kepada Amerika dan Yahudi Israel. Sangat mengerikan, sangat mengerikan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita memang tidak boleh menyebut semua warga Arab, atau warga Arab Mesir, Saudi, dan Yordan brengsek semua. Tidak saudaraku! Disana sangat banyak kaum Muslimin yang mendidih darahnya melihat sikap pemerintah masing-masing. Syria sudah menunjukkan sikap berani, dia mengusulkan agar Israel dikeluarkan dari anggota PBB. Tetapi elit-elit politik di ketiga negara tersebut memang telah menampakkan sikap kebrutalan yang sangat mengerikan terhadap nasib saudara-saudara mereka, Muslim Palestina. Setelah agressi Israel, Hidayat Nurwahid bertemu dengan pemimpin-pemimpin Arab. Tetapi anehnya, Husni Mubarak, Presiden Mesir tidak mau menemuinya. Begitu juga Saudi sesumbar telah mengirimkan bantuan kemanusiaan sekian juta dollar. Tetapi apalah artinya bantuan itu? Bukankah yang prioritas adalah menghentikan kebrutalan Yahudi, menyelamatkan jiwa-jiwa kaum Muslimin, rumah-rumah, dan harta benda mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah masa dimana kaum Muslimin tidak memiliki back pemerintahan atau kepemimpinan yang melindungi. Orang-orang kafir begitu mudahnya menjadikan kita bulan-bulanan, seperti sansak tak berdaya. Setiap saat mereka bisa membunuhi anak-anak kita, menodai wanita-wanita kita, meruntuhkan rumah-rumah kita, merampasi harta-harta kita, menghinakan kehormatan kita. Kita tidak memiliki pelindung, pengayom, dan sistem yang kokoh sebagai atap. Akhirnya, kita hanya berlindung dengan keimanan di dada kita, persaudaraan di antara sesama Muslim, dan menggantungkan diri kepada ‘Izzah Allah Ar Rahmaan. Hanya ini pelindung kita, hanya ini sandaran kita. Allahu Akbar!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara orang-orang sesat dari firqoh Salafiyun, tidak henti-hentinya menyebarkan pemikiran beracun untuk merusak pemahaman Ummat. Dalam keadaan seperti ini masih sempat-sempatnya mereka melontarkan pandangan aneh, misalnya: “Perjuangan bangsa Palestina bukan jihad; jangan mengutuk Israel nanti bisa kafir, sebab Israel adalah nama lain Nabi Ya’qub ‘alaihissalam; Hamas dituduh memprovokasi Israel sehingga menghancurkan rakyat Ghaza (lihatlah, mereka kok mau membenarkan alasan yang dipakai Yahudi Israel terkutuk itu ketika melakukan agressi ke Ghaza?); jihad tidak disyariatkan, selama Muslim Palestina lemah; lebih baik Muslim Palestina hijrah keluar dari negerinya (biar Israel tertawa terbahak-bahak sampai muntah-muntah, sementara tidak ada satu pun Salafi mau menerima kedatangan Muslim Palestina di rumahnya); demo menentang Israel tidak boleh, menyebabkan kerusakan di muka bumi (sementara mereka tidak melakukan apa-apa untuk menghentikan kebrutalan Yahudi Israel saat membunuhi anak-anak Muslim Palestina: dan lain-lain. Aneh, aneh, aneh…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firqoh sesat Salafi sebelum ini juga tidak kalah gencarnya dalam menyesatkan pemikiran Ummat Islam. Perhatikanlah contoh-contoh pemikiran di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[o] Mereka sangat membenci demokrasi. Setiap menjelang Pemilu, majalah-majalah seperti As Sunnah, Al Furqon, Adz Dzakhirah, dan lain-lain sering mengatakan bahwa demokrasi itu sistem kufur, dengan segala alasannya. Tetapi nanti, kalau sudah terpilih Presiden dan jajaran di bawahnya, seketika semua itu diklaim sebagai Ulil Amri, yang wajib ditaati, setelah Allah dan Rasul-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[o] Mereka juga anti dengan pakaian yang kita pakai selama ini. Mereka sebut pakaian biasa seperti kemeja, celana, kaos, dan sebagainya itu sebagai pakaian Nashrani, pakaian kafir Barat. Pakaian seperti ini tidak boleh dipakai ketika Shalat. Tetapi mereka tidak risau ketika Saudi memanggil pasukan Amerika untuk mengamankan negerinya. Bukan hanya mengamankan, tetapi dipersilakan membuat pangkalan-pangkalan militer di kota-kota Saudi. Menurut Sabili, ada sekitar 5 atau 6 pangkalan militer Amerika di seluruh negeri Saudi. Bagaimana negara bisa berdaulat kalau seperti itu? Saya rasanya mau muntah kalau ingat alasan-alasan orang itu dalam masalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[o] Orang-orang yang masuk Parlemen dikecam, katanya “duduk-duduk dengan orang munafik, kafir, ahli bid’ah”. Tetapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa ketika Parlemen menetapkan UU yang merugikan kaum Muslimin, seperti UU Migas, UU Kelistrikan, UU SDA, UU tentang air, UU politik, dll. Mereka juga tidak bisa apa-apa ketika kaum Muslimin susah-payah selama 10 tahunan menggolkan UU Pornografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[o] Menurut mereka, Pemerintah itu sama dengan Ulil Amri, selama mereka Muslim. Ketika Hamas menjadi pemegang kekuasaan di Palestina, lain lagi alasan mereka. Mereka giliran mengkritik Hamas dan warga Muslim Palestina. Kata mereka, jilbab wanitanya kecil-kecil, celana masih isbal (di bawah mata kaki), laki-laki mencukur jenggot, ada perpecahan di tubuh bangsa Palestina, dll. Kok tidak sekalian saja mereka salahkah cara wudhu, cara shalat, pakai jins saat shalat, motif jilbab wanita-wanita Palestina, mereka suka fotografi, bernyanyi nasyid, dll. Sementara mereka tidak memiliki sumbangan apa-apa bagi Ummat, tetapi kesalahan-kesalahan kecil terus dicela-cela. Mengerikan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[o] Mereka sangat mengecam gerakan-gerakan Islam yang mengkritik Pemerintah, demo kepada pemerintah, atau paling kasarnya memberontak kepada Pemerintah yang berkuasa. Katanya bughat, katanya Khawarij, seperti “anjing-anjing neraka”. Tetapi saat Saudi berdiri dengan cara memberontak kepada Daulah Islamiyyah Turki Utsmani, mereka lain lagi alasannya. Paling standarnya, mereka akan mengatakan, “Menurut catatan administrasi Turki Utsmani, wilayah Najd bukan masuk wilayah Turki Utsmani.” Saya katakan: Kalau bukan wilayah Turki Utsmani, lalu wilayah siapa? Wilayah tak bertuan, tanpa kepemimpinan? Bukankah kalian tahu, “60 tahun di bawah pemimpin zhalim lebih baik daripada semalam tanpa pemimpin”? Lagi pula, bagaimana dengan wilayah Hejaz, Madinah dan Makkah? Apkah Saudi hanya meliputi Najd saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[o] Mereka sangat sensitif dalam menyalah-nyalahkan. Fotografi makhluk bernyawa salah; menabung di bank salah; kredit kendaraan salah; kerja menjadi PNS buruk; sistem koperasi tidak sesuai Syariat; Bank Syariah meragukan; dan lain-lain. Tetapi ketika diingatkan, bahwa untuk menegakkan Islam secara kaaffah kita butuh legalitas Syariat Islam di negara ini. Maka itu kita harus berjuang agar Syariat diterapkan. Tetapi seketika mereka berubah haluan, tiba-tiba menuduh gerakan-gerakan Islam sebagai Hizbiyyah, ahli bid’ah, tergesa-gesa, terjerumus politik, dll. Mereka selalu menemukan dalil untuk membentengi kesesatannya. Na’udzubillah wa na’udzubillah min dzalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[o] Betapa seringnya Ummat Islam disalah-salahkan, karena meniru perilaku Yahudi dan Nashrani. Tetapi ketika kaum Muslimin ada yang menyerukan BOIKOT produk pro Yahudi dan Amerika, mereka mencari-cari dalil. Katanya, boikot itu tidak perlu, sebab dulu Nabi juga kerjasama bisnis dengan Yahudi. Begitu pula, kita tidak boleh meniru Nashrani, sementara mereka tidak ada yang terjun untuk menyelamatkan Ummat dari Kristenisasi. Terlalu “suci’ tangan mereka untuk ngurusi masalah Kristenisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[o] Ummat Islam memakai fotografi disalahkan, Ummat mencukur jenggot disalahkan, Ummat memakai celana secara isbal disalahkan, Ummat masih merokok disalahkan, Ummat mendengarkan musik disalahkan, dan sebagainya. Tetapi kalau yang melakukannya warga Saudi, di negeri Saudi, pemimpin-pemimpin Saudi, mereka diam saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[o] Ada aktivis-aktivis dakwah tinggal di Inggris, karena menyelamatkan diri dari pemimpin otoriter Arab, disalahkan. Mereka mengutip sebuah riwayat bahwa Nabi berlepas diri dari orang-orang yang mati di negeri musyrikin. Tetapi pemimpin-pemimpin Arab kerjasama dengan Israel, kerjasama bisnis dengan dia, dengan Amerika, China, dan lainnya. Mereka diam saja. Padahal menyelamatkan diri ke negeri yang aman, meskipun mayoritas Nashrani, tidak apa-apa. Seperti dulu saat Ja’far dan kawan-kawan tinggal di Habasyah, negeri Najasyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[o] Dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, mereka sangat TIDAK KONSISTEN dengan pemikiran-pemikirannya. Tidak ada tolok-ukur yang jelas disana. Sikap bisa berubah seperti apa saja, kalau cocok dengan hawa nafsunya. Menyebut mereka sebagai Ahlus Sunnah Wal Jamaah yang komitmen dengan kebenaran dari arah manapun datangnya, adalah sangat aneh. Ini termasuk firqoh sesat, penyebar pemikiran-pemikiran beracun, mematikan hati dan kesadaran para pemuda Islam. Na’udzubillah min dzalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puncaknya –untuk sementara ini- adalah TRAGEDI GHAZA. Disini bukan ditunjukkan sikap yang benar, layaknya diri orang-orang beriman saat saudaranya dihujani rudal oleh Yahudi Israel laknatullah, tetapi malah bergumul dengan isu-isu aneh. Orang-orang seperti ini tidak kalah berbahaya dibandingkan dengan jaringan Liberal. Maka selayaknya kita semua berlindung kepada Allah dari segala bentuk kesesatan jalan, baik yang nampak maupun tersembunyi. Allahumma amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke Mesir dan Saudi. Seperti disebutkan sebelumnya, sebenarnya musuh sejati kaum Muslimin Palestina bukan hanya Zionis Israel, tetapi juga pemimpin-pemimpin Arab munafik yang tidak takut kepada Allah Ta’ala. Demi hidup bermandi dollar, kesenangan, dan kekuasaan, mereka rela melecehkan agamanya sendiri. Na’udzubillah min dzalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, hanya Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang berimanlah wali-wali kita. Tidak bisa kita berharap banyak, selain hanya kepada-Nya dan kemurahan hati hamba-hamba-Nya yang beriman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Muslimin Palestina…maafkan kami atas kedhaifan kami. Ingin kami menolong Anda, namun hanya sebatas keinginan. Kekuatan kami terlalu lemah untuk menolongmu. Yakinlah, jika bukan kami, tentu hamba-hamba Allah yang lain akan menolongmu. Dan tentu saja, Allah Ta’ala akan menolongmu. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan kami yaa Akhi…ya Ukhti…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam bisshawaab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung, 17 Januari 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AM. Waskito.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3324140496270380047-5698542862300028640?l=arqomalifh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arqomalifh.blogspot.com/feeds/5698542862300028640/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3324140496270380047&amp;postID=5698542862300028640' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/5698542862300028640'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/5698542862300028640'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arqomalifh.blogspot.com/2009/01/mesir-dan-saudi-dukung-zionis.html' title='Mesir dan Saudi Dukung Zionis Laknatullah'/><author><name>Arqi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_kDC-1fS9T6s/R4x6l87hBfI/AAAAAAAAAAU/3n9Zjgjq0FA/S220/normal_tetes-8.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3324140496270380047.post-63275979054112418</id><published>2009-01-03T04:23:00.000-08:00</published><updated>2009-01-03T04:24:13.513-08:00</updated><title type='text'>Tidak Adakah Cara untuk Menghentikan Agresi Israel?</title><content type='html'>&lt;h5&gt;Jumat, 02 Januari 2009 08:36&lt;/h5&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Pertanyaan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;div align="justify"&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Assalaamualaikum wr. wb.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ustadz yang dirahmati oleh Allah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sampai kapan kita akan terus mengalah pada kebiadaban zionis Israel? Mengapa kaum muslimin tidak bersatu untuk melakukan perang melawan Israel, mana semangat ummat yang terbaik? Apa tidak ada cara untuk menghentikan agresi Israel kepada ummat Islam?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jazakallah atas dijawabnya pertanyaan ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Wassalaamualaikum wr. wb.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;      &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Jawaban&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;div align="justify"&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Seandainya seluruh umat Islam berpikiran seperti anda, baik rakyatnya maupun pejabatnya hingga pemimpin tertinggi negaranya, insya Allah dalam waktu singkat Israel segera angkat kaki dari Palestina. Tidak perlu menunggu bertahun-tahun, cukup hanya dalam bilangan hari saja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sayangnya, umat Islam yang seperti anda sangat sedikit, apalagi yang terhitung pejabat dan presiden, rasanya tidak ada. Maka begitulah jadinya, Israel tetap saja bercokol di negeri yang diberkahi Allah dengan gagahnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara itu umat Islam dari ujung barat Maroko hingga ujung Timur Marauke, hanya tergugu, diam, sayapnya terkulai, kakinya patah, nyalinya ciut, wajahnya tertunduk lesu, matanya sayu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kegagahan para shahabat di masa lalu saat menembus gurun pasir membawa panji-panji Islam ke Afrika, Eropa dan Asia, kini tinggal kenangan. Surat-surat Nabi Muhammad SAW yang dulu pernah dikirim dengan gagahnya untuk mengajak para raja dunia masuk Islam, kini tak pernah terkirim lagi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kewibawaan Khalifah Umar bin Al-Khattab ra ketika menerima kunci Baitul Maqdis dari penguasa tertinggi umat Kristiani, kini tidak ada lagi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keberanian Musa bin Nushair dan Thariq bin Ziyad ketika membakar perahu mereka sendiri, agar prajuritnya tidak punya pilihan lain selain maju menembus tanah Spanyol, kini hanya sebuah mimpi masa silam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kehebatan Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi ketika merebut Al-Aqsha dari tangan-tangan berdarah penguasa salib Eropa, kini hanya tinggal lagu kenangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kegagah-perkasaan Sultan Muhammad Al-Fatih (The Conqueror) ketika menggempur Konstantinopel hanya tinggal sejarah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Cara Menghentikan Kebiadaban Yahudi&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Yahudi ditakdirkan hanya akan dikalahkan dengan cara peperangan fisik. Dan itu hanya dilakukan oleh umat Islam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada hakikatnya mereka adalah bangsa paling pengecut dan paling takut mati. Tidak pernah ada sejarahnya Yahudi berani berhadapan muka langsung dalam peperangan. Mereka selalu berperang dengan cara sembunyi di balik benteng, sebagaimana firman Allah SWT.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:180%;"&gt;لا يُقَاتِلُونَكُمْ جَمِيعًا إِلَّا فِي قُرًى مُّحَصَّنَةٍ أَوْ مِن وَرَاء جُدُرٍ بَأْسُهُمْ بَيْنَهُمْ شَدِيدٌ تَحْسَبُهُمْ جَمِيعًا وَقُلُوبُهُمْ شَتَّى ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لا يَعْقِلُونَ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;i&gt;Mereka tidak akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok. Permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu, sedang hati mereka berpecah belah. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak mengerti&lt;/i&gt;. (QS. Al-Hasyr: 14)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan menarik untuk disimak dari ayat ini, ternyata Yahudi pun terdiri dari berbagai kelompok, di mana satu dan lainnya tidak pernah bersatu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tetapi ketika umat Islam tidak tahu titik lemah Yahudi, maka jadilah Yahudi seolah-olah sangat kuat dan tidak terkalahkan. Padahal sesungguhnya mereka sangat lemah, pengecut dan tidak kompak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sayangnya, di balik semua kelemahan Yahudi itu, justru umat Islam jauh lebih lemah lagi. Bukan sekedar cinta dunia dan takut mati, bahkan lebih jauh dari itu, justru umat Islam saling berpecah belah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Satu dengan yang lain selalu bentrok, saling hujat, saling caci, saling maki, lalu merasa kelompoknya saja yang benar. Yang tidak ikut paham dan aliran mereka, langsung dicap ahli bid'ah, bukan ahli sunnah, teroris dan khawarij.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semua ulama dikafirkan, semua jamaah dikucilkan, semua yang tidak sama dengan dirinya dianggap ahli neraka. Seolah-oleh surga itu kavling milik pribadi mereka saja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Dari sisi ekonomi&lt;/b&gt;, nyaris semua negeri Islam punya potensi kekayaan alam. Minyak bumi yang jadi 'nyawa' peradaban dunia, justru disedot habis dari bumi milik umat Islam oleh drakula jahat yaudi. Sebaliknya, umat Islam yang hidup di atas ladang-ladang minyak itu mati kelaparan, lantaran diembargo oleh negara-negara yang secara de facto dikuasai oleh kekuatan Yahudi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Dari sisi pendidikan&lt;/b&gt;, secara sengaja barat telah merasuki para penentu kebijakan di tiap negeri muslim, agar kurikulum pendidikan di tiap negeri Islam menjadi mandul. Meski lulusannya tetap bergelar sarjana dan doktor, tetapi mentalitasnya tetap tidak jauh dari kaki tangan dan antek Yahudi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aqidah dan fikrahnya tetap sekuler, anti Islam dan anti syariah. Sedangkan dari sisi kualitas lulusan, sangat rendah dan tidak bisa bersaing dengan lulusan dari barat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Dari sisi politik&lt;/b&gt;, hanya orang-orang yang terdidik dengan mentalitas seperti ini saja yang bisa masuk ke dalam struktur pemerintahan dan menentukan kebijakan suatu negara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan ujung-ujungnya, arah politik negeri Islam sudah bisa ditebak, yaitu SANGAT taat, tunduk dan patuh kepada barat secara mutlak tanpa reserve. Bahkan ketika negara-negara Islam membentuk OIC (OKI) atau apapun namanya, tetap sama saja karakternya: lemah, pengecut dan tidak lebih dari macan 'ompong'.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Dari sisi militer&lt;/b&gt;, tak satu pun negeri Islam yang mampu membuat senjata sendiri. Kalau pun mampu, belum tentu bebas membuatnya. Karena itu meski semua negara Islam bersatu, secara hitungan di atas kertas, tetap saja kalah dari sisi persenjataan dengan Yahudi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Meskipun kita sangat yakin bahwa senjata bukan satu-satunya faktor kemenangan. Tetapi adanya senjata itu tetap penting dan Allah SWT sendiri menyebutkan manfaatnya, yaitu untuk menggetarkan lawan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;i&gt;Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu...&lt;/i&gt;(QS. Al-Anfal: 60)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Yahudi Bukan Apa-apa&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebelum seratus tahun yang lalu, Yahudi bukan siapa-siapa. Mereka adalah gelandangan miskin yang terusir dari semua negara, tertindas, terpinggirkan, tidak punya negara, kelaparan dan kedinginan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Memang betul dan harus kita akui bahwa Yahudi itu umumnya terdiri dari orang-orang yang ulet, tahan uji, biasa hidup melarat. Mungkin hal inilah yang menempa mereka menjadi semakin kuat secara sunnatullah. Dan menjadi dendam kesumat tujuh turunan yang mereka wariskan dari nenek moyang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tentang terusirnya Yahudi dari berbagai belahan bumi, hal itu disebabkan karena karakter mereka yang culas, licik, makan teman, gemar berdusta, hobi berkhianat, pandai menipu, lintah darat, pelit, egois, suka menjilat dan oportunis. Dan satu lagi karakter asli mereka, pengecut...&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Ledakkan&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka untuk menghentikan kebengisan Israel hanya ada satu cara, bombardir perumahan mereka dengan peluru kendali. Kalau kita jatuhkan bom berton-ton di atas pemukiman mereka, sebentar saja mereka pasti menyerah kalah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam perang ini, ada pendapat yang boleh dikaji, yaitu tidak ada lagi istilah sipil atau militer dari kalangan Yahudi Israel. Mereka semua sama saja, halal darahnya danh hartanya juga, karena mereka datang dari negeri yang jauh lalu tiba-tiba mencaplok sebuah negeri yang merdeka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka siapa saja yang masuk ke sebuah negara berdaulat lalu melakukan makar di dalamnya, baik sipil atau pun militer, keduanya sama-sama penjajah. Halal darahnya dan hartanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalau mereka mengaku sebagai orang sipil, seharusnya mereka tidak ada di tengah kancah peperangan. Seharusnya mereka segera mengungsi keluar dari bumi Palestina, atau sebelumnya tidak perlu datang ke Palestina. Bukankah dunia tahu bahwa kedatangan mereka sebagai penjajah?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mengaku sebagai sipil tapi tetap nongkrong di wilayah peperangan, sama saja menyerahkan nyawa. Dan mereka tidak berhak untuk mengaku sebagai penduduk sipil, karena pada dasarnya rumah mereka bukan di Palestina. Mereka adalah pendatang yang masuk untuk menjajah dan membunuh rakyat sipil asli, yaitu rakyat Palestina.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka sebaiknya negara OKI tidak perlu bersidang, cukup kirimkan misil ke atas perumahan Yahudi&lt;i&gt;laknatullahi 'alaihim&lt;/i&gt;. Sidang OKI hanya buang waktu dan buang energi, tidak akan pernah membuat Yahudi gemetar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Apa Kabar Iran? Kemana Aja? &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Yang menjadi sangat misterius adalah posisi Iran dalam hal ini. Kita tahu persis bahwa Ahmadinejad sering sesumbar di depan publik, bisa mengalahkan Israel. Perang mulut antara Israel dan Iran banyak menghasilkan decak kagum sebagian kalangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mereka pikir, harapan akan perlawanan dan penggempuran terhadap Israel bisa ditambatkan di Iran. Bahkan Nejad sesumbar akan menghapus Israel dari peta dunia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi sekarang terbukti bahwa sesumbar itu hanya pepesan kosong, alias tidak terbukti. Mana peluru kendali yang dibangga-banggakan itu? Mana janji mau menghapus Israel dari peta dunia?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Alih-alih menembakkan roket ke Israel, Iran malah mau mengirim 7.000 mahasiswa suka rela. Kasihan sekali para mahasiswa itu, bukan karena mau mengecilkan peran dan semangat juang mereka. Tapi bukankah untuk perang wajib ada pelatihan dulu? Wajib harus ada pembekalan ini dan itu. Sekarang Israel sudah meledakkan rakyat Palestina, masak sih yang dikirim hanya mahasiswa? Rasanya kok kurang pas ya?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seharusnya yang dikirim adalah tentara pengawal revolusi, atau apalah. Yang penting tentara profesional. Bukan mahasiswa yang masih harus dilatih dulu. Orang sudah perang kok baru mau latihan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apa sih susahnya meluncurkan missil antar benua, pasti akan lebih efektif dan efisien. Cukup tekan tombal dan wussss Israel meledak. Mudah, cepat, murah dan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Masih terngiang janji manis Iran beberapa waktu yang lalu :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Mereka seharusnya takut bahwa rudal yang memiliki jangkauan tembak 2.000km akan menghantam jantung kota Tel Aviv," kata Ayatollah Ahmad Khatami. Ia mengacu pada rudal Shahab-3 Iran yang dapat menghantam sasaran sejauh sekitar 2.000km.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kami akan memusnahkan Israel," kata Jenderal Muhammad Riza Asytiani.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Pasukan bersenjata Iran akan menyerang pusat Israel dan 32 pangkalan AS di kawasan ini sebelum debu dari serangan itu mengendap," kata Mojtaba Zolnoor.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sekarang kita menunggu-nunggu ancaman itu, sebab memang sekarang lah saat yang paling tepat. Tapi kok tidak pernah dilaksanakan. Tadinya saya bilang, kenapa  kita hanya demo ke Kedubes AS di Jakarta, kenapa kita tidak sekalian demo ke Kedubes Iran? Demo ke Kedubes Iran? Ya,  karena mereka punya senjata yang berimbang dan tegas menyatakan mampu membungkam Israel.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nah ini saat yang paling tepat untuk membuktikan bahwa Sahab-3 itu benar-benar bisa menembus jarak 2.000 km, penerbangan langsung from Iran to Tel Aviv. Tapi unfortunetly, Iran ternyata diam saja. Malah hanya mengirim anak-anak mahasiswa. Bukan mengirim roket Sahab-3 nya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tiba-tiba seorang teman berbisik,"Ustadz, Iran baru akan melakukan serangan itu hanya kalau fasilitas nuklirnya diserang oleh Israel. Sedangkan kalau Israel membunuh rakyat Palestina, meski korban sudah jatuh sampai 300-400 orang, mereka sih masih tenang-tenang saja".&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Glek, saya hanya duduk terdiam sambil berlinang air mata. Oh, gitu ya. Kok bisa ya mereka santai-santai sementara tiap hari korban berjatuhan. Wahai, kekuatan apa yang membuat para penguasa di Iran jadi kaku tanggannya untuk memencet tombol. Apakah karena rakyat Palestina bukan syiah tapi sunni??? Semoga tidak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan 1001 pertanyaan berkecamuk di kepala....&lt;em&gt;La ilaaha illallah...&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;i&gt;Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Ahmad Sarwat, Lc.&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;http://warnaislam.com/syariah/daulah/2009/1/2/30960/Tidak_Adakah_Cara_Menghentikan_Agresi_Israel.htm&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3324140496270380047-63275979054112418?l=arqomalifh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arqomalifh.blogspot.com/feeds/63275979054112418/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3324140496270380047&amp;postID=63275979054112418' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/63275979054112418'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/63275979054112418'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arqomalifh.blogspot.com/2009/01/tidak-adakah-cara-untuk-menghentikan.html' title='Tidak Adakah Cara untuk Menghentikan Agresi Israel?'/><author><name>Arqi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_kDC-1fS9T6s/R4x6l87hBfI/AAAAAAAAAAU/3n9Zjgjq0FA/S220/normal_tetes-8.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3324140496270380047.post-6133288323762924605</id><published>2009-01-03T04:22:00.000-08:00</published><updated>2009-01-03T04:23:15.295-08:00</updated><title type='text'>Memilih Jamaah yang Mana?</title><content type='html'>&lt;h5&gt;Sabtu, 03 Januari 2009 00:54&lt;/h5&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Pertanyaan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;div align="justify"&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ustadz yang dirahmati Allah. Seperti kita ketahui bersama sekarang ini banyak jamaah-jamaah di dalam Islam, seperti salafiah, tarbiyah, Jamaah Tabligh dan sebagainya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pertanyaan saya adalah: harus memilih jamaah yang manakah saya, agar saya selamat dunia dan akhirat? Dan berdosakah saya jika tidak berjamaah? Sebab ada hadits yang menyebutkan agar kita berjamaah. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Wasalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;   &lt;p&gt;&lt;i&gt;CSuntana&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Jawaban&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;div align="justify"&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Hadits tentang wajibnya berjamaah itu memang benar. Hanya konteksnya di zaman sekarang ini perlu kita pahami secara benar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apakah benar bahwa siapa saja yang tidak ikut ke dalam kelompok-kelompok yang anda sebutkan itu, lantas dianggap tidak akan masuk surga? Apakah kelompok-kelompok itu representasi yang sah tentang sebuah jamaah yang dimaksud oleh Rasulullah SAW?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pertanyaan ini penting untuk dijawab. Mengapa?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena seolah-olah bila kita tidak memilih salah satunya, kita ini bukan umat Islam. Sebab ancamannya tidak akan masuk surga. Apakah seorang muslim tidak cukup hanya menjadi umat Islam saja, tanpa harus ikut-ikutan menjadi anggota sebuah kelompok jamaah tertentu?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kelompok Bukan Representasi Jamaah Muslim &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya berbagai macam kelompok umat Islam yang ada sekarang ini, sama sekali bukan representasi dari jamaah muslim yang banyak disebutkan di dalam hadits-hadits tentang jamaah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebab kelompok-kelompok itu tidak ada mirip-miripnya dengan jamaah muslimin yang dahulu digagas dan dipimpin langsung oleh Rasulullah SAW.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di antara beberapa perbedaan mendasar antara lain adalah:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Jamaah muslimin di masa Rasulullah SAW hanya ada satu, tidak dua, tiga, empat atau ribuan seperti yang ada sekarang ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Setiap umat Islam di masa Rasulullah SAW otomatis dianggap sebagai anggota jamaah muslimin. Tidak ada seorang muslim pun yang dianggap bukan anggota jamaah muslimin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berbeda di zaman sekarang ini, di mana para petinggi kelompok tertentu ada yang sampai menuduh bahwa orang yang tidak ikut ke dalam barisannya sebagai bukan umat Islam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. Di masa Rasulullah SAW, bai'at bukanlah pintu gerbang untuk menjadi anggota jamaah muslimin. Pintu gerbangnya hanya satu, yaitu mengikrarkan dua kalimat syahadat. Adapun bai'at Aqabah I, Aqabah II, Bai'at Ridhwan, sama sekali tidak terkait dengan keanggotaan para shahabat terhadap jamaah Rasulullah SAW.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berbeda dengan sebagian metode kelompok-kelpompok di masa sekarang ini yang menjadikan bai'at sebagai pintu gerbang untuk menjadi anggotanya. Kalau belum dibai'at maka dianggap belum menjadi anggota, hanya menjadi simpatisan semata.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalau bai'at itu hanya dijadikan semata sebagai proses menjadi anggota sebuah kelompok atau organisasi, mungkin tidak masalah. Tetapi kalau bai'at itu dipercaya sebagai bagian dari apakah seorang itu dianggap berjamaah atau tidak secara syar'i, maka pemahaman ini kontradiktif.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebab kalau ada orang tidak ikut dalam kelompok itu, apakah boleh dianggap sebagai orang yang tidak berjamaah sebagaimana hadits yang disabdakan oleh Rasulullah SAW?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemahaman ini akan menjerumuskan semua umat Islam sedunia ini sebagai bukan bagian dari umat Islam, karena 1, 5 milyar (1.500.000.000) umat Islam di dunia ini, tidak ada satu pun yang berstatus sudah berjamaah. Kecuali beberapa ribu orang yang berbai'at kepada jamaah itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemahaman seperti inilah yang pada gilirannya akan menggiring orang awam kepada pemahaman keliru tentang takfir. Seolah-olah, siapa pun yang tidak ikut ke dalam kelompoknya, berarti tidak berjamaah. Dan kalau tidak berjamaah, berarti akan masuk neraka. Dan kalau pasti masuk neraka, bukanka berarti kelompok itu sudah mengkafirkan seorang muslim?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Silahkan Ikut Kelompok&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Apa yang kami sampaikan di atas bukan berarti kami melarang umat Islam untuk ikut aktif di berbagai kelompok yang ada. Sama sekali tidak. Silahkan saja ikut berbagai macam kelompok yang ada.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tetapi yang penting, jangan saling menjelekkan, jangan saling mencaci, jangan saling menghina dan jangan saling menuduh kafir antara sesama kelompok di tengah umat. Sebaliknya, semua kelompok itu, yang mana saja, wajib hukumnya untuk duduk bersama serta saling bersinergi satu sama lain.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jangan jalan sendiri-sendiri seolah-olah tidak merasa butuh dengan saudaranya. Bukalah pintu hati untuk keberadaan kelompok lainnya. Toh, tidak mungkin masalah umat Islam ini dikerjakan sendirian saja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kita butuh banyak tenaga yang mungkin tidak kita miliki di dalam barisan kita sendiri. Mungkin tenaga itu justru ada di dalam kelompok lain. Maka tidak ada yang salah kalau kelompok-kelompok itu saling bekerja sama di semua bidang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Toh tujuan mereka sama, yaitu berjuang membela agama Islam dan menjadikan Islam sebagai agama yang dianut dan dijalankan oleh umat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mengapa pula kita harus saling gasak, saling gesek dan saling gosok? Bukankah tindakan dan sikap negatif seperti itu malah bertentangan dengan karakteristik jamaah muslimin yang digagas oleh Rasululah SAW?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semoga Allah SWT menyatukan umat Islam seluruhnya ke dalam satu barisan di belakang bendera Rasulullah SAW, serta saling mengasihi satu sama lain, amin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ahmad Sarwat, Lc&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;http://warnaislam.com/syariah/umum/2009/1/3/3240/Memilih_Jamaah_Mana.htm&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3324140496270380047-6133288323762924605?l=arqomalifh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arqomalifh.blogspot.com/feeds/6133288323762924605/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3324140496270380047&amp;postID=6133288323762924605' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/6133288323762924605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/6133288323762924605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arqomalifh.blogspot.com/2009/01/memilih-jamaah-yang-mana.html' title='Memilih Jamaah yang Mana?'/><author><name>Arqi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_kDC-1fS9T6s/R4x6l87hBfI/AAAAAAAAAAU/3n9Zjgjq0FA/S220/normal_tetes-8.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3324140496270380047.post-4834535588560078006</id><published>2009-01-02T14:20:00.000-08:00</published><updated>2009-01-02T14:21:53.904-08:00</updated><title type='text'>Halaqah =  Kampanye (ust Ahmad Sarawat)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://images.pandakeadilan.multiply.com/image/2/photos/upload/300x300/SV4vhwoKCswAAHXwASQ1/sarwat.jpg?et=vc5KK6CjjdrUya4hetdC9A&amp;amp;nmid=158903623"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 80px; height: 80px;" src="http://images.pandakeadilan.multiply.com/image/2/photos/upload/300x300/SV4vhwoKCswAAHXwASQ1/sarwat.jpg?et=vc5KK6CjjdrUya4hetdC9A&amp;amp;nmid=158903623" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selasa, 30 Desember 2008 12:09&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu 'alaikum warhmatulalhi wabarakatuh,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sangat yakin statemen yang antum sampaikan dalam pertanyaan ini berangkat dari rasa haus untuk belajar Agama Islam. Memang ada banyak pilihan untuk itu, salah satunya ikut halaqah seperti yang antum ceritakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sangat mengerti kekecewaan antum saat ini, karena apa yang antum harapkan untuk dapat belajar ilmu syariah ternyata tidak terpenuhi. Alih-alih buka kitab, halaqah yang antum ikuti hanya membicarakan urusan politik dan politik saja. Bahkan kadang hanya berisi perintah-perintah untuk memenangkan kandidat dari partai tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Partai tertentu? Ya, terus terang sajalah, PKS gitu loh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus mana ngajinya? Kok kampanye melulu? Sedikit-sedikit pilkada, sedikit-sedikit pemilu, sedikit-sedikit memenangkan calon kandidat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah..wah.. Itu barangkali yang antum pertanyakan. Maunya belajar urusan syariah dan agama, kok ujung-ujungnya malah berpolitik sih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya yang mengadu seperti antum bukan cuma satu orang, justru hampir setiap saat saya menerima pengaduan persis dan mirip dengan apa yang antum sampaikan. Antum adalah orang yang ke-1.000 yang mengeluh seperti ini ke Saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau pun tindakan selanjutnya bisa beda-beda. Ada yang tetap meneruskan ikut halaqah, tapi bersikap kritis. Sampai-sampai dicap sebagai ceriwis, tukang kritik dan nyebelin oleh Sang Murobi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi yang malas hadir di halaqahnya. Datang pengajian kalau pikiran lagi terang saja. Tapi kalau lagi jutek, ya sudah tidak usah datang saja. Nonton TV di rumah atau sekalian jalan-jalan ke Mal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lain juga malas-malasan datang ke halaqahnya, tapi masih agak sedikit lebih sopan, yaitu cari-cari alasan yang 'agak syar'i', misalnya menunggu orang tua yang sakit, atau pura-pura sakit, padahal cuma jempolnya cantengan. Sama sekali tidak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih ekstrem memang banyak juga, yaitu berhenti atau keluar dari halaqah. Dan model begini juga macam-macam judulnya. Ada yang berhenti dari halaqah terus balik lagi jadi seperti sebelumnya. Pergaulannya, akhlaqnya, cara pandangannya, serta kepribadiannya, jadi agak jauh dari apa yang sering digambarkan sebagai aktifis. Sekedar untuk tidak menggunakan istilah jahiliyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang loncat ke harakah atau jamaah lain juga tidak sedikit. Sebagian memang ada yang pindah ke aktifitas dakwah lain, misalnya majelis dzikir, atau tasawuf, bahkan juga ke jamaah tabligh. Dan salah satunya ya seperti antum itu, pindah ke salafi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa alasan yang paling sering dikemukakan tentang pindah ke salafi ini. Salah satunya memang persis seperti yang antum ceritakan, yaitu ada kesan bahwa di Salafi itu ustadz-ustadznya sangat paham agama. Bicaranya tidak pernah keluar dari Quran dan Sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat beberapa kalangan, tawaran seperti ini cukup menarik memang. Walau pun juga bukan tanpa kritik. Yah, mana ada sih jamaah atau pengajian yang sempurna. Kalau mau dicari-cari, pasti semua ada kekurangannya. Istilah para pujangga, tiada gading yang tak retak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman-teman yang tergabung dengan salafi ini memang cukup banyak diminati, terutama oleh orang-orang yang mengalami kasus mirip antum. Beberapa masjid di Jakarta yang saya tahu persis dulunya dibina dan diaktifkan oleh para kader dakwah, kini lebih sering menggelar pengajian yang nara sumbernya dari kalangan salafi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa yang salah dari salafi? Bolehkah kita ikut salafi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin itu yang antum ingin tanyakan secara lebih tajamnya. Jawabnya ya pada hakikatnya kita tidak bisa membuat penilaian yang sifatnya hitam putih. Apalagi saya tahu persis bahwa teman-teman yang mengaku salafi itu ternyata terdiri dari berbagai kelompok juga, yang mana satu sama lain ternyata saling berbeda pandangan juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mending kalau perbedaan itu hanya sebatas kulit, kadang perbedaan dan friksi di tengah teman-teman saya sendiri itu sampai pada wilayah -yang menurut mereka- termasuk wilayah aqidah dan urusan surga dan neraka. Bahkan tidak jarang saya dengar pula kalimat dan statement yang kurang enak didengar, entah melaknat, mencaci, memaki dan mentahdzir dengan sesama salafi juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ikut mengaji ke salafi memang agak rumit juga. Sebab jelas-jelas ada berbagai jenis salafi nih. Ada salafi A, salafi B, salafi C, salafi D dan bisa diteruskan sampai ZZZ. Ada salafi yang santun, baik dari segi bahasa dan sikap, tapi tidak jarang kita ketemu juga yang agak-agak gahar alias killer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada salafi yang masih mau merujuk kepada perbedaan pendapat di kalangan ulama. Biasanya teman-teman salafi yang pernah lulus dari Fakultas Syariah di LIPIA, agak lebih bisa menerima perbedaan pendapat. Tapi syaratnya, beliau lulus dari level Syariah, bukan sekedar I'dad Lughawi atau Takmili. Sebab Fakultas Syariah LIPIA itu kan jurusannya memang Muqaranatul Madzahib (Perbandingan Mazhab).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan yang cuma lulus di Takmili atau hanya level I'dad Lughawi, memang tidak pernah belajar jurus-jurus perbedaan pendapat di kalangan ulama. Kalau terkesan suka menggurui dan memaksakan pendapatnya, wajar lah. Soalnya ilmu memang baru sampai disitu. Kuliah di LIPIA judulnya cuma mau belajar bahasa Arabnya, bukan belajar perbandingan madzhabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang agak galakan dikit kalau keluaran langsung dari Yaman. Semisal murid-muridnya Syeikh Muqbil dan teman-temannya. Atau lulusan Madinah murid-muridnya Syeikh Dr. Rabi' Al-Madkhali. Sebenarnya kalau kita teliti teman-teman salafi di Indonesia, yang mengaji langsung kesana tidak terlalu banyak. Yang banyak itu cuma murid dari murid alias cucu murid. Sebab Dr. Rabi' Al-Madkhali sudah tidak lagi mengajar di Jamiah Islamiyah Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan-pesan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya di Indonesia ini tidak sedikit kok orang yang memiliki ilmu agama yang tinggi. Kita punya banyak doktor ahli tafsir, ahli hadits, ahli fiqih dan bahkan kita juga punya kandidat doktor ahli Ushul Fiqh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bukan hanya dimiliki oleh kalangan salafi saja. Malah kalau saya amati, teman-teman di kalangan salafi itu belum terlalu banyak yang sudah sampai jadi doktor syariah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan saya sederahana saja. Kalau kita mau jadi jagoan bulu tangkis, wajar dong kalau kita belajar dari seorang Rudi Hartono, mantan juara All England 8 kali. Kalau kita mau jadi orang pandai dalam tata rambut, wajar juga kalau belajarnya kepada seorang Rudi Hadisuwarno, yang punya pengalaman. Dan kalau mau jadi ahli masak, nggak salah kalau belajarnya sama Rudi Chairudin yang wajahnya imut itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka saya sering katakan, bahkan kalau pun para murabbi di halaqah itu tidak bicara politik sekalipun, tapi bicara islam, tetap saja saya tidak menyarankan antum hanya belajar ilmu-ilmu agama dari mereka. Sebab umumnya para murabbi itu memang tidak menguasai ilmu tafsir, ilmu hadits, ilmu fiqih, ilmu ushul fiqih dan seterusnya. Paling-paling materi dasar semacam Makna syahadatain, Makrifatullah dan sejenisnya. Materi yang bisa dibaca sendiri atau bisa beli bukunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang antum butuhkan adalah kuliah di sebuah institusi resmi, dimana disana diajarkan berbagai ilmu-ilmu keislaman secara terstruktur. Dan yang lebih penting, dosen atau ustadznya juga bukan orang sembarang. Setidaknya secara formal adalah lulusan dari fakultas yang sesuai dengan ilmu yang diajarkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya halaqah-halaqah itu hanya sebuah proses penyaringan calon mahasiswa. Lulus halaqah, baru deh masuk ke jenjang yang lebih tinggi, yaitu kuliah Agama Islam, dimana disitulah belajar agama yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi dalam pandangan saya, harusnya para kader itu harus lulus fakultas syariah. Setidaknya dari sisi level keilmuannya, tiap kader harus sudah mendapatkan minimal 144 SKS. Entah bagaimana caranya, itu bisa-bisanya para pengelola harakah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saya pribadi, saya lebih suka menyelenggarakan kuliah syariah via internet. Selain murah, juga fleksible. Siapa saja boleh ikutan, dan yang menarik, tidak harus hadir kuliah. Semua bisa dilakukan lewat internet. Begini saja, silahkan saja klik link ini ( www.kampussyariah.com ) untuk penjelasan lebih detail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan pengajian di salafi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya sama saja. Kalau yang mengajar hadits disana adalah seorang doktor di bidang ilmu hadits, tidak ada salahnya belajar dari beliau. Demikian juga kalau yang mengajar ilmu fiqih itu adalah doktor Fiqih, silahkan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kalau cuma sekedar memaksakan pendapat golongan, atau menjelek-jelekkan para ulama, serta menuduh umat Islam yang tidak ikut mengaji kepada mereka sebagai orang sesat, ahli bid'ah, calon penghuni neraka, ya sama juga bohong. Antum tidak akan mendapatkan tambahan ilmu, tapi cuma tambah banyak musuh. Bukan tambah santun, tapi malah congkak, sombong, belagu dan kurang kerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya seorang yang bertambah ilmunya itu semakin bijak, luas wawasan, jauh pandangan, tidak gampang suudzhan. Punya pemahaman yang tinggi atas realitas perbedaan dan khilaf di kalangan para ulama. Hatinya berisi semangat saling menghormati dan menghargai antar ulama, serta konsentrasi kepada kesatuan dan persatuan umat lewat kerukunan dan ukhuwah Islamiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang talibul ilmi seharusnya selalu ingin menjauhkan diri dari fanatisme buta, kultus individu, arogansi berpendapat, sikap saling cela, saling maki, saling ejek dan saling tuduh sesat antara sesama pendapat ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena pada dasarnya seorang yang berilmu itu harus menjadi rahmat untuk semua elemen umat, bahkan untuk semua manusia. Bukan jadi biang keributan dan keresahan umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warhmatulalhi wabarakatuh,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad Sarwat, Lc&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://warnaislam.com/syariah/daulah/2008/12/30/43740/Halaqah_Kok_Kampanye.htm"&gt;http://warnaislam.com/syariah/daulah/2008/12/30/43740/Halaqah_Kok_Kampanye.htm&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3324140496270380047-4834535588560078006?l=arqomalifh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arqomalifh.blogspot.com/feeds/4834535588560078006/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3324140496270380047&amp;postID=4834535588560078006' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/4834535588560078006'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/4834535588560078006'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arqomalifh.blogspot.com/2009/01/halaqah-kampanye-ust-ahmad-sarawat.html' title='Halaqah =  Kampanye (ust Ahmad Sarawat)'/><author><name>Arqi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_kDC-1fS9T6s/R4x6l87hBfI/AAAAAAAAAAU/3n9Zjgjq0FA/S220/normal_tetes-8.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3324140496270380047.post-1919825239862383366</id><published>2009-01-01T14:51:00.000-08:00</published><updated>2009-01-01T14:55:00.052-08:00</updated><title type='text'>Fiqh Demonstrasi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_kDC-1fS9T6s/SV1JsJgWUQI/AAAAAAAAABU/asdyjYzB61k/s1600-h/massa+aksi1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_kDC-1fS9T6s/SV1JsJgWUQI/AAAAAAAAABU/asdyjYzB61k/s320/massa+aksi1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5286462560417501442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Apakah Berdemonstrasi Bid’ah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Ikhwan.net | 16 October 2007 | 5 Syawal 1428 H |&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abi AbduLLAAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala puji bagi ALLAAH yang telah mengutus rasul-Nya dengan membawa agama yang hanif dan toleran (hanifiyyah wa samhah) untuk menghilangkan segala keberatan (al-aghlal) dan ekstrimitas (al-ghuluww) dari ajaran agama sebelumnya dan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam semesta..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga shalawat serta salam tercurah pada Imam para Da’i, pembawa panji risalah, yang karena rahmat ALLAAH beliau bersifat lembut serta terpelihara dari sifat kasar dan keras, sangat pemaaf serta pemurah terhadap orang-orang beriman, juga bagi keluarga, para sahabat dan pengikutnya, serta siapa saja yang meneladani dan berpedoman pada ajaran beliau tersebut sampai hari kiamat nanti. Amma ba’du.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Al-Qur’an, ALLAAH SWT memerintahkan kita agar menjauh dari sifat ekstrem dalam berperilaku dan menghindari dari mengikuti hawa-nafsu saat berfatwa seperli kelakuannya para Ahli Kitab, melalui firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya: Wahai ahli Kitab janganlah kalian bersikap ekstrem (ghuluw) dalam agama kalian. Dan janganlah kalian mengikuti hawa nafsu kaum sebelum kalian yang telah sesat dan menyesatkan banyak orang.”[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ALLAAH SWT juga memerintahkan kita untuk bersikap adil dan moderat dalam segala ucapan, hati dan perilaku kita dengan firman-NYA:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya: Demikianlah KAMI telah menjadikan kalian ummat yang adil dan moderat, supaya kalian menjadi saksi atas sekalian manusia dan Rasul menjadi saksi atas kalian.”[2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ALLAAH SWT melarang menjadikan kebencian kita kepada suatu kaum atau kelompok membuat kita menjadi tidak adil dalam berkata dan berfatwa dengan firman-NYA:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya: Wahai orang-orang yang beriman hendaklah kalian konsisten menjadi saksi yang adil karena ALLAAH, dan janganlah kebencian kalian atas suatu kaum menjadikan kalian menjadi tidak adil, bersikap adillah karena adil itu lebih dekat kepada taqwa dan takutlah kalian kepada ALLAAH, sungguh ALLAAH Maha Mengawasi apa yang kalian perbuat.” [3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi SAW juga telah memperingatkan kita melalui sabdanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya: Takutlah kalian akan sikap ekstrem dalam beragama, karena sebenarnya yang telah membinasakan orang-orang sebelum kalian adalah karenanya”[4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW memberitakan di dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari jalur Anas bin Malik RA, agar para ulama saat berdakwah senantiasa memberi kemudahan pada ummat dan tidak mempersulit atas mereka, yaitu ketika beliau bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya: Permudahlah oleh kalian semua dan jangan dipersulit, gembirakanlah mereka dan jangan disusahkan, bersepakatlah dengan mereka dan jangan berselisih”[5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan ini sering disampaikan oleh Nabi SAW saat mengutus Mu’adz RA ke Yaman, sebagaimana juga saat mengutus para shahabatnya RA untuk berdakwah ke berbagai tempat yang jauh.[6] Dan dalam Shahih Al-Bukhari dalam ta’liq-nya atas hadits ini disebutkan bahwa Nabi SAW senantiasa menginginkan keringanan dan kemudahan untuk manusia[7].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW juga memperingatkan dengan keras dari orang-orang yang sering berlebihan dan sok berdalam-dalam dalam berfatwa dalam sabdanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya: Binasalah orang-orang yang mutanaththi’un! Binasalah orang-orang yang mutanaththi’un! Binasalah orang-orang yang mutanaththi’un!”[8]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Imam An-Nawawi dalam syarah-nya atas hadits ini: Al-Mutanaththi’un adalah orang-orang yang sok berdalam-dalam dalam membahas suatu fatwa, sehingga penafsiran atau pendapatnya melampaui batas[9].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara fatwa terburu-buru dan prematur yang muncul tersebut adalah fatwa tentang haramnya demonstrasi, yang konon menurut mereka: “Karena pencetusnya adalah orang-orang kafir, atau orang-orang yang tidak menghiraukan dalil dan tidak menggunakan akal. Kemudian penyakit ini berpindah ke negeri-negeri kaum muslimin melalui didikan barat. Ini semua diterima oleh orang-orang yang hatinya menyimpang atau yang telah dididik oleh Barat, kemudian di tulis di koran-koran dan disebarkan melalui media masa, gaungnya begitu kuat, sehingga disangka oleh masyarakat, bahwa itu semua merupakan suatu kebenaran, padahal ini merupakan kebatilan yang paling buruk[10].”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu marilah kita cermati fatwa yang dikeluarkan ulama tersebut tentang demonstrasi, kemudian kita bahas secara ilmiah dan jernih, jauh dari sifat ta’ashshub (fanatik buta) serta su’uzhann (berprasangka buruk), kita jauhi celaan pada pribadinya dan kita berkonsentrasi pada apa yang telah dibahasnya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memudahkan pembaca –rahimakumuLLAAH- mengikuti metode bantahan saya ini, maka saya sebutkan dengan urutan PENANYA (orang yang bertanya), HUJJAH DARI SYAIKH (jawaban dari Syaikh yang saya kritik) dan diakhiri dengan JAWABAN SAYA (sanggahan saya atasnya), al-haqqu ahaqqu an yuttaba’ (sungguh kebenaran itu lebih layak untuk diikuti), waLLAAHu waliyyut Taufiq..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENANYA:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana hukum demonstrasi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAWABAN SYAIKH:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demonstrasi adalah bid’ah ditinjau dari berbagai sudut pandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HUJJAH PERTAMA DARI SYAIKH:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demonstrasi ini digunakan untuk menolong agama ALLAAH, dan meninggikan derajat kaum muslimin, lebih-lebih di negeri-negeri Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, menurut pelakunya, demonstrasi merupakan ibadah, bagian dari jihad. Sedangkan kita telah memahami, bahwa hukum asal ibadah adalah terlarang, kecuali jika ada dalil yang memerintahkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sudut pandang ini, demonstrasi merupakan bid’ah dan perkara yang diada-adakan di dalam agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAWABAN SAYA:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh telah benar jika yang dimaksudkannya bahwa demonstrasi adalah bid’ah dari sisi bahasa (lughah), yaitu jika kita menggunakan bahasa Inggris (demonstration), tapi ia bukan bid’ah secara syari’ah, karena jangankan para Salaf, bahkan shahabat RA-pun pernah melakukan demonstrasi, kendatipun tentunya tidak dinamakan demonstrasi secara bahasa, maka nanti saya akan buktikan pada Syaikh, bahwa Islam telah lebih dulu mengadakan demonstrasi dibanding Barat, dalilnya menyusul insya ALLAAH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Syaikh juga sungguh telah berlebihan, memasukkan demonstrasi sebagai masalah ibadah, bagaimana ia bisa berfatwa demikian? Padahal semua orang pun tahu demonstrasi bukan sebuah ibadah (bahkan di Barat sendiripun ia bukan sebuah ibadah), ia hanyalah sebuah sarana (wasilah) dalam politik dan dakwah, sama dengan menggunakan internet ataupun radio atau TV saat berpolitik dan berdakwah, maka mengapakah Syaikh juga tidak mengharamkan internet karena ia juga sarana dakwah asli dari Barat?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ALLAAH SWT berfirman: “Artinya: Dan siapkanlah untuk menghadapi musuh-musuh kalian dari segala kekuatan yang kalian sanggupi, dari Kuda-kuda perang yang ditambat, yang dengannnya dapat menggentarkan musuh-musuh-mu…”[11]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin bertanya kepada Syaikh bagaimana pendapatnya tentang ayat ini? Sedangkan ayat ini menyebutkan secara jelas dan tegas penggunaan Kuda dalam peperangan, apakah Syaikh di zaman ini juga akan berperang melawan musuh Islam dengan Kuda, hanya karena ia telah dijelaskan secara zhahir dalam Al-Qur’an?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelaslah bagi pembaca hal yang disebutkan secara tekstual saja dalam ayat Al-Qur’an jika menyangkut wasilah maka bisa diganti dan dikembangkan jika memang ada yang lebih baik (sepanjang istinbath-nya tentu saja didasarkan oleh dalil shahih dan menggunakan metode yang benar) maka apatah lagi hal yang tidak dijelaskan secara jelas dalam Al-Qur’an maupun As-Sunnah seperti demonstrasi, partai, parlemen, pemilu, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula jika pandangan Syaikh benar, maka seharusnya Nabi SAW menolak penggunaan Khandaq (parit) saat perang Ahzab tahun ke-4 Hijrah[12], karena ia merupakan budaya perang asli dari Persia dan secara jelas dalam kitab Sirah disebutkan bahwa bangsa Arab tidak pernah mengenalnya[13], disebutkan para sahabatnya RA saat menggali parit tersebut sambil menyenandungkan nasyid perjuangan dengan suara yang keras[14] dan Nabi SAW-pun ikut menyahutinya[15].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula ayat ini dan ayat-ayat serta hadits yang semisalnya mewakili pandangan saya atas bolehnya menggantikan membayarkan zakat Zira’ah, An’aam dan Fithrah dengan uang (tidak dengan barang), namun disini bukan tempatnya saya membahasnya. SEKIAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HUJJAH KEDUA DARI SYAIKH:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi SAW terkena fitnah dan ujian para sahabat sepeninggal beliau juga demikian, seperti peperangan dengan orang-orang murtad, tidak ketinggalan pula umat beliau selama berabad-abad juga diuji. Akan tetapi mereka semua tidak demonstrasi. Jika demonstrasi itu baik, tentunya mereka akan mendahului kita untuk melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAWABAN SAYA:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demonstrasi -seperti yang sudah saya katakan- hanya merupakan sebuah wasilah dakwah, sama seperti metode Khandaq -yang juga telah saya sebutkan takhrij hadits-nya di atas-, maka tentu saja ia tidak perlu dilakukan kecuali pada saat ia diperlukan saja, bisa sekali atau seringkali tergantung kebutuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana saya katakan di atas, bahkan dimasa Nabi SAW juga pernah dilakukan demonstrasi, maka akan saya sebutkan beberapa bukti peristiwa demonstrasi dalam Sirah berikut takhrij hadits-haditsnya, namun sebelum itu marilah kita telaah kayfiyyat (tatacara) demonstrasi itu sendiri sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demonstrasi bisa dilakukan secara perorangan maupun berkelompok, demonstrasi secara perorangan disebutkan dalilnya dalam Sirah yang Shahih diantaranya sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Demonstrasi Abu Dzar RA saat ia baru masuk Islam. Diriwayatkan saat ia baru masuk Islam, Nabi SAW sudah melarangnya (berdemonstrasi) menunjukkan keIslamannya di depan umum, namun ia bersikeras dan berkata: “Demi ALLAAH! Akan aku sampaikan risalah ini secara terang-terangan di depan mereka semua!” (dan Nabi SAW membiarkannya) Maka iapun melakukannya hingga dihajar sampai babak-belur oleh aparat keamanan Quraisy, sehingga ditolong oleh Abbas RA[16].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Demonstrasi masuk Islamnya Umar RA di Masjidil Haram. Diriwayatkan saat ia baru masuk Islam, ia langsung bertanya tentang siapa tokoh Qurasiy yang paling cepat menyebar berita (baca: jurnalis-ulung), saat dijawab: Jamil bin Mu’ammar Al-Jamhi, maka Umar RA langsung menemuinya dan menyampaikan keIslamannya, tanpa menjawab Jamil langsung menarik kainnya pergi lalu menyiarkan berita ini di mesjid Haram, sehingga terjadi perdebatan seru antara Umar RA dengan orang-orang Qurasiy hingga tengah hari[17].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demonstrasi yang dilakukan secara berkelompok, adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Demonstrasi para Shahabat RA, melakukan shalat secara terang-terangan di Ka’bah pasca Islamnya Umar RA. Berkata Ibnu Mas’ud RA: “Sungguh kami takut melakukan shalat terang-terangan di Ka’bah sebelum Umar masuk Islam, namun setelah ia masuk Islam maka ia berani mengajak mereka bertengkar, sehingga kami berani melakukan shalat terang-terangan disana[18].”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Awal mulanya sejarah Idhthiba’ (demonstrasi menunjukkan kekuatan kaum muslimin pada aparat dan pemerintah kafir Quraisy) saat Thawaf. Bulan Dzulqa’dah th ke-7 Hijrah Nabi SAW bersama para shahabat RA melakukan umrah-qadha’ atas Hudhaibiyyah yang gagal[19], singkat cerita saat thawaf di Ka’bah nabi SAW menyuruh para shahabatnya RA ber-thawaf sambil demontrasi memamerkan otot tangan kanan mereka (demontrasi kekuatan kaum muslimin), sehingga kaum musyrikin kagum akan kekuatan fisik muslimin yang sedang Thawaf tersebut[20]. Setelah lewat 3 hari kaum musyrik menemui Ali RA sambil berkata: Tolong sampaikan pada teman-teman anda agar segera meninggalkan kami karena batas waktu (izin demonya) sudah habis[21]. Cara berdemo dengan idhthiba’ ini bahkan diperingati sampai sekarang dan menjadi kewajiban setiap lelaki muslim saat Thawaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian wahai Syaikh –akramakaLLAAH-, jadi saat anda melihat sebuah perilaku yang dilakukan orang Barat atau siapapun yang non-muslim, jangan langsung merasa antipati, tapi cobalah renungkan mungkin Islam-lah yang lebih dulu telah melakukannya dan merekalah yang meniru kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HUJJAH KETIGA DARI SYAIKH:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian orang menisbatkan demonstrasi kepada Umar bin Al-Khaththab RA, dan ini sama sekali tidak benar, karena keshahihan riwayatnya tidak diakui oleh para ulama. Maka penisbatan demonstrasi kepada Umar merupakan kedustaan atas nama beliau sang pembeda (Al-Faruq) RA yang katanya masuk Islam terang-terangan dan berhijrah di siang bolong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAWABAN SAYA:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riwayat demonstrasi Umar RA saat masuk Islam secara terang-terangan, telah saya takhrij-kan terdahulu sumbernya, jika masih dianggap kurang saya sertakan beberapa riwayat penguatnya sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Riwayat Fathimah binti Al-Khattab RA: “Demi ALLAAH setelah masuk Islam, Umar adalah orang yang aku andalkan dalam membela Islam.”[22]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Riwayat Ibnu Mas’ud RA: “Kami selalu dalam keadaan mulia sejak masuk Islamnya Umar bin Khattab.”[23] Dalam riwayat lainnya ia berkata: “Sungguh masuk Islamnya Umar merupakan pertolongan.”[24]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Riwayat Ibnu Abbas RA saat ditikamnya Umar RA ia berkata: “Dahulu saat anda masuk Islam menjadikan kemuliaan, karena jasa andalah ALLAAH membuat Islam menjadi jaya, jagi Nabi SAW dan para shahabatnya.”[25]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan banyak riwayat lainnya, maka saya doakan juga semoga Syaikh –hafizhahuLLAAH- juga tidak dicatat disisi ALLAAH SWT sebagai berdusta atas nama Al-Farouq karena telah mendustakan riwayat-ayat tersebut di atas, aamiin ya RABB..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya cuma ingin menyampaikan pada Syaikh agar tidak kesusu (terburu-buru, red.) menuduh berdusta, karena yang namanya ilmu itu terus berkembang wahai Syaikh, maka jikapun ada kesalahan maka bisa jadi karena kekhilafan semata, jangan langsung –sebagaimana sifatnya dan para pengikutnya-meragukan aqidahnya, atau kejujurannya, atau tuduhan yang tidak layak ditujukan kepada seorang muslim apalagi pada orang yang dianggap sebagai ulama. Wa fawqa kulla dzi ‘ilmin ‘aliim..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HUJJAH KEEMPAT DARI SYAIKH:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam demonstrasi ada tasyabbuh (penyerupaan) dengan orang-orang kafir, padahal Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya: Siapa saja yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk golongan mereka” [HR Abu Dawud dengan sanad yang hasan]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini dikarenakan demonstrasi tidak dikenal dalam sejarah kaum muslimin kecuali setelah mereka bercampur baur dengan orang-orang kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAWABAN SAYA:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Syaikh ini berpendapat demikian? Jawabannya karena ia telah lebih dahulu menjustifikasi bahwa demonstrasi adalah dari orang Kafir -sebelum ia melakukan penelitian mendalam tentang berbagai dalil shahih yang bisa di-istinbath sebagai bentuk demonstrasi di masa awal Islam-, sehingga kesimpulannya pastilah demikian akhirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya Syaikh mencoba membalik pertanyaannya menjadi: Apakah mungkin orang Barat-lah malah yang meniru kaum muslimin dalam masalah demonstrasi ini? Maka mungkin model penelitiannya menjadi lain, dan kesimpulannya juga amat mungkin berbeda dengan hasil penelitiannya sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kemukakan demikian karena memang dalam banyak hal Barat telah meniru kaum muslimin dalam berbagai masalah, dari masalah ilmu pengetahuan alam sampai ilmu pengetahuan sosial, dari masalah sastra sampai kedokteran[26].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HUJJAH KELIMA DARI SYAIKH:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demonstrasi secara umum tidak akan bisa digunakan untuk membela kebenaran dan tidak akan bisa digunakan untuk mengugurkan kebatilan. Terbukti, seluruh dunia demonstrasi untuk menghentikan kebengisan Yahudi di Palestina, apakah kebiadaban Yahudi berhenti? Atau apakah kejahatan mereka semakim menjadi-jadi karena melihat permohonan tolong orang-orang lemah?!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada orang yang mengatakan: Demonstrasi merupakan perwujudan amar ma’ruf dan nahi mungkar. Maka kita katakan: Kemungkaran tidak boleh diingkari dengan kemungkaran yang semisalnya. Karena kemungkaran tidak akan diingkari kecuali oleh orang yang bisa membedakan antara kebenaran dan kebatilan, sehingga dia akan mengingkari kemungkaran tersebut atas dasar ilmu dan pengetahuan. Tidak mungkin kemungkaran bisa diingkari dengan cara seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAWABAN SAYA:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujjah ini juga didasari oleh wahm (praduga) belaka, tidak ada bobot ilmiahnya sedikitpun. Wahai Syaikh –semoga ALLAAH menyayangi antum- seandainya antum berbaik sangka kepada saudara antum yang berjuang untuk Islam, mungkin sebelum antum berkesimpulan seperti ini antum menyempatkan dulu bertanya pada kami: Bagaimana manfaatnya demonstrasi itu? Apa target-target-nya? Apakah target tersebut sudah tercapai? Dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah kita diperintahkan ALLAAH SWT dalam firman-NYA: “Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan mereka lalu menyiarkannya, dan seandainya mereka menyerahkannya kepada Rasul dan ulil Amri diantara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (rasul dan ulil Amri tersebut). Maka seandainya tidaklah karena karunia dan rahmat ALLAAH kepada kalian, tentulah kalian mengikut Syaithon, kecuali sebahagian kecil saja.”[27]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Syaikh –rahimakaLLAAH- demonstrasi tersebut tujuannya bukanlah membuat berhenti totalnya kezhaliman di Palestina, karena berhenti totalnya kezhaliman hanya akan terjadi jika kaum muslimin telah memiliki kekuatan (bargaining position) yang seimbang, dan itu semua dengan terus melakukan pengkaderan aqidah dan politik di seluruh negara kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan demonstrasi adalah justru karena kita belum memiliki kekuatan yang seimbang, maka perlu mempengaruhi opini dari kelompok-kelompok yang non muslim yang netral ataupun yang tidak suka pada kekerasan agar mereka bersimpati, karena ketahuilah bahwa mereka itu tidak semuanya zhalim, ada juga yang tidak menyukai kekerasan dan kezhaliman, hal ini juga disitir dalam firman ALLAAH SWT: “Mereka itu tidak sama: Diantara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus..”[28]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan berkaitan dengan bukti-bukti efektifnya opinion-building ini, tafadhal Syaikh mencek kepada kaum muslimin yang ada di berbagai negara Barat, berbagai gerakan anti penjajahan rakyat Palestina juga menjadi marak disana dan yang demikian ini juga mempengaruhi pemerintah mereka untuk bersikap mendesak Israel karena tekanan dari publik dan massa pendukung partai mereka, hal yang lain juga menjadi buruknya citra Bush dan para pendukung Israel lainnya, oleh sebab itulah maka kami menganggapnya termasuk amar ma’ruf nahyul munkar, karena perbuatan Israel menjajah Palestina termasuk kemungkaran besar[29] dan mengubahnya dengan apa yang kita mampu saat ini adalah wajib berdasarkan kaidah ushul: Ma la yudraku kulluhu fala yutraku julluhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika efektifitas cara kami ini masih didebat juga, maka saya katakan: Lalu apakah efektifnya dakwah Syaikh di negara Saudi itu? Bukankah pemerintahnya menurut antum sudah Islami (karena sering dipuji oleh para ulamanya)? Lalu setelah aqidah masyarakatnya mayoritas sudah bersih dan ibadahnya baik, apa manfataanya bagi dunia Islam? Ternyata sampai sekarang masih didikte dan dikuasai AS? Bisakah negara antum itu membebaskan Palestina? Jikapun kami belum mampu membebaskannya, maka ketahuilah bahwa kami belum memiliki negara sendiri, tapi antum? La yaskhar qawmun min qawmin asa an yakunu khairan minhum..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HUJJAH KEENAM DARI SYAIKH:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk misi rahasia sekaligus segi negative demonstrasi adalah, bahwa demonstrasi merupakan alat dan penyebab habisnya semangat rakyat, karena ketika mereka keluar, berteriak-teriak dan berkeliling di jalanan, maka mereka kembali ke rumah-rumah mereka dengan semangat yang telah sirna serta kecapaian yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, yang wajib bagi mereka adalah menggunakan semangat tersebut untuk taat kepada ALLAAH, mempelajari ilmu yang bermanfaat, berdo’a dan mempersiapkan diri untuk menghadapi musuh, sebagai bentuk pengamalan firman ALLAAH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya: Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh ALLAAH dan musuhmu dan orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya ; sedang ALLAAH mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan ALLAAH niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)” [Al-Anfaal: 60]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAWABAN SAYA:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin Syaikh benar jika melihatnya dari sisi itu, namun kami melihatnya dari sisi yang lain, renungkanlah wahai Syaikh: Bahwa menurut kami demonstrasi malah merupakan latihan fisik dan mental menuju jihad yang sebenarnya, karena tidak mungkin orang yang tidak pernah berlatih akan tiba-tiba mahir berjihad qital. Apalagi yang kita hadapi bukan semata-mata perang militer tapi juga perang pemikiran, opini di media-massa, kekuatan lobi, boikot ekonomi, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mempelajari ilmu syari’ah memang tidak kami pungkiri ia adalah amat penting, namun tidak seluruh kaum muslimin wajib melakukannya sampai ke tingkat ulama, berdasarkan ayat: “Tidak sepatutnya bagi orang mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang), mengapakah tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.” [30]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat tersebut dijelaskan agar dari tiap firqah mujahid cukup ada tha’ifah yang tafaqquh fiddin, dan bukan dibalik menjadi dari tiap firqah thullab cukup ada tha’ifah yang berjihad. Maka bagi mayoritas kaum muslimin tersebut cukuplah bertanya pada ulama jika ada yang tidak mereka ketahui berdasarkan ayat: “Maka bertanyalah kepada ahli ilmu jika kalian tidak mengetahui.”[31] Demikian pula yang diamalkan dalam sunnah, para shahabat RA yang ulama tidaklah banyak, tetapi semua mereka adalah wajib menjadi mujahid kecuali bagi para munafiqin yang tidak mau berjihad. Dan bahkan ayat yang Syaikh kemukakan di atas –al afwu minkum- malah memerintahkan kita untuk menyiapkan perlengkapan jihad dan bukan mencari ilmu. waLLAAHu a’lam..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HUJJAH KETUJUH DARI SYAIKH:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam demonstrasi tersimpan kemungkaran yang begitu banyak, seperti keluarnya wanita (ikut serta demonstrasi, padahal seharusnya dilindungi di dalam rumah, bukan dijadikan umpan,-pent), demikian juga anak-anak kecil, serta adanya ikhtilath, bersentuhannya kulit dengan kulit, berdua-duan antara laki-laki dan perempuan, ditambah lagi hiasan berupa celaan, umpatan keji, omongan yang tidak beradab? Ini semua menunjukkan keharaman demonstrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAWABAN SAYA:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam demonstrasi kami insya ALLAAH tidak demikian wahai Syaikh, semuanya telah diminimalisir, wanita kami tetap menutup aurat, ikhtilath juga dihindari dengan barisan yang dipisahkan antara pendemo ikhwan dengan akhwat, adapun soal wanita keluar rumah telah saya bahas di millist ini dalam judul: Keikutsertaan Wanita Dalam Aktifitas Politik di Masa Nabi SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang bersentuh kulit, yang saya alami saat berdemo adalah dengan istri dan anak saya yang akhwat saja, demikianlah yang dilakukan oleh kader inti (yang sudah tertarbiyyah baik), adapun yang suka bermaksiat maka jangankan saat berdemo, sedangkan saat di mesjid dan mendengar ceramahpun mereka bisa melakukan maksiat tersebut, maka bukan demonya yang disalahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umpatan atau celaan -sebagaimana juga Syaikh ketahui- dibenarkan atas orang yang dizhalimi: “ALLAAH tidak menyukai ucapan yang buruk (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya..”[32] Maka aniaya yang mana lagi yang lebih besar dari pembunuhan, perampasan dan pemerkosaan hak-hak kaum muslimin secara massal? Jangankan dengan perkataan, bahkan dengan tindakanpun dibenarkan berdasarkan ayat: ”Dan balasan atas perbuatan buruk adalah perbuatan buruk yang serupa..”[33] Demikianlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HUJJAH KEDELAPAN DARI SYAIKH:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam memberikan prinsip, bahwa segala sesuatu yang kerusakannya lebih banyak dari kebaikannya, maka dihukumi haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin saja demonstrasi berdampak pada turunnya harga barang-barang dagangan, akan tetapi kerusakannya lebih banyak dari kemaslahatannya, lebih-lebih jika berkedok agama dan membela tempat-tempat suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAWABAN SAYA:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya sudah saya kemukakan dalam point-point sebelumnya, bahwa jangan di gebyah-uyah demonstrasi yang Islami dengan yang jahili, karena keduanya berbeda, tujuannya berbeda dan kayfiyyat-nya juga berbeda. Tugas kita semualah untuk melakukan Islamisasi dalam segala aktifitas yang dilakukan oleh masyarakat, dan bukan dengan diam berpangku tangan dan mencibir sinis pada masyarakat sambil berbangga dengan apa yang sudah kita miliki. waLLAAHu a’lamu bimanit taqa’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian hendaklah anda -wahai Syaikh yang mulia- menghindari menggunakan kata “berkedok keagamaan dan tempat suci”, karena kami tidak berjuang karena kedok, melainkan dengan ikhlas liLLAAHi ta’ala, kami ikhlaskan waktu untuk mencari sesuap dan dua suap nasi kami demi membela saudara-saudara kami yang dizhalimi, kami kehujanan dan kepanasan karena ikatan hati kami dan tidak tahan melihat saudara kami dijajah dan dianiaya oleh Yahudi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan semua itu dicatat oleh ALLAH SWT sebagai bukti cinta kami yang tulus pada saudara kami sesama muslim, tidak ada ikatan darah atau keturunan kami dengan mereka, bahkan kenalpun tidak dengan mereka, ALLAAH-lah saksinya kami hanya ingin mengamalkan hadits nabi SAW: “Perumpamaan orang mu’min dengan mu’min lainnya dalam saling mencintai, saling kasih-sayangdan saling peduli perumpamaan satu tubuh, jika satu bagian terluka maka seluruh tubuhnya tidak bisa tidur karena demam.”[34] Minimal bila ditanya ALLAAH kelak kami dapat menjawabnya bahwa kamipun tidak nyenyak tidur dan ikut bergadang serta bersama-sama membela mereka melalui lisan-lisan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kamipun juga mendengar betapa terharu dan bergembiranya saudara kami di Palestina sana saat demo kami di sini disiarkan, oleh media internasional dan merekapun menontonnya di TV, sehingga hal tersebut meningkatkan semangat hidup dan semangat juang mereka, demikian pula dapat memacu saudara-saudara kami di negara Arab yang notabene adalah saudara seketurunan dengan Palestina agar merasa malu dan lebih lebih serius lagi membela saudaranya dibanding kami, termasuk para penguasa dan Raja di negara tuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HUJJAH KESEMBILAN DARI SYAIKH:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demonstrasi, terkandung di dalamnya kemurkaan ALLAAH dan juga merupakan protes terhadap takdir, karena Nabi ShallALLAAHu ‘alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya: Jika ALLAAH mencintai suatu kaum, maka ALLAAH akan menguji mereka. Jika mereka ridho, maka mereka akan diridhoi oleh ALLAAH. Jika mereka marah, maka ALLAAH juga marah kepada mereka”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum perang Badr Nabi ShallALLAAHu ‘alaihi wa sallam beristighatsah (memohon pertolongan di waktu genting,-pent) kepada ALLAAH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya: (Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu:Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut” [Al-Anfaal: 9]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga merendahkan diri kepadaNya sampai selendang beliau terjatuh, Beliau memerintahkan para sahabat untuk bersabar menghadapi siksaan kaum musyrikin. Beliau ShallALLAAHu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya sama sekali tidak pernah mengajak demonstrasi padahal keamanan mereka digoncang, mereka disiksa dan didzalimi. Maka, demonstrasi bertentangan dengan ajaran kesabaran yang diperintahkan oleh ALLAAH ketika menghadapi kedzaliman para penguasa, dan ketika terjadi tragedi dan musibah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAWABAN SAYA:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan anda ini aneh, dibuat-buat dan tanaqudhat (kontradiktif) wahai Syaikh, dalil yang anda kemukakan juga tanaqudh dan menggelikan, nampaknya anda hanya sekedar ingin mencari-cari dalih apapun asal dapat mengharamkan demonstrasi, semoga ALLAAH SWT mengampuni anda dan saya, aamiin..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda menganggap demonstrasi yang merupakan sebuah usaha sebagai bentuk melawan taqdir, maka seharusnya anda juga menganggap jihadnya Nabi SAW melawan orang Kafir di Badr sebagai melawan taqdir pula?! Dan anda juga seharusnya menganggap doa nabi SAW yang anda sebutkan itu sebagai bentuk keraguan beliau SAW akan taqdir ALLAAH SWT pula?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inna liLLAAHi wa inna ilayhi raji’un, takutlah pada ALLAAH SWT wahai Syaikh, bolehlah anda tidak setuju pada demonstrasi, karena ia merupakan sebuah ijtihad yang kami istinbath dari dalil, tapi janganlah anda berlebihan menuduh, karena ia akan berbalik menimpa diri anda sendiri, ingatlah firman ALLAAH SWT: “Tidaklahlah satu kata yang kamu ucapkan kecuali ada disebelahnya malaikat yang dekat lagi mencatat.”[35]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu mengapa demonstrasi tidak dilakukan oleh Nabi SAW saat Badr?! Lalu siapakah yang mau didemo?! Lha wong saat itu kaum muslimin sudah siap untuk berperang dan kekuatan merekapun sudah disiapkan untuk itu, kamipun jika semua kaum muslimin di berbagai negara sudah siap dan bersatu menekan Israel secara fisik maka untuk apa lagi berdemo?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru demo tersebut –sebagaimana telah kami tunjukkan dalilnya- dilakukan para shahabat RA saat di Makkah dan kondisi kaum muslimin masih lemah, demikian pulalah yang kami lakukan saat ini. Atau mungkin yang anda maksud melawan taqdir adalah berdemo kepada ALLAAH SWT?! ALLAAH yahdiik..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HUJJAH KESEPULUH DARI SYAIKH:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demonstrasi merupakan kunci yang akan menyeret pelakunya untuk memberontak terhadap para penguasa, padahal kita dilarang melakukan pemberontakan dengan cara tidak membangkang kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa banyak demonstrasi yang mengantarkan suatu negara dalam kehancuran, sehingga timbullah pertumpahan darah, perampasan kehormatan dan harta benda serta tersebarlah kerusakan yang begitu luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAWABAN SAYA:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak juga, tergantung siapa dan bagaimana demo tersebut, kami juga ikut dalam pemerintahan tapi kami juga berdemo, keduanya bisa seiring sejalan, tergantung mau diarahkan kemana dan bagaimana melakukan demo tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demo sekali lagi kami katakan merupakan salah satu marhalah (tahapan) dalam dakwah, maka jika posisi kamum muslimin semakin kuat, maka ia harus ditinggalkan, demikianlah yang telah dicontohkan oleh para shahabat RA, demikianlah saat ini kamipun sudah mulai jarang berdemo, karena kami memanfaatkan metode-metode yang lain yang lebih efektif sejalan perkembangan dakwah kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ingin kami katakan bahwa demo tidak selalu mengantarkan negara pada kehancuran ya Syaikh, jika anda mau bersikap adil maka mengapakah anda tidak melihat juga berapa banyak negara yang menjadi stabil dan makmur dengan demo?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HUJJAH KESEBELAS DARI SYAIKH:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demonstasi menjadikan orang-orang dungu, wanita dan orang-orang yang tidak berkompeten bisa berpendapat, sehingga mungkin tuntutan mereka dipenuhi meskipun merugikan mayoritas masyarakat, sehingga dalam perkara yang besar dan berdampak luas orang-orang yang bukan ahlinya ikut berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan orang-orang dungu, jahat dan kaum wanita merekalah yang banyak mengobarkan demonstrasi, dan mereka yang mengontak dan memprovokasi massa (!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAWABAN SAYA:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya itu tadi, demonstrasi itu sama seperti internet, yang anda gunakan saat ini untuk menyebarkan fatwa anda ini wahai Syaikh, kalau digunakan untuk maksiat maka sarana internet jauh lebih merusak dari demonstrasi, karena demonstrasi hanya melibatkan berapa puluh sampai berapa ribu orang, tapi internet yang antum gunakan ini sudah merusak jutaan orang di seluruh dunia dengan pornografi dan hal yang merusak lainnya, maka mengapa tidak anda haramkan juga padahal madharrat-nya jauh lebih besar, jangkauannya lebih luas dan pengaruhnyapun lebih cepat?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ingin saya katakan disini bahwa posisi kami dan anda saat ini bukan sebagai pembuat kebijakan wahai Syaikh, melainkan salah satu anggota masyarakat, sehingga kalaupun Syaikh melarang mereka berdemo maka mereka akan tetap juga melakukannya, kalaupun kami tidak berdemo, maka orang-orang yang Syaikh sebutkan itu akan tetap berdemo dengan cara mereka, justru kami berpendapat bahwa dengan mereka melihat cara demo kami maka akan bisa menjadi contoh bagi mereka, jadi posisi kami adalah memanfaatkan sarana yang ada (demo) karena tidak mungkin untuk menghapuskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HUJJAH KEDUABELAS DARI SYAIKH:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pengobar demonstrasi senang terhadap siapa saja yang berdemo dengan mereka, walaupun dia seorang pencela sahabat Nabi, tukang ngalap berkah dari kuburan-kuburan bahkan sampaipun orang-orang musyrik, sehingga akan anda dapati seorang yang berdemo dengan mengangkat Al-Qur’an, disampingnya mengangkat salib (Nasrani), yang lain membawa bintang Dawud (Yahudi), dengan demikian maka demonstrasi merupakan lahan bagi setiap orang yang menyimpang, kafir dan ahli bid’ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAWABAN ANA:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ini harus diukur dengan adil antara maslahatnya dan madharratnya, urusan orang membawa Salib dan bintang Daud bisa diselesaikan ba’da demonstrasi karena yang demikian siapapun tahu bahwa ia tidak bisa diubah dalam waktu dekat, bahkan sambil anda membayar listrik atau telponpun bisa jadi anda berdiri ngantri dengan orang-orang seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal berikutnya adalah tidak ada dalil yang melarang berdiri dan berbicara dengan orang yang membawa Salib ataupun bintang Daud baik dalam Kitab maupun Sunnah, bahkan Nabi SAW bertetangga dengan mereka dan bermu’amalah dengan mereka sebagaimana ditulis dalam kitab-kitab Shahih[36]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya kami berpendapat jika kita dapat mengajak mereka mendukung kebijakan-kebijakan kita maka justru telah berhasil mempengaruhi mereka untuk kepentingan Islam, lebih lanjut saya telah menulis masalah ini panjang lebar dalam tulisan saya di millist (dan situs, red) ini: Koalisi Poltik di Masa Nabi SAW&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HUJJAH KETIGABELAS SYAIKH:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakikat para demonstran adalah orang-orang yang hidup di dunia menebarkan kerusakan, mereka membunuh, merampas, membakar, mendzalimi jiwa dan harta benda. Sampai-sampai ada seorang pencuri menyatakan: Sesungguhnya kami gembira jika banyak demonstrasi, karena hasil curian dan rampasan menjadi banyak bersamaan dengan berjalannya para demonstran (!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAWABAN SAYA:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Na’am sudah terjawab di atas ya Syaikh, tergantung siapa yang berdemonya, media massa telah menjadi saksi tentang ketertiban dan kerapihan demo kami wahai Syaikh, bagaimana kami memilih waktu libur, bagaimana kesantunan kami saat demo, bagaimana keamanan dan ketertiban kami walaupun melibatkan ratusan ribu massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal pencuri dan copet maka tidak mesti menunggu demo, di kendaraan umum seperti bis dan keretapun mereka banyak, saat ceramahnya Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaly yang datang ke Istiqlal beberapa waktu lalu juga dompet saya dicuri, tapi andapun tentunya sepakat dengan saya bahwa tidak kemudian menghadiri ceramah tersebut menjadi haram hukumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HUJJAH KEEMPATBELAS SYAIKH:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pendemo hakekatnya, mengantarkan jiwa mereka menuju pembunuhan dan siksaan, berdasarkan firman-NYA:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya: Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya ALLAAH adalah Maha Penyayang kepadamu” [An-Nisaa: 29]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena pasti akan terjadi bentrokan antara para demosntran dan petugas keamanan, sehingga mereka akan disakiti dan dihina, Nabi ShallALLAAHu ‘alaihi wa sallam telah bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya: Seorang mukmin tidak boleh menghinakan dirinya. Beliau ShallALLAAHu ‘alaihi wa sallam ditanya: Bagaimana seorang mukmin menghinakan dirinya? Beliau menjelaskan: (yakni) dia menanggung bencana diluar batas kemampuannya” [HR Turmudzi, hasan]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAWABAN SAYA:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Syaikh yang mulia, yang membedakan pembunuhan yang berdosa dan pembunuhan yang berpahala itu adalah tujuannya dan syarat-syaratnya, pembunuhan karena putus asa, ingin mengakhiri hidup dan sebagainya adalah jelas berdosa dan pelakunya akan dimasukkan ke neraka, berdasarkan ayat yang anda kemukakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pembunuhan karena menegakkan kalimah-NYA, membela agama-NYA yang dilakukan dengan cara yang dibenarkan syar’i maka ia berpahala. Jihad jauh lebih mengantarkan kepada kematian dibandingkan dengan demonstrasi, tetapi ALLAAH SWT malah amat mencintainya dan menganjurkannya dalam firman-NYA: “Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci, boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. ALLAAH Mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”[37]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disakiti dan dihina karena menghinakan diri tanpa alasan syar’i adalah terlarang, namun disakiti dan disiksa karena membela agama-NYA adalah berpahala dan terpuji, bahkan berdemo di depan penguasa yang zhalim untuk menyampaikan kebenaran dan mencegah kemungkarannya walaupun jika sampai ia terbunuh maka ia terbunuh sebagai syahid: “Pemimpin para Syuhada’ adalah Hamzah dan seorang lelaki yang tegak di depan penguasa yang jahat lalu ia menyampaikan kebenaran dan melarang kemungkaran lalu ia dibunuh (oleh penguasa tersebut).”[38]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENUTUP DARI SYAIKH:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penutup, saya memohon kepada ALLAAH agar menampakkan kepada kita, yang benar itu benar, dan memudahkan kita untuk mengikutinya. Demikian juga, semoga ALLAAH melindungi kita dari fitnah yang nampak maupun yang tersembunyi, serta mengampuni dosa-dosa kita, kedua orang tua dan para ulama kita. Tidak lupa pula semoga ALLAAH memberikan taufiqNya kepada para penguasa muslim agar mereka memberikan yang terbaik bagi negeri dan rakyat mereka, dan lebih dari itu semoga ALLAAH menolong para penguasa muslim tersebut untuk berhukum dengan Al-Qur’an dan Sunnah Nabi-Nya. Amin. Semoga ALLAAH memberikan shalawat dan salamNya kepada Nabi kita Muhammad, beserta keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SAYA:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aamiin ya RABB.. Dengan tulisan ini saya juga ingin menyampaikan kepada penulis tulisan-tulisan sejenis, bahwa kami (AL-IKHWAN), insya ALLAAH mampu memberikan hujjah atas semua ijtihad fiqh yang kami yakini dan kami lakukan, karena insya ALLAH kami juga memiliki banyak ulama yang kompeten dibidangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuma masalahnya, selain muthala’ah kitab-kitab, kami juga harus berdakwah di politik dan berjihad, sehingga waktu kami untuk menulis seperti ini amat terbatas, maka tulisan ini juga kami sampaikan kepada penulis kitab “100 Kerusakan PEMILU”; kelak jika ada waktu akan kami jawab satu persatu dengan hujjah dan dalil yang jelas, dan akhirnya tulisan ini kami akhiri dengan firman RABBul Jalil SWT: “Katakanlah: RABB-ku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, mempersekutukan ALLAAH dengan sesuatu yang ALLAAH tidak menurunkan hujjah untuk itu dan mengada-adakan terhadap ALLAAH apa yang tidak kamu ketahui.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In uriidu illal Ishlaha mastatha’tu, wama taufiqi illa biLLAAH, ‘alayHI tawakkaltu wa ilayhi uniib…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;___&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan Kaki:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1] QS Al-Maidah, V/77&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2] QS Al-Baqarah, II/143&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3] QS Al-Maidah, V/108&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4] HR An-Nasa’i, II/49; Ibnu Majah, II/242; Ibnu Khuzaimah, I/282; Al-Hakim, I/466; Al-Baihaqi, V/127; Ahmad, I/215; di-shahih-kan oleh Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu’, VIII/171 dan Ibnu Taimiyyah dalam Al-Iqtidha’, hal. 51.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[5] Shahih Bukhari, Kitab Al-‘Ilm, Bab Ma Kana An-Nabiyy Yatakhawwalahum Bil Mauizhah, I/133, Kitab Al-Adab, Bab Qawlun Nabiyy Yassiru Wala Tu’assiru, XX/288; Juga di Shahih Muslim, Kitab Al-Jihad was Siar, Bab Fil Amri bit Taysir wa Tarkit Tanfir, XI/453&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[6] HR Bukhari, VII/101; Muslim, V/141; Ahmad, III/131; Dan At-Thayalisi, hal. 67 hadits no. 496&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[7] Shahih Bukhari, Kitab Al-‘Ilm, Bab Ma Kana An-Nabiyy Yatakhawwalahum Bil Mauizhah, I/133, Kitab Al-Adab, Bab Qawlun Nabiyy Yassiru Wala Tu’assiru, XX/288&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[8] Shahih Muslim, Kitab Al-‘Ilm, Bab Binasalah Al-Mutanaththi’un, XVII/222-223&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[9] Syarhun Nawawi ‘ala Muslim, IX/26 no. 4823&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[10] Kutipan ini saya tuliskan secara apa adanya dari penulisnya -yang tidak saya sebutkan namanya- dari salah satu web mereka, sekedar menunjukkan kepada pembaca –hadakumuLLAAH jami’an- betapa kebencian (al-ghill) dan kedengkian (al-hasad) telah demikian berurat berakar dalam hatinya dan para pengikutnya, sehingga kata2 yang keluar dari mulutnyapun penuh dengan ulat kebusukan, su’uzhann dan caci-maki pada saudara mereka sesama muslim, wal iyadzu biLLAAH. Amat jauh dari akhlaq penuntut jalan Salafus Shalih yang dekat pada ALLAAH SWT, suci bersih hati mereka serta penuh rahim pada saudara mereka sesama muslim (dibawah bendera Al-Kitab wa As-Sunnah wa Atsar As-Salafus Shalih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[11] QS Al-Anfal, VIII/60&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[12] Al-Bidayah wan Nihayah, Ibnu Katsir IV/93; Al-Maghazi, Al-Waqidi, II/440; Shahih Al-Bukhari, V/44&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[13] Fathul Bari’, VII/393-395; Al-Maghazi, II/445, Sirah Ibnu Hisyam, II/224; At-Thabaqat Al-Kubra, Ibnu Sa’d, II/66-67; Shahih Al-Bukhari, V/45&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[14] Shahih Al-Bukhari, V/47; lih. Juga syarah-nya dalam Fathul Bari’, VII/399&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[15] Fathul Bari’, VII/392-393&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[16] Selengkapnya bisa dibaca dalam Fathul Bari’, VII/173 dan Shahih Muslim, IV/1919-1925; dalil ini juga menunjukkan bolehnya menentang bahaya saat berdemonstrasi, kendatipun ia tahu bahayanya akan dipukuli aparat sampai babak-belur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[17] An-Nihayah, Ibnul Atsir, III/131&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[18] At-Thabaqat, Ibnu Sa’d, III/270 dengan sanad yang shahih, Muhammad bin Ubaid adalah tsiqah, sehingga tambahannya adalah shahih (lih. Juga Fathul Bari’, VII/41, 177)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[19] Jawami’ Ash-Shirath, hal. 219; ini juga pendapat Ibnu Ishaq, Musa bin ‘Uqbah dan Ya’qub bin Sufyan dengan sanad yang hasan dari Ibnu Umar RA (lih. Fathul Bari’, VII/500)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[20] Fathul Bari’, VII/508-509; juga Ahmad, no. 3536 dengan sanad shahih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[21] Fathul Bari’, VII/499&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[22] Fathul Bari’, VII/178&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[23] Fathul Bari’, VII/41, 177&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[24] At-Thabrani dalam Al-Kabir, IX/181 dengan sanad hasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[25] At-Thabrani dalam Al-Awsath, I/334 dengan sanad hasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[26] Penjelasan panjang lebar tentang masalah ini amat banyak ditulis para Ulama Harakah, yang terbaik diantaranya -menurut saya- adalah kitab Min Hadharatina, karangan DR Musthafa As-Siba’i dan kitab Madza Khashiral ‘Alam bi Inhithathil Muslimin karangan DR Abul Hasan An-Nadwi, tafadhal dirujuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[27] QS An-Nisa’, IV/83&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[28] QS Ali-Imran, III/113&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[29] Sebagaimana Syaikh ketahui bahwa Al-Munkar adalah ismun-jami’ yang mencakup semua yang dibenci ALLAAH SWT, maka membela saudara muslim disana adalah wajib hukumnya dengan segala yang mungkin dilakukan saat ini karena setiap hari ada nyawa yang melayang dan tdk bisa dikatakan: Sekarang ta’lim dulu saja antum, nanti sudah alim baru antum berjuang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[30] QS At-Taubah, IX/122&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[31] QS Al-Anbiya’, XXI/7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[32] QS An-Nisa’, IV/148&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[33] QS Asy-Syura’, XXXXII/40&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[34] Hr Bukhari, X/367; Muslim no. 2586; dan Ahmad, IV/270&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[35] QS Qaaf, L/18&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[36] Salah satunya adalah dalam Shahih Adabul Mufrad, karangan Syaikh Albani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[37] QS Al-Baqarah, II/216&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[38] HR Al-Hakim, III/195; Al-Haitsami dalam Al-Majma’, IX/368; At-Thabrani dalam Al-Kabir, I/300&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.al-ikhwan.net/index.php/raddus-syubuhat/2007/apakah-berdemonstrasi-bidah/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://lionmoslem.multiply.com/journal/item/14&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3324140496270380047-1919825239862383366?l=arqomalifh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arqomalifh.blogspot.com/feeds/1919825239862383366/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3324140496270380047&amp;postID=1919825239862383366' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/1919825239862383366'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/1919825239862383366'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arqomalifh.blogspot.com/2009/01/fiqh-demonstrasi.html' title='Fiqh Demonstrasi'/><author><name>Arqi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_kDC-1fS9T6s/R4x6l87hBfI/AAAAAAAAAAU/3n9Zjgjq0FA/S220/normal_tetes-8.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_kDC-1fS9T6s/SV1JsJgWUQI/AAAAAAAAABU/asdyjYzB61k/s72-c/massa+aksi1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3324140496270380047.post-8525855177076798167</id><published>2008-12-30T12:35:00.001-08:00</published><updated>2008-12-30T12:40:23.792-08:00</updated><title type='text'>Menakar Komitmen Perjuangan</title><content type='html'>&lt;span&gt;MENAKAR KOMITMEN PERJUANGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Agung Wicaksono (Awie’)*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rijalud Dakwah adalah seorang yang telah tertarbiyah secara intensif sehingga memiliki kesiapan untuk berjuang dan berkorban di jalan Allah. Ia juga berpotensi menjadi anashirut taghyir atau agen perubah di tengah masyarakat.  Oleh karena ia melakukan pekerjaan besar maka ia harus memiliki kemampuan dan daya tahan untuk melakukan perkerjaan itu. Ia juga harus memiliki karakter kuat, teguh, sabar, komitmen dan kesungguhan dalam berkerja (berdakwah). Di usia tarbiyah yang lebih dari 25 tahun di negeri ini, ternyata banyak hasil dari buah dakwah yang sudah bisa kita rasakan, mulai dari kemudahan kita untuk melakukan aktivitas dakwah, semakin besarnya tingkat penerimaan publik terhadap dakwah, sampai pada munculnya rijal dakwah yang sudah menjadi tokoh, baik lokal maupun nasional. Namun di sisi lain dalam perjalanannya tidak sedikit dari pekerjaan – pekerjaan dakwah yang belum tuntas, peluang – peluang yang belum teroptimalkan, yang semua ini membutuhkan kehadiran kader dakwah untuk masuk ke dalam ruang pekerjaan amal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana firman Allah dalam QS 33:23 : Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu - nunggu dan mereka tidak merubah (janjinya). Kita sedang menunggu tampilnya rijal dakwah yang siap untuk meneruskan pekerjaan besar ini, pekerjaan yang butuh perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan bahkan untuk menyelesaikannya membutuhkan waktu lama. Selain itu, perkerjaan besar ini membutuhkan syarat kecukupan dan kecakapan kader dalam  mengisi peluang  - peluang amal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya sudah saatnya para rijal dakwah menakar kembali komitmen perjuangannya, paling tidak ada 5 indikator untuk mengukur seberapa besar kesungguhan (komitmen)  perjuangan yang dimiliki oleh seorang kader : 1.       Responsif terhadap agenda dakwah (al fauriyatul littanfidz)Allah berfirman dalam QS. 29:69, ”Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat tadi memberikan gambaran bahwa Allah memberikan motivasi kepada rijal dakwah untuk senantiasa berada pada orbit terdepan dalam merespon seruan dakwah. Ketika kita telah memilih dengan sadar bahwa dakwah adalah panglima, maka konsekuensinya adalah bagaimana seorang kader akan menyambut seruan itu tanapa reserve, sebagiamana sambutan sahabat Handzallah yang pada saat tu baru menikah dan menikmati malam pertamanya tiba – tiba ada seruan dari Rasulullah untuk berangkat  berjihad.  Sebagai manusia biasa bisa diyakini telah terjadi pergolakan hati antara merespon seruan dakwah dan keinginan untuk tetap tinggal bersama belahan hati. Namun ternyata Handzallah menunjukkan integritasanya sebagai seorang rijal dakwah. Ia berusaha memenuhi seruan dakwah hingga menemui kesyahidan. Dari kisah tersebut Handzallah telah memberikan inspirasi kepada kita untuk tetap memiliki komitmen perjuangan hingga menggapai kesyahidan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.       Kemauan yang kuat  (quwwatul iradah)Di lapangan amal masih sering kita jumpai permasalahan kader yang terkait dengan kemauan untuk menyambut agenda dakwah. Melemahnya kemauan untuk merekrut dan membina, menurunnya semangat untuk menghadiri agenda dakwah, menghindari amanah, dan ketidakmauan untuk tetap berada pada komunitas dakwah merupakan kenyataan dari sekian banyak problematika yang harus segera diselesaikan.  Harus ada kemauan, obsesi, serta keyakinan yang besar agar kader tetap bisa eksis dalam aktivitas dakwah. Ya, rijal dakwah harus memiliki obsesi keimanan yang membuatnya merasa jenak untuk tetap berada pada ruang kecintaan  Allah dan Rasul-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita melihat kisah Umair bin Al Hammam yang mengeluarkan kurma di tangannya, memakannya, lalu berkata, ”Jika aku hidup untuk makan kurma – kurma ini maka itu terlalu lama, lalu ia buang kurmanya dan bertempur di medan Badar hingga terbunuh”. Kemauan yang sangat luar biasa, perlu kekuatan intuisi dan ketajaman mata hati untuk bisa melaksanakannya dan itu telah dibuktikan oleh Umair bin Al Hammam untuk mendapatkan kehidupan yang abadi. Rijal dakwah sudah seharusnya melakukan evaluasi amal yang selama ini telah dilakukan, mengukur kembali komitmen perjuangan. Sudah tidak saatnya lagi rijal dawah masih menimbang – nimbang antara kepentingan pribadi dengan seruan dakwah. Di sinilah rijal dakwah bisa mengukur apakah selama ini dia telah memiliki komitmen perjuangan yang maksimal ataukah belum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.       Tetap tekun  dalam melaksanakan da’wah (mutsabaratu ’alad da’wah)Tetap tekun di jalan dakwah merupakan salah satu konsekuensi dari keimanan. Iman bukanlah sekedar kata – kata yang diucapkan melainkan sebuah kewajiban dan tanggung jawab serta jihad yang membutuhkan kesabaran dan kekuatan. Tidak mungkin seorang rijal dakwah mengatakan kami percaya pada Islam dan dakwah tanpa berhadapan lebih dahulu dengan ujian dakwah. Rasulullah yang tetap tekun menjalankan aktivitas dakwahnya, walaupun harus melewati teror secara psikis, caci maki, fitnah dan bahkan perlawanan secara fisik dari orang – orang Quraisy, namun beliau tetap tekun dan sabar untuk tetap menjalankan aktivitas dakwah. Rijal dakwah akan bisa menakar seberapa besar komitmen perjuangannya apabila ia telah teruji di berbagai ujian dakwah, melewatinya dan kemudian tersenyum untuk memetik buah dakwah yang telah ditanamnya setelah sekian lama. Di sinilah kematangan seorang rijal ditentukan, ia akan semakin matang dan dewasa  dalam menyikapi persoalan – persoalan dakwah seteleh sekian lama berinteraksi dengan medan dakwah itu sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.       Mengerahkan potensi maksimal (taskhiirul amkinat).Rijal dakwah yang dibutuhkan sat ini adalah rijal yang memiliki kemampuan memelihara dan mengembangkan potensi kebaikan yang ada pada dirinya (tarqiyah tarbawiyah) yang mampu mengalirkan energi kebaikannya untuk mentransformasikan nilai – nilai Islam kepada masyarakat. Dia harus mampu mengkloning keshalehan pribadai menjadio keshalehan sosial. Dia belum dikatakan memiliki kesungguhan dalam komitmen perjuangan kecuali ia telah melakukan pekerjaan ini secara tulus. Mungkinkah seorang kader berdiam diri sementara ummat telah menunggu keterlibatannya dalam proyek amal? Karena kalau ia berdiam diri tidak mau mengerahkan seluruh potensinya, maka pada saat itu berarti ia telah menelantarkan para pendukung dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.       Mengalahkan udzur pribadi (mugholabatul i’dzar).Afwan saya tidak bisa hadir karena sibuk, afwan saya tidak bisa datang karena ngurus anak, atau mungkin afwan saya tidak bisa ikut syuraa karena capek. Itu kira – kira ungkapan – ungkapan yang sering kita dengarkan dari lapangan dakwah. Sibuk, lelah dan capek memang konskuensi dari pekerjaan dakwah. Tetapi masalahnya apakah kita sudah yakin bahwa seluruh aktivitas hidup kita semuanya sudah terkait dengan agenda dakwah, ataukah semua aktivitas kita adalah aktivitas untuk pemenuhan hasrat duniawi kita, atau mingkin semua itu hanya alasan – alasan yang bisa kita ungkapakan kepada para rijal dakwah yang lain agar kita tidak terlibat dalam proyek dakwah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa mendapatkan pelajaran tentang masalah ini dari kisah perang tabuk, bagaimana Ka’ab bin Malik tidak turut serta dalam peperangan yang sangat menguras tenaga karena panasnya cuaca pada saat itu tanpa alasan syar’i. Allah dan Rasul-Nya telah memberikan uqubah (hukuman) berupa boikot komunikasi. Uqubah ini dirasa cukup untuk dijadikan illaj (proses perbaikan) bagi seorang kader. Rijal dakwah perlu merenungkan kembali apakah udzur – udzur kita selama ini karena aktivitas dakwah yang lain, ataukah hanya sekedar alasan – alasan yang mungkin bisa dihadirkan secara rasional kepada setiap orang yang mendengarkan, sehingga yang mendengar bisa memberikan permakluman terhadap ketidak hadirannya dalam agenda dakwah. Dan kemungkinannya, semakin lama usia tarbawy seseorang semakin bisa dan mudah ia menyampaikan alasan – alasan kepada obyek dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amir bin Jamuh ra, sangat ingin ikut dalam peperangan walaupun kakinya cacat dan mendapat larangan dari anak – anaknya dalam berjihad, tetapi ia tidak mau mengambil rukhshah yang telah diberikan, ia telah memilih berada dalam komunitas orang – orang terpilih di jalan Allah. Bagaiamana dengan kita? Kesiapan untuk komitmen di jalan dakwah merupakan salah satu sifat kader dakwah yang penting. Karena tanpa komitmen perjuangan dakwah tidak akan pernah eksis, dan tujuan – tujuannya tidak akan pernah tercapai. Rijal dakwah akan mampu memiliki kemampuan memikul beban dan amanah ketika telah memiliki lima indikator di atas. Sudahkah kita menakar komitmen dakwah kita? Semoga Allah senantiasa memberikan kekuatan dan keistiqomahan pada setiap langkah dakwah kita. Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Ketua Deputy Pelajar dan Mahasiswa Jatim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;copy : http://masawie.wordpress.com/2007/04/30/aku/#comment-57&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3324140496270380047-8525855177076798167?l=arqomalifh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arqomalifh.blogspot.com/feeds/8525855177076798167/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3324140496270380047&amp;postID=8525855177076798167' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/8525855177076798167'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/8525855177076798167'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arqomalifh.blogspot.com/2008/12/menakar-komitmen-perjuangan.html' title='Menakar Komitmen Perjuangan'/><author><name>Arqi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_kDC-1fS9T6s/R4x6l87hBfI/AAAAAAAAAAU/3n9Zjgjq0FA/S220/normal_tetes-8.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3324140496270380047.post-6269444909267684023</id><published>2008-12-28T09:23:00.000-08:00</published><updated>2008-12-28T09:27:38.799-08:00</updated><title type='text'>Antara PKS, Tarbiyah, dan Ikhwanul Muslimin - dalam perjalanan sejarah</title><content type='html'>Hasan Al-Banna adalah seorang arsitek sebuah peradaban. Bahkan seolah-olah ia dilahirkan untuk membangun kembali harga diri umat yang sedang runtuh dan melorot. Pembangunan kembali itu ia awali dengan mendirikan madrasah terbesar dalam sejarah gerakan dakwah; Madrasah hasan Al-Banna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebutan Madrasah Hasan Al-Banna ini disematkan oleh salah satu kader terbaik Ikhwanul Muslimin, Syaikh Yusuf Qaradhawi. Sebuah madrasah yang memiliki dua tujuan besar pembangunan umat Islam. Dua tujuan itu adalah, ilmiyah dan amaliyah. Berilmu dan beramal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sistem pendidikannya, Ikhwanul Muslimin berorientasi pada dua pokok tujuan pendidikan. Pendidikan harus melahirkan manusia-manusia yang berjiwa besar dan berakhlak mulia. Hasan Al-Banna mengatakannya sebagai “Tongkat Komando Perubahan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menyiapkan kader-kader yang berjiwa besar dan berakhlak mulia, Ikhwanul Muslimin memiliki sistem tarbiyah atau pendidikan yang dirumuskan oleh sang imam sendiri. Disiplin tarbiyah yang sering kali disebut dengan al-Iltizamu al-Kamil atau tingkat kedisiplinan yang sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paham&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kader Ikhwanul Muslimin harus memulainya dari tangga kepahaman. Tanpa memahami ajaran dan pesan-pesan besar yang diturunkan Allah dalam Islam melalui Rasul-Nya, tak ada perubahan besar yang akan terjadi. Perubahan hanya bisa terjadi dan dilakukan, jika para pelaku, pendukung, dan pemimpinnya memahami apa tujuan hidup dalam Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhlas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap berikutnya adalah ikhlas. Pemahaman yang sempurna dan baik akan melahirkan jiwa-jiwa yang ikhlas untuk mewujudkan cita-cita. Rela berkorban apa saja untuk kemuliaan mimpi-mimpi agung manusia. Keikhlasan itu bisa terwujud nyata dan tercermin dari amal, perbuatan, ucapan, dan pemikiran yang hanya memiliki satu tujuan, yaitu ridha Allah, Sang Pencipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keikhlasan pada akhirnya akan mengantarkan setiap kader pada amal yang maksimal. Tanpa keikhlasan, amal hanya menjadi beban yang memberatkan. Amal yang ditandai keikhlasan akan selalu menjadi amal yang paling baik. Karena, keikhlasan memintanya untuk melengkapi amal berlandaskan ilmu. Amal pun dirumuskan pada beberapa tahapan dan tingkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, memperbaiki diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, memperbaiki lingkungan trekecil dari masyarakat, yakni keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, membentuk masyarakat Islami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, membebaskan tanah air dari cengkraman penjajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, memperbaiki pemerintahan dan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, mempersiapkan seluruh aset yang dimiliki untuk kebaikan kaum Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh, menegakkan kepemimpinan umat di seluruh dunia dan menyebarkan dakwah Islam yang mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jihad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam agama yang mulia ini, tidak ada amalan yang paling mulia kecuali berjihad di jalan-Nya. Berjihad dengan hati, lisan, tangan, dan akal. Jihad dengan kata-kata, tulisan, kekuasaan, dan paling tinggi adalah jihad dengan jiwa dan raganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kader yang baik dalam Ikhwanul Muslimin adalah kader yang mampu memupuk ketaatan kepada pemimpin dan kebenaran. Dan, satu-satunya syarat ketaatan adalah dalam rangka beribadah kepada Allah. Tidak ada ketaatan jika bertujuan maksiat kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tsabat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersungguh-sungguh meniti dan mewujudkan cita-cita dan tujuan mulia juga merupakan hasil yang ingin dicapai dalam sistem tarbiyah Ikhwanul Muslimin. Tanpa kesungguhan, tidak akan ada cita-cita yang bisa dicapai dengan sempurna. Setiap tujuan selalu meminta upah dan bayaran, satu di antara upah yang harus kita berikan adalah kesungguhan hati dan tekad jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tajarrud &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap perjalanan selalu menyimpan aral dan rintangan. Dan terkadang, aral tersebut adalah godaan-godaan cara berpikir dan bersikap pada sesuatu hal. Karena itu, hasan Al-Banna ingin para kadernya selalu membersihkan diri dari godaan-godaan yang bersifat paham dan pemikiran selain Islam. Kader Ikhwanul Muslimin harus terbebas dari belenggu berpikir orang-orang ternama dan individu-individu, kecuali dalam rangka taat kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhuwah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan yang panjang menuju cita-cita yang mulia selalu berat dan terjal. Karena itu, satu-satunya yang bisa menjadi lampu pertolongan dalam perjalanan ini adalah tongkat ukhuwah dan persaudaraan yang menyejukkan. Setiap Muslim adalah saudara yang selalu siap memberi pertolongan kepada saudaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tsiqah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada pertolongan yang lebih indah seperti pertolongan yang diberikan atas dasar rasa kepercayaan. Kepercayaan bahwa kita berada di jalan yang sama dan menuju titik akhir yang sama pula. Kepercayaan akan melahirkan rasa cinta, saling menghargai, dan penghormatan, bahkan pengorbanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sistem seperti itu, Ikhwanul Muslimin seperti mendekati manusia dengan cara yang mereka inginkan. Ikhwanul Muslimin terus berkembang. Pelan tapi pasti, membesar dan memberikan pengaruh, tidak saja di Mesir, tapi kelak juga lebih dari 40 negara di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awal 1941, Ikhwanul Muslimin memiliki anggota 100 orang, orang-orang yang dipilih sendiri oleh hasan Al-Banna. Penguasa Inggris yang menyadari embrio ini memberikan peringatan kepada penguasa Mesir pada saat itu, Raja Faruq. Tetapi, sang raja memandang remeh dan tak menghiraukan gerakan yang kelak akan menggegerkan dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apalah yang mungkin bisa dilakukan oleh seorang pengajar anak-anak,” kata raja Faruq tak memandang sebelah mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, Hasan Al-Banna memindahkan kantor Ikhwanul Muslimin, yang semula dui Islamiliyyah ke al-Qadhirah atau Kairo, ibu kota Mesir. Perkembangan Ikhwanul Muslimin di kedua kota ini sungguh luar biasa. Mencengangkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasan Al-Banna dan kafilah dakwahnya merambah semua wilayah di Mesir, dari gang-gang kecil sampai ke perkantoran. Hanya beberapa tahun, Ikhwanul Muslimin menjelma menjadi gerakan besar yang mulai mengkhawatirkan penjajah. Apalagi setelah Ikhwanul Muslimin turut berjihad membebaskan Palestina dari kekangan Zionis Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1947-1948, Ikhwanul Muslimin, dengan dipimpin langsung oleh sang imam, mengirimkan 10.000 pasukan pejuang Ikhwan ke Palestina untuk membebaskan tanah suci itu dari penjajah Zionis Israel. Pasukan yang gagah berani, yang tak dikenal sama sekali oleh dunia Arab saat itu. Pasukan gagah berani yang keluar dan dilahirkan oleh sistem pendidikan Ikhwanul Muslimin. Dari Madrasah Hasan Al-Banna, Ikhwanul Muslimin berhasil mengirimkan pasukan-pasukan yang lebih mencintai syahid di jalan Allah, membantu saudara seiman di Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat perkembangan yang makin tak terkendali, penjajah Inggris dan Raja Faruq mulai merencanakan sesuatu untuk menghentikan pergerakan Ikhwanul Muslimi. Perintah penangkapan para anggota Ikhwan mulai diberikan. Penjara-penjara mulai dipenuhi oleh para pemuda dan pemimpin Ikhwanul Muslimin. Tetapi, mereka sengaja tak menyentuh sang imam, Hasan Al-Banna dibiarkan di luar penjara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diam-diam, rencana makar sedang disiapkan untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 8 November 1948, Perdana Menteri Mesir, Muhammad Fahmi Naqrasyi, membekukan Ikhwanul Muslimin. Ia menyita dan merampas seluruh aset lembaga tersebut. Mulai dari kantor berita sampai barang terkecil yang bisa disita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Desember 1948, Naqrasyi diculik oleh seorang tak dikenal. Ia kemudian ditemukan tanpa nyawa. Seluruh pendukungnya melayangkan tuduhan bahwa Ikhwanul Muslimin yang melakukan penculikan dan pembunuhan. Mereka turun ke jalan-jalan dan meneriakkan ganyang Hasan Al-Banna. “Kepala Naqrasyi harus dibayar dengan kepala Hasan Al-Banna,” ancam mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 12 Februari 1949, di satu pagi yang penuh kesaksian, peristiwa besar terjadi. Menurut Fathi Yakan, seorang petinggi militer Mesir bernama Mahmud Abdul Majid mengutus pembantaian terkeji kepada seorang pemimpin besar, Hasan Al-Banna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di depan Kantor Pusat Pemuda Ikhwnaul Muslimin, peluru-peluru berhamburan menembus tubuhnya. Hasan Al-Banna meregang nyawa. Ia dilarikan ke rumah sakit, tapi intelijen yang keji telah mempersiapkan segalanya. Aliran listrik dipadamkan, dokter dan perawat telah diancam agar tidak memberikan pertolongan, apalagi menyelamatkan nyawa Hasan AL-Banna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darah terus mengucur dari tubuh Hasan Al-Banna. Karena terlalu banyak darah yang mengalir, akhirnya peristiwa di pagi buta itu mengantarkannya kepada rabnya yang paling mulia. Hasan Al-Banna menemui syahidnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kekejian belum juga usai. Hanya ayahHasan Al-Banna dan empat orang perempuan yang diizinkan untuk mengantarkan pemakaman rahasia yang dilakukan oleh intelijen Mesir saat itu. Mereka dikawal oleh moncong senjata yang siap menyalak kapan saja, mengakhiri nyawa. Pemakaman dijaga ketat. Pemerintah Mesir tak mengizinkan orang untuk berkumpul, apalagi berkerumun, di tempat lain, Raja Faruq merasa lega mendengar kabar hasan Al-Banna telah diselesaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, pada 1954, pembunuhan-pembunuhan lain susul-menyusul. Kairo dan seluruh Mesir dimerahkan oleh darah dan diramaikan oleh nyawa para syuhada Ikhwanul Muslimin yang tak kenal kata menyerah. Termasuk para pemimpin Ikhwanul Muslimin selain Hasan Al-Banna. Abdul Qadir Audah, Muhammad Faraghalli, Yusuf Thal’at, Handawi Duwair, Ibrahim Thayyib. Dan Muhammad Abdul Lathif dihukum mati oleh Perdana Menteri Mesir Gamal Abdul Nasser.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjara penuh dengan beribu-ribu pejuang Ikhwanul Muslimin. Perburuan terus dilakukan untuk membunuh dan membinasakan Ikhwanul Muslimin. Tetapi, gerakan ini tak akan pernah bisa mati. Gerakan ini seperti aor yang akan terus mengalir meskipun dibendung sekuat apa pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwanul Muslimin terus menemukan caranya untuk tumbuh dan menjadi besar meskipun beribu makar telah disiapkan untuk melumpuhkannya. Gerakan Ikhwanul Muslimin menjadi warisan terbesar yang ditinggalkan oleh sang guru, Hasan Al-Banna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah warisan yang harus dipelajari oleh semua orang yang menerimanya. Warisan yang selalu dikukuhkan, di manapun benihnya disemai di penjuru dunia. Madrasah Hasan Al-Banna yang bernama Ikhwanul Muslimin, oleh majalah al-Mujtama’ disebutkan, kini telah menyebar dan memberikan inspirasi tak kurang di 70 negara di seluruh dunia. Dari Turki sampai Sudan, dari Afganistan sampai Pakistan, bahkan di negeri kita sendiri. Indonesia. Kita bisa dengan mudah menemukan jejak dan warisan yang ditinggalkan oleh Hasan Al-Banna. Warisan yang lebih berharga daripada harta. Warisan yang lebih mulia daripada intan permata. Warisan yang akan mengantarkan kita pada ajaran mulia yang diturunkan Alah SWT lewat Rasul-Nya. Warisan yang akan menyelamatkan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 8 Juli 2001, untuk pertama kalinya Tarbiyah menyebut dirinya Tarbiyah, secara langsung. Lewat sebuah seminar yang bertajuk “Tarbiyah di Era Baru” yang digelar di Masjid Salam Universitas Indonesia, Depok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, dalam momentum ini pula, para aktivis Tarbiyah bersepakat mendaulat K.H. Rahmat Abdullah, yang saat itu menduduki jabatan Ketua Majelis Pertimbangan Partai Keadilan sebagai Syaikhut Tarbiyah, sang Syaikh Tarbiyah. Sebuah babak baru yang lain dari gerakan Tarbiyah yang sempat pula disebut dengan Jamaah Usrah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 2001 atau 1442 H, lewat sebuah seminar, dicanangkan sebagai tahun kebangkitan Tarbiyah Islamiyah di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarbiyah adalah sebuah babak baru dari sebuah gerakan Islam di Indonesia. Tak jelas tahun berapa, Tarbiyah yang sering disebut-sebut sebagai anak yang lahir dari pemikiran gerakan Ikhwanul Muslimin di Mesir ini hadir dan mulai tumbuh di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, jejaknya masih bisa dirunut lewat pemikiran M. Natsir yang pernah bersentuhan dengan pemikiran Ikhwanul Muslimin. Sebelumnya, bahkan pernah tercatat sebuah partai bernama Perti, Persatuan Tarbiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, Ketua Partai Masyumi ini pernah mengirim tokoh Masyumi yang lain, K.H. Bustami Darwis, seorang ulama Sumatera Barat yang menetap di Bandung untuk mempelajari secara khusus konsep pendidikan dan pengkaderan yang dicetuskan oleh Hasan Al-Banna itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K.H. Bustami Darwis sendiri pernah mendapat gemblengan langsung dari tokoh Ikhwanul Muslimin, salah satunya Abul Hasan Ali An-Nadwi ketika bermukim di India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak jelas benar apa yang telah dihasilkan dan dirintis atas persentuhan dan usaha dua tokoh tadi, M. Natsir dan K.H. Bustami Darwis dengan pemikiran Ikhwanul Muslimin. Tetapi, diam-diam, ada sebuah gairah baru dalam ber-Islam yang tumbuh, khususnya di kalangan anak-anak muda, terutama di kampus universitas dan perguruan tinggi. Anak-anak muda yang sebelum 1998, membangun semacam dunia tersendiri dan komunitas yang lain. Gadis-gadis yang aktif dalam gerakan baru yang masih serba “misterius”, di awal 1970-an sudah mulai mengenakan jilbab. Para prianya pun punya tradisi baru, memelihara jenggot sebagai tanda pengikut sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orde Baru yang berada pada puncak-puncak kekuasaannya pada 1970-an sampai 1980-an, punya peran tersendiri dalam kelahiran generasi yang kelak disebut dengan generasi Tarbiyah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti air, Orde Baru yang demikian represif membuat anak-anak muda dari generasi awal Tarbiyah mencari jalan dan celahnya sendiri untuk menyiasati situasi. Orde Baru memang belum bisa diruntuhkan dan dijebol, tapi parit-parit kecil yang berupa pertemuan dari rumah ke rumah, dari daurah ke daurah (pelatihan dan pendidikan yang bersifat keagamaan yang sering dilaksanakan oleh aktivis Tarbiyah) dengan rutin dan masif dilakukan oleh generasi awal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dari tumah ke rumah, dan dari satu daurah ke daurah lainnya, yang dilakukan sebagai reaksi atas represifnya penguasa, sebenarnya ada fenomena lain yang dimunculkan oleh Orde Baru atas gerakan ini. Fenomena itu adalah dibukanya kesempatan pendidikan, khususnya di tingkat perguruan tinggi karena perbaikan angka ekonomi Indonesia pada tahun-tahun itu. Saya memang belum punya detail data tentang hal ini, tapi secara sepintas bisa disimpulkan bahwa ini berarti pula kesempatan baru yang tercipta bagi embrio gerakan Tarbiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membanjirinya anak-anak muda yang memasuki dunia kampus, menciptakan parit tersendiri untuk air yang terus mencari celah agar terus mengalir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, kampus, diakui atau tidak, menjadi semacam inkubator bagi proses gerakan Tarbiyah. Masa kuliah telah menjadi masa inkubasi bagi para aktivis dakwah tarbiyah. Masjid-masjid kampus mulai makmur dengan kehadiran mereka, jilbaber-jilbaber pun kian tahun kian banyak ditemui di dalam kampus. Dan, yang paling signifikan adalah, tak hanya ilmu-ilmu eksakta dan humaniora yang mereka pelajari dari kampus-kampus tempat mereka kuliah, tapi juga ilmu-ilmu agama lewat daurah dan dakwah gerakan Tarbiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun setiap tahun populasi Tarbiyah kian signifikan di berbagai universitas baik negeri maupun swasta, belum juga membantu mengidentifikasikan apa, siapa, dan bagaimana gerakan ini. Mereka ada, tapi susah dipetakan, mereka signifikan, tapi sulit dijelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang sahabat saya yang menulis “Fenomena Tarbiyah dan Partai Keadilan”, Ali Said Damanik dalam skripsi S1 di FISIP UI, dengan sangat menarik menuliskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka anak-anak muda yang berbasis di mushala dan masjid-masjid kampus ini menciptakan ruang maya di tengah masyarakat. Mereka bisa menciptakan sebnuah ruang kultural yang bisa dilihat, tapi sulit untuk dilacak dan dibuktikan eksistensinya. Masyarakat sempat dibuat bingung dengan anak-anak muda yang terus lahir, tumbuh, dan hidup di tengah-tengah mereka sendiri, tetapi berbeda ekspresinya dengan masyarakat kebanyakan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka terus bergerak, membangun pertumbuhan-pertumbuhan lewat liqo-liqo atau halaqoh yang setiap pekan rutin mengadakan pertemuan. Liqo dalam bahasa asalnya, Arab, berarti pertemuan, dan halaqoh adalah kelompok dari pertemuan itu. Tetapi, dalam komunitas Tarbiyah, kata tersebut digunakan untuk terminologi pertemuan dalam rangka pembinaan, baik tentang pemahaman Islam, moral dan akhlak, dakwah dan sosial maupun tentang pendidikan politik dan juga pemikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada mulanya, liqo dilakukan dengan sedikit tersembunyi atau tidak terlalu terbuka. Sekali lagi, maklum, sebab utamanya adalah Orde Baru dan kekuasaan yang tak menghendaki kekuatan lain tumbuh dan menguatkan diri. Tetapi, kian lama kegiatan-kegiatan liqo semakin terbuka, karena memang, tidak satu pun rahasia atau semacam agenda konspirasi yang dibahas dalam pertemuan-pertemuan semacam ini. Liqo membahas masalah-masalah pendidikan karakter dan pribadi, mengajak orang dalam kebaikan, dan berbagi pengalaman dalam konteks keberagamaan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Liqo bisa di mana saja. Di rumah-rumah anggota kelompok, di masjid atau mushala kampus, di bawah pohon rindang, bahkan di Kebun Raya Bogor yang sejuk dan penuh keindahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik dari perkembangan gerakan Tarbiyah ini, dari dulu hingga sekarang, sebagian besar para aktivisnya adalah para sarjana atau mahasiswa dari bidang ilmu-ilmu eksakta. Sarjana matematika, biologi, kimia, dan fisika, teknik mesin atau sipil adalah mayoritas penghuni gerakan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, kini dikabarkan aset Tarbiyah yang kelak “dimerger” ke dalam Partai Keadilan Sejahtera berupa orang-orang pintar di ilmu eksakta sebanyak lebih dari 200 doktor dan Ph.D. Mulai dari kimia, fisika, pertanian, sampai teknik nuklir. Sebuah fenomena yang belum tentu dimiliki oleh partai-partai besar lainnya yang sudah lebih dulu ada di Indonesia, seperti Golkar, PPP, bahkan PDIP sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang fenomena ini, ketika memberikan taujih, ustad Anis Matta pernah menjelaskan kepada saya ketika saya menanyakan fenomena tersebut. Beliau mengatakan, “orang-orang eksakta biasanya menerima kebenaran sebagai kebenaran, lalu mengikutinya tanpa banyak pertanyaan. Berbeda dengan berdakwah di kalangan ilmu sosial, bahkan lebih berat lagi di kalangan art. Mereka selalu dipenuhi dengan pertanyaan-pertanyaan yang luar biasa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses itu menghasilkan dua efek yang kahirnya memperbanyak fenomena kemunculan mayoritas kaum eksakta dalam gerakan dakwah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek pertama, datang dari kaum eksakta yang sering kali tak memerlukan penjelasan yang rumit untuk tertarik pada sesuatu yang dianggap benar. Dan ini multiplayer effect, sebab, major eksakta pada masa itu menjadi jurusan yang favorit dan biasanya jurusan favorit akan mempunyai daya magnetis tersendiri untuk terus menghasilkan simpatisan yang kelak berproses menjadi kader dakwah Tarbiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek kedua yang dimunculkan adalah, adanya semacam keengganan di antara pada kader dakwah tarbiyah untuk terjun dan melakukan rekruitmen kaderisasi di ranah ilmu-ilmu sosial dan art. Karena itu tadi, banyak pertanyaan yang harus dijawab sementara kesiapan untuk memberikan jawaban terlalu minim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keminiman para kader dakwah Tarbiyah dalam memberikan jawaban yang diharapkan oleh kaum di ilmu sosial atau art, sebetulnya sebuah keminiman yang bisa dianggap positif menurut saya. Sebab, mereka digedor-gedor oleh semangat saling berbagi dalam kebaikan lewat dakwah mereka. Bagaimanapun minimnya ilmu yang mereka kuasai, justru dari situlah yang memacu pertumbuhan gerakan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu yang layak dicatat sebagai faktor penentu perkembangan dakwah gerakan Tarbiyah ini adalah semangat mereka untuk berbagi kebaikan, seluas mungkin, sebanyak mungkin. Para aktivis Tarbiyah tak menunggu sampai memiliki bertumpuk-tumpuk ilmu, beratus-ratus hafalan hadits atau berjuz-juz hafalan qur’an untuk berdakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hadits yang mereka dapatkan dalam pertemuan mingguan, atau satu ayat yang mereka bahas dalam liqo akan segera mereka sebarkan dengan semangat berbagi kebaikan, berbagi ilmu, dan mendapatkan balasan dari Allah SWT. Mereka mencoba benar-benar mengaplikasikan sebuah hadis dan ayat Al-Qur’an yang berbunyi, Balighu anni walau ayah. Sampaikan dariku walau hanya satu ayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tumbangnya Orde Baru dan munculnya gerakan reformasi pada 1998 di Indonesia mengantar sebuah babak baru lagi bagi gerakan Tarbiyah. Berbagai partai bermunculan, tidak saja belasan atau pulhuna jumlahnya, tapi ratusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, salah satu partai baru yang ikut meramaikan suasana tersebut adalah Partai Keadilan, sebuah partai yang bermetamorfosis dari kelompok dakwah, gerakan Tarbiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Partai Keadilan didirikan tanggal 20 Juli 1998, tapi secara resmi baru dideklarasikan pada 9 Agustus 1998 di halaman Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, berbondong-bondonglah para kader Tarbiyah, mendeklarasikan dirinya pula sebagai kader Partai Keadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berusaha membatasi untuk tidak terlalu berkutat dan membahas tentang fenomena Partai Keadilan. Karena itu, izinkan saya langsung mengajukan sebuah fakta bahwa PK dinyatakan sebagai salah satu partai yang masuk dalam tujuh besar partai pendulang suara. Dengan cara dan sistem sel yang telah terbentuk dalam kultur Tarbiyah, dengan semangat dan kerja keras berbagi kebaikan, sebetulnya fenomena mencuatnya PK sebagai partai pendulang suara yang efektif sangat bisa dipahami. Sebab, partai ini adalah partai kader.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Pemilihan Umum 1999, Partai Keadilan berhasil meraup sebanyak 1.436.563 suara umat Islamdi seluruh Indonesia. Artinya, PK berhasil mendapatkan 1,36 % dari total suara sah hasil pemilu 1999. Satu peringkat di bawah Partai Bulan Bintang (PBB) yang memproklamasikan diri sebagai penerus cita-cita Masyumi. PBB yang dipimpin oleh Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra ini mendapatkan 2.069.708 suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat pemilu itu, PK berhasil mendudukkan seorang kadernya, Nur Mahmudi Ismail dalam kabinet Gotong Royong, memimpin Departemen Kehutanan dan Pertanian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, itu pun tidak berlangsung lama, setelah Presiden Abdurrahman Wahid lengser, Nur Mahmudi juga dilengserkan dan diganti. Presiden Megawati menunjuk salah seorang fungsionarisnya sebagai Menteri Kehutanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun relatif singkat, Nur Mahmudi, seorang kader Tarbiyah, yang sejak awal tulisan ini dijelaskan berciri pada kekuatan akhlak dan moral, mencatat rekor pemberantasan praktik KKN yang cukup signifikan. Bahkan, pada masa kepemimpinan Nur Mahmudi pula, Bob Hasan, Raja HPH berhasil dikirim ke Nusa Kambangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Undang-Undang Pemilu yang mengharuskan sebuah partai peserta pemilu sebelumnya mengganjal Partai Keadilan untuk turut dalam pelaksanaan pemilihan umum tahun 2004. Tetapi, sebuah siasat ditemukan dengan membuat partai baru bernama Partai Keadilan Sejahtera. Baju baru untuk orang-orang yang sudah ada sebelumnya, kira-kira begitulah Partai Keadilan Sejahtera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang kakak pun meleburkan diri pada diri sang adik. Partai Keadilan menggabungkan dirinya menjadi Partai Keadilan Sejahtera. Tak hanya bisa turut dalam Pemilihan Umum legislatif lalu, PKS juga menjadi partai kuat yang memenangkan suara di banyak daerah. Di DKI Jakarta misalnya, PKS memimpin perolehan suara di urutan pertama, disusul oleh partai baru, Partai Demokrat di urutan kedua. Selain di Jakarta, di propinsi Maluku Utara juga memimpin perolehan suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PK memperoleh 8.325.020 suara atau 7,34% dari total suara sah yang dihitung oleh KPU. Terjadi lonjakan suara berjuta-juta besarnya dari suara sebelumnya yang hanya 1.436.563.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Partai Bulan Bintang, yang pada pemilu 1999 berada di atas PK, kini jumlahnya hanya 2.970.487. Bahkan, berada pada peringkat delapan di bawah Partai Amanat Nasional yang juga menurun jauh jumlah perolehan suaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerja keras kader PKS lewat dakwah, lewat gerakan Tarbiyah-nya membuktikan bahwa Partai Islam layak dipilih dan diharapkan. Tetapi di balik itu, saya sebetulnya memendam kekhawatiran atas komunitas yang punya potensi besar ini. Sebuah kekhawatiran atas napas panjang dan endurance kerja dakwah dari sebuah komunitas bernama Tarbiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum sampai ke sana, mari saya ceritakan dulu tentang satu buku lagi yang berkaitan dengan Tarbiyah, dan kali ini mengupasnya dalam kemasan nama PKS, Partai Keadilan Sejahtera. Sebelum saya melakukan perjalanan ke Maluku, seorang teman lama saya, Aay Muhammad Furkon menerbitkan tesis S2 menjadi sebuah buku yang berjudul “Partai Keadilan Sejahtera; Ideologi dan Praksis K aum Muda Muslim Indonesia Kontemporer.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dalam tesisnya, Furkon mencoba mencari dan menggali akar kelompok Tarbiyah, secara historis dengan mencoba menguhubungkannya dengan gerakan-gerakan Islam terdahulu di Indonesia. Tesis ini juga dibedah secara umum di Perpustakaan Nasional dengan mendatangkan William Lidle, Indonesianis asal Ohio University; Anis Matta, Sekjen PKS; dan Aay Muhammad Furkon sebagai pembicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bill lidle mendapat informasi yang lebih kompleks tentang pengaruh Ikhwanul Muslimin di Indonesia daripada informasi yang ia dapatkan dari buku tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengucapkan terima kasih kepada teman saya yang telah berbaik hati untuk mem-forward-kan email yang dia dapatkan dari Prof. William Lidle kepada saya. Dalam suratnya, Prof . William Lidle menuliskan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih atas kiriman makalah Anda yang sangat menarik sebagai analisis tentang Tarbiyah dan PKS, dan juga sebagai cermin harapan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya membaca tulisan Furqon, saya mulai mendapat sebuah gambaran tentang PKS yang lebih kompleks, berlapis, ketimbang gambaran yang saya peroleh sebelumnya dari buku Ali Said (yang juga saya kagumi), dan tulisan-tulisan lain. Dan kompleksitas itu menarik sekali, pertama, dari segi pengertian pokok saya tentang Islam dan politik di Indonesia, kedua, dari segi yang lebih umum. Mengenai yang pertama, saya dulu berpendapat bahwa strategi politik M. Natsir selama Orde Baru telah ggal, hampir total. Natsir dan teman-teman mendirikan DDII pada awal Orde Baru sebagai alat prapolitik, jaringan kader, dan kesadaran ideologis. Mereka mengharapkan hal itu bisa digerakkan pada waktu yang tepat di masa depan ketika Soeharto menjadi lemah atau tidak berkuasa lagi. Kegagalan mereka, saya ukur dengan persentase suara yang diterima dalam pemilu 1999 oleh PBB, yang mengaku sebagai kelanjutan tradisi Masyumi/DDII/Natsir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, saya menganggap Nurcholis Madjid dan Abdurrahman Wahid sebagai pemimpin politik/sosial yang berhasil. Keberhasilan mereka, saya ukur dengan persentase suara yang diberikan kepada partai-partai yang pro-syariat. Hanya 14 %, berbeda sekali dengan persentase suara yang diberikan pada partai-partai pro-syariat pada pemilu 1955, di atas 40 %.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nurcholis Madjid dan Abdurrahman Wahid memainkan peran penting dalam perubahan itu. (saya akan lampirkan artikel saya yang terbaru tentang Islam dan Politik di Indonesia, di sana, Anda bisa melihat analisis saya tentang dua tokoh tersebut).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bartita baru yang saya dapat dari buku Furqon adalah bahwa cikal bakal gerakan Tarbiyah dan PKS juga bisa dirunut kepada natsir dan DDII. Tentu, seperti Anda akui juga, di belakang atau sebelum Natsir/DDII adalah Ikhwanul Muslimin, hasan Al-Banna dan Sayyid Quthb. Ide-ide dan juga struktur pokok gerakan Tarbiyah dan PKS berasal dari atau diilhami oleh Ikhwanul Muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, natsir (juga Bang Imad tentunya) memainkan peran penting untuk menjembatani dua gerakan tersebut, yaitu IM di Mesir dan tarbiyah atau PKS di Indonesia. Kesimpulan baru saya adalah bahwa natsir juga berhasil sebagai politisi, sebab selama periode pasca Orde Baru. Benihnya baru ditanam pada pemilu 1999, tetapi pohonnya kini tumbuh dengan pesat dan sehat, seperti kita lihat pada pemilu 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi teoritis, pengertian atau kesimpulan baru ini terasa sangat menggetarkan, exciting. Sebab, pendekatan teoritis saya, atau setidak-tidaknya yang sedang saya kembangkan, memberi peran utama kepada tokoh, individu. Saya tidak senang dengan pendekatan-pendekatan umum di ilmu-ilmu sosial yang selalu menekankan kekuatan-kekuatan sosial/budaya/ekonomi an sich.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, setiap kekuatan itu, apakah kapitalisme atau Islam, hanya punya dampak pada sebuah masyarakat melalui tindakan manusia, khususnya para pemimpin. Misalnya, saya sudah lama percaya, sebab buktinya meyakinkan, bahwa Cak Nur dan Gus Dur memainkan peranan sangat penting dalam perkembangan hubungan Islam dan politik di Indonesia. Tanpa mereka, sejarah politik Indonesia akan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan ini, saya mulai mempelajari sejarah gerakan Islamis di Timur Tengah, dan saya menemukan hal yang sama: tanpa hasan Al-Banna dan Sayyid Quthb, sejarah Islamis di seluruh dunia Islam akan lain. Kini, ada penemuan baru yang perlu dianalisis lebih lanjt: ternyata, M. Natsir juga menjadi tokoh penting, bukan hanya pada zaman Demokrasi Parlementer, melainkan pada masa Orde Baru pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak tahu apakah saya berhasil menyampaikan kesimpulan saya yang baru ini pada acara bedah buku Furqon, tetapi memang begitulah pendapat saya. Maaf, jawaban ini sudah kelewat panjang dan saya belum mengomentari argumen-argumen Anda sendiri yang menarik, misalnya tentang hubungan Tarbiyah dengan PKS di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan pak Anis Matta, saya menangkapnya tidak keberatan jika tesis ini mencoba mencarikan akar historis dalam konteks ke-Indonesia-an bagi gerakan Tarbiyah. Bagi saya sendiri, meskipun ada keterkaitan sejarah antara tarbiyah dengan orang-orang seperti M. Natsir, K.H. Bustami Darwis, atau dengan organisasi seperti Perti atau Masyumi, saya tetap akan mengatakan bahwa Tarbiyah lahir dari gagasan dan besar dengan gagasan Ikhwanul Muslimin. Itulah, fakta sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu pula, pada era perang terhadap terorisme yang dikobarkan oleh negara adidaya, Amerika, ini menjadi peluang empuk untuk menjerat gerakan dakwah ini. Tercatat atau tidak, diumumkan atau tidak, mereka mencoba mengaitkan dan mencoba mencari trigger untuk menarik masuk gerakan Islam tertua di dunia, Ikhwanul Muslimin, ke dalam kancah perang yang tak terbatas itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, para pemikir dan kelompok think tank Amerika telah menempatkan sosok hasan Al-Banna dan Sayyid Quthb, tokoh pemimpin dan ideolog di Ikhwanul Muslimin, sebagai the philosopher of terror.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-TAMAT-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber inspirasi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Buku Panduan Diklat Kepartaian Partai Keadilan Sejahtera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Catatan pribadi materi liqo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Email surat dari Prof. William Lidle kiriman seorang teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Fenomena Partai Keadilan, Transformasi 20 Tahun Gerakan Tarbiyah di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Majalah Islam SABILI, no.3 th. IX, 1 Agustus 2001.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Memoar Hasan Al-Banna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Risalah Dakwah Hasan Al-Banna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Video “Who Killed Hasan Al-Banna?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Copas : http://mujahidsamurai.multiply.com/journal/item/44 , 45 , 46&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3324140496270380047-6269444909267684023?l=arqomalifh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arqomalifh.blogspot.com/feeds/6269444909267684023/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3324140496270380047&amp;postID=6269444909267684023' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/6269444909267684023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/6269444909267684023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arqomalifh.blogspot.com/2008/12/antara-pks-tarbiyah-dan-ikhwanul.html' title='Antara PKS, Tarbiyah, dan Ikhwanul Muslimin - dalam perjalanan sejarah'/><author><name>Arqi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_kDC-1fS9T6s/R4x6l87hBfI/AAAAAAAAAAU/3n9Zjgjq0FA/S220/normal_tetes-8.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3324140496270380047.post-6166740455728763379</id><published>2008-12-28T09:03:00.000-08:00</published><updated>2008-12-28T09:23:02.774-08:00</updated><title type='text'>Syaikhut Tarbiyah, KH Rahmat Abdullah: “Ikhwanul Muslimin Inspirasi Gerakan Tarbiyah”</title><content type='html'>&lt;p&gt;Usianya belumlah setengah abad. Tapi pembawaannya yang tenang kebapakan serta rambut dan janggutnya yang sebagian telah memutih, mengesankan pria kelahiran Jakarta, 3 Juli 1953 ini lebih tua dari usia yang sebenarnya. Sehingga cukup pantas bila ia kerap dituakan dan disegani oleh lingkungan pergaulannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam publikasi acara Seminar Nasional "Tarbiyah di Era Baru" di Masjid UI, Kampus UI Depok, awal bulan lalu, ustadz keturunan Betawi ini ditetapkan sebagai pembicara utama (keynote speaker) serta disebut sebagai Syaikhut Tarbiyah; sebuah jabatan yang belum populer di telinga masyarakat, termasuk di kalangan aktivis da’wah dan harakah (pergerakan) selama ini. Ketika dikonfirmasi Sahid tentang jabatan tersebut, sambil tersenyum dan merendah Rahmat membantahnya. Menurut Ketua Yayasan Iqro’ Bekasi ini sebutan tersebut hanyalah gurauan panitia yang kebetulan telah akrab dengannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rahmat sempat mengajukan keberatan kepada panitia, tapi ternyata  ublikasinya sudah terlanjur disebar. Akhirnya ayah dari tujuh putra-putri ini  cuma bisa balik bergurau, "Adik-adik mau nyindir bahwa saya sudah  kakek-kakek ya? Syaikh itu kan dalam bahasa Arab artinya kakek."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Boleh jadi jabatan Syaikh Tarbiyah itu, seperti diakuinya, cuma gurauan atau sindiran panitia. Tapi banyak orang percaya sejatinya suami Sumarni HM Umar ini memang orang yang dituakan dalam gerakan yang bernama Tarbiyah. Apalagi mengingat di kepengurusan Partai Keadilan (PK) Rahmat memegang amanat sebagai Ketua Majelis Syuro dan Ketua Majelis Pertimbangan Partai. Seperti dimaklumi, PK didirikan dan disokong oleh para kader Tarbiyah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam seminar nasional yang dihadiri ribuan aktivis dan simpatisan Tarbiyah, Rahmat mengawali acara dengan orasi bertajuk "Kilas Balik 20 Tahun Tarbiyah Islamiyah di Indonesia dan Langkah Pasti Menyongsong Masa Depan." Dalam kesempatan tersebut dicanangkan tahun 1422 H ini sebagai tahun kebangkitan Tarbiyah Islamiyah di Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam kancah pergerakan Islam di Indonesia, nama gerakan Tarbiyah belum populer di kalangan masyarakat awam. Kata tarbiyah lebih biasa dilekatkan orang pada Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti), sebuah ormas Islam yang berbasis di Sumatera Barat dan pernah menjadi partai Islam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun bagi orang yang akrab dengan gerakan da’wah kampus, tidaklah  merasa asing dengan sebutan itu. Di era ‘80-an dan ‘90-an gerakan ini kerap juga disebut Ikhwan, karena akrabnya aktivis Tarbiyah dengan manhaj gerakan Ikhwanul Muslimin, gerakan Islam di Mesir yang pengaruhnya telah mendunia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari orasi yang disampaikan Rahmat, memori orang terpanggil lagi pada kenangan 20 tahun ke belakang ketika aktivis Tarbiyah merintis gerakan ini di kampus-kampus dan sekolah-sekolah. Salah satu tandanya adalah merebaknya pengajian usrah dan halaqah di kampus-kampus. Tonggak lainnya, mulai maraknya pemakaian jilbab oleh para siswi dan mahasiswi yang mendapat tentangan keras dari berbagai kalangan yang alergi terhadap syariat Islam. "Gedung sekolah dan semua peralatan sekolah, termasuk Departemen Pendidikan yang dibangun 90% dananya dari ummat Islam, harus mengusir putri-putri Islam karena mereka menggunakan busana demi melaksanakan perintah agama mereka," ungkap murid kesayangan almarhum KH Abdullah Syafi’i ini dalam orasinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Begitu banyak pahit getir yang dirasakan, sehingga ada sebagian kader yang terputus dari jalan perjuangan. Tapi banyak pula yang bersabar, terus bermujahadah menempa diri dan menabung amal, bertahan hingga kini,  menyemai insan dakwah ke seluruh pelosok negeri. Hasilnya antara lain, jilbab jadi pakaian jamak bagi wanita di negeri ini. Dari yang benar-benar penuh kesadaran berislam hingga yang masih ikut-ikutan lantaran telah jadi mode.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tentu saja itu semua bukan cuma hasil kerja Rahmat Abdullah dan kawan-kawan seperjuangannya di Tarbiyah. Tapi harus diakui saham harakah Tarbiyah bersama harakah-harakah lain telah memberi itsar (bekas) perjalanan da’wah yang mengesankan di zamrud katulistiwa tercinta ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagaimana sejarah bermulanya harakah ini? Apakah benar terkait dengan Ikhwanul Muslimin yang didirikan Hasan Al-Banna di Mesir? Kepada Saiful Hamiwanto, Pambudi Utomo dan Deka Kurniawan dari Sahid, yang bertandang ke rumahnya yang sederhana nan asri di Kompleks Islamic Village Iqro’, Pondok Gede, Bekasi, kiai yang ramah ini membeberkannya untuk Anda, para pembaca. Berikut ini kutipan dari sekitar tiga jam perbincangan dengannya. Selamat mengikuti.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan menggelar seminar "Tarbiyah di Era Baru", gerakan Tarbiyah tampaknya mulai membuka diri secara terang-terangan. Bahkan tahun ini dicanangkan sebagai ‘Aam (Tahun Kebangkitan) At-Tarbiyah. Apa latar belakangnya?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bismillah, sangat disadari bahwa setiap fase perjuangan itu menuntut sikap-sikap sesuai dengan fase-fase tersebut. Sehingga ada doktrin dalam Tarbiyah yang disebut, likulli marhalatin mutaqallabatuhaa (setiap fase itu ada tuntunannya); kemudian li likulli marhalatin muqtadhayatuhaa, (setiap fase ada konsekuensi yang harus dilahirkannya), dan likulli marhalatin rijaaluhaa (setiap fase ada orangnya, tokohnya atau kadernya).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemudian, apa yang kita sampaikan ketika dakwah ini mengalami satu fase yang berbeda dengan masa lalu? Kemarin dakwah berhasil melalui masa-masa sulit, mengayuh diantara dua persoalan dan kondisi, yakni kondisi melawan arus yang tidak terlawan dengan kekuatan yang secara thobi’i (alami) susah dihadapi secara face to face, serta kondisi larut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Memang, dalam fase itu, kita lihat banyak juga yang tidak memiliki istimroriyah (kesinambungan), kontinyunitasnya tidak jelas. Kalaupun ada yang berjalan terus, perkembangannnya menyedihkan. Ada juga yang berkembang tapi kehilangan asholah (orisinalitas). Ini adalah kasus-kasus perjalanan dakwah dalam menghadapi rezim yang represif dan tekanan budaya. Bisa jadi banyak yang larut. Seperti para pengikut Nabi Isa, setelah beberapa lama malah jadi pengikut penjajah yang nyaris menyalib Nabi Isa sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nah, kita ingin, keberhasilan melewati masa-masa kritis dan sulit semacam itu juga bisa kita capai ketika keadaan ini berubah, karena tidak otomatis daya tahan itu ada. Makanya harus dicanangkan sesuatu agar apa-apa yang menjadi doktrin Tarbiyah di atas, bisa direalisasikan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bisa jadi, kader yang dulu tahan menderita lama, tiba-tiba ketika segalanya terbuka seperti sekarang ini, menjadi tidak tahan lagi. Kalau dulu kan jelas sekali perbedaannya, furqon-nya, antara haq dan batil, sehingga akhlak para kader itu selalu berlawanan dengan akhlak buruk orang-orang memusuhi  mereka. Nah, setelah keadaan ini terbuka, apa ada jaminan bahwa mereka tidak akan larut?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Memang, secara doktrin sudah diantisipasi, misalnya dengan pemahaman tentang tamayyu’ (mencairnya nilai-nilai), idzabah (pelarutan), istifdzadzat (provokasi), ighra’at (rayuan-rayuan), dan mun’athofat (tikungan-tikungan). Secara teoritis kita tahu semua tentang itu. Tapi ketika kita menjalaninya, apakah kita cukup siap?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka pencanangan ini beranjak dari kenyataan, dimana sebuah komunitas  dakwah sedang mengalami fase-fase lain yang berbeda dengan fase ketika mereka dibesarkan dulu. Pencanangan ini untuk menyiapkan sesuatu yang secara teoritis sudah mereka kenal, tetapi secara komunal, penghayatan, apresiasi perlu dihadapi secara lebih serius agar tidak menimbulkan persoalan yang rumit yang menyebabkan taurits (pewarisan) itu menjadi terputus.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dulu dimulai satu langkah dan hasilnya adalah hari ini. Bagi yang tidak mau melihat hasil yang sama di hari nanti, ya sekarang diam dan tidur saja. Tapi kalau ingin melihat terus-menerus keadaan seperti ini, maka harus bergerak untuk masa mendatang. Ini terutama yang melatarbelakangi pencanangan ‘Aam At-Tarbiyah (Tahun Tarbiyah).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi perlu dicatat bahwa pengertian tarbiyah (pendidikan) ini tidak menafikan proses tarbiyah yang terjadi di Indonesia sejak dulu. Tanpa proses tarbiyah, bagaimana mungkin walisongo dapat melahirkan pejuang-pejuang handal. Apapun namanya, apakah itu pengkaderan dengan ‘t’ kecil (tarbiyah), yang jelas itu adalah proses pendidikan. Namun Tarbiyah yang sedang kita perbincangkan dalam konteks ini adalah dengan ‘t’ besar, Tarbiyah (sebagai nama sebuah  gerakan, red).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wanti-wanti tentang pelarutan ini pernah Anda sampaikan waktu Munas PK tahun 2000. Apakah memang anda sendiri sudah melihat kecenderungan itu, sehingga perlu ada pencanangan ini?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalau kita baca sirah (sejarah), Rasululllah pernah berpesan diantaranya "ma al-faqru bi akhsya alaikum, bukanlah kefakiran yang aku takutkan dari kalian, tapi aku mengkhawatirkan apabila bumi di buka (dimenangkan) lalu kamu  bersaing memperebutkan dunia, sehingga kamu celaka, sebagaimana celakanya orang-orang sebelum kamu." Dulu, kesulitan itu membuat segalanya terbatas, dan kita berhasil melewatinya. Contohnya, kita tidak punya villa, tapi bisa menikmati banyak villa. Dan kawasan Puncak (Bogor, red) yang dianggap identik dengan maksiat, seperti hari ini bisa berubah sebagai tempat acara pengajian karena seringnya digunakan untuk pengkaderan oleh semua pihak, diantaranya oleh kalangan Tarbiyah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wanti-wanti rasul itu, dalam kaitan ini, menegaskan bahwa setiap kondisi ada  pengaruhnya. Kalau dulu, setiap waktu mereka bisa bertemu, sehingga  kesalahan sedikit saja bisa langsung diketahui. Tapi ketika mereka sudah ada di kawasan yang menggiurkan, secara massal tantangan akan semakin keras. Sesuatu yang menggiurkan, kalau baru cerita, masih bisa bilang tidak mau. Tapi kalau sudah sudah di depan mata, bagaimana mungkin tidak tidak tergoda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Supaya tidak larut, mereka jangan sampai lupa kepada akarnya. Makanya, pemantapan nilai Tarbiyah dalam pencanangan ini tidak bisa kita abaikan, meskipun sekarang mereka masih rutin bertemu setiap pekan dengan muhasabah (evaluasi) dan muraqabah (pengawasan).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;sumber : milis muslim-gta&lt;/p&gt;Copas: http://padang.blog.friendster.com/2005/06/syaikhut-tarbiyah-kh-rahmat-abdullah-ikhwanul-muslimin-inspirasi-gerakan-tarbiyah/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3324140496270380047-6166740455728763379?l=arqomalifh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arqomalifh.blogspot.com/feeds/6166740455728763379/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3324140496270380047&amp;postID=6166740455728763379' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/6166740455728763379'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/6166740455728763379'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arqomalifh.blogspot.com/2008/12/syaikhut-tarbiyah-kh-rahmat-abdullah.html' title='Syaikhut Tarbiyah, KH Rahmat Abdullah: “Ikhwanul Muslimin Inspirasi Gerakan Tarbiyah”'/><author><name>Arqi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_kDC-1fS9T6s/R4x6l87hBfI/AAAAAAAAAAU/3n9Zjgjq0FA/S220/normal_tetes-8.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3324140496270380047.post-2682610573919827672</id><published>2008-12-22T00:24:00.000-08:00</published><updated>2008-12-22T07:02:06.660-08:00</updated><title type='text'>Nggabungin Blogspot - Plurk - Facebook - Multiply - Blogspot</title><content type='html'>Bismillahirrahmanirahiem..&lt;br&gt;&lt;br&gt;Keren banget nih klo semua aplikasi bisa digabungin jadi satu, namun sayangnya belum bisa semua.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pertama, gabungin antara Blospot dengan Plurk&lt;br&gt;Login Blogspot &gt; Tata Letak &gt; Elemen Halaman &gt; Tambah Gadget &gt; Isi dengan Plurk&lt;br&gt;Login Plurk &gt; Profil Setting &gt; Widget &gt; Ambil Source Codenya &gt; Masukin di Gadget Blogspot&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kedua, Gabungin Plurk dengan Facebook&lt;br&gt;Login Plurk &gt; www.plurk.com/FacebookApp/ &gt; Ikutin langkah2nya untuk sinkronisasi antara Plurk dengan Facebook, jangan lupa untuk login ke Facebook juga. Ini membutuhkan waktu skitar 1 menit. Posting yang anda tulis di Plurk akan muncul di status Facebook anda.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ketiga, Facebook dengan Multiply&lt;br&gt;Sebenarnya Fitur ini udah ada langsung masuk dalam Multiply anda. Jika anda mempuyai Foto yang di upload dengan Multiply, nanti akan muncul tulisan Add Facebook di kiri atas foto. Setelah di klik maka akan bisa men-tag wajah dalam Foto tersebut. (Yang bisa diidentifikasi hanya yang mempunyai account Multiply saja yang termasuk teman anda)&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Keempat, Multiply dengan Blogspot&lt;br&gt;Login ke Multiply &gt; my account &gt; Posting Option &gt; enable cross-posting between Multiply and Blogger &gt; Masukin account Blogger anda dan Passwordnya&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Yah begitulah, cuma satu-satu gabunginnya, ga bisa langsung smuanya.&lt;br&gt;Maaf klo udah banyak yang tau.. ^_^V&lt;br&gt;&lt;br&gt;wah sayang dah dibuat gambar2 logo yang keren tapi gak bisa di upload (ada apa nih MPnya? apa udah overload?)&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Jejaring sosial di negeri sebrang saja bisa saling berkolaborasi bergabung, Mengapa kita hanya sebagai penikmat saja?&lt;br&gt;Bagaimana dengan kondisi Islam sekarang, mengapa belum bisa saling memberi dukungan?&lt;br&gt;Sesungguhnya smua itu ada kelebihan dan kekurangan masing-masing, alangkah baiknya jika seluruh umat Islam di dunia saling memberi dukungan satu dengan yang lain untuk tercapai kejayaan Islam kembali.. Allahu Akbar!!!&lt;br&gt;&lt;br&gt;wallahu'alam bishowab&lt;br&gt;&lt;br&gt;)|(   8   )|(&lt;br&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3324140496270380047-2682610573919827672?l=arqomalifh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arqomalifh.blogspot.com/feeds/2682610573919827672/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3324140496270380047&amp;postID=2682610573919827672' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/2682610573919827672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/2682610573919827672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arqomalifh.blogspot.com/2008/12/nggabungin-blogspot-plurk-facebook.html' title='Nggabungin Blogspot - Plurk - Facebook - Multiply - Blogspot'/><author><name>Arqi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_kDC-1fS9T6s/R4x6l87hBfI/AAAAAAAAAAU/3n9Zjgjq0FA/S220/normal_tetes-8.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3324140496270380047.post-840343332228628203</id><published>2008-12-19T14:37:00.000-08:00</published><updated>2008-12-19T19:43:35.503-08:00</updated><title type='text'>Benarkah Pemilu 2009 dinilai sepi konflik?</title><content type='html'>&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;Apakah pemilu 2009 nanti akan terjadi sepi konflik?&lt;br&gt;"Kita termasuk negara yang sangat disibukan oleh proses demokrasi elektoral sehingga para pemilih didera keletihan politik. Kondisi ini akan membuat potensi konflik di 2009 bisa dihindari," Kata Pengamat Politik Eep Saefulloh Fatah (19/12/2008)&lt;br&gt;&lt;br&gt;Apakah itu semua terjadi karena banyaknya demokrasi elektoral mulai dari tingkat bawah sampai atas. Sehingga mungkin bisa terjadi kebosanan pada masyarakat untuk ikut berpartisipasi. Kebosanan dalam berpartisipasi tersebut dikarenakan oleh tidak adanya kepercayaan masyarakat pada partai-partai yang ada. Dinilai hanya obral janji saja dengan proses kampanye yang dilakukan. Seperti yang terjadi beberapa tahun kebelakang, seolah kampanye hanya bersifat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;jor-joran&lt;/span&gt; uang. Siapa yang punya banyak uang maka ia yang lebih berkuasa. Sehingga kampanye yang ada hanyalah semu lebih terkonsentrasi pada bagaimana mengadakan acara hiburan yang mengundang banyak massa, atau mungkin hanya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;arak-arakan&lt;/span&gt; di jalanan. Tentunya hal tersebut tidak akan mencerdaskan masyarakat, sekarang orang-orang sudah tau bahwa kampanye semacam itu tentu akan membuang banyak uang sehingga untuk mengembalikannya kembali perlu cara-cara yang tidak halal juga ketika nanti telah menduduki kekuasaan tersebut.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Hadirnya PKS ternyata sangat berdampak bagi perubahan kampanye yang dilakukan, PKS telah mengawali dengan cara direct marketing ke perseorangan, penanggulangan bencana dan juga banyak terobosan-terobosan baru yang tak disangka oleh rivalnya. Sehingga PKS dikenal tidak hanya sebuah partai politik saja namun juga bersifat sosial, agamis, budaya, dsb. Salah satu langkahnya adalah dengan memberikan penghargaan pada beberapa orang sebagai inspirator bagi masyarakat Indonesia. Beberapa waktu lalu telah memberikan penghargaan pada 100 pemimpin muda Indonesia dan juga pada 8 pemuda-pemudi inspiratif. Dalam menyambut hari ibu ini juga memberikan penghargaan “PKS Award 8 Inspiring Woman”, yang beberapa nominasinya menjadi kontroversi. Bagaimana bisa memberikan penghargaan pada rival-rival politiknya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Hal inilah yang bisa menjadi kontroversi pada masyarakat, seperti iklan yang menampilkan Soeharto dan lainnya. Perpecahan internal karena ketidaksetujuan terhadap keputusan yang ada bisa saja terjadi seperti pada parpol atau suatu golongan. Apakah hal ini terjadi juga pada tubuh PKS, sehingga ada yang mengatas namakan fraksi keadilan dan fraksi sejahtera. Fraksi keadilan adalah yang masih setia dengan PKS dengan nilai-nilai Islam yang kental dan konservatif sedangkan fraksi sejahtera adalah mereka yang agresif mencoba menarik dukungan di luar basis masa Islam dengan terobosan-terobosan yang berani, begitulah penjelasan Lili.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Meskipun begitu PKS masih tetap solid seperti kata eks Presiden PKS Hidayat Nur Wahid di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (5/12/2008) "Insya Allah PKS tetap satu secara keadilan dan secara kesejahteraan". Menurut Hidayat, PKS pecah menjadi dua faksi adalah pendapat publik. "PKS bukan harus dikotomikan. Selama dia ada kesesuaian dengan hukum, kepatutan, dan apa yang diputuskan oleh Majelis Syuro PKS," jelas Ketua MPR ini.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pakar komunikasi politik UI Effendi Gazali mengatakan, “penghargaan yang dilakukan PKS tersebut akan memberikan nilai positif dan nilai negatif, bahkan akhirnya akan dinilai yang lebih terasa sarat terobosan atau nilai politiknya”. Tentu hal semacam ini masyarakat sendiri yang akan menilai baik buruknya. PKS tentu tidak bisa berdiri sendiri untuk membangun negara Indonesia ini. Tapi kalau benar-benar kita pelajari dari iklan-iklan yang ada atau penghargaan yang diberikan pastilah akan memberi manfaat daripada berfoya-foya dengan hiburan. Pada iklan politik dengan menampilkan presiden yang sebelumnya menunjukkan bahwa PKS tidak mengubah arah tujuan bangsa ini, namun akan melanjutkan perjuangan yang telah dilakukan oleh para pendahulu dengan perbaikan-perbaikan bukan memulai dari awal kembali.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Kalau PKS jadi partai yang moderat, ini sangat kompatibel, akan terjadi akselerasi. Karena secara umum masyarakat juga bergerak dari kiri ke kanan. Normalnya, PKS akan jadi semakin besar dan kuat di 2009 jika teori ini benar," ujar Saiful dalam diskusi bertema Partai Islam dan Demokrasi: PKS di Indonesia 1998-2006 di Kantor Maarif Institute, Jalan Muria No 7, Guntur, Setiabudi, Jakarta, Rabu (17/12/2008).&lt;br&gt;&lt;br&gt;Namun, dia menilai PKS memang harus bergerak ke tengah jika ingin mendapat dukungan luas di masyarakat. Apalagi, kecenderungan masyarakat Indonesia saat ini adalah bergeser dari kiri ke kanan, sementara PKS dari kanan ke kiri. "Jadi bertemu di tengah. Ini menarik," tandasnya.&lt;br&gt;"Tentu itu bertujuan untuk merangkul semua golongan dan kelas dalam persiapan 2009," kata Effendy kepada okezone di Jakarta, Selasa (9/12/2008).&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Kemarin mereka berprinsip ekslusif, sekarang menjadi inklusif. Mereka sekarang lebih membuka diri untuk semua lapisan masyarakat. Itu bagus, PKS sudah keluar dari ceiling effect," tegasnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ceiling effect yaitu mengkomunikasikan pesan-pesan yang bagi golongan dituju (katakanlah golongan atas) merupakan redudansi (tidak lagi begitu berguna karena sudah dilampaui mereka atau kecil manfaatnya, namun tetap berfaedah bagi golongan khalayak yang hendak dicapai).&lt;br&gt;&lt;br&gt;Begitulah PKS harus bisa menarik masa untuk meraih kemenangan Pemilu 2009 nanti. Harapannya untuk kejayaan negara kita Indonesia. Harapan itu masih ada&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sumber detik &amp; okezone&lt;br&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3324140496270380047-840343332228628203?l=arqomalifh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arqomalifh.blogspot.com/feeds/840343332228628203/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3324140496270380047&amp;postID=840343332228628203' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/840343332228628203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/840343332228628203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arqomalifh.blogspot.com/2008/12/benarkah-pemilu-2009-dinilai-sepi.html' title='Benarkah Pemilu 2009 dinilai sepi konflik?'/><author><name>Arqi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_kDC-1fS9T6s/R4x6l87hBfI/AAAAAAAAAAU/3n9Zjgjq0FA/S220/normal_tetes-8.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3324140496270380047.post-1238501679698917036</id><published>2008-12-04T23:00:00.000-08:00</published><updated>2008-12-05T04:08:45.262-08:00</updated><title type='text'>Jangan Dilihat, Jangan Dibaca, Jangan Didengar</title><content type='html'>&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;img class="alignleft" src="http://images.arqomalifh.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/STkZLAoKCtYAADsrAXs1/mata3.jpg?et=bjxn%2CUqz6IFtcMlckZPJEw&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/span&gt;Jika kita pahami disini proses melihat merupakan salah satu tahapan awal dari proses mendengar. Kita melihat suatu pemandangan, berarti didalamnya ada proses mengamati, membaca kondisi lingkungan sekitar, setelah diamati maka akan melanjutkan pada proses selanjutnya yaitu menyimpulkan kondisi tersebut. Jika kita membaca maka sama saja dengan kita mendengar. Hal tersebut terjadi karena ketika kita membaca maka hati kita akan mendengar apa yang kita baca. Mendengar bisa menjadi dua macam, mendengar dalam hati atau mendengar dengan telinga. Kesemuanya yang indra kita lakukan diatas akan membentuk impuls-impuls sehingga akan terpatri di dalam otak kita.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Jika informasi yang kita dapatkan semakin sering atau semakin banyak maka akan semakin banyak pula impuls syaraf yang terbentuk dalam otak ini. Semakin sering kita mendapatkan informasi yang sama maka letak penanaman informasi dalam otak kita juga akan semakin menebal dengan begitu maka akan semakin mudah untuk di keluarkan kembali atau mudah untuk diingat. Tetapi sebaliknya jika informasi yang kita dapatkan selalu berbeda maka letak pembentukan syarafnya pun akan berbeda.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Hal tersebut akan berefek sejak kita masih kecil, atau bisa juga sejak dalam kandungan. Jika masih kecil masih ada orang tua kita yang mengontrol mana saja informasi yang boleh kita dapatkan. Semakin kita beranjak dewasa maka kita akan berfikiran untuk dapat mengendalikan diri ini dalam mencari informasi yang akan dicerna. Semakin banyak manusia maka akan semakin banyak pula bentuk fikiran yang ada, karena tiap orang tidak akan sama persis dalam mencari serta mendapatkan informasi. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Terkumpul banyak pertanyaan dalam fikiran ini untuk memahami jalan fikiran orang lain. Sepertinya seru untuk memahami jalan fikiran orang lain, padahal belum tentu juga kita telah bisa mengendalikan diri ini untuk memahami jalan fikiran kita sendiri. Semakin banyak fikiran dalam tiap diri maka akan terjadi banyak teori-teori yang ada, entah itu tercipta dari pemahaman pribadi atau dari pengamatan orang lain.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kalau tidak ada aturan yang mengatur segala bentuk pemikiran maka tiap orang akan bebas dalam menentukan jalan pikirannya masing-masing. Tapi Allah cinta pada manusia sehingga Ia menciptakan manusia lengkap dengan panduan hidup. Kita harus bersyukur tlah mempunyai panduan hidup yaitu Rasulullah Muhammad SAW. Beliau yang telah dijaga langsung oleh Allah sehingga beliau terlindung dari perbuatan maksiat. Sehingga beliau disebut sebagai Al-Qur’an berjalan karena Al-Qur’an-lah aturan-aturan yang memuat hidup dan kehidupan seorang manusia.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Allah telah menciptakan manusia dengan fitrah dan mempunyai hati nurani, sehingga ia menjadi pengingat ketika melakukan kesalahan. Kadang kita belum tau melakukan kesalahan atau tidak. Informasi-informasi yang kita dapatkan tadi menjadi rujukan dalam diri untuk melangkah maju. Entah itu informasi baik atau buruk, kadang kita serap begitu saja tanpa perhitungan baik buruknya. Ini lah yang menjadi masalah ketika kita terlalu banyak menerima informasi buruk maka itulah yang akan melekat erat di otak kita. Jadi jangan dilihat, jangan dibaca, dan jangan didengar informasi yang tidak baik. Kita kembali pada Allah perintahkan untuk manusia. Manusia hidup bukan untuk diri sendiri saja tapi manusia dilahirkan untuk menjadi Khalifatul fil Ardhi &amp; Ustadiyatul 'Alam. Sehingga tahapannya adalah dari perbaikan diri, perbaikan keluarga, masyarakat, negara, kekhalifahan kemudian Ustadiyatul ‘Alam. Untuk itu maka manusia harus tunduk pada Sang Pemilik Bumi dan Seisinya ini.&lt;br&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3324140496270380047-1238501679698917036?l=arqomalifh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arqomalifh.blogspot.com/feeds/1238501679698917036/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3324140496270380047&amp;postID=1238501679698917036' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/1238501679698917036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/1238501679698917036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arqomalifh.blogspot.com/2008/12/jangan-dilihat-jangan-dibaca-jangan.html' title='Jangan Dilihat, Jangan Dibaca, Jangan Didengar'/><author><name>Arqi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_kDC-1fS9T6s/R4x6l87hBfI/AAAAAAAAAAU/3n9Zjgjq0FA/S220/normal_tetes-8.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3324140496270380047.post-6904241997133933138</id><published>2008-12-04T22:51:00.000-08:00</published><updated>2008-12-05T04:48:28.659-08:00</updated><title type='text'>Khusyuk yang Tiada Lagi</title><content type='html'>&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/photos/hi-res/upload/STkhUgoKCtYAAASvc9A1"&gt;&lt;img class="alignright" src="http://images.arqomalifh.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/STkhUgoKCtYAAASvc9A1/menyendiri-copy.gif?et=TFVvgcu2Du1HU%2BdGHFxUow&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;Banyak fenomena-fenomena yang merisaukan muncul di tengah-tengah kita. Misalnya, hati keras, mata “kering” tidak bisa menangis, badan labil, dan tidak adanya perenungan ayat-ayat Allah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ta’ala&lt;/span&gt;, disebabkan gelombang materi (dunia) yang menyerbu hati kita dengan gencar. Walhasil, materi (dunia)  ikut hadir bersama kita disetiap sholat kita, saat kita membaca Al-Qur’an, ketika kita ziarah kubur dan mengunjungi rumah sakit. Tidak sedikit diantara kita yang tidak banyak membaca Al-Qur’an. Kalaupun ia banyak membaca Al-Qur’an, hatinya tidak memahami apa yang ia baca. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Qiyamul lail&lt;/span&gt; menjadi ibadah super berat bagi sebagian orang. Kalaupun ia mengerjakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;qiyamul lail&lt;/span&gt;, ia mengerjakannya dengan terburu-buru dan gerak cepat seperti ayam mematuk makanan di tanah. Materi (dunia) itu kotoran yang merasuk ke hati kita dan hati kita tidak mungkin kembali ke kondisi ideal, kecuali dengan membersihkannya dari semua kotoran yang melekat padanya. Utsman bin Affan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;radhiyallahu anhu&lt;/span&gt; berkata, “Jika hati kalian bersih, kalian tidak merasa kenyang dengan firman Allah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ta’ala&lt;/span&gt;.”&lt;br&gt;&lt;br&gt;Seseorang tidak hanya perlu membersihkan tubuhnya dengan air, namun juga harus membersihkan hatinya dari kotoran dunia, agar memperoleh kekhusyukan, yang sekarang tiada lagi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Perbedaan antara khusyuk hakiki dengan khusyuk palsu&lt;br&gt;&lt;br&gt;Menurut Ibnu Al-Qayyim &lt;span style="font-style: italic;"&gt;rahimahullah&lt;/span&gt;, khusyuk yang benar ialah kekhusyukan iman. Menurutnya, kekhusyukan iman ialah (ketundukan) hati kepada Allah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ta’ala&lt;/span&gt;, dengan cara mengagungkanNya, takut, dan malu kepada-Nya. Lalu, hati pasrah kepada-Nya, dalam bentuk kepasrahan yang disertai perasaan takut, malu, mengakui nikmat-nikmat-Nya, dan kesalahan-kesalahan dirinya. Jika itu tercapai, hati pasti khusyuk (tunduk), lalu organ tubuh ikut khusyuk.”&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kekhusyukan ialah merasakan keagungan Allah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ta’ala&lt;/span&gt; dan kekuasaan-Nya saat Anda berdiri di depan-Nya. Juga mengakui seluruh nikmat yang Dia berikan dan tidak dapat dihitung, karena saking banyaknya. Juga ingat kelalaian Anda mengelola seabrek nikmat ini.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sikap seperti ini membuat Anda malu dan hati tunduk kepada-Nya secara perlahan. Hati berada di puncak ketundukan saat seseorang ingat maksiat-maksiat yang pernah ia lakukan, ingat kelalaian dirinya terhadap rahmat dan kasih sayang Allah ta’ala kepadanya. Saat itu, hati menjadi khusyuk dan organ tubuh selalu sadar.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sedangkan khusyuk palsu, maka itulah khusyuk kemunafikan menurut Ibnu Al-Qayyim. Ia berkata, “Organ tubuh terlihat mengerjakan hal-hal yang dipaksakan dan hati tidak khusyuk. Salah seorang sahabat berkata, ‘Aku berlindung kepada Allah dari khusyuk kemunafikan.’ Ditanyakan kepada sahabat itu,’Apa itu khusyuk kemunafikan?’ Sahabat itu menjawab, ‘Tubuh terlihat khusyuk, tapi hati tidak khusyuk’.”&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Khusyuk Semu&lt;br&gt;&lt;br&gt;Banyak orang menduga khusyuk itu menundukkan kepala, atau jalan pelan-pelan, atau merendahkan suara. Mereka lupa kalau khusyuk itu di hati. Umar bin Khathab &lt;span style="font-style: italic;"&gt;radhiyallahu anhu&lt;/span&gt; melihat seseorang membungkuk saat shalat, lalu Umar bin Khathab berkata, “Pak, angkat lehermu! Khusyuk itu bukan di leher, namun di hati.”&lt;br&gt;&lt;br&gt;Umar bin Khathab &lt;span style="font-style: italic;"&gt;radhiyallahu anhu&lt;/span&gt; ahli ibadah sejati, seperti dikatakan Aisyah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;radhiyallahu anha&lt;/span&gt; ketika melihat sejumlah pemuda berjalan perlahan. Kata Aisyah kepada sahabat pemuda-pemuda itu, “ Siapa pemuda-pemuda tersebut?” Sahabat pemuda itu menjawab, “Mereka ahli ibadah.” Aisyah berkata, “Jika Umar bin Khathab berjalan cepat, jika berkata maka suaranya keras menggelegar, jika memukul maka menyakitkan, dan jika makan sampai kenyang. Ia ahli ibadah sejati.”&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kendati demikian, Umar bin Khaththab &lt;span style="font-style: italic;"&gt;radhiyallahu anhu&lt;/span&gt; tidak membungkuk atau jalan perlahan. Al-Hasan Al-Bashri berkata, “Umar bin Khaththab membaca salah satu ayat, lalu tak sadarkan dirinya. Ia berada dirumahnya berhari-hari dan dikunjungi karena dikira sakit.”&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dari buku Taujih Ruhiyah&lt;br&gt;Pesan-Pesan Spiritual Penjernih Hati&lt;br&gt;Abdul Hamid Al-Bilali&lt;br&gt;&lt;br&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3324140496270380047-6904241997133933138?l=arqomalifh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arqomalifh.blogspot.com/feeds/6904241997133933138/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3324140496270380047&amp;postID=6904241997133933138' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/6904241997133933138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/6904241997133933138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arqomalifh.blogspot.com/2008/12/khusyuk-yang-tiada-lagi.html' title='Khusyuk yang Tiada Lagi'/><author><name>Arqi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_kDC-1fS9T6s/R4x6l87hBfI/AAAAAAAAAAU/3n9Zjgjq0FA/S220/normal_tetes-8.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3324140496270380047.post-6779480517637694521</id><published>2008-11-15T04:35:00.000-08:00</published><updated>2008-11-15T04:36:27.945-08:00</updated><title type='text'>What's wrong with U</title><content type='html'>&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Verdana; color: rgb(37, 37, 37);"&gt;“Ikhwaanuna yudzakiruunana bil aakhirah, wa ahluuna yudzakkiruunana bid dun-ya”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Verdana; color: rgb(37, 37, 37);"&gt; (saudara kami mengingatkan kami kepada akhirat, sedangkan keluarga kami mengingatkan kami kepada dunia).&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Verdana; color: rgb(37, 37, 37);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sekitar tahun 1990-an, kami sering pergi ke puncak untuk melakukan daurah. Di tengah perjalanan, seorang di antara kami berkata, “Mari kita lupakan sejenak permasalahan dunia. Selamat tinggal &lt;em&gt;qadhaya&lt;/em&gt; (permasalahan).” Usai daurah, di tengah perjalanan pulang, dia berkata, “Selamat datang &lt;em&gt;qadhaya.&lt;/em&gt;”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mungkin ucapan itu hanya sekedar kelakar. Tapi, kalau kita mau menyelami sedikit saja, kita akan mendapatkan butir-butir mutiara yang sangat bernilai.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di masa Rasulullah Saw., ada seorang sahabat bernama Hanzhalah. Usai mengikuti majelis ilmu yang dipimpin Rasulullah Saw., ia berkata, “Munafiq Hanzalah, munafiq Hanzhalah.” Abu Bakar Ra. bertanya, “Mengapa engkau mengucapkan kata-kata itu.” Hanzhalah menjawab, “Saya memang munafiq. Ketika berada bersama-sama Rasulullah Saw., iman saya naik. Tapi, ketika jauh dari Rasulullah Saw. iman saya turun.” Ternyata perasaan Abu Bakar pun sama dengan perasaan Hanzhalah.&lt;span id="more-94"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Verdana; color: rgb(37, 37, 37);"&gt;&lt;br /&gt;Hanzhalah merasakan betapa berada di tengah-tengah Rasulullah Saw. dan para sahabatnya lebih memiliki nilai &lt;em&gt;ruhiyah&lt;/em&gt; ketimbang di tempat lainnya. Kita pun, mungkin, memiliki perasaan yang sama seperti Hanzhalah. Apalagi ketika problem dunia makin kompleks, anak-anak makin banyak dan besar-besar. Tambah besar pula biaya yang harus kita sediakan untuk mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perasaan seperti itu juga pernah dialami oleh Al-Hasan. Simaklah ungkapan hikmahnya, &lt;em&gt;“Ikhwaanuna yudzakiruunana bil aakhirah, wa ahluuna yudzakkiruunana bid dun-ya”&lt;/em&gt; (saudara kami mengingatkan kami kepada akhirat, sedangkan keluarga kami mengingatkan kami kepada dunia).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Al-Hasan selalu merasakan ruhiyahnya meningkat bila bertemu dengan &lt;em&gt;ikhwah&lt;/em&gt;-nya, sebaliknya bila ia kembali ke tengah-tengah keluarganya. Memang, tidak semua keluarga selalu menyeret dan mengalihkan pandangan para aktifis dakwah kepada dunia. Akan tetapi, secara nyata kita pun merasakan bahwa problema yang ada di rumah sebagian besar berkisar seputar dunia. Biaya sekolah yang mahal, harga-harga sembako yang terus naik, biaya transportasi yang membengkak, sampai masalah biaya kontrak rumah yang kian membebani pikiran (bagi yang berstatus “kontraktor”).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hanzhalah dan Al-Hasan masih beruntung, lantaran bila hati dan pikirannya sedang kusut mereka bisa mendatangi saudara (ikhwah) lainnya untuk bercermin dan menstabilkan ma’nawiyah. Bayangan saya, ketika Hanzhalah bercermin pada Abu Bakar Ash-Shiddiq, yang terbayang adalah jiwa zuhud, wara`, dan kesederhanaan hidupnya. Bila bercermin kepada Utsman bin ‘Affan, yang terbayang adalah sifat pemalu dan tawadhu’-nya. Dan bila bercermin kepada Umar bin Khaththab, maka bangkitlah semangat keberaniannya. Setiap sahabat memiliki kelebihan dan keistimewaan yang dapat dijadikan cermin untuk seantiasa menjaga dan meningkatkan stabilitas ruhiyah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Suasana saling bercermin juga pernah ada pada masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Pada masa itu, seorang ikhwah bila bertemu dengan ikhwah lainnya fokus yang diperbincangkan adalah sekitar tilawah dan hafalan Al-Qur`an, puasa sunnah, Qiyamullail, aktifitas dakwah, dan aktifitas ibadah lainnya. Bukan fokus pada masalah-masalah seputar rumah, kendaraan, pekerjaan, perusahaan, jabatan, istri, dan anak-anak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalau pada masa Rasulullah Saw., &lt;em&gt;Khulafaur Rasyidin&lt;/em&gt;, dan Khalifah Umar bin Abdul Aziz, seorang Mukmin menjadi cermin bagi Mukmin lainnya. Seorang &lt;em&gt;ikhwah&lt;/em&gt; menjadi cermin bagi &lt;em&gt;ikhwah&lt;/em&gt; lainnya. Bagaimana dengan kita? Tentu saja sulit mencari ikhwah yang sempurna dan ideal untuk dijadikan cermin. Tetapi, cermin itu harus ada. Cermin akhirat, bukan cermin dunia. Kalau ikhwah tidak lagi mengingatkan kita kepada akhirat, tidak ada lagi yang bisa dijadikan cermin, lalu kepada siapa lagi kita harus bercermin? &lt;em&gt;Wallahu a’lam bishshawab.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Oleh Syamsu Hilal&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3324140496270380047-6779480517637694521?l=arqomalifh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arqomalifh.blogspot.com/feeds/6779480517637694521/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3324140496270380047&amp;postID=6779480517637694521' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/6779480517637694521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/6779480517637694521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arqomalifh.blogspot.com/2008/11/whats-wrong-with-u.html' title='What&apos;s wrong with U'/><author><name>Arqi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_kDC-1fS9T6s/R4x6l87hBfI/AAAAAAAAAAU/3n9Zjgjq0FA/S220/normal_tetes-8.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3324140496270380047.post-4472082430969208053</id><published>2008-11-13T01:10:00.000-08:00</published><updated>2008-11-13T01:12:10.687-08:00</updated><title type='text'>Marhalah Dakwah</title><content type='html'>&lt;div id="item_body" class="bodytext" author="tarbiyahlondon" author_possessive="tarbiyahlondon's"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Marhalah dakwah terdiri dari tabligh, ta’lim, takwin, dan tanfidz. Pada setiap tahapan ini terdapat amalud dakwah (aktivitas dakwah) dan ahdafud dakwah (tujuan dakwah). Pada marhalah tabligh (penyampaian umum) dan ta’lim (pengajaran) aktivitas dakwahnya adalah merubah dari kebodohan kepada ma'’ifah (pengenalan) manakala tujuannya adalah menyampaikan ilmu dan memperbaiki ilmu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Marhalah takwin mempunyai aktivitas merubah ma’rifah kepada fikrah dan merubah fikrah kepada harakah sedangkan tujuan adalah memperbaiki fikrah dan melatih amal. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pada marhalah tandzim, aktivitas dakwahnya adalah merubah harakah kepada hasil sedangkan tujuannya adalah menyatukan shaf, mengkoordinasikan amal dan pengawasan kegiatan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pada marhalah tanfidz aktivitas dakwah adalah merubah hasil kepada tujuan (mardhatillah) menakala tujuannya adalah mobilisasi amal. baca &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;1. Marhalah tabligh dan ta’lim&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Syarah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;• Amal dakwah pada marhalah tabligh dan ta’lim adalah merubah jahalah kepada ma’rifah. Marhalah ini adalah marhalah yang terbuka dengan penyampaian terbuka dan bahan yang sifatnya umum. Mereka yang hadir dalam marhalah ini adalah mereka yang berada pada level umum. Contoh tabligh adalah aktivitas dakwah di masjid (ceramah, khutbah, tazkirah), di kampus (seminar, kuliah, daurah) sedangkan ta’lim marhalah setelah tabligh. Mereka yang berminat dengan dakwah dan Islam diajak kepada marhalah ta’lim. Bentuk usrah umum dapat dikatakan marhalah ta’lim dimana kita mendapatkan ilmu melalui pengajaran yang dijadwal dan terlaksana secara tertib. Usaha-usaha dakwah tabligh dan ta’lim ini dengan sifat yang umum, peserta umum, dan tujuan umum, maka aktivitas ini bersifat merubah ketidaktahuan kepada pengetahuan (ma’rifah). Di dalam menjalankan amal dakwah demikian banyak aktivitas yang dilakukan seperti media, brosur, kaset, video, games, training, rihlah, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;• Seiring dengan amal dakwah yang dilakukan di marhalah ini maka tujuan dan dakwahnya adalah memberi ilmu dan memperbaiki ilmu. Bagi peserta yang tidak mempunyai ilmu maka dengan keikutsertaannya di dalam marhalah tabligh dan ta’lim ini akan menambah ilmu sedangkan bagi yang sudah berilmu akan mendapatkan perbaikan ilmunya atau menambah ilmu. Pembedahan, perbincangan, dan pembahasan adalah bagian dari aktivitas marhalah ini sehingga mencapai kebutuhan akal atau kognitif individu seperti ilmu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2. Marhalah Takwin&lt;br /&gt;Syarah&lt;br /&gt;• Pribadi yang sudah menyadari pentingnya ilmu dan peranannya pengajaran yang terus menerus dan tertib serta telah bersedianya untuk mendapatkan ilmu dan amal bagi peningkatan potensi diri maka mereka ditingkatkan kepada marhalah takwin.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;• Marhalah takwin ini mempunyai amal dakwah seperti merubah ma’rifah kepada fikrah dan merubah fikrah kepada harakah. Aktivitas ini dimulai dengan merubah ma’rifah yang telah dicapai pada marhalah sebelumnya kepada fikrah. Ma’rifah hanya mengenal saja tetapi belum mempunyai kesadaran dan pemahaman yang baik. Kesadaran dan pemahaman yang dapat membentuk amalnya adalah fikrah. Banyak muslim yang mempunyai ilmu tetapi tidak ada fikrah sehingga amal dan usahanya tidak jelasdan tidak teratur, begitupun dengan sikap dan tingkah lakunya terkadang menyimpang, ia pun mudah terpengaruh oleh ghazwul fikri sehingga muncul beberapa pribadi yang tidak komitmen dan tidak konsisten. Usaha merubah ma’rifah kepada fikrah dilakukan dengan membedah realitas yang berlaku dan merujuk kepada nilai Islam dari Al Qur’an dan As Sunnah. Perbincangan dilakukan sehingga muncul kesadaran dan pemahaman.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;• Aktivitas berikutnya adalah merubah fikrah kepada harakah. Fikrah tidak cukup dimiliki seseorang apabila tidak diamalkan dan diwujudkan dalam harakah. Fikrah harus dibuktikan di dalam amalnya. Merubah fikrah kepada harakah adalah melatih peserta ke dalam amal dan gerakan, selain diberi peluang kepada peserta untuk beramal juga diberi latihan-latihan yang dapat merasakan realitas dan keadaan fikrah yang sebenarnya. Misalnya kita hanya memahami bahwa dakwah itu wajib dan bagi yang berdakwah itu dibantu oleh Allah, hanya dengan dakwah yang dapat menegakkan Islam. Fikrah demikian perlu dirasakan dengan amal di dalam harakah. Latihan yang diberikan dan juga peluang yang diberikan dan juga peluang yang disediakan akan membawa peserta kepada harakah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;• Pada marhalah ini memiliki tujuan dakwah, yaitu memperbaiki fikrah dan memperbaiki amal. Pribadi pada marhalah sebelumnya yang mendapatkan ilmu atau pribadi yang mengikuti marhalah takwin ini akan diusahakan agar mereka dapat memperbaiki fikrah dan amalnya. Perbaikan dilakukan dilakukan didalam marhalah ini dengan kaidah-kaidah yang telah dicontohkan Nabi seperti pelaksanaan tarbiyah para sahabat di rumah Arqom bin Abi Arqom.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;3. Marhalah Tandzim&lt;br /&gt;Syarah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;• Setelah proses marhalah takwin maka proses berikutnya adalah marhalah tandzim. Marhalah tandzim mempunyai amal dakwah lain yaitu merubah harakah kepada hasil. Tandzim dapat juga diartikan kepada jama’ah. Mereka yang sudah memiliki ciri-ciri islamiyah dan ciri pribadi da’iyah perlu disatukan kedalam tandzim (jama’ah). Dengan usaha ini maka akan mendapatkan hasil. Kerja secara infiradhi tidak akan membuahkan hasil yang berkesan. Usaha sendiri hanya terbatas kepada suatu hasil tertentu yang sesuai dengan kemampuannya, tetapi dakwah secara berjama’ah melalui tandzim ini akan menghasilkan banyak hasil. Usaha ini dilakukan dengan amal jama’i sehingga apapun tujuan dapat dicapai dengan izin Allah. Tujuan yang besar seperti menegakkan Islam tidak akan dicapai apabila tidak dilakukan secara berjama’ah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;• Tujuan dakwah pada marhalah tandzim ini adalah menyatukan shaf, mengkoordinasikan kerja dan melakukan pengawasan aktivitas dakwah. Peranan tandzim adalah menyatukan segala potensi yang dimiliki kemudian diarahkan kepada amal secara berjamaah dan dilaksanakan pengawasan amal tadi. Dengan demikian aktivitas dakwah akan berjalan dengan lancar menuju hasil yang berkesan kepada pribadi, keluarga, dan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;4. Marhalah tanfidz&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Syarah&lt;br /&gt;• Amal yang dilakukan pada marhalah ini adalah merubah hasil yang dicapai didalam marhalah tandzim kepada tujuan yang dikehendaki (mencapai ridha Allah). Tujuan jangka panjang adalah menegakkan syariat di muka bumi sehingga membumikan syariat ini merupakan bagian utama cita-cita setiap muslim. Tujuan hanya dpat dicapai dengan melakukan usaha dakwah secara jama’i didalam jama’ah. Tujuan jangka pendek dakwah biasanya sangat bergantung kepada keadaan, tempat, suasana, situasi, peristiwa yang melatarbelakangi dan pertimbangan-pertimbangan semasa. Semua tujuan ini diwarnai dengan usaha untuk mencapai mardhatillah. Bentuk tanfidz dapat juga diartikan setiap amal yang kita hasilkan secara bersama-sama dan mengikuti sasaran yang dikehendaki, seperti terlaksananya daurah, menjadikan mad’u sebagai anggota jama’ah melaksanakan ibadah dan dakwah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;• Tanfidz akan diarahkan untuk bergerak dan beramal sehingga pada marhalah tanfidz ini ahdaf dakwah adalah menggerakkan amal yang sudah dilakukan sebelumnya. Banyak contoh seperti aktif di dalam menghidupkan platform, wajihah amal, dan wajihah umum. Menampilkan pribadi al akh ke dalam masyarakat sehingga mewujudkan fikrah Islam di tengah masyarakat. Menggerakkan al akh ke dalam amal yang dirasakan oleh masyarakat umum misalnya melakukan khidmat sosial. Tampilnya pribadi al akh sebagai contoh di TV atau media, dan juga memasukkan al akh ke berbagai partai dan pertumbuhan yang dapat mengembangkan dakwah Islam nantinya. Pelaksanaan tanfidz ini mungkin juga dilakukan dengan demonstrasi, turun ke jalan, dan sebagainya. Banyak cara lainnya di dalam marhalah tanfidz ini seperti usaha membentuk fikrah di dalam masyarakat melalui media dan aktivitas menegakkan syariat melalui politik dan lainnya. Tanfidz yang dilakukan oleh al akh dapat dilaksanakan dari aktivitas yang sederhana hingga kepada aktivitas yang besar didalam menegakkan syariat Islam.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://tarbiyahlondon.multiply.com/journal/item/22/Marhalah_Dakwah"&gt;Sumber&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3324140496270380047-4472082430969208053?l=arqomalifh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arqomalifh.blogspot.com/feeds/4472082430969208053/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3324140496270380047&amp;postID=4472082430969208053' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/4472082430969208053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/4472082430969208053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arqomalifh.blogspot.com/2008/11/marhalah-dakwah.html' title='Marhalah Dakwah'/><author><name>Arqi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_kDC-1fS9T6s/R4x6l87hBfI/AAAAAAAAAAU/3n9Zjgjq0FA/S220/normal_tetes-8.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3324140496270380047.post-368087011669292085</id><published>2008-11-11T10:16:00.000-08:00</published><updated>2008-11-11T15:19:36.986-08:00</updated><title type='text'>Aku Terlalu Sibuk</title><content type='html'>Setiap hari saat aku terbangun&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pikiranku langsung bekerja&lt;br&gt;&lt;br&gt;Betapa banyak yang harus aku lakukan hari ini&lt;br&gt;&lt;br&gt;Jadi aku menyelesaikan shalat Subuhku tergesa-gesa&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tiada waktu untuk berdoa&lt;br&gt;&lt;br&gt;Apalagi untuk mengagungkan Asma-Nya&lt;br&gt;&lt;br&gt;Untukku, shalat begitu sudah biasa&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sejak aku memulai membangun karier&lt;br&gt;&lt;br&gt;Demi menjamin masa depanku&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Setibanya aku di rumah&lt;br&gt;&lt;br&gt;Adalah waktu untuk bersantai&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dan berbincang di telepon dengan kawan&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tiada waktu untuk membaca Al Qur’an&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Apalagi ada internet, kesukaanku&lt;br&gt;&lt;br&gt;Jadi untuk menjaga imanku&lt;br&gt;&lt;br&gt;Aku betul-betul tiada waktu&lt;br&gt;&lt;br&gt;Untuk mengunjungi temanku yang sakit&lt;br&gt;&lt;br&gt;Atau aktif di panti asuhan dan panti jompo&lt;br&gt;&lt;br&gt;Terlalu sukar untukku&lt;br&gt;&lt;br&gt;Karena aku selalu kesulitan&lt;br&gt;&lt;br&gt;Untuk membagi waktuku&lt;br&gt;&lt;br&gt;Aku pun tiada waktu untuk berdiskusi tentang Islam&lt;br&gt;&lt;br&gt;Meski aku tahu, hal itu sangat diperlukan&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Untuk shalat sunah pun sulit untukku&lt;br&gt;&lt;br&gt;Semua itu membuat imanku jatuh&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sibuk disini dan disana&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tak ada waktu, itulah sebabnya&lt;br&gt;&lt;br&gt;Aku belajar agama sesekali saja&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sekali lagi, tak ada waktu, itulah sebabnya&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Hingga suatu hari Tuhanku memanggilku&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dan aku diberi sebuah buku&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tentang perjalanan hidupku&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tiba-tiba aku merasa menyesal&lt;br&gt;&lt;br&gt;Mengapa aku tidak banyak menunaikan shalat&lt;br&gt;&lt;br&gt;Untuk bersyukur dan melakukan kebaikan&lt;br&gt;&lt;br&gt;Serta menyempatkan baca Al Qur’an&lt;br&gt;&lt;br&gt;Hari pembalasan, aku betul-betul gelisah&lt;br&gt;&lt;br&gt;Aku menyesal tetapi sudah terlambat&lt;br&gt;&lt;br&gt;Surgaku bergantung pada kebaikanku&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dan sekarang ini, kebaikanku belum cukup&lt;br&gt;&lt;br&gt;Juga shalatku&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Malaikat Kanan membuka buku hidupku&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kemudian dia berseru,&lt;br&gt;&lt;br&gt;Wahai pemuda muslim,&lt;br&gt;&lt;br&gt;Engkaulah yang selalu berkata&lt;br&gt;&lt;br&gt;Bahwa dirimu sangat sibuk adanya&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sehingga tiada waktu untuk mengisi buku amal baikmu&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tahukah engkau bahwa imanmu telah runtuh ?&lt;br&gt;&lt;br&gt;Buku amal baikmu terlalu sedikit isinya&lt;br&gt;&lt;br&gt;Untuk masuk ke dalam Surga&lt;br&gt;&lt;br&gt;Mataku langsung memerah dan berkaca-kaca&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Malaikat Kanan itu berseru lagi,&lt;br&gt;&lt;br&gt;Karena aku tahu, tempatmu dimana...&lt;br&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3324140496270380047-368087011669292085?l=arqomalifh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arqomalifh.blogspot.com/feeds/368087011669292085/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3324140496270380047&amp;postID=368087011669292085' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/368087011669292085'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/368087011669292085'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arqomalifh.blogspot.com/2008/11/aku-terlalu-sibuk.html' title='Aku Terlalu Sibuk'/><author><name>Arqi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_kDC-1fS9T6s/R4x6l87hBfI/AAAAAAAAAAU/3n9Zjgjq0FA/S220/normal_tetes-8.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3324140496270380047.post-8840707640872585160</id><published>2008-11-06T11:48:00.000-08:00</published><updated>2008-11-06T17:02:04.283-08:00</updated><title type='text'>Catatan Perintah Unix / Linux (CLI)</title><content type='html'>Bismillah..&lt;br&gt;&lt;br&gt;Buat catatan pribadi, ternyata banyak bangets command line-nya buat unix..&lt;img src="http://images.multiply.com/common/smiles/omg.png"&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;# ls  &gt; listing file dan direktori&lt;br&gt;# ls -a &gt; melihat daftar yang biasanya tersembunyi&lt;br&gt;# mkdir folderbaru &gt; membuat folder baru&lt;br&gt;# cd . &gt; pada direktori tersebut&lt;br&gt;# cd .. &gt; direktori atas (parent directory)&lt;br&gt;# pwd (print working directory) &gt; melihat pada direktori mana sekarang&lt;br&gt;# cp file1 file2 &gt; copy file&lt;br&gt;# mv file1 file2 &gt; memindah atau memberi nama baru&lt;br&gt;# rm file &gt; meremove / menghapus file&lt;br&gt;# cat&lt;br&gt;# grep&lt;br&gt;# man&lt;br&gt;#&lt;br&gt;dll&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;bagi yang mau belajar dengan basis CLI bukan GUI bisa pelajari dari sini, ada tutorialnya juga:&lt;br&gt;1. http://cb.vu/unixtoolbox.xhtml&lt;br&gt;2. http://www.ee.surrey.ac.uk/Teaching/Unix/&lt;br&gt;3. http://www.pixelbeat.org/cmdline.html&lt;br&gt;4. http://freeengineer.org/learnUNIXin10minutes.html&lt;br&gt;&lt;a href="http://www.cyberciti.biz/tips/linux-unix-commands-cheat-sheets.html"&gt;&lt;br&gt;daftarnya ada di sini untuk terbaik 10&lt;/a&gt;&lt;br&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3324140496270380047-8840707640872585160?l=arqomalifh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arqomalifh.blogspot.com/feeds/8840707640872585160/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3324140496270380047&amp;postID=8840707640872585160' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/8840707640872585160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/8840707640872585160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arqomalifh.blogspot.com/2008/11/catatan-perintah-unix-linux-cli.html' title='Catatan Perintah Unix / Linux (CLI)'/><author><name>Arqi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_kDC-1fS9T6s/R4x6l87hBfI/AAAAAAAAAAU/3n9Zjgjq0FA/S220/normal_tetes-8.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3324140496270380047.post-4574702259060974080</id><published>2008-10-27T13:42:00.000-07:00</published><updated>2008-10-27T18:12:32.569-07:00</updated><title type='text'>Matiin dan ngidupin PC secara Remote</title><content type='html'>&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;Kmaren sore makan bareng &lt;a href="http://mawarmerahku.wordpress.com"&gt;mawarmerahku&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://primz.wordpress.com"&gt;primz&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://rizzurant.wordpress.com"&gt;rizzurant&lt;/a&gt; di warung, abis itu ternyata bisa pesen dikirim sampe ke tujuan dengan sms saja. Saya jadi berfikir wah.. ternyata lebih mudah hanya dengan sms saja makanan bisa sampai depan mejaku. TV sekarang sangat jarang yang tidak memakai remote control. Dari situ jadi ingin mengaplikasikan gimana &lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;caranya komputer saya yang ada di lab atas (E204) bisa di matiin dan bisa di hidupin dari mejaku sendiri tanpa harus naik ke lantai 2.. capek deeh&lt;img src="http://images.multiply.com/common/smiles/tongue.png"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br&gt;OK, coba share pengalaman aja :P&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br&gt;yang harus kulakukan pertama adalah memastikan komputer saya yang di atas bisa dihidupin secara remote yaitu dengan mengaktifkan WOL (Wake on LAN) coba setingannya WOL di bios di jadikan enable. tutorial ini saya dapet dari postingan shaboo di &lt;a href="http://ittelkom.ac.id/pinguin"&gt;pinguin&lt;/a&gt;.  Stelah &lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;WOLnya aktif maka skarang bisa kita hidupin secara remote, tapi jangan lupa pastikan lan cardnya nyala terus itu dengan tidak mencabut kabel powernya.&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Stelah beres tinggal cari software kalau di windows Fusion WOL seperti ini : &lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/photos/hi-res/upload/SQZjIQoKCtYAAEsSSTA1"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.arqomalifh.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SQZjIQoKCtYAAEsSSTA1/WOL.JPG?et=v%2CWQqOHK2FHZfmKKzviK9Q&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/photos/hi-res/upload/SQZjIQoKCtYAAEsSSTA1"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br&gt;Install software tersebut di komputer yang akan digunakan untuk mengidupkan komputer tersebut. Eh jangan lupa sebelumnya harus tau terlebih dahulu IP address komputer yang mati atau kalau tidak harus tau mac addressnya. Pada kasusku, di jaringan dg E di setting DHCP maka IP akan di dapat secara otomatis dan bisa berubah-ubah, makanya saya apalin mac addressnya. Masukin IP atau MAC Address lalu klik Turn on PC. &lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;Abis itu tinggal tunggu seperti ini&lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/photos/hi-res/upload/SQZjIQoKCtYAAEsSSTA1"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.arqomalifh.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SQZkmAoKCtYAAGafKeg1/PChasbeenturnedon.JPG?et=XE2O6Bg9qLG8SZBIcdSkDA&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;Horee.. &lt;img src="http://images.multiply.com/common/smiles/teeth.png"&gt; PC sy yang diatas udah nyala. eits.. tunggu dulu gimana saya bisa ngeremote kalau saya ga tau IP Addressnya. Kalau gitu saya pake network scanner, cari IP yang menggunakan MAC Address komputer saya yang ada diatas &lt;img src="http://images.multiply.com/common/smiles/wink.png"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/photos/hi-res/upload/SQZlcwoKCtYAAApQAB81"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.arqomalifh.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SQZlcwoKCtYAAApQAB81/Netscan.JPG?et=fHF7yl9KLY6W4JXDABxQrg&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/photos/hi-res/upload/SQZlcwoKCtYAAApQAB81"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt; nah tuh dah ketauan IP addressnya. Tinggal sekarang saya remote dengan menggunakan PuTTY&lt;/span&gt;&lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/photos/hi-res/upload/SQZlcwoKCtYAAApQAB81"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/photos/hi-res/upload/SQZlzgoKCtYAABTTHhs1"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.arqomalifh.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SQZlzgoKCtYAABTTHhs1/PuTTY.JPG?et=t7rEAeEZQu%2CgO0k9nDBJVA&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/a&gt;atau kalau tidak bisa secara telnet&lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/photos/hi-res/upload/SQZmJwoKCtYAACFcSYo1"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.arqomalifh.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SQZmJwoKCtYAACFcSYo1/Screenshot-1.png?et=Yn4nYnylEv2LJqmhwn57yA&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/a&gt;Nah kalau udah bisa login dan masuk ke super user kita bisa juga mematikannya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Nah itu ceritaku yang sok tau padahal masih banyak yang ga ngerti.. &lt;img src="http://images.multiply.com/common/smiles/embarassed.png"&gt;&lt;br&gt;Mohon bimbingannya&lt;img src="http://images.multiply.com/common/smiles/smile.png"&gt;&lt;br&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3324140496270380047-4574702259060974080?l=arqomalifh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arqomalifh.blogspot.com/feeds/4574702259060974080/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3324140496270380047&amp;postID=4574702259060974080' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/4574702259060974080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/4574702259060974080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arqomalifh.blogspot.com/2008/10/matiin-dan-ngidupin-pc-secara-remote.html' title='Matiin dan ngidupin PC secara Remote'/><author><name>Arqi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_kDC-1fS9T6s/R4x6l87hBfI/AAAAAAAAAAU/3n9Zjgjq0FA/S220/normal_tetes-8.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3324140496270380047.post-5273307765298425388</id><published>2008-10-17T04:55:00.000-07:00</published><updated>2008-10-17T09:27:00.401-07:00</updated><title type='text'>Ku beri kau tiga dan empat warna pelangi</title><content type='html'>Dalam sebuah perjalanan seorang musafir bisa merasakan sedikit kelelahan, maka ia perlu istirahat sejenak. “Istirahatkan hati sesaat demi sesaat, sebab jika hati lelah ia menjadi buta”, begitulah rasulullah berkata. Maka seorang musafir pun ingin sejenak duduk ataupun berdiri sambil menikmati indahnya warna-warni pelangi sesaat setelah hujan hampir reda. &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;P&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;e&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;l&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;n&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);"&gt;g&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;i&lt;/span&gt; itu mengiringi perjalanan musafir. Ia perhatikan warna &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;p&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;e&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;l&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;n&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);"&gt;g&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;i&lt;/span&gt; itu ada yang berwarna &lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;merah&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;jingga&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt;kuning&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;hijau&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;biru&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: rgb(102, 102, 204);"&gt;nila&lt;/span&gt; ataupun &lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;ungu&lt;/span&gt;. Saya memilih tiga warna pelangi ataupun empat warna &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;p&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;e&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;l&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;n&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);"&gt;g&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;i&lt;/span&gt;, barangkali bisa terhibur olehnya&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tiga warna &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;P&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;e&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;l&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;n&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);"&gt;g&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;i&lt;/span&gt; Ilmu&lt;br&gt;&lt;br&gt;Abdullah bin al-Mubarak berkata, barang siapa bakhil terhadap ilmu ia akan diuji dengan tiga hal: &lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;bisa dengan kematian lalu ilmunya hilang&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;atau lupa&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: rgb(153, 153, 255);"&gt;atau ia mengikuti penguasa&lt;/span&gt;.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ibnu Umar ra berkata: “ Janganlah anda mempelajari ilmu untuk tiga hal dan jangan meninggalkannya karena tiga hal. &lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Jangan mempelajarinya untuk berdebat&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;juga untuk riya’&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);"&gt;dan untuk berbangga diri&lt;/span&gt;. Jangan pula Anda meninggalkannya &lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;karena malu mempelajarinya&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;dan jangan karena merasa cukup tanpanya&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;dan karena rela terhadap kebodohan&lt;/span&gt;.”  (HR. Baihaqi)&lt;br&gt;&lt;br&gt;Terkadang seseorang putus asa karena tiga hal: &lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;putus asa karena sulitnya menghafal dan menjaga hafalan&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;panjang angan-angan untuk mengumpalkan banyak hal saat ia bersemangat&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;dan karena buruk pendapat tentang tekadnya&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tanda-tanda orang berilmu ada tiga: &lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;mengetahui apa yang diajarkan&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: rgb(102, 204, 204);"&gt;senantiasa bersama para ulama&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;dan beradab terhadap mereka.&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;P&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;e&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;l&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;n&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);"&gt;g&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;i&lt;/span&gt; empat warna&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ada kalanya seseorang diuji dengan empat hal: &lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;kehebatan musuh&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: rgb(102, 51, 51);"&gt;cemoohan kawan&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;hujatan orang-orang bodoh&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;dan kedengkian para ulama&lt;/span&gt;.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Jika seseorang bersabar dalam mencari ilmu, Allah memuliakannya di dunia dengan empat hal: &lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;kemuliaan rasa qona’ah&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;wibawa&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;keyakinan&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;manisnya ilmu, dan kehidupan abadi&lt;/span&gt;.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sedang di akhirat akan dibalas empat hal: &lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);"&gt;syafaat bagi saudara-saudaranya&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;perlindungan ‘Arasy dimana tidak ada perlindungan selain perlindungan-Nya&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;diberi minum dari telaga al-Mushthafa &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;color: rgb(255, 153, 255);"&gt;shallahu alaihi wa sallam&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;bertetangga dengan para nabi du surga tertinggi&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dalam kaitannya dengan ilmu, manusia terbagi menjadi empat golongan: &lt;br&gt;-&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Orang yang mengerti dan ia mengerti bahwa dirinya mengerti, ia adalah orang berilmu maka bertanyalah kepadanya.&lt;/span&gt;&lt;br&gt;-&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Orang yang mengerti namun ia tidak mengerti bahwa dirinya mengerti, ia adalah orang lupa, ingatkanlah dia&lt;/span&gt;.&lt;br&gt;-&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;Lalu orang yang tidak mengerti namun ia mengerti bahwa dirinya tidak mengerti, ia adalah orang yang perlu bimbingan maka bimbinglah&lt;/span&gt;.&lt;br&gt;-&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Dan orang yang tidak mengerti namun ia tidak mengerti bahwa dirinya tidak mengerti, itulah orang bodoh maka tolaklah dia&lt;/span&gt;.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Setelah itu marilah kita meilhat lebih jauh kepada ciri-ciri ilmu dimana musafir hendak berangkat bersama kita harus mengetahuinya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;*Sumber "Bersama Kerata Dakwah" Dr Adil Abdullah al-Laili asy-Syuwaikh   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3324140496270380047-5273307765298425388?l=arqomalifh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arqomalifh.blogspot.com/feeds/5273307765298425388/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3324140496270380047&amp;postID=5273307765298425388' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/5273307765298425388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/5273307765298425388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arqomalifh.blogspot.com/2008/10/ku-beri-kau-tiga-dan-empat-warna.html' title='Ku beri kau tiga dan empat warna pelangi'/><author><name>Arqi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_kDC-1fS9T6s/R4x6l87hBfI/AAAAAAAAAAU/3n9Zjgjq0FA/S220/normal_tetes-8.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3324140496270380047.post-5355068177760061398</id><published>2008-10-17T04:42:00.000-07:00</published><updated>2008-10-17T08:55:31.776-07:00</updated><title type='text'>Taubat Pemuda yang Melampaui Batas</title><content type='html'>Dari Wahab bin Munabbih, ia berkata:&lt;br&gt;Pada masa Nabi Musa as. ada seorang pemuda yang rusak dan melampaui batas. Kaumnya mengusir pemuda itu dari negerinya karena amat buruk perbuatannya. Namun ketika sampai di depan pintu gerbang negeri itu, ia terpelosok lubang dan maut menjemputnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Allah SWT. mewahyukan kepada Musa as.: “Ada seorang wali dan para wali-Ku yang telah dijemput maut. Datangilah, mandikan dan shalatilah ia. Lalu katakanlah pada orang-orang yang banyak berbuat maksiat untuk ikut mendatangi jenazah itu agar mereka Ku-ampuni. Dan bawalah ia pada-Ku karena ia telah memuliakan Aku”&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kemudian Musa as. berseru kepada kaum Bani Iswa’il. Berkumpulllah orang banyak untuk mendatangi jenazahnya dan mereka pun mengenalnya seraya berkata: “Wahai nabiyullah! Pemuda ini adalah pemuda fasik hingga kami usir dari negeri kami.”&lt;br&gt;Musa as. menjadi heran atas pernyataan mereka itu. Kemudian Allah mewahyukan padanya: “Mereka benar dan mereka adalah saksi-Ku. Hanya saja ketika pemuda itu dijemput maut dalam sebuah lubang, ia menoleh ke kanan dan ke kiri namun ia tidak medapati seorang teman karib pun. Akhirnya dia menyadari sabagai orang asing yang sendirian dan terhina. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia berdoa: “&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Ya Tuhanku, aku adalah seorang hamba yang asing di negeri-Mu. Seandainya aku tahu bahwa siksaku ini menambah kekuasaan-Mu dan maaf-Mu tidak mengurangi kekuasaan-Mu tatkala aku memohon ampun kepada-Mu, maka tidak ada harapan kecuali Engkau. Sungguh aku mendengar lewat wahyu yang Engkau turunkan (Taurat) bahwasanya Engkau berfirman: “Aku Maha Pengampun lagi Maha Pengasih.” Karena itu janganlah Engkau menolak harapanku&lt;/span&gt;.”&lt;br&gt;&lt;br&gt;Wahai Musa, apakah Aku akan menolak kebaikannya, padahal ia seperti orang asing, ia telah menyambung-Ku dengan rendah hati dengan kekuasaan dan kemuliaan-Ku. Seandainya seluruh penduduk bumi yang berdosa semua memohon kepada-Ku niscaya Aku akan mengabulkannya karena kehinaannya dalam keterasingan. Wahai Musa! Aku adalah tempat berlindung bagi orang yang terasing.”&lt;br&gt;&lt;br&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3324140496270380047-5355068177760061398?l=arqomalifh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arqomalifh.blogspot.com/feeds/5355068177760061398/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3324140496270380047&amp;postID=5355068177760061398' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/5355068177760061398'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/5355068177760061398'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arqomalifh.blogspot.com/2008/10/taubat-pemuda-yang-melampaui-batas.html' title='Taubat Pemuda yang Melampaui Batas'/><author><name>Arqi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_kDC-1fS9T6s/R4x6l87hBfI/AAAAAAAAAAU/3n9Zjgjq0FA/S220/normal_tetes-8.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3324140496270380047.post-9195988809797715012</id><published>2008-09-22T12:01:00.001-07:00</published><updated>2008-09-22T16:28:10.822-07:00</updated><title type='text'>Huff... segarnya pagi ini    (dengan gaya upin ipin)</title><content type='html'>      Alhamdulillah, segar bener pagi ini, matahari belum muncul suasana keliatan seger banget. &lt;img src="http://images.multiply.com/common/smiles/teeth.png"&gt; Stelah sholat subuh ngelanjutin ngejuz. eits bukan minum juz, tapi baca satu juz... alhamdulillah dah beres. trus keluar dari MSU (Masjid Syamsul 'Ulum red), lewat serambi selatan depannya masih ada tanah lapang. Tapi mungkin sbentar lagi mau didiriin bangunan spertinya. Iya sih parkiran udah ga muat lagi. Dulu pas awal-awal masuk kuliah cuma ada parkiran motor di samping gb B itu pun masih cukup dengan sekalian parkiran mobil, tapi sekarang anak-anak baru pada tajir-tajir. Mobil pun berderer-deret di sepanjang jalan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tapi pagi ini &lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/photos/album/22/Kampus_IT_Telkom#6"&gt;jalanan masih sepi&lt;/a&gt;, pohon-pohon cukup rindang... hufff segarnya&lt;img src="http://images.multiply.com/common/smiles/teeth.png"&gt;. Sambil jalan menuju &lt;a href="http://ittelkom.ac.id/pinguin"&gt;E108&lt;/a&gt; sekalian baca ma'tsurat. Haaah.. temen2 udah pada "tewas" &lt;img src="http://images.multiply.com/common/smiles/confused.png"&gt;. Pagi-pagi gini yang segar kok pada tidur sih.. (sttt.. jgn bilang syapa2 klo biasanya juga ketularan&lt;img src="http://images.multiply.com/common/smiles/tongue.png"&gt;). Lalu langsung menuju tempat dudukku buka &lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/journal/item/71/Notebook_HP_Compaq_Presario_V3837"&gt;laptop&lt;/a&gt; pilih OSnya (hehehe ada 3 sih&lt;img src="http://images.multiply.com/common/smiles/wink.png"&gt;). Masuk ke Hardi Heron tapi kok ga dapet2 IP yah, apa DHCPnya mati... gajalan dah VPNnya. Eh untung masih ada PC yang nyala. Ah.. pake aja. hehe ini lagi di pake. kuliah masih nanti jam 9 sih, jadi masih ada yang bisa di kerjain sekarang.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Oiya.. tadi malem mau posting tapi kok ga bisa-bisa ya, ntah VPNku yang abis atau emang blm diridhoi biar cepet-cepet ke masjid &lt;img src="http://images.multiply.com/common/smiles/tongue.png"&gt;. Tadi malem kan malam 23, siapa tau malam lailatul qadar, smoga aja sih... tapi spertinya aku belum kamsimal dalam ibadahku.. hiks.. malah ketiduran&lt;img src="http://images.multiply.com/common/smiles/cry.png"&gt;. Smoga masih ada kesempatan lagi, toh masih ada malam 25, 27.. eh malam 27 kan pas dalam perjalanan pulang. Dan masih ada malam ke 29.. smoga aja udah sampe rumah.. amiiin&lt;br&gt;      &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3324140496270380047-9195988809797715012?l=arqomalifh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arqomalifh.blogspot.com/feeds/9195988809797715012/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3324140496270380047&amp;postID=9195988809797715012' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/9195988809797715012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/9195988809797715012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arqomalifh.blogspot.com/2008/09/huff-segarnya-pagi-ini-dengan-gaya-upin_22.html' title='Huff... segarnya pagi ini    (dengan gaya upin ipin)'/><author><name>Arqi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_kDC-1fS9T6s/R4x6l87hBfI/AAAAAAAAAAU/3n9Zjgjq0FA/S220/normal_tetes-8.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3324140496270380047.post-7782645337643437714</id><published>2008-09-22T12:01:00.000-07:00</published><updated>2008-09-22T16:26:15.989-07:00</updated><title type='text'>Huff... segarnya pagi ini    (dengan gaya upin ipin)</title><content type='html'>    Alhamdulillah, segar bener pagi ini, matahari belum muncul suasana keliatan seger banget. &lt;img src="http://images.multiply.com/common/smiles/teeth.png"&gt; Stelah sholat subuh ngelanjutin ngejuz. eits bukan minum juz, tapi baca satu juz... alhamdulillah dah beres. trus keluar dari MSU (Masjid Syamsul 'Ulum red), lewat serambi selatan depannya masih ada tanah lapang. Tapi mungkin sbentar lagi mau didiriin bangunan spertinya. Iya sih parkiran udah ga muat lagi. Dulu pas awal-awal masuk kuliah cuma ada parkiran motor di samping gb B itu pun masih cukup dengan sekalian parkiran mobil, tapi sekarang anak-anak baru pada tajir-tajir. Mobil pun berderer-deret di sepanjang jalan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tapi pagi ini &lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/photos/album/22/Kampus_IT_Telkom#6"&gt;jalanan masih sepi&lt;/a&gt;, pohon-pohon cukup rindang... hufff segarnya&lt;img src="http://images.multiply.com/common/smiles/teeth.png"&gt;. Sambil jalan menuju &lt;a href="http://ittelkom.ac.id/pinguin"&gt;E108&lt;/a&gt; sekalian baca ma'tsurat. Haaah.. temen2 udah pada "tewas" &lt;img src="http://images.multiply.com/common/smiles/confused.png"&gt;. Pagi-pagi gini yang segar kok pada tidur sih.. (sttt.. jgn bilang syapa2 klo biasanya juga ketularan&lt;img src="http://images.multiply.com/common/smiles/tongue.png"&gt;). Lalu langsung menuju tempat dudukku buka &lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/journal/item/71/Notebook_HP_Compaq_Presario_V3837"&gt;laptop&lt;/a&gt; pilih OSnya (hehehe ada 3 sih&lt;img src="http://images.multiply.com/common/smiles/wink.png"&gt;). Masuk ke Hardi Heron tapi kok ga dapet2 IP yah, apa DHCPnya mati... gajalan dah VPNnya. Eh untung masih ada PC yang nyala. Ah.. pake aja. hehe ini lagi di pake. kuliah masih nanti jam 9 sih, jadi masih ada yang bisa di kerjain sekarang.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Oiya.. tadi malem mau posting tapi kok ga bisa-bisa ya, ntah VPNku yang abis atau emang blm diridhoi biar cepet-cepet ke masjid &lt;img src="http://images.multiply.com/common/smiles/tongue.png"&gt;. Tadi malem kan malam 23, siapa tau malam lailatul qadar, smoga aja sih... tapi spertinya aku belum kamsimal dalam ibadahku.. hiks.. malah ketiduran&lt;img src="http://images.multiply.com/common/smiles/cry.png"&gt;. Smoga masih ada kesempatan lagi, toh masih ada malam 25, 27.. eh malam 27 kan pas dalam perjalanan pulang. Dan masih ada malam ke 29.. smoga aja udah sampe rumah.. amiiin&lt;br&gt;     &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3324140496270380047-7782645337643437714?l=arqomalifh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arqomalifh.blogspot.com/feeds/7782645337643437714/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3324140496270380047&amp;postID=7782645337643437714' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/7782645337643437714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/7782645337643437714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arqomalifh.blogspot.com/2008/09/huff-segarnya-pagi-ini-dengan-gaya-upin.html' title='Huff... segarnya pagi ini    (dengan gaya upin ipin)'/><author><name>Arqi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_kDC-1fS9T6s/R4x6l87hBfI/AAAAAAAAAAU/3n9Zjgjq0FA/S220/normal_tetes-8.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3324140496270380047.post-4304896938405180578</id><published>2008-09-10T16:16:00.000-07:00</published><updated>2008-09-10T16:18:17.024-07:00</updated><title type='text'>Si Tampan yang Manja</title><content type='html'>Dia salah satu sahabat Rasulullah. Usianya masih sangat muda. Pada mulanya dia anak seorang yang saaa…angat kaya. Pakaiannya bagus dan potongan rambutnya tertata rapi. Dia juga sangat terkenal kerena memiliki wajah yang saa…angat tampan. Siapakah pemuda tampan ini? (tanya). Ya benar pemuda ini bernama Mush`ab bin Umair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mendengar perihal Nabi Muhammad saw. Saat itu dia bersama orang tuanya adalah penganut agama jahiliyah, penyembah berhala. Dia mendengar Nabi Muhammad saw mengajarkan agama yang berbeda dengan agama orang Mekah umumnya. Seperti apa gerangan agama itu? Mush`ab sangat penasaran lalu diselidikinya apa gerangan Islam itu? Apa Islam lebih baik dari agama jahiliyah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia bertanya kepada beberapa orang tentang Nabi Muhammad saw. Saat itu Nabi melakukan dakwah agamanya dengan diam-diam untuk menghindari kaum musyrikin yang memusuhinya. “Muhammad sering pergi ke Bukit Shafa”, kata seorang temannya. “Ke Bukit Shafa? Di mana tepatnya?” tanya Mush`ab. “Aku tidak tahu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mush`ab harus melakukan penyelidikan lagi. Dia pergi ke Bukit Shafa untuk mengintai. Dia melihat Nabi memasuki rumah Al Arqam bin Al Arqam. “Itu dia!” seru Mush`ab gembira. “Aku mau ikut ke sana!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mush`ab pemuda yang cerdas. Karena itu dia tahu Nabi melakukan dakwahnya secara diam-diam. Semuanya dilakukan dengan sangat rahasia. Mush`ab pun menoleh ke sana kemari. Melihat kalau-kalau ada orang. Ketika dia yakin tidak ada orang yang melihatnya, dia bergegas menuju ke rumah Al Arqam bin Al Arqam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat-ayat suci Al Quran terdengar dari dalam rumah itu. Diucapkan oleh Nabi Muhammad saw. Mush`ab memasuki rumah itu lalu duduk terpaku mendengar alunan ayat-ayat suci. Inikah ajaran Islam itu? Bergetar dada Mush`ab. Ayat-ayat suci yang dibacakan oleh Nabi telah mengguncangkan jiwanya. Tercetus dalam hatinya, niatan beriman kepada Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah awalnya Mush`ab bin Umair masuk Islam. Selanjutnya dia selalu datang ke tempat itu. Tentu saja dilakukan diam-diam. Dia belajar langsung kepada Nabi utusan Allah. Kecerdasan otaknya membuatnya bisa dengan cepat memahami ajaran-ajaran yang diterimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, ketika matahari sudah condong ke Barat. Mush`ab sedang menuju ke rumah Al Arqam bin Al Arqam. Ia merasa tidak ada orang yang melihatnya, tetapi sebenarnya ada seorang lelaki mengintainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa yang dilakukan anak Umair itu?” tanya Usman bin Thalhah dalam hatinya. Usman mendekat dan mengintai. Ia menyaksikan Mush`ab sedang shalat bersama Nabi Muhammad saw. “Terkutuklah anak Umair!” dengus Usman, “Dia menghianati agama orang tuanya sendiri, agama kaumnya!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usman marah besar. Orang-orang musyrik dan kafir seperti dia pasti akan marah besar menyaksikan kaumnya menjadi pengikut Nabi Muhammad saw. Lalu karena marahnya Usman melaporkan hal itu kapada Khunas binti Malik, ibu dari Mus`ab bin Umair. Tentu saja Khunas marah mendengar berita itu. Selain itu Khunas merasa terpukul karena Mus`ab adalah anak yang sangat dimanjakan. Tak bisa dikatakan lagi tentang sayangnya kepada Mush`ab. Dia mengharapkan kelak anaknya itu menjadi penerusnya, juga penerus agamanya, agama nenek moyangnya. Kini tiba-tiba dia menjadi pengikut Muhammad yang mengaku sebagai Nabi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Mush`ab sampai di rumahnya di sana banyak berkumpul orang-orang Mekah yang cukup terpandang. Khunas menegur anaknya, “Apa yang kau lakukan di luar rumah ini anakku?” Tak lama kemudian Mush`ab sadar, ibunya telah tahu apa yang dilakukannya selama ini. Percuma ia membantah, tak akan ada yang mempercayainya. Pasti sudah ada mata-mata ibunya yang menyaksikannya di rumah Al Arqam bin Al Arqam. Entah siapa, Mush`ab tidak tahu. Tetapi pasti salah seorang diantara orang-orang yang berkumpul itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku telah menganut agama Islam,” kata Mush`ab berterus terang. Bagai disambar petir di siang bolong, Khunas binti Malik mendengar pengakuan anaknya. Anaknya telah menjadi penganut aliran sesat, agama ajaran Muhammad!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau telah diracuni ajaran sesat!” jerit Khunas. “Allah Maha Besar! Dalam hatiku telah bersemayam iman kepada-Nya dan kepada rasul-Nya”. Mush`ab lalu membacakan ayat-ayat suci Al Quran yng diajarkan oleh Nabi. Sesaat orang-orang terpana mendengarnya. Tetapi kekafiran mereka segera menolak kebenaran ajaran itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khunas semakin marah dan ia segera menyuruh para pengawalnya untuk memenjarakan Mush`ab. Itulah nasib yang harus dialami Mush`ab. Ujian bagi keimanannya telah dimulai. Ia terkucil di situ. Orang-orang suruhan ibunya menjaga siang malam. Dia diberi makan dan minum sekadarnya. Khunas berharap anaknya sadar karena penderitan itu. Mau meninggalkan ajaran Muhammad dan kembali menyembah Al Latta dan Al Uzza (nama-nama berhala yang mereka sembah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi bisakah iman dihati Mush`ab terkikis karena penderitaannya itu? (baca QS 2:2-3) Ajaran-ajarn itulah yang telah melekat dalam hati Mush`ab. Maka sekalipun ia harus menderita dalam penjara buatan ibunya sendiri, ia pantang menyerah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3324140496270380047-4304896938405180578?l=arqomalifh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arqomalifh.blogspot.com/feeds/4304896938405180578/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3324140496270380047&amp;postID=4304896938405180578' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/4304896938405180578'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/4304896938405180578'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arqomalifh.blogspot.com/2008/09/si-tampan-yang-manja.html' title='Si Tampan yang Manja'/><author><name>Arqi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_kDC-1fS9T6s/R4x6l87hBfI/AAAAAAAAAAU/3n9Zjgjq0FA/S220/normal_tetes-8.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3324140496270380047.post-2078877781998621437</id><published>2008-09-10T16:15:00.000-07:00</published><updated>2008-09-10T16:16:05.168-07:00</updated><title type='text'>Menikah itu bukan angan-angan</title><content type='html'>Siang itu Nadia minta waktu untuk konsultasi kepada guru ngajinya. Kepada Mbak Fida, begitu ia biasa memanggil guru ngajinya itu Nadia mulai mengadukan permasalahannya, bahwa sampai saat ini ia belum bisa sepenuhnya 'cinta' kepada Ahmad, suami yang baru menikahinya dua bulan lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Memangnya ada apa dengan Ahmad, Nad?", hati-hati Mbak Fida bertanya. Maka meluncurlah dari mulut Nadia, "Ya sebenarnya Mas Ahmad itu baik, tapi ada sesuatu yang bagi saya kurang, mbak. Mestinya seorang aktifis pengajian itu hidupnya teratur, tertib, nggak pernah ketinggalan sholat jama'ah di masjid, nggak absen sholat lail, tilawahnya 1 juz setiap hari, selalu bersikap lembut kepada istri, sabar, rapi, bisa jadi teman diskusi dan curhat istri, sempat ngajarin istri, nggak suka nonton tivi, bisa ngambil hati mertua, begitu kan mbak?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil membenahi buku-bukunya yang berantakan (istrinya sedang keluar rumah dan sepulangnya dari kantor Farhan mendapati rumahnya dalam keadaan 'porak poranda'), Farhan berkata pada dirinya sendiri, "aku pikir menikahi seorang perempuan berjilbab berarti urusan rumah tangga jadi beres. Mestinya istri itu bisa masak, terampil ngurus rumah, ibadahnya oke, pinter melayani suami, sabar, rajin, lembut, nyambung diajak diskusi, jago ngambil hati mertua ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nadia dan Farhan boleh jadi mewakili sosok sebagian kita yang memasuki gerbang pernikahan dengan segunung angan-angan tentang sosok pasangan ideal. Tipikal seperti ini biasanya telah memiliki idealisme sendiri tentang pasangan, jauh sebelum hari pernikahan tiba. Idealisme itu begitu menguasai pikiran dan jiwa hingga terus terbawa sampai mereka menikah, dan ketika setelah menikah ternyata pasangannya tidak sebagaimana idealismenya, mereka kecewa dan kemudian cenderung menyalahkan keadaan atau pihak lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sah-sah saja kita memiliki idealisme, termasuk idealisme tentang kriteria pasangan. Sayangnya, kebanyakan kita menyangka bahwa sebuah idealisme dapat turun begitu saja dari langit dan menjelma di hadapan kita. Padahal dengan demikian idealisme kita itu akhirnya malah menjadi angan-angan belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Idealisme tentang apapun tidak akan terwujud menjadi kenyataan jika tidak diperjuangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikanlah firman Allah SWT dalam Surat An-Nisaa' ayat 123:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pahala dari Allah itu bukanlah menurut angan-anganmu yang kosong dan tidak pula menurut angan-angan ahli kitab. Barang siapa yang mengerjakan kejahatan niscaya akan diberi balasan dengan kejahatan itu dan dia tidak mendapat pelindung dan tidak pula penolong baginya selain Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali kepada Nadia dan Farhan, idealisme mereka tentang kriteria pasangan telah menjadi angan-angan. Mereka mengira dengan menikahi seorang aktifis pengajian atau seorang perempuan berjilbab semua urusan menjadi beres, kehidupan rumah tangga menjadi penuh bunga harum semerbak mewangi, tidak ada kerikil apalagi ombak, pokoknya indah seperti yang dilukiskan dalam buku-buku. Angan-angan itu akan membuat mereka kecewa. Ya, sebabnya adalah seperti kata pepatah, 'tak ada gading yang tak retak' atau 'nobody's perfect' (tak ada orang yang sempurna). Tidak ada manusia yang ma'shum (terjaga dari salah dan dosa) kecuali Rasulullah SAW. Semua manusia pasti memiliki kelebihan dan kekurangan, tidak ada manusia yang pada dirinya hanya terdapat kelebihan saja, sebagaimana juga tidak ada manusia yang di dalam dirinya hanya ada kekurangan. Karena itu membayangkan pasangan kita adalah sesosok manusia tanpa cela hanya karena ia ikhwan atau berjilbab, menurut saya adalah pandangan kurang bijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ikhwan atau perempuan berjilbab adalah manusia biasa. Komitmen dan ketaatan mereka dalam beragama adalah suatu bentuk kesungguhan mereka dalam memproses diri menjadi Hamba Allah yang bertaqwa. Dan merupakan hal yang sangat manusiawi jika dalam menjalani proses tersebut terdapat kekurangan-kekurangan. Karenanya menjadi aktifis pengajian atau perempuan berjilba itu bukanlah berarti mereka berubah menjadi malaikat yang tidak pernah melakukan kesalahan dan tidak pula berarti mereka menjelma menjadi manusia tanpa cela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah tangga bahagia yang menjadi syurga bagi penghuninya adalah idaman setiap orang. Tetapi ia akan sekadar menjadi angan-angan bila tidak ada upaya dan perjuangan dari kedua belah pihak -suami-istri- untuk mewujudkannya. Begitu pula halnya dengan keinginan memiliki dan menjadi pasangan ideal yang diidamkan. Ia pun hanya menjadi angan-angan selama kita tidak berusaha memprosesnya menjadi kenyataan. Oleh sebab itulah pernikahan sebenarnya merupakan ladang amal dan jihad bagi orang-orang yang menjalaninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, dari uraian diatas kita dapat menyimpulkan beberapa hal:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Harus disadari bahwa yang bernama idealisme itu tidak begitu saja turun dari langit, tetapi harus diperjuangkan. Dengan begitu ketika kita memiliki idealisme tentang pernikahan dan pasangan ideal misalnya, kita sadar bahwa untuk mewujudkannya menjadi kenyataan adalah dengan memperjuangkannya atau dengan kata lain kita siap menjadikan pernikahan kita nantinya sebagai ladang amal dan jihad kita dalam memproses diri menjadi lebih berkualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Menyadari bahwa idealisme yang menguasai pikiran dan jiwa dapat berkembang menjadi angan-angan belaka. Menikah dengan membawanya serta hanya akan membuat kita menjadi pelamun, mudah kecewa, cenderung tidak bersyukur terhadap apa yang ada, bahkan menjadi orang yang suka menyalahkan keadaan atau pihak lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Ingatlah selalu bahwa kita menikahi pasangan kita dengan segala apa yang ada pada dirinya berupa kelebihan dan kekurangannya. Kelebihannya untuk disyukuri, kekurangannya menjadi ladang jihad kita untuk memperbaikinya karena Allah. Dengan begitu kita tidak akan mudah kecewa terhadap segala kekurangan yang terdapat pada pasangan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Terakhir, camkan kata-kata ini ... "Jangan menikah dengan angan-angan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini pernah dimuat dalam Majalah Safina No. 5 Tahun I, Juli 2003&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: eramuslim, 13 Oktober 2004&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3324140496270380047-2078877781998621437?l=arqomalifh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arqomalifh.blogspot.com/feeds/2078877781998621437/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3324140496270380047&amp;postID=2078877781998621437' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/2078877781998621437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/2078877781998621437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arqomalifh.blogspot.com/2008/09/menikah-itu-bukan-angan-angan.html' title='Menikah itu bukan angan-angan'/><author><name>Arqi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_kDC-1fS9T6s/R4x6l87hBfI/AAAAAAAAAAU/3n9Zjgjq0FA/S220/normal_tetes-8.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3324140496270380047.post-4758613224531898105</id><published>2008-09-10T02:20:00.000-07:00</published><updated>2008-09-10T06:21:49.748-07:00</updated><title type='text'>SourceForge.net: Downloading ...</title><content type='html'>  &lt;a class="select" href="http://sourceforge.net/project/downloading.php?group_id=30760&amp;use_mirror=transact&amp;filename=xcast6-0.2.1-1-freebsd-sys-7.0.diff.gz&amp;33697898"&gt;Link&lt;/a&gt; &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3324140496270380047-4758613224531898105?l=arqomalifh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arqomalifh.blogspot.com/feeds/4758613224531898105/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3324140496270380047&amp;postID=4758613224531898105' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/4758613224531898105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/4758613224531898105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arqomalifh.blogspot.com/2008/09/sourceforgenet-downloading.html' title='SourceForge.net: Downloading ...'/><author><name>Arqi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_kDC-1fS9T6s/R4x6l87hBfI/AAAAAAAAAAU/3n9Zjgjq0FA/S220/normal_tetes-8.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3324140496270380047.post-1705244275812827687</id><published>2008-09-10T00:58:00.000-07:00</published><updated>2008-09-10T01:00:00.913-07:00</updated><title type='text'>lebih baik keluar dari jama'ah</title><content type='html'>"Akh, dulu ana merasa semangat saat aktif dalam da'wah. Tapi belakangan rasanya semakin hambar. Ukhuwah makin kering. Bahkan ana melihat ternyata ikhwah banyak pula yang aneh-aneh."Begitu keluh kesah seorang mad'u kepada seorang murobbinya di suatu malam. Sang murobbi hanya terdiam, mencoba terus menggali semua kecamuk dalam diri mad'unya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"lalu apa yang ingin antum lakukan setelah merasakan semua itu ? " sahut sang murobbi setelah sesaat termenung. " Ana ingin berhenti saja, keluar dari tarbiyah ini. Ana kecewa dengan prilaku beberapa ikhwah yang justru tidak Islami. Juga dengan organisasi dakwah yang Ana geluti; kaku dan sering mematikan potensi anggota-anggotanya. Bila begini terus, Ana mendingan sendiri saja." Jawab mad'u itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang murobbi termenung kembali. Tidak tampak raut terkejut dari roman di wajahnya. Sorot matanya tetap terlihat tenang, seakan jawaban itu memang sudah diketahuinya sejak awal. " Akhi, bila suatu kali antum naik sebuah kapal mengarungi lautan luas. Kapal itu ternyata sudah sangat bobrok. Layarnya banyak berlubang, kayunya banyak yang keropos bahkan kabinnya bau kotoran manusia. Lalu, apa yang akan antum lakukan untuk tetap sampai pada tujuan?". Tanya sang murobbi dengan kiasan bermakna dalam. Sang mad'u terdiam dan berfikir. Tak kuasa hatinya mendapat umpan balik sedemikian tajam melalui kiasan yang amat tepat. " Apakah antum memilih untuk terjun kelaut dan berenang sampai tujuan?". Sang murobi mencoba memberi opsi. "Bila antum terjun ke laut, sesaat antum akan merasa senang. Bebas dari bau kotoran manusia, merasa kesegaran air laut, atau bebas bermain dengan ikan lumba-lumba . tapi itu hanya sesaat.&lt;br /&gt;Berapa kekuatan antum untuk berenang hingga tujuan?. Bagaimana bila ikan hiu datang. Darimana antum mendapat makan dan minum? Bila malam datang, bagaimanan antum mengatasi hawa dingin?" serentetan pertanyaan dihamparkan dihadapan sang mad'u. Tak ayal, sang mad'u menangis tersedu. Tak kuasa rasa hatinya menahan kegundahan sedemikian. Kekecewaannya kadung memuncak, namun sang murobbi yang dihormati justru tidak memberi jalan keluar yang sesuai dengan keinginannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Akhi, apakah antum masih merasa bahwa jalan dakwah adalah jalan yang paling utama menuju ridho Allah? " Bagaimana bila ternyata mobil yang antum kendarai dalam menempuh&lt;br /&gt;jalan itu ternyata mogok? Antum akan berjalan kaki meninggalkan mobil itu tergeletak dijalan, atau mencoba memperbaikinya? . Tanya sang murobbi lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang mad'u tetap terdiam dalam sesenggukan tangis perlahannya. Tiba-tiba ia mengangkattangannya :"Cukup akhi, cukup. Ana sadar.. maafkan Ana…. ana akan tetap Istiqomah. Ana berdakwah bukan untuk mendapatkan medali kehormatan. Atau agar setiap kata-kata ana diperhatikan… " .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarlah yang lain dengan urusan pribadinya masing-masing. Biarlah ana tetap berjalan dalam dakwah. Dan hanya Allah saja yang akan membahagiakan ana kelak dengan janji-janji- Nya. Biarlah segala kepedihan yang ana rasakan menjadi pelebur dosa-dosa ana". Sang mad'u berazzam dihadapan sang murobbi yang semakin dihormatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang murobbi tersenyum "Akhi, jama'ah ini adalah jamaah manusia. Mereka adalah kumpulan insan yang punya banyak kelemahan. Tapi dibalik kelemahan itu, masih amat banyak kebaikan yang mereka miliki . Mereka adalah pribadi-pribadi yang menyambut seruan Allah&lt;br /&gt;untuk berdakwah. Dengan begitu, mereka sedang berproses menjadi manusia terbaik pilihan Allah." "Bila ada satu dua kelemahan dan kesalahan mereka, janganlah hal itu mendominasi perasaan antum. Sebagaimana Allah ta'ala menghapus dosa manusia dengan amal baik mereka, hapuslah kesalahan mereka dimata antum dengan kebaikan-kebaikan mereka terhadap dakwah selama ini. Karena di mata Allah, belum tentu antum lebih baik dari mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Futur, mundur, kecewa atau bahkan berpaling menjadi lawan bukanlah jalan yang masuk akal. Apabila setiap ketidak-sepakatan selalu disikapi dengan jalan itu , maka kapankah dakwah ini dapat berjalan dengan baik?" sambungnya panjang lebar. "Kita bukan sekedar pengamat yang hanya bisa berkomentar. Atau hanya pandai menuding-nuding sebuah kesalahan. Kalau hanya itu, orang kafirpun bisa melakukannya. Tapi kita adalah da'i. kita adalah khalifah. Kitalah yang diserahi amanat oleh Allah untuk membenahi masalah-masalah di muka bumi. Bukan hanya mengeksposnya, yang bisa jadi justru semakin memperuncing masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan sampai, kita seperti menyiram bensin ke sebuah bara api. Bara yang tadinya kecil.tak bernilai, bisa menjelma menjadi nyala api yang yang membakar apa saja. Termasuk kita sendiri!" "Bekerjalah dengan ikhlas. Berilah taushiah dalam kebenaran, kesabaran dan kasih sayang kepada semua ikhwah yang terlibat dalam organisasi itu. Karena peringatan selalu berguna bagi orang beriman. Bila ada isyu atau gosip tutuplah telinga antum dan bertaubatlah. Singkirkan segala ghil antum terhadap saudara antum sendiri. Dengan itulah, Bilal yang mantan budak hina menemui kemuliaannya. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana dialog itu mulai mencair. Semakin lama, pembicaraaan melebar dengan akrabnya. Tak terasa, kokok ayam jantan memecah suasana. Sang mad'u bergegas mengambil wudhu untuk berqiyamu lail. Malam itu. Sang mad'u sibuk membangunkan mad'u yang lain dari asyik tidurnya. Malam itu sang mad'u menyadari kesalahannya. Ia bertekad untuk tetap berputar bersama jama'ah dalam mengarungi jalan dakwah. Pencerahan diperolehnya. Demikian yang kami harapkan dari antum sekalian…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber &lt;a href="http://heartpaper.multiply.com/journal/item/98/Lebih_baik_Keluar_dari_Jamaah"&gt;dari sini&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3324140496270380047-1705244275812827687?l=arqomalifh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arqomalifh.blogspot.com/feeds/1705244275812827687/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3324140496270380047&amp;postID=1705244275812827687' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/1705244275812827687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/1705244275812827687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arqomalifh.blogspot.com/2008/09/lebih-baik-keluar-dari-jamaah.html' title='lebih baik keluar dari jama&apos;ah'/><author><name>Arqi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_kDC-1fS9T6s/R4x6l87hBfI/AAAAAAAAAAU/3n9Zjgjq0FA/S220/normal_tetes-8.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3324140496270380047.post-6799673435491459647</id><published>2008-09-09T11:54:00.000-07:00</published><updated>2008-09-09T15:55:57.824-07:00</updated><title type='text'>Belajar Dari Kedermawanan Abdurrahman bin Auf</title><content type='html'>Abdurrahman bin Auf termasuk kelompok delapan sahabat yang mula−mula masuk Islam. Ia termasuk sepuluh orang sahabat yang dijamin masuk surga oleh Rasululah. Selain itu, ia juga termasuk enam orang sahabat yang bermusyawarah dalam pemilihan khalifah menggantikan Umar bin Khaththab. Ia adalah seorang mufti yang dipercaya Rasulullah untuk berfatwa di Madinah.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Abdurrahman bin Auf masuk Islam sebelum Rasulullah SAW melakukan pembinaan di rumah Arqam bin Abil Arqam, kira−kira dua hari setelah Abu Bakar masuk Islam. Ketika hijrah ke Madinah, Abdurrahman bin Auf dipersaudarakan dengan Sa’ad bin Rabi’ Al−Anshari, salah seorang kaya yang pemurah di Madinah. Abdurrahman pernah ditawari Sa’ad untuk memilih salah satu dari dua kebunnya yang luas. Tapi, Abdurrahman menolaknya. Ia hanya minta kepada Sa’ad ditunjuki lokasi pasar di Madinah.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sejak itu, Abdurahman bin Auf berprofesi sebagai pedagang dan memperoleh keuntungan yang cukup besar. Omset dagangannya pun makin besar, sehingga ia dikenal sebagai pedagang yang sukses.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tapi, kesuksesan itu tak membuatnya lupa diri. Ia tak pernah absen dalam setiap peperangan yang dipimpin Rasulullah. Suatu hari, Rasulullah SAW berpidato membangkitakn semangat jihad dan pengorbanan kaum Muslimin. Beliau berkata, “Bersedekahlah kalian, karena saya akanmengirim pasukan ke medan perang.”&lt;br&gt;&lt;br&gt;Mendengar ucapan itu, Abdurrahman bin Auf bergegas pulang dan segera kembali ke hadapan Rasulullah. “Ya, Rasulullah, saya mempunyai uang empat ribu. Dua ribu saya pinjamkan kepada Allah, dan sisanya aya tinggalkan untuk keluarga saya,” ucap Abdurrahman. Lalu Rasulullah mendoakannya agar diberi keberkahan oleh Allah SWT.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ketika Rasulullah SAW membutuhkan banyak dana untuk menghadapi tentara Rum dalam perang Tabuk, Abdurrahman bin Auf menjadi salah satu pelopor dalam menyumbangkan dana. Ia menyerahkan dua ratus uqiyah emas. Melihat hal itu, Umar bin Khathab berbisik kepada Rasulullah SAW, “Agaknya Abdurrahman berdosa, dia tidak meninggalkan uang belanja sedikit pun untuk keluarganya.”&lt;br&gt;&lt;br&gt;Maka, Rasulullah pun bertanya kepada Abdurrahman, “Adakah engkau tinggalkan uang belanja untuk keluargamu?” Abdurrahman menjawab, “Ada, ya Rasulullah. Mereka saya tinggalkan lebih banyak dan lebih baik daripda yang saya sumbangkan.” “Berapa?” Tanya Rasulullah. Abdurrahman menjawab, “Sebanyak rizki, kebaikan, dan upah yang dijanjikan Allah.” Subhanallah.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sejak itu, rizki yang dijanjikan Allah terus mengalir bagaikan aliran sungai yang deras. Abdurrahman bin Auf kini telah menjadi orang terkaya di Madinah. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Suatu hari, iring−iringan kafilah dagang Abdurrahman bin Auf yang terdiri dari 700 ekor unta yang dimuati bahan pangan, sandang, dan barang−barang kebutuhan penduduk tiba di Madinah. Terdengar suara gemuruh dan hiruk−pikuk, sehingga Aisyah bertanya kepada seseorang, “Suara apakah itu?”&lt;br&gt;&lt;br&gt;Orang itu menjawab, “Iring−iringan kafilah dagang Abdurrahman.” Aisyah berkata, “Semoga Allah melimpahkan berkah−Nya kepada Abdurrahman di dunia dan akhirat. Saya mendengar Rasulullah bersabda bahwa Abdurrahman bin Auf masuk surga dengan merangkak.”&lt;br&gt;&lt;br&gt;Orang itu langsung menemui Abdurrahman bin Auf dan menceritakan apa yang didengarnya dari Aisyah. Mendengar hal itu, ia pun bergegas menemui Aisyah. “Wahai Ummul Mukminin, apakah ibu mendengar sendiri ucapan itu dari Rasulullah?” “Ya,” jawab Aisyah.&lt;br&gt;&lt;br&gt;“Seandainya aku sanggup, aku ingin memasuki surga dengan berjalan. Sudilah ibu menyaksikan, kafilah ini dengan seluruh kendaraan dan muatannya kuserahkan untuk jihad fi sabilillah.”&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sejak mendengar bahwa dirinya dijamin masuk surga, semangat berinfak dan bersedekahnya makin meningkat. Tak kurang dari 40.000 dirham perak, 40.000 dirham emas, 500 ekor kuda perang,dan 1.500 ekor unta ia sumbangan untuk peruangan menegakkan panji−panji Islam di muka bumi. Mendengar hal itu, Aisyah mendoakan, “Semoga Allah memberinya minum dengan air dari telaga Salsabil (nama sebuah telaga di surga).”&lt;br&gt;&lt;br&gt;Menjelang akhir hayatnya, Abdurrahman pernah disuguhi makanan oleh seseorang, padahal ia sedang berpuasa. Sambil melihat makanan itu, ia berkata, “Mush’ab bin Umair syahid di medan perang. Dia lebih baik daripada saya. Waktu dikafan, jika kepalanya ditutup, makakakinya terbuka. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Dan jika kakinya ditutup, kepalanya terbuka. Kemudian Allah membentangkan dunia ini bagi kita seluas−luasnya. Sungguh, saya amat takut kalau−kalau pahala untuk kita disegerakan Allah di dunia ini.” Setelah itu, ia menangis tersedu−sedu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Abdurrahman bin Auf wafat dengan membawa amalnya yang banyak. Saat pemakamannya, Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib berkata, “Anda telah mendapat kasih sayang Allah, dan anda telah berhasil menundukan kepalsuan dunia. Semoga Allah senantiasa merahmati anda. Amin.”&lt;br&gt;&lt;br&gt;arifperdana[dot]wordpress[dot]com&lt;br&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3324140496270380047-6799673435491459647?l=arqomalifh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arqomalifh.blogspot.com/feeds/6799673435491459647/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3324140496270380047&amp;postID=6799673435491459647' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/6799673435491459647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/6799673435491459647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arqomalifh.blogspot.com/2008/09/belajar-dari-kedermawanan-abdurrahman.html' title='Belajar Dari Kedermawanan Abdurrahman bin Auf'/><author><name>Arqi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_kDC-1fS9T6s/R4x6l87hBfI/AAAAAAAAAAU/3n9Zjgjq0FA/S220/normal_tetes-8.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3324140496270380047.post-1244068860096340935</id><published>2008-09-08T13:15:00.000-07:00</published><updated>2008-09-08T17:22:55.409-07:00</updated><title type='text'>Yuk, iseng2 ikut kompetisi blog internasional</title><content type='html'>Yah, mungkin sekedar iseng ingin meningkatkan rating blog kita&lt;img src="http://images.multiply.com/common/smiles/tongue.png"&gt; sekaligus buat diri kita sendiri untuk belajar bagaimana mengoptimalkan diri kita sendiri menjadi setingkat internasional&lt;img src="http://images.multiply.com/common/smiles/shade.png"&gt;. Sebagai blogger newbie tak ada salahnya untuk meningkatkan potensi diri di akui di Internasional. Entah diakui atau tidak untuk ikut ajang kompetisi blog ini, yang penting daftar dulu&lt;img src="http://images.multiply.com/common/smiles/thumbs_up.png"&gt;. &lt;br&gt;Kompetisi ini diselenggarakan lembaga penyiaran Jerman Deutsche Welle (DW). Bener nih yang ngadain dari Jerman?&lt;img src="http://images.multiply.com/common/smiles/confused.png"&gt; Harus pake bahasa Inggris dunk? Enggak juga karena mulai tahun ini bertambah satu bahasa lagi yaitu bahasa Indonesia. Alhamdulillah, kok bisa ya bahasa kita diakui untuk mengikuti ajang kompetisi blogger se-internasional?&lt;br&gt;Diantaranya bahasa yang boleh dipergunakan selain Indonesia adalah Arab, Cina, Jerman, Inggris, Persia, Prancis, Belanda, Portugis, Rusia, dan  Spanyol. Kalau temen-temen pengen ikut juga bisa daftar di thebobs.com, pendaftarannya mulai 31 Agustus 2008 sampai 30 September 2008. Pas bulan Ramadhan nih&lt;img src="http://images.multiply.com/common/smiles/love.png"&gt;. Semoga dengan hadirnya blog ini bisa ikut juga mewarnai bahwa Indonesia mempunyai putra bangsa yang keren seperti saya (hahahaha...). Dan juga bisa menjadikan bangsa Indonesia ini adalah bangsa yang religius punya afliasi kuat terhadap Islam. Kita juga bisa menunjukkan bahwa Islam itu adalah agama yang mencintai perdamaian.. Amiiin.&lt;img src="http://images.multiply.com/common/smiles/teeth.png"&gt; Kan juga ada yang menggunakan bahasa Arab juga, wah pokoknya ga mau kalah, untuk menuju kualitas Internasional.. InsyaAllah.&lt;br&gt;Sampe kelupaan&lt;img src="http://images.multiply.com/common/smiles/embarassed.png"&gt;, BOBs sendiri kepanjangannya adalah Best of The Blogs. Pada tahun 2007 kemaren diikuti 7000 blog di seantero dunia. Salah satu kategori yang ditekankan dalam kompetisi ini adalah blog untuk menyuarakan kebebasan berpendapat dan kebebasan informasi. Menjadi terbaik juga ga apa &lt;img src="http://images.multiply.com/common/smiles/omg.png"&gt;yang penting kita mau berusaha untuk yang terbaik.  Dan Ramadhan kali ini adalah momen yang sangat tepat untuk perbaikan diri menjadi yang terbaik&lt;img src="http://images.multiply.com/common/smiles/star.png"&gt;.&lt;br&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3324140496270380047-1244068860096340935?l=arqomalifh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arqomalifh.blogspot.com/feeds/1244068860096340935/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3324140496270380047&amp;postID=1244068860096340935' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/1244068860096340935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/1244068860096340935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arqomalifh.blogspot.com/2008/09/yuk-iseng2-ikut-kompetisi-blog.html' title='Yuk, iseng2 ikut kompetisi blog internasional'/><author><name>Arqi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_kDC-1fS9T6s/R4x6l87hBfI/AAAAAAAAAAU/3n9Zjgjq0FA/S220/normal_tetes-8.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3324140496270380047.post-50152048611254712</id><published>2008-09-08T12:19:00.000-07:00</published><updated>2008-09-08T17:53:33.069-07:00</updated><title type='text'>Enakan jadi anak-anak :))</title><content type='html'>Semakin kita dewasa, semakin punya banyak fikiran. Entah itu karena lebih sibuk memikirkan diri sendiri atau memikirkan orang lain. Menjadi anak-anak rasanya hidup tanpa beban, manjalani hidup apa adanya. Jika butuh sesuatu ia tinggal menangis, tapi walaupun apa yang ia butuhkan tidak diberikan saat dia lupa, ia akan kembali lagi lari-lari tanpa ada pikiran kembali seakan tanpa ada beban. Ia bisa bercanda bersama, berlari-lari dengan orang yang belum ia kenal dengan sangat akrab. Jika seorang dewasa, ia akan berfikir dua kali tentang keperluannya dengan orang lain tersebut.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sebagai anak-anak bisa ia bersikap sebagai mana dirinya. Ia lakukan apa yang ia mau lakukan, tanpa terlalu mempedulikan lingkungannya.Dinding rumah dicoret-coret, ia tidak berfikir bahwa dengan coretannya dia akan membuat estetika dari rumah tersebut menjadi kacau. Bermain dengan lepas, sampai-sampai mainannya berserakan. Bermain robot-robotan, rumah-rumahan, perang-perangan... kelihatan asyik menikmati permainannya. Belajar berjalan tak takut akan jatuh,ia coba lagi dan coba lagi agar bisa berjalan sekalian berlari. Bahkan bermain pisaupun tak takut akan terluka. Ia coba segala sesuatu yang membuatnya tertarik, itulah yang membuatnya lebih cepat dalam pembelajaran, lebih cepat dalam memahami sesuatu. Tak ada penghambat yang menyurutkan keingintahuannya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Berbeda dengan orang dewasa, pasti akan lebih banyak fikiran terlebih dahulu sebelum mencoba sesuatu. Bagaimana kalau begini, bagaimana kalau begitu. Berfikiran satu-dua kali lebih untuk mengetahui bagaimana dengan kondisi sekitar atau lingkungannya. Berpandangan terlebih dahulu pada orang lain bagaimana dengan peyikapannya. Inilah yang menjadi kurang produktif, ia seakan-akan ketakutan pada hal yang nyatanya tidak ada. Takut dimarahi, takut dibenci, takut tidak disukai orang lain, takut anggapan orang lain seperti ini atau seperti itu. Hal ini membuatnya senantiasa lebih banyak memakai topeng daripada menunjukkan jati diri sebenarnya. Agar dianggap orang lain lebih baik padahal nyatanya.. Jika ilmuku memang seperti ini, ya itulah kenyataanya, tak usah ada yang perlu disembunyikan. Seperti halnya menulis, sebenarnya banyak lintasan untuk menuangkan fikiran ini, namun ada yang membatasi ruang lingkup fikiran kita sehingga tidak bisa lebih produktif kembali.&lt;br&gt;Jadilah anak-anak karena semangatnya, tidak pernah capai dalam menjalani hari-hari. Tiap hari akan selalu berganti, kita harus senantiasa bisa dinamis senantiasa bergerak terus dan jangan pernah capai. Perjalanan ini masih panjang sedangkan amal yang sudah diperbuat belum cukup menjadi bekal.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Wallohu’alam bisshowab&lt;br&gt;*Aku yang ingin menjadi seperti anak-anak hidup dengan semangat luar biasa, tak peduli dianggap sebagai seorang yang introvert atau ekstrovert, semuanya sama saja ada kelebihan dan kekurangannya masing-masing.   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3324140496270380047-50152048611254712?l=arqomalifh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arqomalifh.blogspot.com/feeds/50152048611254712/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3324140496270380047&amp;postID=50152048611254712' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/50152048611254712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/50152048611254712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arqomalifh.blogspot.com/2008/09/enakan-jadi-anak-anak.html' title='Enakan jadi anak-anak :))'/><author><name>Arqi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_kDC-1fS9T6s/R4x6l87hBfI/AAAAAAAAAAU/3n9Zjgjq0FA/S220/normal_tetes-8.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3324140496270380047.post-508297050201087260</id><published>2008-09-03T13:21:00.000-07:00</published><updated>2008-09-03T17:44:33.687-07:00</updated><title type='text'>Konferensi Pers : Ada yang salah tulis dengan Koran Pikiran-Rakyat Kampus hari ini</title><content type='html'>&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://arqomalifh.multiply.com/photos/hi-res/upload/SL8qzQoKCtYAAF7rtcQ1"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.arqomalifh.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SL8qzQoKCtYAAF7rtcQ1/Pikiran-RAkyat-copy.jpg?et=c7s7TZmfEnu7Vm5hys8QtA&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Waduh, ada yang salah tuh.. ternyata IT Telkom belum dikenal oleh Pers. Mungkin jadi keliru Institut Teknologi Telkom menjadi Institut Manajemen Telkom. Ah, ga terlalu masalah buatku. Kalau mau lihat lebih jelas, bisa di perbesar kok gambarnya ada yang menarik &lt;img src="http://images.multiply.com/common/smiles/teeth.png"&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Berita yang terpenting adalah bagi mahasiswa IT Telkom dan sekitarnya mulai kemaren tanggal 3 - 9 September 2008 atau 3 - 9 Ramadhan 1429 H akan dan telah diadakan "BURSA TAKJIL" di halaman MSU (Masjid Syamsul 'Ulum). Dateng yah smuanya.. ada banyak macam variasi makanan dan minuman untuk takjil.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Bursa Takjil ini adalah event pertama diadakan yang tahun sebelumnya belum pernah di diadakan. Semoga dengan adanya Bursa Takjil ini kegiatan-kegiatan Ramadhan juga semakin meriah. Walaupun acaranya diadakan secara dadakan namun cukup baik antusias dari mahasiswa. Kalau mau lihat foto-foto acara hari pertama masih ada di &lt;a href="http://petreli.multiply.com"&gt;shiddieq&lt;/a&gt; dan mungkin belum sempat di upload di MP ini. Bagi mahasiswa yang tertarik untuk berjualan di bursa takjil, qta masih membuka kesempatan bergabung untuk memeriahkan ramadhan di kampus IT Telkom.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3324140496270380047-508297050201087260?l=arqomalifh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arqomalifh.blogspot.com/feeds/508297050201087260/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3324140496270380047&amp;postID=508297050201087260' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/508297050201087260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3324140496270380047/posts/default/508297050201087260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arqomalifh.blogspot.com/2008/09/konferensi-pers-ada-yang-salah-tulis.html' title='Konferensi Pers : Ada yang salah tulis dengan Koran Pikiran-Rakyat Kampus hari ini'/><author><name>Arqi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_kDC-1fS9T6s/R4x6l87hBfI/AAAAAAAAAAU/3n9Zjgjq0FA/S220/normal_tetes-8.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3324140496270380047.post-5947255522442720964</id><published>2008-08-30T23:40:00.000-07:00</published><updated>2008-08-31T03:49:36.432-07:00</updated><title type='text'>Malam ini Mulai bulan Ramadhan gak ya?</title><content type='html'>&lt;p style="margin-top: 0pt;margin-bottom: 0pt;" align="center"&gt;  &lt;a name="Kapan"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;font size="5" color="#000080" face="Georgia"&gt;&lt;a name="Kapan"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;a name="Kapan"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;font size="5" color="#000080" face="Georgia"&gt;&lt;a name="Kapan"&gt;Ijtimak / Konjungsi  Awal Bulan&lt;/a&gt;&lt;/font&gt;&lt;font size="5" color="#ff0000" face="Georgia"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt;margin-bottom: 0pt;" align="center"&gt;  &lt;b&gt;&lt;font size="5" color="#ff0000" face="Georgia"&gt;Ramadhan 1429 H&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;a name="Kapan"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a name="Kapan"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt;margin-bottom: 0pt;" align="center"&gt;&lt;a name="Kapan"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt;margin-left: 20px;margin-right: 25px;" align="justify"&gt;  &lt;font size="2" face="Georgia"&gt;Visibilitas (kenampakan) Hilal  pada hari terjadinya Ijtimak selepas matahari terbenam di seluruh dunia  khususnya kawasan Indonesia ditunjukkan pada gambar peta di bawah.  Peta  visibilitas mengacu pada Kriteria Odeh yang mengadopsi Limit Danjon sebesar 7
